"syafaat AL QUR'AN" di AKHIRAT untuk membaca, memahami, mengAMALkan ... memPRAKTEKkan [bukan hanya baca dan hafal} ------ Rasulullah Shallallhu ‘Alaihi Wassallam bersabda :“Siapa yang memPELAJARI Al-Quran, mengAJARkan, dan mengAMALkan isinya, maka ia akan menjadi pemberi syafaat dan petunjuk jalan menuju surga.” (HR. Ibnu Asakir). -------- Rasulullah SAW bersabda: “Pelajarilah Al-Quran dan mintalah surga dengannya, sebelum muncul satu kaum yang mempelajari Al-Quran untuk TUJUAN duniawi. Sesungguhnya ada tiga kelompok yang mempelajari Al-Quran: (1) Seseorang yang mempelajarinya untuk memBANGGAkan diri, (2) Seseorang yang MENCARI MAKAN darinya, dan (3) seseorang yang membaca karena Allah Subhanahu Wata’ala.” (HR. Baihaqi)

"syafaat AL QUR'AN" di AKHIRAT, untuk membaca, memahami/mempelajari, mengAMALkan ... memPRAKTEKkan isi AL QUR'AN
[bukan hanya baca dan hafal}

------------

Nabi Muhammad ShallallahuAlaihi Wassallam bersabda: “Siapa yang memBACA Al-Quran, dimana ia membacanya pada waktu shalat di tengah malam dan siang hari, ia mengHALALkan halalnya dan mengHARAMkan haramnya, maka Allah haramkan daging dan darahnya terkena api neraka, dan akan menjadikannya teman pendamping para malaikat yang mulia dan baik, serta pada Hari Kiamat nanti Al-Quran akan menjadi hujjah (pembela) untuknya.” (HR. Thabrani)

Rasulullah ShallallhuAlaihi Wassallam bersabda :“Siapa yang memPELAJARI Al-Quran, mengAJARkan, dan mengAMALkan isinya, maka ia akan menjadi pemberi syafaat dan petunjuk jalan menuju surga.” (HR. Ibnu Asakir).

 

Rasulullah SAW bersabda: “Pelajarilah Al-Quran dan mintalah surga dengannya, sebelum muncul satu kaum yang mempelajari Al-Quran untuk TUJUAN duniawi. Sesungguhnya ada tiga kelompok yang mempelajari Al-Quran: (1) Seseorang yang mempelajarinya untuk memBANGGAkan diri, (2) Seseorang yang MENCARI MAKAN darinya, dan (3) seseorang yang membaca karena Allah Subhanahu Wata’ala.” (HR. Baihaqi)

Perumpamaan Orang Yang Membaca Al-Quran …. aku/kamu ingin masuk golongan MUNAFIK/fasik yg memBACA Al Qur’an ???
---------------
JANGAN sampai diCAP/dianggap .. ALLAH sebagai ORANG CELAKA ….
……………………..……………………..…..
>> membaca Al qur’an HANYA ….. sampai di KERONGKONGANnya saja …. tidak MEMAHAMI/merenungkan ISI … dari yang diBACA = orang CELAKA
 
>> orang CELAKA = manusia/orang yg dilempar Allah ke NERAKA JAHANAM
 
<<<<< kita diperintah untuk MEMBACA al qur’an ,,, lalu .. memahami al qur’an dg qalbu kita .. lalu .. mengamalkan al qur’an >>>>>>>>>
……………………..………….
Dari Buraidah beliau berkata, “Nabi bersabda,
Siapa yang membaca Al-Qur’an dan mempelajarinya serta mempraktekkannya {=mengamalkan}; dipakaikan kepada kedua orang tuanya kelak di hari kiamat mahkota dari cahaya, sinarnya seperti cahaya matahari, dan dipakaikan untuk kedua orang tuanya dua jubbah yang dunia tidak bisa menyamainya. Lalu kedua orang tuanya itu berkata, ‘Karena apa kami diberi pakaian seperti ini?’ Maka dikatakan kepada keduanya, ‘Karena anak kalian menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.’” [HR. Al-Hakim, beliau menilai hadist ini shahih sesuai dengan syarat Imam Muslim (At-Targhib Wat-Tarhib no. 2085)]
 
Nabi tidak hanya mengatakan ‘siapa yang membaca’, akan tetapi juga mengatakan ‘siapa yang mempelajari’ bahkan mengatakan ‘siapa yang mengamalkannya (mempraktikkannya)’. Ini adalah isyarat bahwa Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca huruf-hurufnya akan tetapi juga dipelajari isinya dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
…………………………………………………….
Rasulullah SAW bersabda:
“Akan ada sebagian orang diantara kalian yang shalatnya mengalahkan shalatmu, dan yang puasanya mengalahkan puasamu, dan ibadahnya mengalahkan ibadahmu. Mereka akan memBACA AL-QUR’AN tetapi tidak melebihi KERONGKONGAN mereka. Mereka akan meninggalkan Islam seperti anak panah dari busurnya…’
(Al Bukhari, Kitab Fadilah Al-Qur’an Bab 3g Hadits no 5058)
………………………………………………………………….
<<< celaka bagi orang yang memBACA AL-QUR’AN tapi tidak merenungkan kandungannya … TIDAK memahami ISI dan perintah Al qur’an” >>
………………………………………………………………
Ubaid bin Umar berkata kepada sayyidah Aisyah ra, “Kabarilah kami , apa yang paling mengagumkan bagimu dari Rasulullah saw?’ Aisyah ra terdiam, lalu berkata”Pada suartu malam Rasulullah berkata padaku, wahai Aisyah biarkanlah aku beribadah pada Tuhanku pada malam ini”
Aku (Aisyah) berkata “Demi Allah, aku lebih suka berada disampingmu, dan aku lebih suka membahagiakanmu”. Kemudian Rasulullah saw berdiri dan berwudhu lalu mengerjakan shalat . Aisyah berkata, “Rasulullah saw menangis sepanjang shalatnya, hingga pipinya yang mulia basah karenanya. Aisyah berkata, “Rasulullah duduk sambil menangis hingga janggutnya yang lembut basah “ . Aisyah berkata”Kemudian Rasulullah saw menangis , hingga air mata beliau memmabasahi tanah”. Bilal datang untuk mengumandangkan azan. Ketika melihat Rasulullah saw sedang menangis, Bilal bertanya,”Wahai Rasulullah, mengapa engkau menangis, bukankah Allah telah mengampuni dosa dosamu yang telah lalu dan yang akan datang?”.
 
Rasulullah saw berkata”Tidakkah aku menjhadi seorang hamba yang bersyukur, aku telah menerima wahyu dari Allah pada malam ini, CELAKA bagi orang yang membacanya tapi tidak merenungkan kandungannya”
……………………………………………………………………
oleh NABI .. mereka diCAP = sebagai orang CELAKA… artinya apa?… = dilempar ke NERAKA
……………………………………………………………
﴾ Huud:106 ﴿ Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih),
فَأَمَّا ٱلَّذِينَ شَقُوا۟ فَفِى ٱلنَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ ﴿هود:١۰٦﴾
====================

------golongan MUNAFIK/fasik yg memBACA Al Qur’an ——
tahu perintah Allah TETAPI .. TIDAK dikerjakan
tahu larangan Allah TETAPI … MALAH dikerjakan
=============================
Anas ibn Malik berkata : Abu Musa al-Asy’ari berkata :
 
Perumpamaan orang mu’min yang membaca al-Qur’an bagaikan buah Utrujah, rasa buahnya enak dan baunya wangi. Dan perumpamaan orang mu’min yang tidak membaca al-Qur’an bagaikan buah Kurma, rasanya enak namun tidak berbau. Sedangkan perumpamaan orang munafik yang membaca al-Qur’an, bagaikan buah Raihanah, baunya enak namun rasanya pahit. Dan perumpaman orang munafik yang tidak membaca al-Qur’an, bagaikan buah Hanzalah, rasanya pahit tetapi tidak berbau.
 
Hadis sahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (hadis no. 4632) dan Muslim (hadis no. 1328)
————————–—-
Begitu indah bunyi hadits di atas. Di dalamnya menjelaskan kepada kita tentang perumpamaan manusia dalam Islam. Sadar atau tidak sadar, sebagai seorang muslim dalam Islam ini, ternyata diri kita masing-masing memilikirasa dan bau’tersendiri di hadapan al-Qur’an. Dalam arti, pada setiap kehidupan ini, di manapun kita dan kapanpun serta bersama siapapun kita, masing-masing memiliki pancaran sosial yang berbeda-beda.
 
Bila dilihat dari bunyi hadits shahih di atas, setidaknya akhlak dan perilaku setiap muslim bisa dianalogikan dari interaksinya bersama al-Qur’an.
 
Secara eksplisit, kandungan hadits di atas memuat beberapa prototype manusia muslim yang perlu kita ketahui bersama, yaitu:
 
1. Orang mukmin (beriman) yang suka membaca al-Qur’an seperti buah utrujjah.
 
Sudah selayaknya setiap muslim untuk bisa, suka dan pandai membaca al-Qur’an dalam hidup ini. Kenapa? Karena ibadah membaca al-Qur’an setiap harinya adalah bagian dari salah satu bentuk ibadah utama bagi kekokohan diri kita . Ketika seseorang rajin tilawah (membaca) al-Qur’an dalam jumlah ayat, surat dan juz yang cukup, maka efek positif dari tilawah itu Insya Allah akan memberikan pancaran cahaya bagi setiap detik hidupnya. Tilawahnya dinilai ibadah dengan pahala yang berlipat-lipat, hatinya selalu connect (tersambung) dengan Allah swt, jiwanya sejuk dengan siraman kelembutannya, pikirannya penuh dengan pesan-pesan ilahi dan dirinya bersama makhluk-makhluk Allah lainnya dalam tasbih dan tahmid memuji Allah swt. Tentu saja dari ketekunannya dalam membaca ini, dirinya akan menjadi baik, mudah mengingat Allah, sigap dan berhati-hati dari segala godaan penyimpangan dan maksiat, dan penuh harap dan cemas kepada ridho-Nya. Makanya, Rasulullah memperumpamakan muslim yang seperti ini dengan buahutrujjah. Atau dengan bahasa familiarnya bagi kita adalah seperti buah durian yang sangat lezat. Baunya harum dan rasanya lezat sekali. Inilah sifat muslim ideal itu.
 
Buah Kurma
 
2. Orang mukmin yang tidak suka membaca al-Qur’an seperti buah kurma. Tidak ada baunya dan rasanya manis.
 
Karena keimanan setiap muslim itu bertingkat-tingkat di hadapan Allah, maka ada juga mukmin yang tidak suka membaca al-Qur’an. Dirinya hanya cukup dengan tilawah yang apa adanya, sehingga sedikitpun tidak merasakan kenikmatan dalam membacanya. Akibatnya, kewajiban tilawah al-Qur’an pun berada pada tingkatan terendah. Nauzubillah. Padahal Rasulullah saw sebagai guru al-Qur’an bagi umatnya mewanti-wanti kita, umatnya untuk menjadikan tilawah harian sebagai indikasi keimanan kita kepada Allah swt (lihat Qs al-Baqoroh: 121). Ya, walaupun amalan ibadah yang lainnya cukup baik, namun apabila sisi al-Qur’an ini terlupakan, jadinya aroma keimanannya pun menjadi berkurang. Oleh karena itu, Rasulullah saw menyamakannya seperti buah kurma. Rasanya manis tapi tidak ada baunya.
 
3. Orang munafik yang suka membaca al-Qur’an seperti buahraihanah.
 
Baunya enak, tapi rasanya pahit.
 
Kaum munafikin adalah satu dari ketiga golongan manusia yang diklasifikasikan dalam al-Qur’an selain orang-orang kafir dan orang-orang mukmin. Jumlah kaum munafik ini selalu saja berada pada populasi yang besar ketimbang kedua golongan lainnya. Munafik adalah beriman secara zahir tapi kafir secara batin. Nah, erat kaitannya hal muamalah dengan al-Qur’an, ada orang munafik yang suka dan pandai membaca al-Qur’an. Tapi sangat disayangkan, tilawahnya itu hanya sekedar pemoles bibir dan suaranya saja. Sementara isinya yang indah tidak sampai di bawah pada praktek sehari-hari. Dengan kata lain, ia pandai mengaji (tilawah) tapi maksiat jalan terus. Nah, menurut Rasulullah, orang munafik semacam ini tak ubahnya bagaikan buah Raihanah (dalam bahasa arab) yang baunya enak tapi rasanya pahit. Pancaran keindahan ayat-ayat al-Qur’an yang ia baca itulah yang menjadikannya dirinya ‘baunya ‘ enak. Tapi, sayang..enaknya hanya di bibir saja, sedangkan isinya tidak diamalkan. Karenanya, jadilah dirinya pahit.
 
Buah Hanzalah
 
4. Yang terakhir, orang munafik yang tidak suka membaca al-Qur’an, seperti buah Hanzholah. Tidak memiliki bau dan rasanya pahit.
 
Inilah sejelek-jeleknya contoh manusia. Sudah munafik yang dibenci Allah, eh dia juga tidak suka membaca al-Qur’an. Bisa jadi akibat kemunafikannya itulah ia tidak beriman dengan al-Qur’an sehingga mengakibatkan dirinya sama sekali tidak memiliki pancaran Islam dan kelembutan al-Qur’an. Aromanya pun nihil dan rasanya pahit sekali. Semua penampilannya buruk di hadapan manusia. Apalagi di hadapan Allah swt. Baik secara akhlak maupun psikis. Wajar saja, jika Allah menjadikan tempat akhir mereka kelak di yaumil akhir pada kerak neraka yang paling dalam. Na’uzubillah min zalik. Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat yang satu ini. Amiin.
 
Jadi, mari kita merenung dan intropeksi bersama, manakah di antara keempat sifat manusia di atas yang melekat pada diri kita??
 
Semoga kita bisa memperbaiki diri dalam bermuamalah dengan al-Qur’an ini, sehingga Allah memberikan kita ‘aroma dan rasa’ yang menyedapkan bagi lingkungan sosial dan kehidupan kita, dari dunia sampai akhirat nanti.
=================
BARISAN ke 12 ….. wajah BERSINAR … berCAHAYA …. berjalan seperti KILAT/ kecepatan cahaya/kecepatan malaikat …. karena syafaat dari FIRMAN Allah …. Al qur’an … karena AL QUR’AN = CAHAYA Allah
------------------------------
Barisan Kedua Belas
 
Mereka digiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka, datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: “Mereka adalah orang yang beramal saleh dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara sholat lima waktu,ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat ampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih…”
 
sumber cahaya ..agar besok manusia beriman .. diberi CAHAYA .. to the light …. dg AL QUR’AN … memahami dan mengamalkan isi Al QUR’AN
 
karena AL QUR’AN/ firman Allah { ٱلْكِتٰبُ} = CAHAYA {NUR/ نُورًا}
sumber cahaya… bagi MANUSIA.. dalam meniti JALAN ALLAH di DUNIA dan AKHIRAT
 
﴾ Asy Syuura:52 ﴿ AL QUR’AN = CAHAYA
Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
وَكَذٰلِكَ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ رُوحًا مِّنْ أَمْرِنَا ۚ مَا كُنتَ تَدْرِى مَا ٱلْكِتٰبُ وَلَا ٱلْإِيمٰنُ وَلٰكِن جَعَلْنٰهُ نُورًا نَّهْدِى بِهِۦ مَن نَّشَآءُ مِنْ عِبَادِنَا ۚ وَإِنَّكَ لَتَهْدِىٓ إِلَىٰ صِرٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ ﴿الشورى:٥٢﴾
================
BARISAN di Akhirat …… sesuai dg AMAL perbuatannya di DUNIA
……………………..…….
ada yg berbentuk: tanpa tangan kaki, jadi BABI, KELEDAI, darah di mulutnya, bau BANGKAI, TANPA kepala, mulut keluar NANAH dan darah, KEPALA di bawah, WAJAH hitam, tubuh KUSTA, BUTA mata, … dan… barisan ke 12. wajah berSINAR… manusia ke surga
……………………..……………………..………
﴾ Ali Imran:185 ﴿
Tiap-tiap yang berJIWA {Nafs/نَفْسٍ} akan merasakan MATI {MAUT/ٱلْمَوْتِ}. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتٰعُ ٱلْغُرُورِ ﴿آل عمران:١٨٥﴾
……………………..……………………..……………………..……………….
Suatu ketika, Muadz b Jabal ra menghadap Rasulullah SAW dan bertanya: “Wahai Rasulullah, tolong uraikan kepadaku mengenai firman Allah SWT: “Pada saat sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris.” (QS An-Naba’:18)”
 
Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: “Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepadaku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris.”
 
Maka dinyatakan apakah 12 barisan tersebut…..
 
Barisan Pertama
 
Digiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
 
Barisan Kedua
 
Digiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan sholat,maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
 
Barisan Ketiga
 
Mereka berbentuk keledai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. “Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
 
Barisan Keempat
 
Digiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancuran keluar dari mulut mereka. “Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jual beli, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
 
Barisan Kelima
 
Digiring dari kubur dengan bau busuk dari bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. “Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan durhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula merasa takut kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
 
Barisan Keenam
 
Digiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. “Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
 
Barisan Ketujuh
 
Digiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. “Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
 
Barisan Kedelapan
 
Digiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas. “Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
 
Barisan Kesembilan
 
Digiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. “Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
 
Barisan Kesepuluh
 
Digiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. “Mereka adalah orang yang durhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
 
Barisan Kesebelas
 
Digiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. “Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
 
Barisan Kedua Belas
 
Mereka digiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka, datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: “Mereka adalah orang yang beramal saleh dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara sholat lima waktu,ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat ampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih…”
……………………..…………………….
Semoga kita semua di saf yang Ke-12 yang mendapat rahmat dari Allah SWT. Amin…
========================
“Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya AL QUR’AN itu akan datang pada HARI KIAMAT {=Akhirat} untuk memberi SYAFAAT bagi orang yang membacanya.” [HR MUSLIM}
……………………..……………………..………..
sumber cahaya ..agar besok manusia beriman .. diberi CAHAYA .. to the light …. dg AL QUR’AN … memahami dan mengamalkan isi Al QUR’AN
……………………..………………….….
karena AL QUR’AN/ firman Allah { ٱلْكِتٰبُ} = CAHAYA {NUR/ نُورًا}
sumber cahaya… bagi MANUSIA.. dalam meniti JALAN ALLAH di DUNIA dan AKHIRAT
…………..
﴾ Asy Syuura:52 ﴿
Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran/ ٱلْكِتٰبُ) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan AL QUR’AN itu CAHAYA {نُورًا}, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
……………………..……………………..…
Nabi Shallallahualaihi wasallam bersabda:
 
يُؤْتَى بِالْقُرْآنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَهْلِهِ الَّذِينَ كَانُوا يَعْمَلُونَ بِهِ تَقْدُمُهُ سُورَةُ الْبَقَرَةِ وَآلُ عِمْرَانَ
 
Maksudnya: “Akan didatangkan Al-Quran di hari kiamat kelak kepada ahlinya (yakni orang-orang yang selalu membaca Al-Quran – pent) yang beramal dengannya, terutamanya surah Al-Baqarah dan Ali-Imran…” (HR. Muslim, M.S no: 1338)
 
Dalam riwayat lain:
 
يَأْتِي الْقُرْآنُ وَأَهْلُهُ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ بِهِ فِي الدُّنْيَا تَقْدُمُهُ سُورَةُ الْبَقَرَةِ وَآلُ عِمْرَانَ
 
Maksudnya: “Al-Quran akan datang kepada ahlinya dari kalangan orang-orang yang mengamalkannya di dunia, terutamanya surah Al-Baqarah dan Ali-Imran.” (HR. Tirmizi, katanya hadis Gharib. Menurut Syeikh Al-Albani hadis ini sahih; Shahih wa Dha’if Sunan At-Tirmizi, no: 2883)
 
Imam At-Tirmizi berkata pada menjelaskan hadis di atas ini:
 
مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَمَعْنَى هَذَا الْحَدِيثِ عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ أَنَّهُ يَجِيءُ ثَوَابُ قِرَاءَتِهِ كَذَا فَسَّرَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ هَذَا الْحَدِيثَ وَمَا يُشْبِهُ هَذَا مِنْ الْأَحَادِيثِ أَنَّهُ يَجِيءُ ثَوَابُ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ وَفِي حَدِيثِ النَّوَّاسِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا يَدُلُّ عَلَى مَا فَسَّرُوا إِذْ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَهْلُهُ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ بِهِ فِي الدُّنْيَا فَفِي هَذَا دَلَالَةٌ أَنَّهُ يَجِيءُ ثَوَابُ الْعَمَلِ
 
Maksudnya: “Di sisi ahli ilmi (ahli sunnah) berpendapat dari wajah dan makna hadis ini adalah bahawa (dihari kiamat kelak – pent) akan didatangkan pahala kepada pembacanya. Demikianlah tafsiran sebahagian ahli ilmi tentang hadis ini dan apa-apa yang serupa dengan hadis-hadis berikut, dan di dalam hadis An-Nawwas tersebut dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam apa yang menunjukkan ke atas penafsiran bagi sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bahawasanya akan didatangkan pahala-pahala bacaan Al-Quran kepada pembacanya yang mengamalkannya di dunia. Maka dengan itu menjadi dalil bahawasanya akan didatangkan pahala-pahala amalan (kepada pembaca Al-Quran dihari kiamat – pent).” (Sunan At-Tirmizi, M.S 10/115, no: 2808)
 
Syeikh Muhammad Soleh Al-‘Utsaimin rahimahullah (wafat 1421 Hijrah) berkata:
 
قال النبي صلى الله عليه وسلم اقرءوا القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه إذا كان يوم القيامة جعل الله عز وجل ثواب هذا القرآن شيئا قائما بنفسه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه يشفع لهم عند الله سبحانه وتعالى فإن القرآن إذا تلاه الإنسان محتسبا فيه الأجر عند الله فله بكل حرف عشر حسنات ومثله حديث النواس بن سمعان رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم أخبر أن من قرأ القرآن وعمل به فإنه يأتي يوم القيامة يتقدمه سورة البقرة وآل عمران يحاجان عن صاحبهما يوم القيامة ولكن الرسول صلى الله عليه وسلم قيد في هذا الحديث قراءة القرآن بالعمل به لأن الذين يقرءون القرآن ينقسمون إلى قسمين قسم لا يعمل به فلا يؤمنون بأخباره ولا يعملون بأحكامه هؤلاء يكون القرآن حجة عليهم وقسم آخر يؤمنون بأخباره ويصدقون بها ويعملون بأحكامه فهؤلاء يكون القرآن حجة لهم يحاج عنهم يوم القيامة لأن النبي صلى الله عليه وسلم قال القرآن حجة لك أو عليك وفي هذا دليل على أن أهم شيء في القرآن العمل به
 
“Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bacalah olehmu akan Al-Quran kerana ia di hari kiamat kelak akan memberi syafa’at kepada para pembacanya iaitu apabila berlakunya hari kiamat maka Allah Azza wa Jalla menjadikan pahala pada Al-Quran tersebut sesuatu yang berdiri dengan dirinya. Ia akan datang di hari kiamat kelak untuk memberi syafa’at kepada para pembacanya iaitu mensyafa’atkan untuk mereka di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka sesungguhnya Al-Qur’an bila datang kepada manusia sebagai penghitung pahala di sisi Allah maka baginya setiap huruf adalah sepuluh kebaikan.
 
Dan seperti hadis An-Nawwas bin Sam’an radhiallahu ‘anhu bahawa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengkhabarkan bahawa barangsiapa yang membaca Al-Quran dan mengamalkannya maka sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat terutamanya surah Al-Baqarah dan Ali-Imran yang akan menjadi hujah kedua-duanya di hari kiamat kelak. Akan tetapi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengikat (Qaid) dengan hadis tersebut iaitu membaca Al-Quran disertai dengan mengamalkannya adalah kerana orang-orang yang membaca Al-Quran terbahagi menjadi dua:
 
Pertama: Orang yang tidak mengamalkannya, orang yang tidak beriman dengan apa dikhabarkan kepadanya, dan orang yang tidak beramal dengan hukum-hakamnya. Mereka itulah orang-orang yang Al-Quran menjadi hujah ke atas mereka (yakni Al-Quran akan membantah mereka – pent).
 
Kedua: Orang yang beriman dengan yang apa dikhabarkan kepadanya, membenarkannya, dan mengamalkan hukum-hakamnya. Mereka itulah orang-orang yang Al-Quran menjadi hujah bagi mereka (yakni Al-Quran akan membela mereka – pent) sebagai hujah-hujah kepada mereka di hari kiamat. Ini kerana Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
 
القرآن حجة لك أو عليك
 
Maksudnya: “Al-Quran itu boleh menjadi hujah yang akan membela kamu atau hujah yang akan membantah kamu.”
 
Dan dari dalil ini menunjukkan betapa pentingnya pada Al-Quran itu untuk diamalkan.” (Syarah Riyadhus Solihin, M.S 1/1142)
 
Peringatan:
 
Sebagaimana yang telah kita ketahui bahawa Al-Quran itu adalah kalamullah (kata-kata Allah) dan bukan makhluk dan pendapat ini disepakati oleh para ulama Ahli Sunnah wal Jama’ah menyelisihi golongan muktazilah. Penjelasannya boleh didapati di kitab-kitab (kutub) Aqidah Ahli Sunnah wal Jamaah silalah merujuk di sana.
 
Secara ringkasnya sebagaimana dijelaskan oleh Al-Imam Ja’far At-Tahawi rahimahullah (wafat 321 Hijrah) di dalam Matan Aqidahnya, beliau berkata:
 
وأن القرآن كلام الله منه بدأ بلا كيفية قولاً، وأنزله على رسوله وحياً وصدقه المؤمنون على ذلك حقاً وأيقنوا أنه كلام الله تعالى بالحقيقة ليس بمخلوق ككلام البرية فمن سمعه فزعم أنه كلام البشر، فقد كفر
 
Maksudnya: “Sesungguhnya Al-Quran adalah Kalamullah berasal dariNya tanpa diketahui tatacara (kaifiyat) ucapannya, diturunkan ke atas RasulNya sebagai wahyu, dibenarkan oleh orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya, dan mereka meyakini bahawasanya Kalamullah itu hakikat dan bukanlah makhluk seperti ucapan manusia. Maka barangsiapa yang mendengarnya dan berpendapat bahawa ianya adalah ucapan makhluk, maka dia telah kafir.” (Dinukil dari At-Ta’liqat Al-Mukhtasarah ‘Ala Matnil ‘Aqidah At-Tohawiyah oleh Fadhilatus-Syeikh Dr. Soleh Fauzan Al-Fauzan)
 
Wallahua’lam

 

 

Views All Time
Views All Time
1043
Views Today
Views Today
11

Hits: 229

5 Comments

  1. Author

    aku/kamu MENGIRA akan masuk SURGA ??? …. dapat syafaat Allah? syafaat Al QUr’an ? syafaat Nabi Muhammad? …..
    ————————–– Allah pun SUDAH menjawab … Ali Imran:142…..
    SYAFAAT di AKHIRAT = KEHENDAK Allah saja .. HARUS dg IJIN Allah
    ……………….. “.. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya?……. Al Baqarah:255
    ————————-Allah pun SUDAH menjawab … Al Baqarah:214
    …………………… Mereka menjawab “kan … semua MUSLIM = masuk SURGA” … mendapat Syafaat Nabi-Nya … mendapat Ampunan-Nya (Allah SWT)…. Allah pun sudah MENJAWAB …. { Ali Imran:142, … Al Baqarah:214 }

    Ayat ini adalah ayat untuk UMAT ISLAM … —“apakah pernah Allah menyuruh orang KAFIR”— utk BERJIHAD dan SABAR ????

    >> ﴾ Ali Imran:142 ﴿…. Belum/tidak … diUJI dengan “JIHAD dan SABAR” …. Sudah “mengira AKAN masuk SURGA ??

    Apakah kamu MENGIRA bahwa kamu AKAN MASUK SURGA (???), padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.

    >>> ﴾ Al Baqarah:214 ﴿ …. Belum/tidak … diUJI dengan “MALAPETAKA dan KESENGSARAAN” …. Sudah “mengira AKAN masuk SURGA ??

    Apakah kamu MENGIRA bahwa kamu AKAN MASUK SURGA (??), padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

    …………………………………………………..
    mereka menjawab “orang Islam jika … MASUK neraka …. Kan TIDAK LAMA …. Hanya beberapa HARI saja.. TIDAK LAMA di neraka … setelah itu dimasukkan ke SURGA ??? …. Allahpun sudah menjawabnya … ﴾ Al Baqarah:80)

    “…………. Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja ……” ???????

    ﴾ Al Baqarah:80 ﴿
    Dan mereka berkata: “KAMI SEKALI-KALI TIDAK AKAN DISENTUH OLEH API NERAKA, KECUALI SELAMA BEBERAPA HARI SAJA”. Katakanlah: —–“Sudahkah kamu menerima janji dari Allah—– sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”

    “……Kami tidak akan disentuh oleh api neraka kecuali beberapa hari yang dapat dihitung….” ??????

    ﴾ Ali Imran:24 ﴿
    Hal itu adalah karena mereka mengaku: “KAMI TIDAK AKAN DISENTUH OLEH API NERAKA KECUALI BEBERAPA HARI YANG DAPAT DIHITUNG”. Mereka diperdayakan {DAN MEMPERDAYAKAN MEREKA/kesalahan memahami agama/tidak kaffah dalam memahami agama/tidak melihat secara keseluruhan/وَغَرَّهُمْ} dalam agama mereka oleh apa yang selalu MEREKA ADA-ADAKAN.

  2. Author

    …. Muslim atau Umat Muhammad … = masuk SURGA … Al Qaari’ah:6-7
    >> JIKA …. Amal BAIKnya lebih BERAT daripada amal buruknya … ketika diTIMBANG Allah di AKHIRAT

    ﴾ Al Qaari’ah:6 ﴿
    Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,
    ﴾ Al Qaari’ah:7 ﴿
    maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan

    >>> ……………………………………………………………………< <<…. Muslim atau Umat Muhammad … = masuk NERAKA (jurang API/NAR/neraka yang sangat PANAS) … Al Qaari’ah:8-11>> JIKA …. Amal BAIKnya lebih RINGAN (sedikit) daripada amal buruknya … ketika diTIMBANG Allah di AKHIRAT

    ﴾ Al Qaari’ah:8 ﴿
    Dan adapun orang-orang yang RINGAN TIMBANGAN (kebaikan)nya,
    ﴾ Al Qaari’ah:9 ﴿
    maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.
    ﴾ Al Qaari’ah:10 ﴿
    Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?
    ﴾ Al Qaari’ah:11 ﴿
    (Yaitu) API YANG SANGAT PANAS.

  3. Author

    TIDAK memenuhi SERUAN Tuhan = neraka JAHANAM ….

    seruan AllaH = takwa = menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah …. apa perintah Allah ?? sudah dijelaskan di Al qur’an dan hadits ….. apa larangan Allah ??? sudah dijelaskan di Al qur’an dan hadit

    ﴾ Ar Ra’du:18 ﴿
    Bagi orang-orang yang memenuhi seruan Tuhannya, (disediakan) pembalasan yang baik. Dan orang-orang YANG TIDAK MEMENUHI SERUAN TUHAN, sekiranya mereka mempunyai semua (kekayaan) yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak isi bumi itu lagi besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan kekayaan itu. Orang-orang itu disediakan baginya hisab yang buruk dan tempat kediaman mereka ialah JAHANAM dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.
    ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
    yang memenuhi semua SERUAN Allah dan RASUL-Nya = hanya orang-orang BERIMAN saja
    dijanjikan Allah PASTI = akan masuk surga

    >>﴾ Al Anfaal:24 ﴿
    Hai ORANG-ORANG YANG BERIMAN, penuhilah SERUAN ALLAH dan SERUAN RASUL apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi KEHIDUPAN KEPADA KAMU, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan.
    ﴾ Al Anfaal:25 ﴿
    Dan peliharalah dirimu dari pada SIKSAAN yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.
    ﴾ Al Anfaal:26 ﴿
    Dan ingatlah (hai para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi, kamu takut orang-orang akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap dan DIJADIKAN-NYA KAMU KUAT DENGAN PERTOLONGAN-NYA dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur.

    ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
    nasib masa depan manusia baik (baik yang dirobah atau tidak … oleh manusia sendiri) ….. semuanya sudah tertulis dalam kitab sebelum diciptakan manusia atau bumi atau alam semesta ini ……. HAK ALLAH bukan hak manusia (ALLAH MAHA TAHU….. dalam Maha Kekuasaan ALLAH)

    ini menjelaskan tentang segala musibah akibat PERBUATAN kita sendiri …… seakan Allah MENGATAKAN : ….. mengapa KAMU TIDAK menggunakan POTENSI yang telah diberikan untuk MENGUBAHNYA ?????? untuk apa akalmu, tanganmu, kakimu, … dst

    وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ (30) وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ فِي الأرْضِ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ (31)

    “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung dan tidak pula penolong selain Allah. ” Syuro/42:30-31

    wajib berusaha …. ALLAH menilai hanya “USAHA” kita saja. { HASIL / takdir kita baik atau buruk (menurut pengamatan kita) merupakan kumpulan peristiwa yang telah “tertulis”}

    30:23. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.

    2:134. Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.

    KITa diNILAI dari usaha kita …. dan hasil USAHA kita akan “dibalas”

    3:25. Bagaimanakah nanti apabila mereka Kami kumpulkan di hari (kiamat) yang tidak ada keraguan tentang adanya. Dan disempurnakan kepada tiap-tiap diri balasan apa yang diusahakannya sedang mereka tidak dianiaya (dirugikan).

    *} ingin HIDUP lama/ umur panjang/ “NIKMAH dunia” …. sampai 1000 tahun (jika bisa)
    “untuk APA” ….. jika AKHIR-nya diSIKSA di NERAKA ??? {Al Baqarah:96}

    *} Allah Maha Pengasih dan maha Penyayang, … Allah maha Pengampun {Al Baqarah:218}?? ….”tetapi” Allah JUGA sangat KERAS SIKSAan-Nya (al anfaal:25). …. hanya mengandalkan AMAL BAIK yg “seberat SAYAP nyamuk” (HR Abu Hurairah)

    *} Allah MAHA pengampun dan MAHA penyayang …. “HANYA” … kepada ORANG BERIMAN …. (“di Akhirat”) {Al Baqarah:218}

    ﴾ Al Baqarah:96 ﴿
    Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling LOBA {=SERAKAH/ أَحْرَصَ} kepada keHIDUPan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi UMUR seribu tahun, padahal umur PANJANG itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada SIKSA. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

    ﴾ Al Baqarah:218 ﴿
    Sesungguhnya orang-orang yang BERIMAN, orang-orang yang berHIJRAH dan berJIHAD di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha PENGAMPUN lagi Maha PENYAYANG.

    ﴾ Al Anfaal:25 ﴿
    Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa ALLAH sangat KERAS SIKSAan-Nya.

  4. Author

    SYAFAAT di AKHIRAT = KEHENDAK Allah saja .. HARUS dg IJIN Allah
    ……………….. “.. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya?……. Al Baqarah:255
    …………………… Mereka menjawab “kan … semua MUSLIM = masuk SURGA” … mendapat Syafaat Nabi-Nya … mendapat Ampunan-Nya (Allah SWT)…. Allah pun sudah MENJAWAB …. { Ali Imran:142, … Al Baqarah:214 }

    Ayat ini adalah ayat untuk UMAT ISLAM … —“apakah pernah Allah menyuruh orang KAFIR”— utk BERJIHAD dan SABAR ????

    >> ﴾ Ali Imran:142 ﴿…. Belum/tidak … diUJI dengan “JIHAD dan SABAR” …. Sudah “mengira AKAN masuk SURGA ??

    Apakah kamu MENGIRA bahwa kamu AKAN MASUK SURGA (???), padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.

    >>> ﴾ Al Baqarah:214 ﴿ …. Belum/tidak … diUJI dengan “MALAPETAKA dan KESENGSARAAN” …. Sudah “mengira AKAN masuk SURGA ??

    Apakah kamu MENGIRA bahwa kamu AKAN MASUK SURGA (??), padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

    …………………………………………………..

  5. Author

    MAKSIAT adalah ……. durhaka / tidak PATUH
    = perbuatan TIDAK TAKWA/Taqwa pada Allah
    = lawan dari TAKWA
    = melakukan perBUATan DOSA
    = TIDAK mengerjakan PERINTAH Allah
    = mengerjakan LARANGAN Allah
    ——————–
    Kata maksiat berasal dari Bahasa Arab “ma’siyah” yang artinya durhaka atau tidak patuh. Suatu perbuatan yang tidak mengikuti apa yangtelah digariskan oleh Allah SWT, seperti kedurhakaan umat pada masa lalu kepada para nabi dan ajaran yang dibawanya. Dengan kata lain Maksiat adalah perbuatan yang melanggar perintah Allah; perbuatan dosa (tercela, buruk, dan sebagainya).
    —————————–
    Juga berarti dalam bahasa Arab artinya yang membangkang, yang tidak mau melakukan perintah Allah dan Rasul-Nya. Maka semua perbuatan yang menyalahi perintah Allah dan Rasul-Nya adalah perbuatan maksiat, dan karena itu wajib dijauhi karena berdosa.
    —————————-
    maksiat adalah perbuatan durhaka, dosa karena melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya, seperti berjudi, berzina, mencuri, merampok, meminum minuman keras, memfitnah orang lain, dan sebagainya. …………………..>>>>>
    ….. DOSA itu apa ? …….
    Perkataan dosa berasal dari bahasa Sansekerta. Dalam bahasa Arab disebut al-zanbu, al-ismu dan al-jumru. Menurut ulama fukaha dosa adalah akibat tidak melaksanakan perintah Allah yang hukumnya wajib dan mengerjakan hukum Allah yang hukumnya haram.

Leave a Reply