nabi Muhammad ketika melihat … SURGA dan NERAKA ----- "NABI MELIHAT DIRInya sendiri " di JANNAH/surga -------------- alhamdulillah ya Allah .. dg MIMPI yg kau berikan untukku .. wallahua'lam --

nabi Muhammad ketika melihat … SURGA dan NERAKA —– “NABI MELIHAT DIRInya sendiri ” di JANNAH/surga ————– alhamdulillah ya Allah .. dg MIMPI yg kau berikan untukku .. wallahua’lam —

"NABI MELIHAT DIRInya sendiri " di JANNAH/surga
-------------- alhamdulillah ya Allah .. dg MIMPI yg kau berikan untukku .. wallahua'lam -------------- melihat diriku sendiri di my JANNAH DREAM ...
sebuah hadits yang berasal dari ‘Aisyah bahwa telah terjadi sebuah gerhana matahari pada zaman Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. ‘Aisyah meriwayatkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alahi wassalam bersabda,
Ketika aku berdiri disini, aku melihat semua yang telah dijanjikan kepadamu. Aku bahkan melihat diriku sendiri memetik beberapa buah di surga, ketika engkau melihat aku melangkah ke depan. Dan aku melihat api neraka, beberapa bagiannya memakan bagian-bagian yang lain, ketika engkau melihat aku melangkah ke belakang.”
HR Muslim

dari ‘Abdullah ibn ‘Abbas:

Terjadi gerhana matahari di zaman Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. Para Sahabat berkata, “Ya Rasulullah, kami melihat engkau memetik sesuatu,kemudian kam melihat engkau berbalik.” Rasulullah berkata, “Aku melihat surga, dan aku mencoba memetik setangkai buahya. Seandainya aku berhasil memetiknya, kalian pasti akan (dapat) memakannya hingga akhir zaman. Dan aku melihat api neraka. Aku tidak pernah melihat sesuatu yang begitu mengerikan dan menakutkan. Aku lihat sebagian besar penduduknya adalah wanita.” Mereka berkata lagi, “Mengapa begitu ya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam?” Rasulullah berkata, “Karena mereka tidak bersyukur (kufur).” Rasulullah ditanya lagi, “Apakah mereka tidak bersyukur (tidak beriman) kepada Allah subhanahu wa ta’ala?” Rasulullah berkata, “Mereka tidak tahu bersyukur (berterima kasih) atas persahabatan dan perlakuan yang baik; seandainya kamu memperlakukan salah seorang dari mereka dengan baik selama hidup, kemudian ia melihat satu kesalahan di pihakmu, maka ia akan berkata, ‘Saya tidak pernah melihat sesuatu yang baik pada kamu!’”
HR Bukhari dan Muslim

Raslullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Dari langit akan terdengar sebuah suara memanggil, ‘Hamba-Ku telah berkata benar. Karenanya, siapkanlah untuknya sebuah tempat di surga, dan bukalah sebuah pintu surga untuknya!’ Kemudian ia akan mencium bau surga yang harum itu.”
HR Anas dan al-Bara’ ibn ‘Azib

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, dalam akhir cerita beliau tentang Isra’ Mi’raj, bersabda, “Jibril mengantar aku ke Sidratul Muntaha, yang diliputi oleh warna-warna yang sulit dilukiskan keindahannya. Kemudian aku masuk ke dalam surga, yang cahayanya seperti cahaya mutiara dan tanahnya seperti kesturi.”
HR Bukhari dan Muslim

Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Apabila salah seorang dari kamu meninggal, maka pada pagi dan sore hari akan diperlihatkan kepadanya dimana tempatnya. Jika dia berhak masuk surga, dia akan menjadi penghuni surga; jika dia harus masuk neraka, dia akan menjadi penghuni neraka, dan kepadanya dikatakan, ‘Disinilah tempatmu, sampai Allah subhanahu wa ta’ala membangkitkan kamu pada hari kiamat.”
HR riwayat Bukhari dan Muslim

MIMPI yg BAIK & BENAR .. pd orang BERIMAN …. diperlihatkan oleh Allah kepadanya .. wallahua’lam
————————–————
Rasulullah SAW bersabda,” Jika zaman itu telah dekat (kiamat) , banyak mimpi orang beriman tidak bohong. Dan, sebenar benar mimpi di antara kalian adalah mimpi orang yang paling jujur dalam perkataan.” (HR Muslim)
————————–—–
﴾ Al Anfaal:29 ﴿
Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan (kemampuan membedakan mana yg haq dan mana yg bathil). Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.
————————–———
hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari. Rasulullah SAW bersabda , “ Tidak tersisa dari kenabian, kecuali peringatan peringatan.” Mereka bertanya, “Apa peringatan peringatan itu?” Rasulullah SAW menjawab, “ Mimpi yang baik atau benar.”
————————–——
Shalih dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Mimpinya orang muslim adalah yang dia lihat, atau yang diperlihatkan kepadanya. Dan di dalam Hadits Ibnu Mushir; “Mimpi yang baik adalah bagian dari empat puluh enam kenabian.” (HR Muslim)
————————–————————–—-
Dari Anas dan Ubadah bin Ash Shamit ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ Mimpi orang beriman itu merupakan seperempat puluh enam dari kenabian.” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, Turmudzi dan Abu Daud)
————————–————————–——–
Nabi saw pernah menafsirkan mimpinya dan mimpi orang lain. Abu Bakar pernah menafsirkan mimpi dihadapan Rasulullah saw.

Didalam shahih Bukhori dari Ibnu Abbas menceritakan seorang laki-laki yang mendatangi Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam mengatakan; ‘Tadi malam aku bermimpi melihat segumpal awan yang meneteskan minyak samin dan madu, lantas kulihat orang banyak memintanya, ada yang meminta banyak dan ada yang meminta sedikit, tiba-tiba ada tali yang menghubungkan antara langit dan bumi, kulihat engkau memegangnya kemudian engkau naik, kemudian ada orang lain memegangnya dan ia pergunakan untuk naik, kemudian ada orang yang mengambilnya dan dipergunakannya untuk naik namun tali terputus, kemudian tali tersambung.’

Spontan Abu Bakar berujar; ‘Wahai Rasulullah, ayah dan ibuku untuk tebusanmu, demi Allah, biarkan aku untuk mentakwilkannya! ‘ “takwilkanlah” Kata Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Abu Bakar mengatakan; ‘Adapun awan, itulah Islam, adapun madu dan minyak samin yang menetes, itulah Alquran, karena alqur’an manisnya menetes, maka silahkan ada yang memperbanyak atau mempersedikit, adapun tali yang menghubungkan langit dan bumi adalah kebenaran yang engkau pegang teguh sekarang ini, yang karenanya Allah meninggikan kedudukanmu, kemudian ada seseorang sepeninggalmu mengambilnya dan ia pun menjadi tinggi kedudukannya, lantas ada orang lain yang mengambilnya dan terputus, kemudian tali itu tersambung kembali sehingga ia menjadi tinggi kedudukannya karenanya, maka beritahulah aku ya Rasulullah, ayah dan ibuku sebagai tebusanmu, saya benar ataukah salah? ‘ Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Engkau benar sebagian dan salah sebagian!” Abu Bakar mengatakan; ‘Demi Allah ya Rasulullah, tolong beritahukanlah kepadaku takwilku yang salah! ‘ Nabi menjawab: “Janganlah engkau bersumpah!”
………………….
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah membagi mimpi menjadi tiga bagian, sebagaimana diriwayatkan dari ‘Auf bin Malik dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Sesungguhnya mimpi itu ada tiga macam, diantaranya mimpi-mimpi buruk yang menakutkan yang datang dari setan untuk membuat sedih anak Adam, diantaranya pula perkara yang menggelisahkan seseorang ketika terjaga kemudian terbawa dalam mimpinya, dan diantaranya pula satu bagian dari empat puluh enam bagian kenabian.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Majah dan yang lainnya, hadits shahih)

Adapun macam pertama yaitu mimpi buruk dari setan maka tidak perlu ditafsirkan atau diceritakan. Dari Jabir berkata,”Telah datang seorang lelaki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata; “Ya Rasulullah! Aku bermimpi kemarin seakan-akan kepalaku di penggal, bagaimana itu?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun tertawa, beliau bersabda: ‘Apabila setan mempermainkan salah seorang dari kalian di dalam tidurnya, maka janganlah dia menceritakannya kepada orang lain.” (HR. Muslim)
=================

BENARNYA MIMPI SEORANG MUKMIN….. waktu makin DEKATnya KIAMAT/ malapetaka/doom day/ catastrophe/ assaah
……………………..……………………..……………….
Rasulullah SAW bersabda, “Jika zaman itu telah dekat (kiamat), banyak mimpi orang beriman tidak bohong. Dan, sebenar-benar mimpi di antara kalian adalah mimpi orang yang paling jujur dalam perkataan. “(HR Muslim)
……….……………………..…………….
Rasulullah saw bersabda ; “Apabila hari kiamat telah dekat, jarang mimpi orang Muslim yang tidak benar. Mimpi yang paling benar ialah mimpi yang selalu berbicara benar, Dan mimpi seorang Muslim adalah sebahagian dari 45 macam nubuwah (wahyu). Mimpi itu ada 3 macam, mimpi yang baik adalah khabar dari Allah, mimpi yang menakutkan atau menyedihkan datangnya dari syaitan, dan mimpi yang timbul kerana ilusi angan-angan atau khayalan seseorang.” (Hadis Sahih Muslim)
……………………..…………………….
Pada akhir zaman, sesuatu yang tidak diragukan lagi bahawa mimpi baik atau benar atau mendekati kebenaran yang dilihat orang mukminin merupakan dalil dalil atau tanda tanda khusus dari Allah SWT baginya. Rasulullah SAW telah mengingatkan bahawa mimpi yang baik dan benar itu merupakan satu perempat puluh enam (1/46) dari kenabian.

Dari Anas dan Ubadah bin Ash Shamit ra bahawa Rasulullah SAW bersabda, “Mimpi orang beriman itu merupakan satu perempat puluh enam dari kenabian.” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, Turmudzi dan Abu Daud)

صحيح البخاري 6473: حدثنا يحيى بن قزعة حدثنا إبراهيم بن سعد عن الزهري عن سعيد بن المسيب عن أبي هريرة رضي الله عنه
أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال رؤيا المؤمن جزء من ستة وأربعين جزءا من النبوة
ورواه ثابت وحميد وإسحاق بن عبد الله وشعيب عن أنس عن النبي صلى الله عليه وسلم

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Qaza’ah telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa’ad dari Az Zuhri dari Sa’id bin Musayyab dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu’ alaihi wasallam bersabda: “Mimpi seorang mukmin adalah sebahagian daripada enam atau empat puluh enam bahagian kenabian. “Dan hadits ini diriwayatkan oleh Tsabit, Humaid, Ishaq bin Abdullah dan Syu’aib dari Anas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. (HR Bukhari)

Mimpi baik seorang mukmin merupakan khabar gembira bagi amal-amal baiknya dan merupakan sebahagian tanda dekatnya kiamat. Rasulullah SAW telah menjelaskan bahawa mimpi seorang mukmin di akhir zaman, sedikit sekali yang bohong atau terjadi dari syaitan.

Rasulullah SAW bersabda, “Jika zaman itu telah dekat (kiamat), banyak mimpi orang beriman tidak bohong. Dan, sebenar-benar mimpi di antara kalian adalah mimpi orang yang paling jujur dalam perkataan. “(HR Muslim)

صحيح مسلم 4203: و حدثنا إسمعيل بن الخليل أخبرنا علي بن مسهر عن الأعمش ح و حدثنا ابن نمير حدثنا أبي حدثنا الأعمش عن أبي صالح عن أبي هريرة قال
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم رؤيا المسلم يراها أو ترى له وفي حديث ابن مسهر الرؤيا الصالحة جزء من ستة وأربعين جزءا من النبوة

Dan telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Al Khalil; Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Ali bin Mushir dari Al A’masy; Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair; Telah menceritakan kepada kami Bapakku telah menceritakan kepada kami al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Mimpinya orang muslim adalah yang dia lihat, atau yang diperlihatkan kepadanya. Dan di dalam Hadits Ibnu Mushir; “Mimpi yang baik adalah sebahagian daripada empat puluh enam kenabian.” (HR Muslim)

Demikianlah Rasulullah SAW menganggap masa kenabiannya telah habis dan tinggal peringatan-peringatannya, sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak tersisa dari kenabian, kecuali peringatan-peringatan.” Mereka bertanya, “Apa peringatan peringatan itu?” Rasulullah SAW menjawab, “Mimpi yang baik atau benar.”

Para ulama membahagikan kebenaran mimpi orang mukmin menjadi tiga bahagian iaitu:

1. Berlaku dalam keadaan memerangi kekafiran dan kebodohan. Maka, orang mukmin terhibur dengan mimpi baik itu.

2. Berlaku dalam penguasaan ilmu ketika terjadi kekacauan dan fitnah. Dalam keadaan seperti ini, orang mukmin juga terhibur dengan mimpi yang baik itu.

3. Berlaku pada zaman turunnya Isa as dan kekhilafahan Al Mahdi kerana pada waktu itu, zaman telah berubah menjadi baik, sebagaimana Rasulullah SAW memberitahu kepada kita bahawa pada waktu itu, mimpi orang orang mukmin yang jujur tidak bohong.
Wallahu’alam bissawab

……………………..……………………...
Dan di antara tanda-tandanya adalah benarnya mimpi seorang mukmin di akhir zaman. Setiap kali seseorang yang benar dalam keimanannya, maka mimpinya pun benar. Dijelaskan dalam ash-Shahiihain [1] dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا اقْتَـرَبَ الزَّمَانُ لَمْ تَكَدْ رُؤْيَا الْمُسْلِمِ تَكْذِبُ، وَأَصْدَقُكُـمْ رُؤْيَا أَصْدَقُكُمْ حَدِيثًا، وَرُؤْيَا الْمُسْلِمِ جُـزْءٌ مِنْ خَمْسٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنَ النُّبُوَّةِ.

‘Jika Kiamat sudah dekat, maka hampir-hampir mimpi seorang muslim tidak dusta. Mimpi kalian yang paling benar adalah yang paling benar pembicaraannya. Dan mimpi seorang muslim adalah satu bagian dari empat puluh lima bagian kenabian.’”. Ini adalah lafazh Muslim.

Sementara dalam lafazh al-Bukhari:

لَمْ تَكَدْ رُؤْيَا الْمُؤْمِنِ تَكْذِبُ … وَمَا كَانَ مِنَ النُّبُوَّةِ فَإِنَّهُ لاَ يَكْذِبُ.

Hampir saja mimpi seorang mukmin tidak dusta… dan apa saja yang berasal dari kenabian, maka ia tidak dusta.”.

Ibnu Abi Hamzah rahimahullah berkata, “Makna ungkapan bahwa mimpi seorang mukmin di akhir zaman tidak dusta adalah sebagian besar mimpi seorang mukmin terjadi dalam bentuk yang tidak memerlukan tafsiran, dan kebohongan tidak akan pernah masuk ke dalamnya. Berbeda dengan mimpi yang sebelumnya, terkadang pentakwilannya agak samar sehingga seseorang menafsirkannya, tetapi kenyataannya tidak sesuai dengan apa yang dikatakan. Maka masuklah kebohongan ke dalamnya dengan tafsiran tersebut.”

Beliau berkata, “Dan hikmah pengkhususan peristiwa tersebut di akhir zaman bahwasanya seorang mukmin ketika itu menjadi orang yang asing, sebagaimana diungkapkan dalam sebuah hadits:

بَدَأَ اْلإسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا.

Islam datang dalam keadaan asing, lalu dia akan kembali asing sebagaimana awal kedatangannya.[2] [HR. Muslim]. Saat itu kawan seorang mukmin juga yang menolongnya sangat sedikit, maka dia dimuliakan dengan mimpi yang benar. [3].

Para ulama berbeda pendapat tentang penentuan waktu terjadinya mimpi seorang mukmin menjadi benar dengan beberapa pendapat: [4].

Pertama : Hal itu akan terjadi ketika menjelang Kiamat, kebanyakan ilmu (agama) diambil dan syari’at Islam telah terhapus dengan sebab fitnah dan banyaknya pembunuhan. Manusia seperti berada di zaman fathrah (zaman di antara dua Nabi), mereka membutuhkan seorang mujaddid dan pemberi pengingatan dalam masalah agama yang telah terhapus, sebagaimana umat terdahulu diingatkan oleh para Nabi. Akan tetapi, Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah Nabi terakhir dan kenabiaan berakhir pada umat ini maka mereka digantikan dengan orang yang bermimpi dengan mimpi yang benar, yang merupakan bagian dari kenabian dengan membawa kabar gembira dan peringatan. Pendapat ini diperkuat dengan hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu :

يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ وَيُقْبَضُ الْعِلْمُ.

“Zaman saling berdekatan dan ilmu diambil.” [5].

Ibnu Hajar rahimahullah menguatkan pendapat ini.

Kedua: Hal itu terjadi ketika jumlah orang-orang yang beriman sedikit, sementara kekufuran, kebodohan, dan kefasikan menimpa orang-orang yang ada. Sehingga seorang mukmin merasa kesepian, lalu diberikan pertolongan dengan mimpi yang benar sebagai penghormatan dan penghibur baginya.

Pendapat ini hampir sama dengan perkataan Ibnu Abi Hamzah terdahulu. Berdasarkan dua pendapat ini, maka mimpi seorang mukmin tidak khusus pada zaman tertentu. Akan tetapi, setiap kali kekosongan dunia semakin mendekat, agama semakin merosot, maka saat itu mimpi seorang mukmin yang jujur adalah benar.

Ketiga: Hal itu khusus terjadi pada masa Nabi ‘Isa Alaihissallam (di akhir zaman), karena penduduk pada zamannya adalah umat terbaik setelah kurun pertama. Perkataan mereka paling benar, maka mimpi seorang mukmin yang jujur dengan imannya pada saat itu benar-benar terjadi, wallaahu a’lam.

berbagai sumber
_________
Footnote
[1]. Shahiih al-Bukhari, kitab at-Ta’biir, bab al-Qaid fil Manaam (XII/404, al-Fat-h), dan Shahiih Muslim, kitab ar-Ru’-yaa, (XV/20, Syarh an-Nawawi).
[2]. Shahiih Muslim, kitab al-Iimaan, bab Bayaanul Islaam Bada-a Ghariiban wa Saya’uudu Ghariiban (II/176, Syarh Muslim).
[3]. Fat-hul Baari (XII/406).
[4]. Lihat kitab Fat-hul Baari (XII/406-407).
[5]. Shahiih Muslim, kitab al-‘Ilmi, bab Raf’ul ‘Ilmi (XVI/222, Syarh an-Nawawi).
=================

KITAB HADITS SHAHIH BUKHARI : ” Bab: Penjelasan tentang SURGA…. dan… NERAKA ”
———————————
No. Hadist: 3001

Telah bercerita kepa da kami Ahmad bin Yunus telah bercerita kepada kami Al Laits dari Nafi’ dari ‘Abdullah bin ‘Umar radliallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika seorang dari kalian meninggal dunia maka akan ditampakkan kepadanya tempat tinggalnya setiap pagi dan petang hari. Jika dia termasuk penduduk surga, maka akan melihat tinggalnya sebagai penduduk surga dan jika dia termasuk penduduk neraka, maka akan melihat tempat tinggalnya sebagai penduduk neraka”.
——————————–
No. Hadist: 3002

Telah bercerita kepada kami Abu Al Walid telah bercerita kepada kami Salm bin Zarir telah bercerita kepada kami Abu Raja’ dari ‘Imran bin Husain dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Aku mendatangi, surga maka kulihat kebanyakan penduduknya adalah para faqir dan aku mendatangi neraka maka aku lihat kebanyakan penduduknya para wanita”.

No. Hadist: 3003

Telah bercerita kepada kami Sa’id bin Abu Maryam telah bercerita kepada kami Al Laits berkata telah bercerita kepadaku ‘Uqail dari Ibnu Syihab berkata telah mengabarkan kepadaku Sa’id bin Al Musayyab bahwa Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; “Kami sedang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika Beliau bersabda: “Ketika aku tertidur, aku (bermimpi) diperlihatkan surga, di dalamnya ada seorang wanita yang sedang berwudlu’ di sisi istana. Aku bertanya: “Untuk siapakah istana itu”. Mereka menjawab; “Untuk ‘Umar bin Al Khathab”. Maka kuingat kecemburuannya lalu aku pun berlalu. Maka ‘Umar menangis seraya berkata; “Apakah patut aku cemburu kepadamu wahai Rasulullah?”.

No. Hadist: 3004

Telah bercerita kepada kami Hajjaj bin Minhal telah bercerita kepada kami Hammam berkata aku mendengar Abu ‘Imran Al Iawniy dia bercerita dari Abu Bakr bin ‘Abdullah bin Qais Al Asy’ariy dari bapaknya bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “(Di surga) ada kemah bundar melengkung terbuat dari mutiara yang menjulang ke langit sepanjang tiga puluh mil pada setiap sisinya di sediakan untuk orang beriman sebagai penghuninya, orang yang lain tidak dapat melihat mereka”. Abu ‘Abdush Shamad dan Al Harits bin ‘Ubaid berkata dari Abu ‘Imran: “Panjangnya enam puluh mil”.

No. Hadist: 3005

Telah bercerita kepada kami Al Humaidiy telah bercerita kepada kami Sufyan telah bercerita kepada kami Abu Az Zanad dari Al A’raj dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah berfirman: “Aku telah menyediakan buat hamba-hamba-Ku yang shalih (kenikmatan) yang belum pernah mata melihatnya, telinga mendengarnya dan terbetik dari lubuk hati manusia”. Bacalah firman-Nya jika kamu mau (QS as-Sajadah 17) yang artinya (“Tidak seorangpun yang mengetahui apa yang telah disediakan untuk mereka (kenikmatan) yang menyedapkan mata”).

No. Hadist: 3006

Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Muqatil telah mengabarkan kepada kami ‘Abdullah telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Hammam bin Munabbih dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Rombongan pertama yang masuk surga rupa mereka seperti bentuk bulan saat purnama, mereka tidak akan pernah beringus, tidak meludah dan tidak pula membuang air besar (tinja). Alat perabot mereka di dalam surga terbuat dari emas, sisir-sisir mereka terbuat dari emas dan perak, lat penghnagtan mereka terbuat dari kayu cendana, keringat mereka seharum minyak misik. Setiap orang dari mereka memiliki dua istri (bidadari) yang sumsum tulangnya dapat kelihatan dari betis-betis mereka dari balik daging karena teramat sangat cantiknya. Tidak ada perselisihan (pertengkaran) di sana dan tidak ada pula saling benci. Hati mereka bagaikan hati yang satu yang senantiasa bertasbih pagi dan petang”.

No. Hadist: 3007

Telah bercerita kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu’aib telah bercerita kepada kami Abu Az Zanad dari Al A’raj dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Rombongan pertama yang memasuki surga rupa mereka bagaikan bulan saat purnama dan rombongan berikutnya yang mengiringi mereka bagaikan bintang yang sangat terang cahayanya. Hati mereka bagaikan hati seorang laki-laki yang tidak pernah berselisih dan saling membenci di antara mereka. Setiap orang dari mereka memiliki dua istri (bidadari) yang setiap istri itu sumsum tulangnya dapat kelihatan dari betis-betis mereka dari balik daging karena teramat sangat cantiknya. Tidak ada perselisihan (pertengkaran) di sana dan tidak ada pula saling benci. Hati mereka bagaikan hati yang satu yang senantiasa bertasbih pagi dan petang. Mereka tidak pernah sakit, tidak pernah beringus dan tidak pernah meludah. Perabotan mereka terbuat dari emas dan perak, sisir-sisir mereka terbuat dari emas dan tempat perapian mereka terbuat dari kayu cendana”. Abu Al Yaman berkata; “Maksudnya kayu yang dibakar untuk wewangian”. Keringat mereka seharum minyak misik”. Mujahid berkata; ‘al-Ibkar artinya awal fajar sedangkan al-‘asyiyy condongnya matahari ke barat hingga akan terlihat akan terbenam”.

No. Hadist: 3008

Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Abu Bakr Al Muqaddamiy telah bercerita kepada kami Fudlail dari Abu Hazim dari Sahal bin Sa’ad radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pasti akan masuk surga dari ummatku tujuh puluh ribu atau tujuh ratus ribu orang, yang pertamakali tidak bakalan masuk hingga yang terakhir kali masuk (masuk secara berbarengan). Wajah-wajah mereka bagaikan bentuk bulan saat purnama”.

No. Hadist: 3009

Telah bercerita kepada kami ‘Abdullah bin Muhammad Al Ju’fiy telah bercerita kepada kami Yunus bin Muhammad telah bercerita kepada kami Syaiban dari Qatadah telah bercerita kepada kami Anas radliallahu ‘anhu berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dihadiahi baju jubah terbuat dari sutera tipis padahal sebelumnya Beliau pernah melarang memakai sutera. Lalu orang-orang pun menjadi terkagum-kagum karenanya. Maka Beliau bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh sapu tangan Sa’ad bin Mu’adz di surga lebih baik daripada ini”.

No. Hadist: 3010

Telah bercerita kepada kami Musaddad telah bercerita kepada kami Yahya bin Sa’id dari Sufyan berkata telah bercerita kepadaku Abu Ishaq berkata aku mendengar Al Bara’bin ‘Azib radliallahu ‘anhuma berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diberi hadiah berupa pakaian terbuat dari sutera lalu orang-orang terkagum-kagum dengan kebagusan dan kehalusan pakaian itu maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh sapu tangan Sa’ad bin Mu’adz di surga lebih baik dari ini”.

No. Hadist: 3011

Telah bercerita kepada kami ‘Ali bin ‘Abdullah telah bercerita kepada kami Sufyan dari Abu Hazim dari Sahal bin Sa’ad as-Sa’idiy berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tempat cambuk di surga lebih baik dari pada dunia dan apa-apa yang ada diatasnya”.

No. Hadist: 3012

Telah bercerita kepada kami Rauh bin ‘Abdul Mu’min telah bercerita kepada kami Yazid bin Zurai’ telah bercerita kepada kami Sa’id dari Qatadah telah bercerita kepada kami Anas bin Malik radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya di surga ada sebuah pohon yang jika para pengendara berjalan di bawah naungannya seratus tahun lamanya tidak akan dapat melewatinya”.

No. Hadist: 3013

Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Sinan telah bercerita kepada kami Fulaih bin Sulaiman telah bercerita kepada kami Hilal bin ‘Ali dari ‘Abdur Rahman bin Abu ‘Amrah dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya di surga ada sebuah pohon yang jika bayangannya ditempuh oleh para pengendara, memerlukan waktu seratus tahun lamanya, bacalah firman Allah jika kamu mau”, (QS al-Waqi’ah ayat 30) yang artinya (“Dan naungan yang terbentang luas”), dan ujung panah seseorang dari kalian di surga lebih baik daripada tempat matahari terbit atau terbenam”.

No. Hadist: 3014

Telah bercerita kepada kami Ibrahim bin Al Mundzir telah bercerita kepada kami Muhammad bin Fulaih telah bercerita kepada kami bapakku dari Hilal dari ‘Abdur Rahman bin ABi ‘Amrah dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Rombongan pertama yang memasuki surga rupa mereka bagaikan bulan saat purnama dan rambongan berikutnya yang mengiringi mereka bagaikan bintang yang sangat terang cahayanya di langit. Hati mereka bagaikan hati seorang laki-laki yang tidak pernah membenci dan saling hasad (iri) di antara mereka. Setiap orang dari mereka memiliki dua istri dari bidadari yang sumsum tulangnya dapat kelihatan dari betis-betis mereka dari balik tulang dan daging”.

No. Hadist: 3015

Telah bercerita kepada kami Hajjaj bin Minhal telah bercerita kepada kami Syu’bah berkata ‘Adiy bin Tsabit telah mengabarkan kepadaku berkata aku mendengar Al Bara’ radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Ketika Ibrahim Alaihissalam (putra Nabi Shallallahu’alaihiwasallam) meninggal dunia, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Baginya akan ada yang menyusuinya di surga”.

No. Hadist: 3016

Telah bercerita kepada kami ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah berkata telah bercerita kepadaku Malik bin Anas dari Shafwan bin Sulaim dari ‘Atah’ bin Yasar dari Abu Sa’id Al Khudriy radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Penghuni surga memandang penghuni kamar-kamar dari atas mereka sebagaimana mereka memandang bintang kejora yang terbit di ufuk timur atau barat disebabkan keutamaan di antara mereka”. Para sahabat bertanya; “Wahai Rasulullah, apakah itu tempat tinggal para Nabi yang tidak akan dimasuki oleh orang selain mereka?. Beliau bersabda: “Benar, demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, (tetapi juga menjadi tempat tingal) orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan para Rasul”.

KITAB SHAHIH BUKHARI : ” Bab: Penjelasan tentang sifat surga dan neraka ”

No. Hadist: 3001

Telah bercerita kepa da kami Ahmad bin Yunus telah bercerita kepada kami Al Laits dari Nafi’ dari ‘Abdullah bin ‘Umar radliallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika seorang dari kalian meninggal dunia maka akan ditampakkan kepadanya tempat tinggalnya setiap pagi dan petang hari. Jika dia termasuk penduduk surga, maka akan melihat tinggalnya sebagai penduduk surga dan jika dia termasuk penduduk neraka, maka akan melihat tempat tinggalnya sebagai penduduk neraka”.

No. Hadist: 3002

Telah bercerita kepada kami Abu Al Walid telah bercerita kepada kami Salm bin Zarir telah bercerita kepada kami Abu Raja’ dari ‘Imran bin Husain dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Aku mendatangi, surga maka kulihat kebanyakan penduduknya adalah para faqir dan aku mendatangi neraka maka aku lihat kebanyakan penduduknya para wanita”.

No. Hadist: 3003

Telah bercerita kepada kami Sa’id bin Abu Maryam telah bercerita kepada kami Al Laits berkata telah bercerita kepadaku ‘Uqail dari Ibnu Syihab berkata telah mengabarkan kepadaku Sa’id bin Al Musayyab bahwa Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; “Kami sedang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika Beliau bersabda: “Ketika aku tertidur, aku (bermimpi) diperlihatkan surga, di dalamnya ada seorang wanita yang sedang berwudlu’ di sisi istana. Aku bertanya: “Untuk siapakah istana itu”. Mereka menjawab; “Untuk ‘Umar bin Al Khathab”. Maka kuingat kecemburuannya lalu aku pun berlalu. Maka ‘Umar menangis seraya berkata; “Apakah patut aku cemburu kepadamu wahai Rasulullah?”.

No. Hadist: 3004

Telah bercerita kepada kami Hajjaj bin Minhal telah bercerita kepada kami Hammam berkata aku mendengar Abu ‘Imran Al Iawniy dia bercerita dari Abu Bakr bin ‘Abdullah bin Qais Al Asy’ariy dari bapaknya bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “(Di surga) ada kemah bundar melengkung terbuat dari mutiara yang menjulang ke langit sepanjang tiga puluh mil pada setiap sisinya di sediakan untuk orang beriman sebagai penghuninya, orang yang lain tidak dapat melihat mereka”. Abu ‘Abdush Shamad dan Al Harits bin ‘Ubaid berkata dari Abu ‘Imran: “Panjangnya enam puluh mil”.

No. Hadist: 3005

Telah bercerita kepada kami Al Humaidiy telah bercerita kepada kami Sufyan telah bercerita kepada kami Abu Az Zanad dari Al A’raj dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah berfirman: “Aku telah menyediakan buat hamba-hamba-Ku yang shalih (kenikmatan) yang belum pernah mata melihatnya, telinga mendengarnya dan terbetik dari lubuk hati manusia”. Bacalah firman-Nya jika kamu mau (QS as-Sajadah 17) yang artinya (“Tidak seorangpun yang mengetahui apa yang telah disediakan untuk mereka (kenikmatan) yang menyedapkan mata”).

No. Hadist: 3006

Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Muqatil telah mengabarkan kepada kami ‘Abdullah telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Hammam bin Munabbih dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Rombongan pertama yang masuk surga rupa mereka seperti bentuk bulan saat purnama, mereka tidak akan pernah beringus, tidak meludah dan tidak pula membuang air besar (tinja). Alat perabot mereka di dalam surga terbuat dari emas, sisir-sisir mereka terbuat dari emas dan perak, lat penghnagtan mereka terbuat dari kayu cendana, keringat mereka seharum minyak misik. Setiap orang dari mereka memiliki dua istri (bidadari) yang sumsum tulangnya dapat kelihatan dari betis-betis mereka dari balik daging karena teramat sangat cantiknya. Tidak ada perselisihan (pertengkaran) di sana dan tidak ada pula saling benci. Hati mereka bagaikan hati yang satu yang senantiasa bertasbih pagi dan petang”.

No. Hadist: 3007

Telah bercerita kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu’aib telah bercerita kepada kami Abu Az Zanad dari Al A’raj dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Rombongan pertama yang memasuki surga rupa mereka bagaikan bulan saat purnama dan rombongan berikutnya yang mengiringi mereka bagaikan bintang yang sangat terang cahayanya. Hati mereka bagaikan hati seorang laki-laki yang tidak pernah berselisih dan saling membenci di antara mereka. Setiap orang dari mereka memiliki dua istri (bidadari) yang setiap istri itu sumsum tulangnya dapat kelihatan dari betis-betis mereka dari balik daging karena teramat sangat cantiknya. Tidak ada perselisihan (pertengkaran) di sana dan tidak ada pula saling benci. Hati mereka bagaikan hati yang satu yang senantiasa bertasbih pagi dan petang. Mereka tidak pernah sakit, tidak pernah beringus dan tidak pernah meludah. Perabotan mereka terbuat dari emas dan perak, sisir-sisir mereka terbuat dari emas dan tempat perapian mereka terbuat dari kayu cendana”. Abu Al Yaman berkata; “Maksudnya kayu yang dibakar untuk wewangian”. Keringat mereka seharum minyak misik”. Mujahid berkata; ‘al-Ibkar artinya awal fajar sedangkan al-‘asyiyy condongnya matahari ke barat hingga akan terlihat akan terbenam”.

No. Hadist: 3008

Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Abu Bakr Al Muqaddamiy telah bercerita kepada kami Fudlail dari Abu Hazim dari Sahal bin Sa’ad radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pasti akan masuk surga dari ummatku tujuh puluh ribu atau tujuh ratus ribu orang, yang pertamakali tidak bakalan masuk hingga yang terakhir kali masuk (masuk secara berbarengan). Wajah-wajah mereka bagaikan bentuk bulan saat purnama”.

No. Hadist: 3009

Telah bercerita kepada kami ‘Abdullah bin Muhammad Al Ju’fiy telah bercerita kepada kami Yunus bin Muhammad telah bercerita kepada kami Syaiban dari Qatadah telah bercerita kepada kami Anas radliallahu ‘anhu berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dihadiahi baju jubah terbuat dari sutera tipis padahal sebelumnya Beliau pernah melarang memakai sutera. Lalu orang-orang pun menjadi terkagum-kagum karenanya. Maka Beliau bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh sapu tangan Sa’ad bin Mu’adz di surga lebih baik daripada ini”.

No. Hadist: 3010

Telah bercerita kepada kami Musaddad telah bercerita kepada kami Yahya bin Sa’id dari Sufyan berkata telah bercerita kepadaku Abu Ishaq berkata aku mendengar Al Bara’bin ‘Azib radliallahu ‘anhuma berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diberi hadiah berupa pakaian terbuat dari sutera lalu orang-orang terkagum-kagum dengan kebagusan dan kehalusan pakaian itu maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh sapu tangan Sa’ad bin Mu’adz di surga lebih baik dari ini”.

No. Hadist: 3011

Telah bercerita kepada kami ‘Ali bin ‘Abdullah telah bercerita kepada kami Sufyan dari Abu Hazim dari Sahal bin Sa’ad as-Sa’idiy berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tempat cambuk di surga lebih baik dari pada dunia dan apa-apa yang ada diatasnya”.

No. Hadist: 3012

Telah bercerita kepada kami Rauh bin ‘Abdul Mu’min telah bercerita kepada kami Yazid bin Zurai’ telah bercerita kepada kami Sa’id dari Qatadah telah bercerita kepada kami Anas bin Malik radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya di surga ada sebuah pohon yang jika para pengendara berjalan di bawah naungannya seratus tahun lamanya tidak akan dapat melewatinya”.

No. Hadist: 3013

Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Sinan telah bercerita kepada kami Fulaih bin Sulaiman telah bercerita kepada kami Hilal bin ‘Ali dari ‘Abdur Rahman bin Abu ‘Amrah dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya di surga ada sebuah pohon yang jika bayangannya ditempuh oleh para pengendara, memerlukan waktu seratus tahun lamanya, bacalah firman Allah jika kamu mau”, (QS al-Waqi’ah ayat 30) yang artinya (“Dan naungan yang terbentang luas”), dan ujung panah seseorang dari kalian di surga lebih baik daripada tempat matahari terbit atau terbenam”.

No. Hadist: 3014

Telah bercerita kepada kami Ibrahim bin Al Mundzir telah bercerita kepada kami Muhammad bin Fulaih telah bercerita kepada kami bapakku dari Hilal dari ‘Abdur Rahman bin ABi ‘Amrah dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Rombongan pertama yang memasuki surga rupa mereka bagaikan bulan saat purnama dan rambongan berikutnya yang mengiringi mereka bagaikan bintang yang sangat terang cahayanya di langit. Hati mereka bagaikan hati seorang laki-laki yang tidak pernah membenci dan saling hasad (iri) di antara mereka. Setiap orang dari mereka memiliki dua istri dari bidadari yang sumsum tulangnya dapat kelihatan dari betis-betis mereka dari balik tulang dan daging”.

No. Hadist: 3015

Telah bercerita kepada kami Hajjaj bin Minhal telah bercerita kepada kami Syu’bah berkata ‘Adiy bin Tsabit telah mengabarkan kepadaku berkata aku mendengar Al Bara’ radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Ketika Ibrahim Alaihissalam (putra Nabi Shallallahu’alaihiwasallam) meninggal dunia, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Baginya akan ada yang menyusuinya di surga”.

No. Hadist: 3016

Telah bercerita kepada kami ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah berkata telah bercerita kepadaku Malik bin Anas dari Shafwan bin Sulaim dari ‘Atah’ bin Yasar dari Abu Sa’id Al Khudriy radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Penghuni surga memandang penghuni kamar-kamar dari atas mereka sebagaimana mereka memandang bintang kejora yang terbit di ufuk timur atau barat disebabkan keutamaan di antara mereka”. Para sahabat bertanya; “Wahai Rasulullah, apakah itu tempat tinggal para Nabi yang tidak akan dimasuki oleh orang selain mereka?. Beliau bersabda: “Benar, demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, (tetapi juga menjadi tempat tingal) orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan para Rasul”.

Views All Time
Views All Time
108
Views Today
Views Today
2

2 Comments

  1. Author

    sebuah hadits yang berasal dari ‘Aisyah bahwa telah terjadi sebuah gerhana matahari pada zaman Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. ‘Aisyah meriwayatkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alahi wassalam bersabda,
    “Ketika aku berdiri disini, aku melihat semua yang telah dijanjikan kepadamu. Aku bahkan melihat diriku sendiri memetik beberapa buah di surga, ketika engkau melihat aku melangkah ke depan. Dan aku melihat api neraka, beberapa bagiannya memakan bagian-bagian yang lain, ketika engkau melihat aku melangkah ke belakang.”
    HR Muslim

  2. Author

    dari ‘Abdullah ibn ‘Abbas:

    Terjadi gerhana matahari di zaman Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. Para Sahabat berkata, “Ya Rasulullah, kami melihat engkau memetik sesuatu,kemudian kam melihat engkau berbalik.” Rasulullah berkata, “Aku melihat surga, dan aku mencoba memetik setangkai buahya. Seandainya aku berhasil memetiknya, kalian pasti akan (dapat) memakannya hingga akhir zaman. Dan aku melihat api neraka. Aku tidak pernah melihat sesuatu yang begitu mengerikan dan menakutkan. Aku lihat sebagian besar penduduknya adalah wanita.” Mereka berkata lagi, “Mengapa begitu ya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam?” Rasulullah berkata, “Karena mereka tidak bersyukur (kufur).” Rasulullah ditanya lagi, “Apakah mereka tidak bersyukur (tidak beriman) kepada Allah subhanahu wa ta’ala?” Rasulullah berkata, “Mereka tidak tahu bersyukur (berterima kasih) atas persahabatan dan perlakuan yang baik; seandainya kamu memperlakukan salah seorang dari mereka dengan baik selama hidup, kemudian ia melihat satu kesalahan di pihakmu, maka ia akan berkata, ‘Saya tidak pernah melihat sesuatu yang baik pada kamu!’”
    HR Bukhari dan Muslim

Leave a Reply