memahami arti SULTHON, suatu KEKUATAN untuk MENEMBUS atau MELINTASI LANGIT ------ berdasarkan ayat Allah "KAUNIYAH" dan "QAULIYAH" ----- ﴾ Ar Rahmaan:33 ﴿ Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup MENEMBUS (melintasi/تَنفُذُوا۟) penjuru LANGIT dan BUMI, maka LINTASIlah {TEMBUSlah/فَٱنفُذُوا۟} , kamu tidak dapat menembusnya {تَنفُذُونَ} kecuali dengan KEKUATAN {بِسُلْطٰنٍ}. -------------- BUKTI man fissamawati memiliki SULTHON dan MENEMBUS LANGIT /antar Bintang/ antar galaksi/ antar planet ----- Teori yang harus dibuktikan secara langsung inilah yang menjadikan lahirnya konsep perjelajahan antar bintang (Interstellar). Konsep Interstellar merupakan salah satu konsep perjalanan fiksi ilmiah yang berada di luar angkasa. ---------------------- Perjalanan antar bintang jauh lebih sulit dibandingkan dengan perjalanan dari Bumi ke Bulan maupun antar planet karena terkendala pada batasan Sumber daya, ilmu pengetahuan pada manusia serta belum adanya kendaraan yang mampu menembus kecepatan cahaya. Jarak antar bintang adalah ratusan ribu SA (Satuan Astronomi, yang berdasarkan jarak matahari dan bumi yang mencapai 150.000.000 km) dan dinyatakan dengan tahun cahaya (berdasarkan pada pengukuran jarak yang ditempuh cahaya dalam satu tahun melewati ruang hampa udara) membuat perjalanan waktu ini menjadi sekedar fiksi ilmiah semata yang kali ini akan lebih menarik dibahas. Waktu tempuh yang dibutuhkan yang lama ini memerlukan tantangan teknologi dan terobosan fisika serta pendanaan yang cukup besar merupakan kendala utamanya. -----------------

memahami arti SULTHON, suatu KEKUATAN untuk MENEMBUS atau MELINTASI LANGIT —— berdasarkan ayat Allah “KAUNIYAH” dan “QAULIYAH” —– ﴾ Ar Rahmaan:33 ﴿ Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup MENEMBUS (melintasi/تَنفُذُوا۟) penjuru LANGIT dan BUMI, maka LINTASIlah {TEMBUSlah/فَٱنفُذُوا۟} , kamu tidak dapat menembusnya {تَنفُذُونَ} kecuali dengan KEKUATAN {بِسُلْطٰنٍ}. ————– BUKTI man fissamawati memiliki SULTHON dan MENEMBUS LANGIT /antar Bintang/ antar galaksi/ antar planet —– Teori yang harus dibuktikan secara langsung inilah yang menjadikan lahirnya konsep perjelajahan antar bintang (Interstellar). Konsep Interstellar merupakan salah satu konsep perjalanan fiksi ilmiah yang berada di luar angkasa. ———————- Perjalanan antar bintang jauh lebih sulit dibandingkan dengan perjalanan dari Bumi ke Bulan maupun antar planet karena terkendala pada batasan Sumber daya, ilmu pengetahuan pada manusia serta belum adanya kendaraan yang mampu menembus kecepatan cahaya. Jarak antar bintang adalah ratusan ribu SA (Satuan Astronomi, yang berdasarkan jarak matahari dan bumi yang mencapai 150.000.000 km) dan dinyatakan dengan tahun cahaya (berdasarkan pada pengukuran jarak yang ditempuh cahaya dalam satu tahun melewati ruang hampa udara) membuat perjalanan waktu ini menjadi sekedar fiksi ilmiah semata yang kali ini akan lebih menarik dibahas. Waktu tempuh yang dibutuhkan yang lama ini memerlukan tantangan teknologi dan terobosan fisika serta pendanaan yang cukup besar merupakan kendala utamanya. —————–

memahami arti SULTHON, suatu KEKUATAN untuk MENEMBUS atau MELINTASI LANGIT  ------ berdasarkan ayat Allah "KAUNIYAH" dan "QAULIYAH"  -----

 

---------------- perjalanan manusia ke tempat lain di BUMI, ke PLANET LAIN, ke GALAKSI LAIN, ke BINTANG LAIN -------- dengan SULTHON {wormhole, blackhole & white hole} ------ wallahua’lam

-----------------------

﴾ Ar Rahmaan:33 ﴿ Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup MENEMBUS (melintasi/تَنفُذُوا۟) penjuru LANGIT dan BUMI, maka LINTASIlah {TEMBUSlah/فَٱنفُذُوا۟} , kamu tidak dapat menembusnya {تَنفُذُونَ} kecuali dengan KEKUATAN {بِسُلْطٰنٍ}.

--------------
BUKTI man fissamawati memiliki SULTHON dan MENEMBUS LANGIT /antar Bintang/ antar galaksi/ antar planet


https://www.youtube.com/watch?v=qCTDhX93Rl4

https://www.youtube.com/watch?v=Pw8UHD7OZvc

https://www.youtube.com/watch?v=TCA3Zcbea3A

https://www.youtube.com/watch?v=5aOKZDEqxjc

https://www.youtube.com/watch?v=xBnqVDCd-eY

https://www.youtube.com/watch?v=3p29UDJjIHI

Teori yang harus dibuktikan secara langsung inilah yang menjadikan lahirnya konsep perjelajahan antar bintang (Interstellar). Konsep Interstellar merupakan salah satu konsep perjalanan fiksi ilmiah yang berada di luar angkasa.

----------------------
Perjalanan antar bintang jauh lebih sulit dibandingkan dengan perjalanan dari Bumi ke Bulan maupun antar planet karena terkendala pada batasan Sumber daya, ilmu pengetahuan pada manusia serta belum adanya kendaraan yang mampu menembus kecepatan cahaya. Jarak antar bintang adalah ratusan ribu SA (Satuan Astronomi, yang berdasarkan jarak matahari dan bumi yang mencapai 150.000.000 km) dan dinyatakan dengan tahun cahaya (berdasarkan pada pengukuran jarak yang ditempuh cahaya dalam satu tahun melewati ruang hampa udara) membuat perjalanan waktu ini menjadi sekedar fiksi ilmiah semata yang kali ini akan lebih menarik dibahas. Waktu tempuh yang dibutuhkan yang lama ini memerlukan tantangan teknologi dan terobosan fisika serta pendanaan yang cukup besar merupakan kendala utamanya.  -----------------

Interstellar yang dikemukakan oleh Kip Thorne, seorang fisikawan dari Amerika Serikat yang melakukan penelitian ilmiah antara keterkaitan wormhole atau lubang cacing dan time travel atau perjalanan waktu. Thorne mengidentifikasikan mekanisme fisik yang universal (ledakan dari polarisasi vakum dari medan kuantum), yang memungkinkan mencegah ruang dan waktu dari pengembangan kurva waktu tertutup (seperti mencegah “perjalanan waktu mundur”). Lubang cacing Lorentzian dapat bertahan dalam struktur ruang dan waktu jika berputar oleh medan kuantum dalam keadaan kuantum yang melawan kondisi rata-rata nol energi pada bidang kuantum yang diperpanjang energi negatif yang cukup besar. Massa sederhana melewati lubang cacing transversable bisa menimbulkan paradox. --------

Black hole dan White hole-------------
Ada jenis lubang cacing yang dapat muncul di angkasa luar, yang dikenal sebagai jembatan Einstein-Rosen yang pada dasarnya adalah lubang cacing yang terbentuk oleh lengkungan besar ruang dan waktu akibat efek dari lubang hitam. Cahaya yang jatuh ke dalam lubang hitam akan melewati lubang cacing dan keluar dari sisi lain sebuah benda yang dikenal sebagai lubang putih. Sebuah lubang putih adalah objek yang mirip dengan lubang hitam tetapi bukan menghisap melainkan mendorong materi dari objek. Cahaya akan mengalami percepatan yang menjauh dari lubang putih baik pada kecepatan cahaya di dalam silinder cahaya. --------------------
Jembatan Einstein-Rosen-----------
Kelemahan pada lubang cacing jembatan Einstein-Rosen bahwa partikel massa negatif lubang cacing akan runtuh sebelum cahaya akan melewatinya. Tentu saja tidak mudah untuk mencoba melewati lubang cacing yang tidak ada cara untuk bertahan hidup dalam perjalanan waktu tersebut.
Metode yang diusulkan dalam mengatasi permasalahan dengan lamanya waktu tempuh yang dibutuhkan untuk perjalanan antar bintang (Interstellar):


Misi berawak lambat
- Misi berawak lambat, yaitu berdasarkan pada teknologi masa depan yang terkait dengan perjalanan waktu, mulai dari sekitar seratus sampai ribuan tahun. Durasi perjalanan antar bintang yang lambat ini menyajikan konsep yang sudah ada kesepakatan besar dengan mengatasi hambatan masalah dengan cara berbeda.
- Generation Ship atau Kapal bergenerasi, yaitu sebuah kapal bergenerasi atau kapal dunia yang merupakan jenis bahtera antarbintang yang dimana kru yang tiba di tempat tujuan adalah keturunan dari mereka yang pertama melakukan perjalanan. Kapal bergenerasi saat ini tidak layak karena sulitnya membangun sebuah kapal yang berskala besar dan masalah biologis maupun sosial yang ditimbulkan di dalam kapal (seperti dalam cerita Wall-e).
- Mati Suri, yaitu sebuah cara untuk melakukan hibernasi di kapal luar angkasa dalam jangka waktu tertentu.
- Memperpanjang umur manusia, yaitu sebuah rekayasa genetik pada manusia agar tidak mengalami penuaan yang memiliki rentang hidup beberapa ribu tahun atau memodifikasi jaringan tubuh secara buatan.
- Embrio beku, yaitu sebuah program robot misi luar angkasa yang membawa beberapa jumah manusia beku tahap awal seperti embrio. Metode ini mengembangkan kondisi dalam Rahim buatan serta robot yang bakal menggantikan orang tua manusia.
- Misi berawak cepat, pengembangan pesawat dengan kecepatan 10% dari kecepatan cahaya untuk menempuh sebuah perjalanan antar bintang.
Kendaraan-kendaraan yang bisa digunakan dalam perjalanan antar bintang:
Aksi dan Reaksi pada roket

Pesawat luar angkasa yang berpendorong roket

Teknologi Roket, yaitu sebuah teknologi yang digunakan sebagai pendorong untuk meningkatkan kecepatan pesawat di luar angkasa. Prinsip kerjanya adalah bahan bakar tidak dibakar dalam ruang hampa. Pesawat luar angkasa harus membawa Oxidizer (Oksigen) yang cukup. Ketika bahan bakar dan Oxidizer dicampurkan, maka ledakan akan tercipta, serta memproduksi aksi untuk melawan reaksi pesawat luar angkasa. Mesin jenis ini disebut roket kimia. Contoh teknologi roket kimia adalah: Roket Nuklir (menggunakan reactor nuklir sebagai pendorong), Ion Drive (berkerja dengan bantuan percepatan partikel ion untuk melakukan dorongan), Plasma drive (prinsip kerjanya mirip ion drive, tetapi plasma digunakan sebagai pendorong)

Lightsail

Lightsail (perahu layar cahaya), pada prinsipnya menggunakan cahaya sebagai penggerak pada lightsail (layar cahaya). Keuntungannya bahwa kapal luar angkasa ini tidak perlu membawa muatan bahan bakar untuk penjelajahan. Kekurangannya adalah layar yang dibuat seluas kota Texas, dan waktu tempuh bisa berabad-abad. Selain itu berpengaruh pada intensitas cahaya dari bintang tersebut.

Bussard Ramjet

Bussard Ramjet, yaitu kendaraan yang diusulkan oleh fisikawan Robert Bussard di tahun 1960, Bussard Ramjet menggunakan gas hydrogen yang tersedia di luar angkasa secara alami sebagai bahan bakar. Bidang magnetik yang akan menyalurkan gas ke dalam reaktor nuklir fusi pada mesin roket, tanpa membawa bahan bakar dari bumi.

Bahkan manusia membuat pesawat luar angkasa yang sejauh ini membutuhkan ribuan tahun untuk mencapai bintang terdekat. Kecepatan sekitar 75 kali lebih cepat dari ini akan diperlukan jika kita berharap untuk melakukan perjalanan antar bintang dalam waktu kurang dari seratus tahun.
Untuk memahami kesulitan perjalanan antar bintang, seseorang harus memahami jarak yang luar biasa jauh. Bahkan bintang terdekat yang berjarak 266.000 kali lebih jauh dari matahari kita. Kita harus mempertimbangkan kecepatan cahaya yang kita ketahui membutuhkan 8 menit dari matahari untuk mencapai bumi, tetapi cahaya tersebut membutuhkan empat tahun untuk sampai bintang terdekat.
Misalnya ada pesawat yang memiliki kecepatan 720 mph atau 1160 km/h, namun hampir memakan waktu 4 juta tahun untuk sampai ke bintang terdekat. Objek buatan manusia yang diluncurkan ke luar angkasa yaitu Voyage 1 probe, dan dipastikan mengambil waktu hampir 75.000 tahun untuk melakukan perjalanan.
Roket kimia saat ini terlalu lambat untuk perjalanan antar bintang. Untuk mencapai bintang terdekat dalam waktu kurang dari seratus tahun, kita harus mempercepat kapal luar angkasa hampir 48 juta km/h. roket menggunakan fusi nuklir atau antimateri propulsi yang harus dikembangkan.
Konsep perjalanan antar bintang atau Interstellar itu sendiri akan diangkat dalam layar lebar berdasarkan pengamatan fisikawan Kip Thorne. Film yang berjudul sama, Interstellar akan disutradarai Christopher Nolan yang diperankan oleh Matthew McConaughey, Anne Hathaway, Jessica Chastain, dan Casey Affleck dirilis pada 7 November 2014 mendatang. Film ini sendiri berkisah tentang perjalanan waktu yang menembus wormhole.
Kesimpulannya adalah manusia selalu memiliki rasa penasaran terhadap alam semesta terutama ingin melihat sisi lain dari batas alam semesta. Namun banyaknya keterbatasan ilmu pengetahuan, teknologi, sumber daya, serta umur si manusia itu sendiri menjadi kendala dalam menjalankan perjelajahan antar bintang. Diharapkan pada masa yang akan datang manusia dapat menciptakan sebuah teknologi yang dapat melakukan penjelajahan antarbintang dan waktu secara tepat, cepat, efisien dan tentu saja menggunakan material yang ramah lingkungan. Bagaimanakah menurut teman-teman dengan rencana para ilmuwan yang ingin berpetualangan di luar angkasa?

Sumber Referensi:
http://www.space.com/17619-how-interstellar-travel-works...
http://space.about.com/.../frequen.../a/SpaceExploration.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Interstellar_travel
http://en.wikipedia.org/wiki/Kip_Thorne
http://id.wikipedia.org/wiki/Relativitas_umum

===========================

Bumi tempat kita tinggal merupakan sebuah planet kecil diantara milliaran planet yang terdapat di alam semesta. Bicara mengenai alam semesta, masih banyak rahasia yang belum terkuak sampai saat ini. Salah satu yang menarik untuk kita ketahui adalah mengenai lubang cacing atau wormhole.  Bagi yang pernah menonton film Interstellar karya Christopher Nolan pasti tidak asing dengan istilah lubang cacing ini. Walaupun imajinasi dalam film tersebut terlalu jauh untuk direalisasikan saat ini, tapi beberapa hal memang merupakan kenyataan sains, salah satunya adalah lubang cacing tersebut.

Lubang cacing merupakan materi berbentuk bola yang terdapat di alam semesta yang dapat digunakan sebagai “jalan pintas" menembus ruang dan waktu. Ibaratkan kita membuat lubang sejajar pada kertas kemudian kuta melipatnya tepat di tengah-tengah sehingga kedua lubang tersebut tepat bertemu. Nah, lubang cacing yang sebenarnya juga menekuk ruang tapi dalam bentuk 3 dimensi hingga bentuk dari lubang cacing sendiri adalah bola sehingga jarak yang ada diantara alam semesta menjadi lebih pendek.

Salah satu ilmuwan yang mengungkapkan teori mengenai lubang cacing adalah Albert Einstein. Einstein bersama asistennya, Nathan Rosesn menyakini bahwa lubang cacing menghubungkan lubang hitam (blackhole) dengan lubang putih. Mereka berdua berupaya membuat suatu model alam yang meliputi semua kekuatan semesta. Atas dasar itu lubang cacing juga disebut dengan Einstein-Rosen. Teori yang mereka kemukakan dimuat dalam sebuah jurnal yang terbit pada tahun 1935. Isinya menjelaskan bahwa lubang cacing dapat menghubungkan dua daerah yang terpisah oleh ruang dan waktu.

Istilah lubang cacing (wormhole) sendiri dikenalkan oleh fisikawan yang bernama John Wheeler pada tahun 1960. Wheller memperkenalkan istilah lubang cacing untuk menggambarkan terowongan/ portal masuk dunia lain. Nama lubang cacing dipilih karena ada kesamaan dengan lubang yang dibuat cacing pada apel. Sahabat anehdidunia.com katakanlah ada sepotong apel yang digantung di langit-langit rumah. Di bagian bawah apel tersebut ada seekor semut yang berusaha untuk naik ke bagian atas apel. Nah, dibanding dengan mengambil jalan dengan memutari permukaan apel, lubang atau terowongan yang dibuat oleh cacing pada apel dapat menjadi jalan pintas bagi semut untuk menuju bagian atas apel.

=========================

Perjalanan waktu dari lubang cacing.

--------------
Apakah benar bahwa Wormhole itu jalan pintas ke semesta lain?
-------------------

Secara teori memang benar wormhole aka lubang cacing ini merupakan solusi matematis mengenai hubungan geometris antara satu titik dalam ruang-waktu dengan titik yang lain, dimana hubungan tersebut bisa berperilaku sebagai ‘jalan pintas’ dalam ruang-waktu. Tapi, sampai saat ini belum ada bukti yang bisa mendukung keberadaannya, baik dari pengamatan maupun secara eksperimen.

Wormhole berdasarkan gambaran Film Stargate SG1

Lantas, apa itu lubang cacing (wormhole)?

Saya menyukai ilustrasi yang digunakan Dr. Kip S. Thorne dari California Institute of Technology untuk menjelaskan apa itu wormhole. Ilustrasinya seperti ini: bayangkan kamu adalah seekor semut yang tinggal di permukaan sebuah apel. Apel tersebut digantung di langit-langit dengan menggunakan tali yang sangat tipis sehingga tidak bisa kamu panjat. Kamu tidak bisa pergi kemana-mana selain di permukaan apel. Permukaan apel itu menjadi alam semestamu. Nah, sekarang bayangkan apel itu berlubang dimakan ulat. Lubangnya menembus si buah apel. Dengan adanya lubang itu, kamu bisa berpindah ke sisi lain permukaan apel dengan dua cara, yaitu: lewat jalan biasa, yaitu permukaan apel (alam semesta), atau lewat jalan pintas, yaitu lubang yang sudah dibuat si ulat (wormhole).

Wormole memiliki dua ujung. Misalnya, satu ujung di kamarmu, ujung yang lain ada di negara asal teman facebook-mu di Perancis. Kalau kamu melongok ke wormhole itu, maka akan tampak temanmu dengan latar belakang menara Eiffel. Temanmu yang melihat dari ujung wormhole di Perancis lalu bisa melihatmu duduk mengerjakan PR di kamarmu. Asyik, ya, kalau selesai mengerjakan PR kamu bisa menemui kawanmu di Perancis dan naik ke menara Eiffel, hanya dengan masuk ke semacam lorong.

Alam semesta kita ini mengikuti hukum fisika. Yang namanya hukum pasti ada yang dibolehkan tapi ada yang tidak. Nah, apakah hukum fisika memungkinkan adanya wormhole? Ya! Sayangnya, masih menuruti hukum fisika tadi, wormhole mudah runtuh sehingga tak ada yang bakal selamat melewatinya. Supaya tidak runtuh, kita harus memasukkan materi yang berenergi negatif, yang mengeluarkan semacam gaya anti-gravitasi yang mampu menahan wormhole dari keruntuhan.

Pertanyaan berikutnya yang muncul adalah apakah ada materi berenergi negatif? Jawaban yang diberikan oleh para fisikawan yang telah mengupas hukum-hukum fisika secara mendetil dengan menggunakan ilmu matematika adalah ada! Namun keberadaannya hanya sesaat dan dalam jumlah yang sangat sedikit.

Andaikan ada insinyur hebat yang ingin mempertahankan wormhole tidak runtuh. Masih belum mungkin juga ia mengumpulkan energi negatif di dalam wormhole sejumlah yang diperlukan supaya wormhole itu bisa dilalui. Seandainya pun hukum fisika memungkinkan adanya wormhole, kemungkinan besar wormhole tidak terjadi secara alami, tapi harus dibuat dan dijaga supaya tidak runtuh dengan suatu teknologi tertentu. Teknologi kita saat ini masih sangat jauh dari itu. Teknologi wormhole masih sulit, seperti halnya pesawat ruang angkasa bagi manusia purba. Tapi, sekalinya teknologi wormhole ini bisa dikuasai, ia akan menjadi sarana praktis untuk transportasi antarbintang. Ini menjadi tantangan bagi kita dan generasi berikutnya, termasuk kalian.


==================================

Teori dari Morris, Thorne dan Yursever menyebut lubang cacing dapat melakukan perjalanan waktu untuk pindah dari satu tempat ke tempat lain di ruang angkasa.
Tetapi lubang cacing tidak bisa membawa waktu kembali mundur.

Lebih cepat dari cahaya. Lubang cacing memungkinkan perpindahan lebih cepat dari kecepatan cahaya. Karena lubang cacing dianggap perjalanan di alam semesta, dengan melipat dimensi dari 2 titik berbeda menjadi lebih dekat. Sehingga jarak perjalanan akan lebih pendek.

Bagian paling menarik. Perjalanan di ruang waktu akan membawa manusia ke alam semesta berbeda dengan waktu sangat singkat.

Tetapi lubang sebagai jembatan tersebut untuk berpindah dari alam semesta lain alam semesta paralel. Jadi bukan di dimensi yang sama, tapi dimensi berbeda alias alam semesta lain.

Seperti apa teori yang digambarkan profesor Michio. Teori lubang cacing atau Wormhole masih sebatas teori.

Anggap saja manusia berada di salah satu tempat dan mengambang di alam semesta seperti saat di Bumi. Bila muncul lubang cacing untuk manusia membawa pesawat ruang angkasa, tapi pembentukannya mungkin tidak stabil, dan diperlukan enegi yang sangat besar untuk mempertahankan lubang tersebut.

Teorinya dengan energi negatif, lubang tersebut akan tetap stabil terbuka, memungkinkan manusia bisa pindah lebih cepat pindah dari satu tempat ke tempat lain di aam semesta yang sama.

Dari mana membuat lubang hitam, dari bintang. Memberikan energi negatif dan bisa membentuk lubang hitam stabil.

Yang ini teori dari Profesor Stephen Hawking. Memungkinan manusia atau sebuah pesawat ruang angkasa masuk ke dalam dan melakukan perjalanan di lubang cacing. Manusia cukup membuka sebuah energi dan membentuk lubang cacing

Lalu mengirim sebuah pesawat dan pergi ke tempat lain yang sangat jauh dari apa yang pernah diamati saat ini.


Persepsi lubang cacing digambarkan seperti naik di kereta bawah tanah. Penumpang masuk ke stasiun A, lalu kereta melaju di lubang dan keluar di stasion B. Teori tersebut mengambarkan antara 2 stasiun di ruang angkasa, jarak kedua stasiun bisa terhubung lebih dekat.

Teori lubang hitam diawali oleh Einstein dan menjadi perdebatan di akhir abad ke 20. Dia mengeluarkan rumus matematika tentang hubungan lubang hitam dan hubungannya dari benda di tengah galaksi atau inti galaksi.

Sudah pasti benda itu adalah lubang hitam (Black Hole) yang dikenal sebagai inti galaksi, memiliki gravitasi terbesar dari seluruh benda di alam semesta (sejauh ini baru ditemukan hanya Black Hole yang memiliki kekuatan gravitasi sangat kuat). Karena benda atau apapun yang lewat di dekatnya akan tertarik di lubang hitam, maka tidak bisa melarikan diri, bahkan cahaya sekalipun tidak bisa melintas di tepian lubang hitam.

Bagaimana lubang hitam membentuk lubang cacing atau Worm Hole bisa terbentuk.

Mungkin pada waktu tertentu ketika terbuka maka keduanya akan menghubungkan jarak yang jauh menjadi sangat dekat. Salah satu cerita dari film Contact, digambarkan ilmuwan membuat putaran gelombang magnetik yang sangat kuat. Bila ada yang berada di tengah maka dapat berpindah ke tempat lain.

Atau film lawas The Final Countdown pada tahun 1980 juga menceritakan sebuah kapal induk Nimitz milik Amerika salah masuk ke sebuah lubang dan mundur ke tahun 40an. Dimana kapal induk nuklir Amerika tersebut berpindah ke waktu lain, ketika Jepang hendak menyerang Hawai. Sementara Amerika sudah memiliki pesawat jet tempur, tapi menghadapi pesawat baling jaman dahulu.

---------------------------

Data sementara mengenai luasnya alam semesta, adalah sebagai berikut :

– BUMI merupakan planet ke-3 dari susunan planet yang mengelilingi BINTANG yang bernama MATAHARI

– Matahari adalah 1 dari sekitar 200 milyar bintang yang bergerak berputar bersama mengelilingi inti galaksi Milkyway/ Bima sakti. Jumlah galaksi-besar (large galaxi) ada 350 Milyar, dan galaksi kecil (dwarf galaxies) ada 7 trilliun buah

– Galaksi Bimasakti bagian dari kumpulan galaksi lain membentuk gugusan galaksi, diprediksi ada 25 Milyar gugusan

– Gugusan galaksi berkumpul membentuk super cluster, diprediksi ada 10 Juta super cluster

Bintang-bintang (serupa matahari, yang memiliki sumber cahaya sendiri, dengan ukuran yang lebih besar atau lebih kecil dari matahari ), diprediksi sekitar 30 milyar trilliun (3×10²²) buah.

Keluasan alam semesta diprediksi berdiameter 14.5 Milyar tahun cahaya, dimana 1 tahun cahaya (ly : light year) = 9.46 x 10^12 km (sedikit di bawah 10 trilyun kilometer).

Adakah makhluk diluar sana?

Syaikh Muhammad al-Ghazali di dalam bukunya, berpendapat bahwa bumi yang kita diami ini tidaklah lebih dari sebutir debu di alam semesta yang amat besar.

Alam ini bagi al-Ghazali sudah penuh sesak dengan makhluk hidup yang diciptakan oleh Allah yang merujuk pada wujud-Nya dan bersaksi tentang kebesaran-Nya.

Kitab suci al-Qur’an memang tidak bercerita secara jelas (didalam ayat-ayat Muhkamatnya) kepada kita, mengenai keberadaan makhluk hidup diluar manusia, berikut planet dimana mereka tinggal.

Tetapi hal ini tidak berarti bahwa secara simbolik (melalui ayat-ayat Mutasyabihatnyaal-Qur’an juga menolak keabsahan teori-teori keberadaan mereka (penghuni langit), sebab sebaliknya justru al-Qur’an menggambarkan kekuasaanNYA di semua alam semesta yang melingkupi seluruh makhluk hidup yang ada dan tersebar disemua penjuru galaksi.

Dan diantara ayat-ayat-Nya adalah menciptakan langit dan bumi ; dan Dabbah yang Dia sebarkan pada keduanya. dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.  (QS. Asy-Syura (42) ayat 29).

Dan Allah telah menciptakan Dabbah dari almaa’; diantara mereka ada yang berjalan diatas perutnya dan ada juga yang berjalan dengan dua kaki dan sebagiannya lagi berjalan atas empat kaki. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki, karena sesungguhnya Allah berkuasa atas tiap-tiap sesuatu.. (QS. An-Nur (24) ayat 45)

Melalui surah asy-syura ayat 29 diatas kita memperoleh gambaran dari al-Qur’an bahwa Allah telah menyebarkan dabbah disemua langit dan bumi yang telah diciptakan-Nya.

Pengertian dari istilah Dabbah ini sendiri bisa kita lihat pada surah an-Nur (24) ayat 45, yaitu makhluk hidup yang memiliki cara berjalan berbeda-beda, ada yang merayap seperti hewan melata ada yang berjalan dengan dua kaki sebagaimana halnya dengan manusia, dan ada pula yang berjalan dengan empat kaki seperti kuda, anjing, kucing dan seterusnya.

Sehingga merujuk istilah Dabbah yang ada dilangit dengan makhluk berjenis Jin atau Malaikat saja, serta mengabaikan kemungkinan adanya makhluk jenis lain berarti bertentangan dengan maksud Kitab Suci itu sendiri.
….

Keberadaan planet-planet yang berfungsi sebagai tempat hidup dan berkehidupan makhluk berjiwa seperti bumi misalnya secara eksplisit bisa juga kita peroleh didalam ayat al-Qur’an :

Allah menciptakan tujuh langit dan seperti itu juga bumi; berlaku hukum-hukum Allah didalamnya, agar kamu ketahui bahwa Allah sangat berkuasa terhadap segala sesuatu; dan Allah sungguh meliputi segalanya dengan pengetahuan-Nya. (QS. Ath-Thalaq (65) ayat 12)

Jika kata langit dan bumi disebut dengan bilangan tujuh yang berarti banyak (lebih dari satu), maka tentu yang dimaksud dalam ayat ini adalah kemajemukan gugusan galaksi yang terdiri dari jutaan bintang dan planet-planet yang ada sebagaimana yang kita ketahui dari ilmu astronomi modern. Oleh karenanya secara tidak langsung al-Qur’an menyatakan kepada kita bahwa Bumi yang kita diami ini bukanlah satu-satunya bumi yang ada di jagad raya.

Apa yang ada dilangit dan dibumi memerlukan Dia, setiap waktu Dia dalam kesibukan. (QS. Ar-Rahman (55) ayat 29)

Cerdas dan berakalkah makhluk luar angkasa (Alien) itu ?

Pertanyaan ini spekulasi, karena kita tidak atau belum pernah bertemu dengan satupun mahluk berakal angkasa luar. Jadi, karena tidak pernah bertemu, maka kemungkinan jawabannya bisa tidak bisa ada.

Lalu bagaimana peran manusia di alam semesta ini?. Apakah Al Qur’an menjelaskan atau setidaknya menerangkan keberadaan mahluk berakal, selain yang ada di bumi yang kita tinggali ini?.

Berdasarkan Teori Kemungkinan. Ada sejumlah bintang yang sangat-sangat banyak di luar galaksi kita. Yang bisa dideteksi saja mencapai 30 milyar trilliun (3×10²²). Jadikemungkinan 0,000.000.001% (sepermilyar persen) saja asumsi ini dibangun, masih akan ditemukan sekian-sekian kemungkinan adanya mahluk berakal selain kita. (Statistik cenderung akan mengatakan kemungkinan itu ada. Jadi, bisa diambil kesimpulan kemungkinan itu ada.)

Berdasarkan logika saja.

Alam ini begitu luasnya, sangat jauh lebih luas dari perkiraan-perkiraan manusia.

Awalnya manusia berpikir bahwa, bumi itu datar. Peradaban berkembang, manusia menduga bahwa bumi adalah pusat alam semesta. Kemudian, kini manusia paham bahwa manusia tinggal di bumi yang ada di satu galaksi saja di antara jutaan galaksi di alam semesta.

Kemudian manusia mengerti bahwa kita ternyata tinggal hanya di salah satu sisi galaksi di tepi alam semesta yang terus meluas dengan kecepatan tinggi di mana jarak satu titik dengan titik galaksi lainnya saling menjauh seperti titik-titik permukaan balon yang ditiup mengembang.

Kalaupun ada mahluk berakal di tempat lain di sisi alam semesta lainnya, jaraknya semakin jauh. Untuk bisa menembusnya, diperlukan pengetahuan dan teknologi yang harus sangat maju.

Ilmuwan berpikir bahwa ada cara untuk menembusnya, baik melalui stargate, teleportasi, lubang cacing (worm hole), dan lain sebagainya. Paling tidak film-film fiksi sains memvisualisasikan kemungkinan ini.

Kecerdasan Makhluk di luar bumi

Setidaknya ada 2 pandangan :

(Pandangan I)
Fahmi Basya (Dosen UIN Jakarta) yang terkenal dengan pelatihan spiritual dan matematika Al Qur’annya menjelaskan (dan tampaknya beliau percaya) bahwa mahluk di luar bumi itu ada. Soal cerdas atau tidak, tampaknya beliau percaya juga, bahwa mahluk luar bumi itu memiliki kecerdasan. Ayat yang mendukungnya adalah QS. At Thaalaq (65) ayat 12, yang berbunyi :

* Allah Yang menciptakan tujuh langit dan sebagian bumi seperti mereka, Dia turunkan perintah antara keduanya, agar kamu ketahui bahwa Allah atas tiap sesuatu Berkuasa, dan sesungguhnya Allah sungguh meliputi karakter tiap sesuatu dengan Ilmu (Versi Fahmi Basya)

* Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu. (Versi Depag)

* Allah is He Who created seven heavens, and of the earth the like of them; the decree continues to descend among them, that you may know that Allah has power over all things and that Allah indeed encompasses all things in (His) knowledge. (http://etext.virginia.edu/)

* GOD created seven universes and the same number of earths. The commands flow among them. This is to let you know that GOD is Omnipotent, and that GOD is fully aware of all things. (http://www.submission.org/suras/sura65.html)

(Pandangan II)
Sebaliknya yang meyakini makhluk itu ada tetapi tidak berakal atau lebih rendah tingkatan dari manusia adalah berdasarkan ayat berikut:

Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, sebagai rahmat dari padaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir. (QS. Al Jaatsiyah (45) ayat 13)

Dengan ayat ini cukup jelas bahwa manusia adalah makhluk yang berkuasa atas segala sesuatu di langit dan di bumi secara merata. Ini dapat diartikan bahwa, kita adalah satu-satunya makhluk yang berakal di bumi maupun di langit.

WaLlahu a’lamu bishshawab

Sumber :

The Universe within 14 billion Light Years
The Visible Universe

http://www.atlasoftheuniverse.com/universe.html
Adakah Mahluk Berakal di Luar Bumi? -2
http://agorsiloku.wordpress.com/2007…i-luar-bumi-2/
apa benar sih zona Photon tahun 2011-2012
http://myquran.org/forum/index.php?topic=44665.0
Antara Superman, Aliens dan Al-Qur’an
http://arsiparmansyah.wordpress.com/…-dan-al-quran/
Adakah Makhluk Luar Angkasa itu
http://nizmaanakku.blogspot.com/2007…gkasa-itu.html
Petunjuk Al-Qur’an Tentang Makhluk Berakal
di Luar Planet Bumi
Petunjuk Al-Qur’an Tentang Makhluk Berakal di Luar Planet Bumi

================================

Menurut para kuffar dan orang-orang fasik mengatakanAlqur’an surah Ar-Rahman [55] 33 telah bertentangan dengan IPTEK….

QS.55.33 Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.

Bukankah di zaman yang serba modern ini telah banyak kita dengar dan lihat bahwa manusia sanggup menjelajahi luar angkasa?

Misalnya, (konon) :

Terbangnya kosmonot Yuri Gagarin ke angkasa pada 12 April 1961 memulai misi panjang manusia menembus langit. Gagarin mengorbit selama 108 menit sekaligus melambungkan keinginan manusia untuk menaklukkan luar angkasa.
 John Glenn, memegang rekor sebagai orang Amerika Serikat pertama yang berada di orbit saat ia terbang selama 88 menit pada tahun 1962.
 Manusia termuda di antariksa, Kosmonot Uni Soviet, Gherman Titov,
 Manusia terlama di ruang angkasa secara berturut-turut, Kosmonot Uni Soviet Valery Polyakov
 Manusia paling singkat di luar angkasa, Alan Shepard mengorbit selama 15 menit pada ketinggian 185 kilometer sebelum akhirnya menyentuh Samudera Atlantik. Pada misi berikutnya, Shepard mendarat di permukaan bulan.
Manusia paling jauh dari bumi, James A. Lovell, John L. Swigert dan Fred W. Haise misi Apollo 13 yang berada sejauh 400.171 kilometer dari bumi.

Semua itu membuktikan manusia sudah bisa mematahkan klaim Alqur’an bahwa bumi dan langit tidak bisa ditembus atau dilintasi.

JAWABAN:

Firman Allah dalam surah Ar-Rahman ayat 33 di atas sama sekali tidak bertentangan dengan Iptek (Ilmu pengetahuan dan teknologi) , tapi JUSTRU SEJALAN DENGAN IPTEK. Sebab di akhir kalimat pada ayat tersebut dijelaskan kecuali dengan kekuatan. Lafal arabnya: illaa bisulthaanin.

QS.55.33 Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya KECUALI DENGAN KEKUATAN.

Tentunya “kekuatan” yang dimaksud di sini ialah kekuatan dalam hal ILMU. Dengan ilmu-lah manusia bisa membuat teknologi apa yang mereka kehendaki untuk keperluan mereka. Sebagaimana firman Allah berikut:

Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin.”  (Luqman [31]: 20)

Karena itu, bagaimanapun tingginya ilmu yang dipelajari oleh manusia dan kemahirannya membuat sesuatu yang baru, TETAP tidak akan bisa menandingi kekuasaan Allah.

“Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya.” (Al-An’aam [6]: 61)

“Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Quran) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu. (Al-Mukminuun [23]: 71)

Adapun tentang ekspedisi manusia ke luar angkasa, maka ilustrasi gambar di bawah ini yang akan menjawabnya. Memangnya sudah sehebat apa manusia bisa melintasi langit itu? Perhatikan gambar berikut:

Perbandingan Bumi dengan planet Mars, Merkurius, Pluto dan Venus

Perbandingan Bumi dengan planet Jupiter , Uranus, Neptunus dan Saturnus. Planet JUPITER sendiri dapat menampung ±100 BUMI dalam “perutnya”.

Pada gambar ini, planet Jupiter yang tadinya kelihatan 100 kali besarnya dari BUMI, kini hanya seperti biji kelereng jika disandingkan dengan MATAHARI. Sementara BUMI kita seperti BIJI PASIR.

Tatkala kekaguman kita akan besarnya Matahari dibanding bumi yang seperti BIJI PASIR, KINI kondisi MATAHARI bagai BIJI JAMBU jika disandingkan dengan BINTANG ARCTURUS yang besarnya 1000 KALI dari MATAHARI. Pada gambar ini, BUMI kita sudah lenyap alias sudah tidak kelihatan lagi!

Pada gambar ini, posisi Matahari nyaris tak terlihat lagi! Hanya menjadi sebuah TITIK. Sementara ARCTURUS yang besarnya 1000 kali dari Matahari, pada kondisi ini ukurannya tidak melebihi besarnya biji kelereng jika disandingkan dengan BINTANG ANTARES yang merupakan jenis bintang terbesar dalam skala tata surya kita.

LALU bagaimana dengan bumi kita beserta penghuninya? Bagaikan debu! Sangat…sangat..dan sangat…sudah tak bisa terlihat lagi! Dan semua jenis bintang dan planet tersebut masih “dibungkus” oleh luasnya langit dunia.

 

-----------------

Skenario Agar Manusia Bisa Melakukan Penjelajahan Antar Bintang

Menjelang musim panas 1977, dua bersaudara mengucapkan salam perpisahan pada Bumi. keduanya pergi untuk menjelajahi semesta. Beberapa kali mereka mengirim surat dan banyak kartu pos yang indah agar semua orang di Bumi bisa terus update dengan perjalanan mereka. Masing-masing dari mereka membawa kapsul waktu emas yang serupa bersisi pemandangan dan suara dari dunia yang mereka tinggalkan. Harapannya, mereka bisa jadi hulubalang manusia bagi semua jenis kehidupan di luar sana.

Kini 40 tahun setelah mereka diluncurkan, Voyager 1 and 2 sudah mencapai titik yang lebih jauh dari obyek buatan manusia lainnya. Dengan memanfaatkan alur orbit langka, kedua wahana luar angkasa ini bisa mengunjungi empat planet gas di tata surya kita—Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus—dan mengirim kembali gambar-gambar paling ikonik dari planet-planet itu.

Pada August 2012, Voyager 1 memasuki ruang interstellar. Dia jadi hulubalang manusia pertama yang sampai ke sana. Dalam beberapa tahun ke depan, saudarnya, Voyager II, bakal sampai di kawasan seluas 12 miliar mil itu. Dua wahana sudah berada di masa senja mereka dan bakal berhenti beroperasi sekitar 2020an. Setelah itu, keduanya akan terus bergentayangan, makin jauh dari tata surya kita, menjelajahi ruang antar bintang sampai mereka menemukan sesuatu—atau seseorang—yang menghentikan mereka.

Rute penjelajahan Voyagers. Sumber gambar: NASA

Dalam cerpen Miguel Fernández-Flores, "Dark was the night, and cold the ground," yang terbit Kamis lalu di Terraform, "seseorang" itu adalah sebuah kru beranggotakan dua orang manusia dan seekor ayam hermaprodit yang bisa ngomong. Bersetting pada 2170, tepat 200 tahun dari peluncuran Voyager, cerpen ini berkisah tentang misi kecil untuk mencegat dua relik dari masa awal penerbangan luar angakasa. Di masa itu, voyager sudah kalah jauh dari pesawat luar angkasa yang bisa sampai galaksi lainnya.

Lantaran Voyager dibuat untuk mencapai bintang lain, wahana ini bakal selamanya jadi pembuka jalan bagi pengelana galaksi setelahnya, termasuk misi Breakthrough Starshot yang sedang ramai dibicarakan. Misi ini diumumkan tahun lalu oleh fisikawan kenamaan Stephen Hawking dan milyader Yuri Milner.

Hawking dan Milner berencana menembakkan laser ke arah nanocraft "starchip"—chip komputer yang ditempelkan pada layar yang sangat sensitif dengan cahaya—untuk menghantarkan mereka sampai ke sistem bintang Alpha Centauri. Tapi meski kedengarannya futuristik abis, metode ini belum bisa digunakan untuk memindahkan manusia. Seiring makin jauhnya jarak antara Matahari dan Voyager bersaudara, sebuah pertanyaan muncul: kapan manusia bisa mengikuti langkah Voyager bersaudara menuju sistem binytang lain?

Jawabannya mungkin tak akan pernah. Pedih memang. Sampai sekarang kreativitas manusia menciptakan wahana untuk mengantar manusia keluar dari tata surya ini sepertinya mentok. Buktinya, opsi lubang cacing, yang muncul di mana-mana dari Intelstellar sampai sampai serial Rick dan Morty, adalah opsi paling populer di antara penulis fiksi sains, barangkali karena ada aspek deus ex machina di dalamnya.

Solusi teknologi buat mendukung perjalanan ruang angkasa macam ini memang belum bisa ditemukan sepanjang Abad 20

Alih-alih berpikir keras mencari cara paling sangkil dan mangkus untuk memindahkan raga kita sejauh beberapa taun cahaya, lubang cacing, yang sejatinya jembatan spekulatif dalam ruang dan waktu antara dua titik yang berjauh, kerap jadi andalan kita sebagai jalan pintas menuju sistem bintang lain. Ide lainnya yang hampir sama tuanya adalah kendaraan angkasa yang lebih cepat dari cahaya, seperti yang terlihat dalam serial space opera Battlestar Galactica. Masalahnya, keduanya masih sekadar spekulasi. Kita tak pernah tahu apakah keduanya bisa dimaksimalkan sebagai jalan pintas perjalanan antar bintang.

 

Dengan kata lain, opsi yang masih terbuka adalah perjalanan yang pelan dan mungkin indah seperti yang dilakoni Voyager 1 dan Voyager 2. Sebenarnya ini bukan berita yang buruk-buruk amat. Bahkan dengan keterbatasan ini, masih ada ratusan konsep spekulatif tentang wahana antar bintang berpenumpang dengan beragam kemungkinan teknis.

Sleeper ship, misalnya, bisa membawa sekompok kru manusia dalam kondisi mati suri. Dengan demikian, kebutuhan untuk membawa segala macam peralatan penunjung hidup bisa dikurangi. Ada juga konsep Generation Ship yang didesain untuk ditinggali satu koloni manusia selama beberapa abad atau bahkan milenium setelah diluncurkan dari Bumi menuju bintang lainnya. Sementara Seed Ship adalah wahana luar angkasa yang sepenuhnya dijalankan robot yang membawa embrio manusia. Seed Ship diluncurkan menuju sistem bintang jauh. Begitu sampai di sana, embrio manusia bakal diinkubasi dan—menurut teori—dibesarkan oleh robot pengasuh.

Masing-masing opsi menyuguhkan tantangan teknis yang begitu besar hingga tak mungkin diwujudkan dalam angka harapan hidup abad 20. Tetapi sepert yang disinggung oleh Fernández-Flores dalam cerpennya, angka harapan hidup pada abad 21 dan 22 telah meningkat drastis, melampui tingkat Methulesah. Penggambaran ini, beserta isi cerita yang membahasa transhumanisme (atau malah transchickenisme), memancing munculnya sebuah pertanyaan besar seputar peradadan manusia dalam dimensi interstellar: Siapa yang pantas kita sebut sebagai manusia pasca Matahari?

Filsuf yang mendalami pertanyaan tentang masa depan manusi, Frank White yang juga penulis The Overview Effect : Space Exploration and Human Evolution, menggunakan istilah homo spacien untuk menyebut bagian umat manusia yang menjelajahi angkasa luar dan terbiasa hidup di sana atau bahkan di planet asing. Salah satu contohnya adalah kaum belter dari serial novel dan TV The Expanse yang terbiasa hidup di tempat minim gravitasi sehingga ketika kembali ke Bumi, mereka akan mengalami "siksaan gravitasi."

Istilah Homo Spaciens dengan mantap menegaskan bahwa perjalanan antar bintang adalah bagian dari evolusi manusia. Kelak, di masa depan, manusia bakal benar-benar berangkat dalam misi menuju bintang lain guna menemukan kehidupan lain yang tak harus mirip dengan manusia. Selain perubahan drastis gen yang terjadi dalam skala kosmis, nilai-nilai kultural dari peradaban manusia perjalanan antara bintang akan sangat berbeda dari peradaban teresterial.

Rekaman Voyager. Sumber gambar: NASA

Yang mengesankan adalah pencipta Voyager 1 dan 2 punya pandangan jauh ke depan. Kedua wahana dijadikan kenang-kenangan peradaban manusia pre-perjalanan antara bintang. Masing-masing wahana Voyager dilengkapi Golden Record, sebuah fotograf berisi "115 gambar berformat analog, ucapan salam dari beragam bahasa dan soundscape sepanjng 90 menit," begitu Fernández-Flores menjelaskannya.

Program Voyager adalah misi penjelajahan langka yang tak hanya bertujuan mendefinisikan kemanusiaan di semesta sekitarnya namun juga menafsirkan identitas kita sebagai penghuni Bumi secara eksplisit. Bahkan setelah kedua Voyager tetap melayang dalam sunyi, kenangan akan Bumi dan penghuni akan terus beredar jauh dari planet yang kita tinggali. Mungkin, kelak ada spesies alien yang menemukan voyager dan mendapatkan harta berharga di dalamnya: cuplikan peradaban di sebuah planet biru kecil yang mengorbit sebuah bintang katai kuning.

 

-----------------

Pria Muda Ini Mengklaim Pernah Tinggal di Planet Mars {REINKARNASI, dilahirkan kembali di BUMI}

 

Boriska menjelaskan lebih lanjut mengenai orang-orang Mars.

 

Dia mengklaim bahwa orang-orang Mars berhenti menua pada usia 35 tahun dan abadi. Orang Mars juga tumbuh hingga setinggi 7 kaki atau sekitar 213 centimeter dan bisa hidup dengan menghirup karbon monoksida (CO2).
Dia juga mengklaim bahwa orang-orang Mars yang masih bertahan dari sisa perang nuklir masih ada hingga kini dan tinggal di bawah tanah. "Mereka menciptakan senjata baru," kata dia.

Berbicara mengenai perang nuklir besar di Mars, dia mengaku tidak takut mati. "Karena kami hidup selamanya. (Tapi) ada malapetaka di Mars tempat saya tinggal. Ada perang nuklir tempat saya tinggal, semua terbakar habis. Hanya beberapa dari mereka yang bertahan," kata dia lagi.

Menurutnya, teknologi orang Mars maju dan bisa melakukan perjalanan antarbintang. Sebuah video mengenai Boriska beredar di Youtube.

Dalam sebuah video yang beredar sejak 2011, Boriska tampak diwawancara beberapa orang dari Amerika Serikat dan Inggris. Berikut videonya:

 

Video boriska interview

<iframe width="640" height="360" src="https://www.youtube.com/embed/H1Y0mLV8aRs" frameborder="0" allow="autoplay; encrypted-media" allowfullscreen></iframe>

 

Seorang pria muda dari Rusia melakukan pengakuan mengejutkan. Ia mengatakan lahir di Mars dan mengklaim dikirim ke Bumi untuk menyelamatkan manusia dari kiamat perang nuklir.

Menurut The Sun, Rabu 8 November 2017, nama pria muda itu Boriska Kipriyanovich. Pria itu kini berusia 21 tahun dan berasal dari Volgograd, Rusia.

Boriska mengaku tinggal di planet merah Mars sebelum terlahir kembali di Bumi bersama dengan "orang lain" dalam sebuah misi untuk menyelamatkan umat manusia.

Dia mengklaim bangsanya sendiri, orang Mars, hampir musnah dalam konflik nuklir ribuan tahun yang lalu. Dan dia khawatir umat manusia di Bumi sekarang tengah menuju ke arah kehancuran yang sama.

Kekhawatiran Boriska mencuat saat ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara mencapai titik puncak karena program senjata nuklir Kim Jong-un yang berkembang pesat.

Boriska memperingatkan, umat manusia akan menghadapi bencana yang sama dengan "bangsanya" di Mars jika mereka tidak mendengarkan peringatan potensi kiamat nuklir darinya.

Boriska yang sekarang berusia 21 tahun, berkata dia bukan satu-satunya anak dari angkasa luar yang ada di Bumi. Ia mengaku masih ada orang Mars seperti dirinya yang juga dikirim ke Bumi untuk misi kemanusiaan tertentu.

Dia menceritakan, orang Mars di Bumi merupakan reinkarnasi dan mereka sering disebut sebagai "Anak Indigo" yang memiliki kemampuan supernatural, dan selamat dari perang nuklir di Mars.

Menurut Boriska, banyak orang Mars yang hidup abadi dan berhenti menua pada usia 35 tahun. Tubuh mereka sangat tinggi, berteknologi maju dan mampu melakukan perjalanan antar bintang.

Dia berkata: "Saya ingat saat itu, ketika saya berumur 14 atau 15 tahun. Orang-orang Mars sering mengobarkan perang, sehingga saya sering harus ikut dalam serangan udara dengan seorang teman saya.

"... Kita biasa mengamati kehidupan di Bumi dalam pesawat terbang segitiga. Pesawat ruang angkasa Mars sangat rumit. Pesawat itu berlapis, dan mereka bisa terbang melintasi alam semesta."

Orangtua Boriska sendiri yakin putera mereka mengatakan kebenaran tentang kehidupan sebelumnya di Planet Mars.

"Ketika kami menunjukkan anak kami ke berbagai ilmuwan, termasuk ahli UFO, astronom dan sejarawan, mereka semua sepakat tidak mungkin dia mengarang semua cerita itu," kata ibu Boriska.

Boriska digambarkan sebagai pria muda yang sangat pemalu dengan kecerdasan di atas rata-rata.

Pengetahuannya yang luar biasa tentang sistem planet telah membingungkan para ahli di seluruh dunia, termasuk para ilmuwan.

Ibu Boriska adalah seorang dokter dan menjelaskan dia tahu anaknya berbakat khusus setelah dia melihat anaknya bisa mengangkat kepalanya tanpa bantuan, hanya dua minggu setelah dilahirkan.

Dalam usia beberapa bulan, Boriska sudah bisa berbicara. Kemudian pada usia satu setengah tahun, Boriska sudah bisa membaca, menggambar dan melukis.

Ibu dan ayah Boriska mengaku tidak pernah mengajarkan kepada anaknya tentang ruang angkasa saat anaknya kecil. Tapi Boriska sering duduk dan berbicara tentang Mars, sistem planet dan peradaban asing.

Orangtua Boriska menjelaskan, ketertarikan anaknya terhadap ruang angkasa segera menjadi minat nomor satu. Dan tidak lama kemudian Boriska mulai mengaku dilahirkan di Mars.

----------------

Boriska Kipriyanovich (21) mengklaim bahwa ia tinggal di Mars pada kehidupan sebelumnya sampai ada perang, menghapuskan semua kehidupan di planet tersebut di masa lalu. Orang tuanya mengklaim bahwa dia telah berbicara tentang peradaban alien sejak dia masih muda meskipun mereka tidak pernah mengajarinya tentang masalah ini.

Kipriyanovich mengklaim bahwa dia telah mengunjungi Bumi saat bekerja sebagai pilot di Mars dan mereka memiliki hubungan dekat dengan orang Mesir kuno. Sebenarnya, dia telah membuat prediksi bahwa kehidupan di Bumi akan berubah secara signifikan ketika Sphinx Agung Giza 'tidak terkunci'.

Dia sekarang tinggal di Volgograd, Rusia, setelah 'dilahirkan kembali' di Bumi. Klaimnya pertama kali yang tidak berdasar dan tidak terbukti beberapa tahun yang lalu.

Namun, dia terus menyampaikan hal-hal mistis ke orang-orang dan menimbulkan rasa ingin tahu yang besar di antara teori konspirasi dan pemburu UFO. Memberikan wawasan tentang kehidupan di Mars dia mengatakan bahwa orang-orang dari Mars berhenti menua pada usia 35 tahun dan abadi.

Berbicara tentang perang nuklir Mars yang besar dia berkata dirinya tidak takut mati, karena merasa hidupnya abadi.

"Ada malapetaka di Mars tempat saya tinggal. Orang seperti kita masih tinggal di sana. Ada perang nuklir di antara mereka. Semuanya terbakar habis. Hanya beberapa dari mereka bertahan. Mereka membangun tempat penampungan dan menciptakan senjata baru," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa mereka tumbuh setinggi sekitar 7 kaki, dapat menghirup karbon dioksida dan masih tinggal di Mars namun sekarang berada di bawah tanah.

Kipriyanovich juga melaporkan bahwa Mars maju secara teknologi agar bisa melakukan perjalanan antar bintang. Ibunya percaya bahwa dia tahu putranya istimewa dari usia hanya beberapa minggu dia bisa menahan kepalanya sendiri tanpa bantuan.

Sang ibunda mengklaim bahwa putranya bisa membaca berita utama surat kabar pada usia satu tahun, bisa menggambar saat dua tahun dan usia dua setengah tahun dia bisa melukis.

"Tidak ada yang pernah mengajarinya. Terkadang dia duduk dalam posisi teratai dan mulai memberi tahu kami fakta terperinci tentang Mars, sistem planet dan peradaban lainnya, yang benar-benar membingungkannya," ujarnya.

 

============

Dua Remaja Ciptakan Teorema Matematika Pembuka Jalan Antar-Galaksi

Dua remaja telah menciptakan sebuah teorema matematika yang bisa membantu membuka perjalanan antar-galaksi.

Formula teorema matematika yang bisa membantu membuka perjalanan antar-galaksi. Temuan ini dianggap akan mengubah wajah matematika untuk ke depannya. (Metro.co.uk via Intisari-Online.com)

Dua remaja telah menciptakan sebuah teorema matematika yang bisa membantu membuka perjalanan antar-galaksi. Temuan ini diklaim akan mengubah wajah matematika selama-lamanya. Penemuan itu bermula dari kegiatan saling berkirim surat antara Xuming Lian dan Ivan Zelich, keduanya 17 tahun, pada sebuah forum online yang membahas matematika.

Xuming adalah remaja yang berasal dari Guangzhou, China, yang sekarang tinggal di San Diego, AS. Sementara itu, Ivan berasal dari Australia. Kepada MailOnline, keduanya mengaku saling menyapa lewat Google Chat dan Facebook secara bergiliran. Ketika salah satu dari mereka pergi tidur, salah satunya lagi mengambil alih.

"Zona waktu kami berselisihan. Salah satu dari kami harus menunggu begitu lama untuk melengkapi yang lain," ujar Xuming.

"Ia adalah satu-satunya orang yang pernah saya temui bisa nyambung jika berbicara soal matematika," kata Ivan tentang Xuming. "Saya tahu, kami berdua memiliki perhatian yang sama pada waktu yang sama, tetapi dia lebih tertarik pada satu sisi geometri, sementara saya memilih aljabar dan teori string (gabungan teori kuantum dan relativitas)."

Keduanya dipertemukan pada persoalan "memahami struktur alam semesta".

"Teorema ini akan memberikan kontribusi bagi kita untuk memahami perjalanan antar-galaksi karena teori string memprediksi keberadaan 'jalan pintas'—yang biasa disebut lubang cacing—di ruang angkasa," kata Ivan. "Hal ini membantu, minimal, kemungkinan matematis antar-planet tertentu berdasarkan struktur mereka."

Ivan melakukan penelitian ini sepenuhnya di rumah. Sekolah, menurut dia, bukan membebaskan, melainkan justru mengekangnya dengan sebuah target ranking.

Ivan adalah sosok yang genius. Ia pernah ditawari beasiswa sebuah perguruan tinggi saat berumur 14 tahun, tetapi ia menolaknya. Ia juga berbicara enam bahasa, telah menyelesaikan diploma piano, dan mewakili Queensland dalam kejuaraan catur tingkat nasional.

Ia juga seorang juara renang tingkat nasional.

Sementara itu, Xuming mengaku "biasa-biasa saja" dalam semua pelajaran, kecuali matematika.

Temuan keduanya telah dipublikasikan dalam Journal of Geometry dengan judul "Generalisations of the Neuberg Cubic to the Euler Pencil of Isopivotal Cubics".

Karena temuan ini juga, keduanya disebut sebagai kontributor termuda pada jurnal tersebut.

(Moh. Habib Asyhad/Intisari-Online.com)

===============

Seperti Apa Ruang Antar Bintang Itu?

Jika jarak bumi-matahari dipendekkan jadi 1 m, bintang terdekat baru ditemukan pada jarak sekitar 30 km. Maka di antara bumi dan matahari (bintang), tiada lain adalah ruang antarbintang. Dahulu orang menganggap ruang itu kosong. Namun berkat kemajuan teknologi, di beberapa tempat di ruang antarbintang itu ditemukan beberapa jenis zat yang sebagian besar dari unsur hidrogen.

Umumnya ruang antarbintang menyerupai vakum seperti dikenal di bumi. Di ruang itu ada materi antarbintang. Di beberapa tempat, materi antarbintang dapat dilihat sebagai awan antar bintang yang tampak terang. Di dalam materi itu ada 10.000 atom/cm2, sedangkan kerapatan di ruang antarbintang jauh lebih rendah, sekitar 1 atom/cm2.

Selain hidrogen, ditemukan partikel lain yang jauh lebih kecil dengan diameter sekitar 1 mikron (0,0001 mm). Partikel semacam itu pun jika ada hanya dapat dicari “sebuah” dalam volume 5 juta m3. Meski sangat langka, beberapa pengaruh bisa ditimbulkannya. Salah satu akibat yang dapat dirasakan adalah kemelemahan cahaya bintang, yang melewati partikel itu dibandingkan jika sinar itu yang melewati daerah tersebut, astronom akan dapat mengetahui susunan materi di sana.

Beberapa bagian langit di bumi lebih banyak materi. Di daerah padat materi itu, atom-atom lebih rapat. Namun hanya beberapa puluh atom setiap 1 cm3. Bandingkan dengan kerapatan angkasa bumi yang mengandung 3 kali 10 pangkat -9 molekul per cm3. Pemotretan bagian langit menunjukkan letak dan kumpulan materi itu tak teratur. Itu memberikan kesan semua dalam keadaan bergerak, seolah-olah bersinar, yang dapat dipelajari lewat cara optis. Ada pula awan gelap yang hanya dapat dianalisis lewat sinyal-sinyal yang ditangkap di bumi melalui teleskop radio.

Awan gelap mencerminkan gas dan debu yang dingin. Jadi molekul hidrogen di kawasan itu dalam keadaan netral. Daerah itu biasanya diberi simbol H I, yang berarti atom H belum kehilangan muatan negatif. Lain dari awan pijar yang dapat diamati secara visual. Cahaya berasal dari refleksi sinar bintang panas di dekatnya. Radiasi yang disumbangkan bintang-bintang itu mampu memberikan suhu sampai 15.000 derajat Celcius. Temperatur yang sedemikian tinggi mengakibatkan hidrogen kehilangan elektron. Gumpalan awan itu disebut daerah H II.

Pengamatan dari wahana Interstellar Boundary Explorer (Ibex) milik NASA, beberapa waktu lalu, berhasil memetakan wilayah heliosfer tata surya kita dan mendapatkan temuan menarik, yakni ada pita cemerlang yang melengkung melingkupi tata surya kita. Pemahaman kita akan heliosfer penting dalam mengetahui peran dalam melindungi sistem tata surya dari hujan sinar kosmos. Ukuran dan bentuknya menjadi faktor kunci dalam menentukan kekuatan perlindungan, dan berapa banyak sinar kosmos yang sampai ke bumi. Dengan mengetahui hal itu, kita dapat memahami bagaimana tanggapan heliosfer ketika berinteraksi dengan awan antarbintang dan medan magnet galaksi.

Kendati cukup terang dalam peta Ibex, ia tidak berpendar sebagaimana dipahami dalam pengamatan visual. Sebab, pita itu tidak berasal dari sumber cahaya, tetapi dari partikel atom netral berenergi (energetic neutral atoms/ENA), yang bisa dideteksi Ibex dan diproduksi di wilayah luar heliosfer saat angin surya melambat dan bercampur dengan materi antarbintang dari luar sistem tata surya kita.
Jadi berdasar informasi yang disadap dari materi antarbintang itulah kemudian yang disimpulkan oleh para astronom untuk menjelaskan keberadaan awan tebal yang mendekati tata surya kita.
Awan Galaktika Agaknya berita mengenai awan galaktika yang mendekati tata surya kita bukan hal baru bagi para astronom. Fred Hoyle tahun 1957 dalam bukunya, Black Cloud, merangkai fenomena astronomik itu dengan cerita sain fiksi yang banyak mengejutkan ilmuwan AS. Kabar itu hangat kembali setelah empat astronom Prancis, yakni Claudine Laurent, Bruston, Alfred Vidal, dan J Audoze, memublikasikan hasil penelitian mereka di Majalah Nature tahun 1979, berjudul “Physical and Chemical Fractionation of Deuterium in the Interstellar Medium”. Namun petunjuk soal keberadaan awan gas itu sudah lama tercium, ketika satelit Copernicus mengambil spektrum dari bintang-bintang terang yang panas di sekitar matahari.

Pada 22 September 2010, teleskop ruang angkasa Hubble menangkap penampakan jantung Nebula Laguna atau lebih dikenal dengan nama Messier 8. Laguna Nebula adalah awan antarbintang pada konstelasi Sagitarius. Laguna Nebula ditemukan Guillaume Le Gentil tahun 1747, yang merupakan satu dari dua bintang yang membentuk awan samar-samar yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Laguna Nebula yang terletak di sekitar 4.500 tahun cahaya tampak seperti sulur-sulur tipis. Jantung awan antarbintang itu terlihat seperti terkena radiasi ultroviolet yang mengikis debu dan gas menjadi bentuk baru.

Dari sekian banyak bintang yang diteliti, ada sembilan daerah yang diperkirakan ditempati awan antarbintang. Itulah daerah-daerah yang terletak di garis pandangan bintang-bintang Alpha Eri, Alpha Centuri, Alpha Cmi, Alpha aur, Alpha Boo, Alpha Tau, Epsilon Eri, dan seterusnya. Namun arah yang tepat dari awan itu belum diketahui. Satu dari sembilan kandidat itulah yang akan dicari kelompok astronom tersebut.

Astronom Vidal Majar dan koleganya menganalisis melalui tiga cara. Pertama, ingin mengetahui seberapa besar kemungkinan molekul hidrogen dan helium yang menerobos ke kawasan tata surya dari berbagai arah. Dengan cara itu diperoleh simpulan jumlah atom hidrogen per satuan volume dari arah Centaurus 10 kali lebih banyak dari sisi lain yanng terletak di luar orbit matahari dalam perjalanan mengitari pusat galaksi.

Cara kedua dengan melihat perbedaan radiasi energi ultraviolet dari bintang panas terdekat. Kesimpulan yang diperoleh, ada anisotropi di sekitar panjang gelombang 950-1.000 Angstrong (1 Angstrom sama dengan 0,000.000.01 cm). Cara ketiga, menentukan perbandingan antara Deuterium (H2) dan hidrogen untuk berbagai arah pandangan. Ternyata perbandingan itu memperlihatkan ordo sepersejuta dalam arah Alpha Century dan seperseratus ribu daerah Alpha Aur.

Dari serangkaian percobaan dan penjabaran yang disarikan dari ketiga cara itu disimpulkan, ada awan tebal berdaya serap tinggi di daerah 40 derajat dari pusat galaksi, yang bergerak dengan kecepatan supersonik dengan laju 15-20 km/detik. Saat itu, jaraknya sekitar 0,1 tahun cahaya.

Itu berarti jika ia mempunyai kecepatan cahaya (1 detik cahaya kira-kira 300.000 km), awan tersebut akan datang lebih cepat. Namun dengan kecepatan 20 km/detik, ia baru tiba 1.500 tahun lagi. Cukup lama bagi ukuran manusia di bumi, tetapi efeknya sudah lebih awal kita rasakan.

Kedudukan di langit bila dilihat dari bumi, ditandai dengan latar belakang panorama Scorpius Ophiocus. Penemuan itu kelihatannya kurang menarik jika tak dikaitkan dengan fenomena antariksa yang mungkin terjadi di sistem tata surya kita. Sekelompok astronom teoretis pun telah mengkaji berbagai aspek yang berkaitan dengan penemuan tersebut.

wallahua'lam bishawwab

ref berbagai sumber

Views All Time
Views All Time
482
Views Today
Views Today
3

4 Comments

  1. Author

    Allah SWT telah berulang kali mengingatkan kita melalui firman-firman-Nya yang menjelaskan tentang penciptaan langit dan siang dan malam itu terdapat tanda-tanda kebesaran-Nya.

    Rahasia Langit yang Menakjubkan di dalam Al Quran

    Seperti dalam surat berikut ini Allah berfirman:

    "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." [QS. Ali Imran ayat 190-191]

    Menurut salah satu riwayat, setelah ayat itu turun kepada Rasulullah SAW kemudian beliau menangis. Bilal yang menemuinya pada waktu subuh bertanya kepada Rasulullah, "Apa yang membuatmu menangis Ya Rasulullah?", kemudian menjelaskan bahwa pada malam itu turunlah ayat yang amat berat maknanya, sedangkan sedikit dari umatnya yang merenungkannya.

    Mugkin banyak di antara kita yang sering membaca tasbih, tahmid, takbir dan tahlil, tetapi hanya sebatas formalitas zikir sesudah shalat. Sehingga fenomena yang kita lihat adalah mengejar kuantitas jumlah bacaan, bahkan kadang dengan pelafalan yang kurang sempurna.

  2. Author

    Alquran is always one steap ahead of science. Alquran selalu berkali-kali lebih maju daripada science. Science selalu tergopoh-gopoh.

    Q.S Fushilat 41:53 : “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kebesaran Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri,sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Alquran itu adalah benar. Tidak cukuplah bagi kamu bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu.”

    Q.S Alhasyr:21 : “Sekiranya Kami turunkan Alquran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar berpikir.”

    Q.S At Thalaq 65:12 : “Allah yang menciptakan tujuh langit dan dari penciptaan bumi juga serupa . Perintah Allah berlaku padanya agar kamu mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu.”

    ArRahman 55: 31-36

    31:Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu wahai golongan manusia dan jin. (allah selalu memperhatikan kita)

    Maka nkmat Tuhanmu mana yang kamu dustakan.
    Wahai golongan manusia jika kamu mampu menembus melintasi penjuru langit dan bumi,maka tmbuslah.Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah)

    Allah mendorong kita untuk mempelari itu. ilmu astronomi,ilmu kebumian (geologi,geokimia dll).

    Carilah ilmu karena Allah. kalau kita cari ilmu maka kesejahteraan,dan kekayaan akan datang dengan sendirinya. jika kita cari kekayaan,ilmu belum tentu dapat.

    Illa Bi Sulthon (kecuali dengan kekuatan). Kekuatan ini bisa didefinisikan dengan memplejari ilmu dan teknologi. Tapi tak cukup itu, karena dengan ilmu semata bisa menimbulkan kesombongan. Maka ketakwaan menjadi persyaratan penting.

    34: Maka nikmat Tuhanmu mana yang kamu dustakan

    35: Kepada kamu (jin dan manusia),akan dikirim nyala api dan cairan tembaga(panas) sehingga kamu tidak dapat menyelamatkan diri darinya.

    Apa maksud dari cairan panas tersebut? Wallahu’alam. Ketika kita ke atas langit, bisa jadi kemungkinan didalamnya akan terjadi kebakaran. Wallahu’alam. Ketika kita menembus bumi, wallahu’alam; maka yang akan kita hadapi adalah cairan panas.

    Allahuakbar Allahuakbar walillahilham.. ini belum serupa. Tapi mengapa kita takut dengan api dan cairan panas di bumi ini tapi mengapa kita tidak takut dengan neraka?

    Kita harus banyak bersyukur. Di bawah bumi ini sangat panas. Bayangkan cairan api.. jika itu terasa setiap kita berjalan. Bayangkan juga bila matahari bergeser sedikit mndekati bumi, maka betapa mati kepanasannya kita.

    Kita harus banyak bersyukur. Kadang kita sering mengeluh di siang hari. “Ya Allah, panasnya”. Padahal panas itu adalah respon diri kita. Ada seorang jamaah umrah saat suhu di atas 40 derajat celcius meminta Rabb diberi kesejukan saat bertawaf, maka panas tersebut tidak terasa.

    Q.S Alma’arij

    1. Seseorang bertanya tentang azab yang pasti terjadi

    2. Bagi orang kafir yang tidak bisa mengelak

    3. Azab dari Allab yang memiliki tempat tempat naik

    4. Para malaikat dan Jibril naik(menghadap) kepada Tuhan dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun.

    (inilah konversi satu harinya malaikat = 50ribu tahun kita. MasyaAllah. Malaikat kecepatannya begitu cepat, sedangkan manusia begitu lambat. Mau naik apa kita menembusnya? apakah bisa bergerak dgn kecepatan cahaya?)

    5. Maka bersabarlah engkau Muhammad dengan kesabaran yang baik.

    (Allah mencoba menghibur Rasulullah dan kita umatnya bahwa kekuatan dan kecepatan orang kafir itu tidak akan mampu mngalahkan kita.)

    6. Mereka Memandang azab itu jauh(mustahil)

    7. sedangkan kami memandangnya dekat (pasti terjadi)

    Q.S Almulk 5-6:

    “Dan sungguh telah kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang sebagai pelempar dan kami sediakan bagi mereka azab yang menyala-nyala.”

    Assamaaaaa’a dunya (langit yang dekat). Berarti yang kita ketahui ini masih langit yang dekat. masih banyak yang lain. Untuk menghitung jarak antar tata surya itu kita menggunakan satuan tahun cahaya. Yakni berapa jarak yang ditempuh cahaya dalam waktu satu tahun. Jarak bumi ke matahari = 32 SA = 10 triliyunan KM dengan kecepatan cahaya 299;792.458 KM/detik.

    Planet bumi merupakan tempat kita sementara waktu.

  3. Author

    Etape pertama Rasulullah saw adalah perjalanan horisontal dari Mekkah ke Palestina. Dari apa yang saya uraikan di bagian depan, perjalanan itu hanya ditempuh Nabi dalam waktu tidak sampai 1 detik. Kenapa bisa secepat itu? Karena Nabi Muhammad, Jibril dan Buraq melesat dengan kecepatan cahaya, 300.000 km/detik. Maka, jarak Mekkah Palestina yang hanya sekitar 1.500 km itu pun tidak terlalu berarti bagi mereka.

    Sesampai di masjidil Aqsha, Rasulullah saw sempat melakukan shalat bersama malaikat Jibril, sebelum kemudian melanjutkan perjalanan ke langit ke tujuh. Perjalanan berikutnya adalah sebuah perjalanan yang memiliki mekanisme berbeda dengan etape pertama.

    Pada etape pertama, Rasulullah saw melakukan perjalanan dengan badan wadag yang telah diubah menjadi badan cahaya. Akan tetapi sesampai di masjidil Aqsha badan Nabi telah berubah kembali menjadi badan material sebagaimana sebelumnya. Ini adalah etape teleportasi, sebagaimana digambarkan dalam berbagai film science fiction. Akan tetapi pada etape kedua, beliau tidak lagi menggunakan mekanisme tersebut melainkan melakukan perjalanan dimensional.

    Ini adalah bagian yang sangat abstrak dan agak rumit dijelaskan. Akan tetapi, dengan berbagai perumpamaan dan analogi, mudah-mudahan pembaca bisa mengikuti apa yang akan saya sampaikan di bagian-bagian berikut ini.

    Ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab berkaitan dengan perjalanan menuju langit ke tujuh ini. Untuk menghindari kesalah pahaman, maka kita harus menyamakan dulu persepsi tentang beberapa hat. Di antaranya adalah hal-hal berikut ini.
    1. Apakah yang disebut langit?
    2. Di langit manakah Bumi kita berada?
    3. Apa dan bagaimanakah langit berlapis tujuh?
    4. Bagaimana Rasulullah saw bisa melakukan perjalanan menembus, langit satu sampai ke tujuh?
    5. Apakah yang terjadi ketika berada di Sidratul Muntaha?

    MEMAHAMI LANGIT

    Banyak di antara kita yang memiliki persepsi berbeda tentang langit. Ada yang berpendapat bahwa langit adalah sebuah 'atap' alias bidang pembatas ruang angkasa. Artinya, mereka mengira bahwa ruang di atas kita ada pembatasnya, semacam atap. Kelompok pertama ini, biasanya adalah mereka yang awam tentang ilmu Astronomi.

    Kelompok kedua adalah mereka yang mengikuti berbagai macam informasi tentang angkasa luar dari berbagai film-film fiksi ilmiah, ataupun berbagai macam media massa. Pada umumnya mereka mengerti bahwa yang dimaksud langit adalah sebuah ruang raksasa yang berisi triliunan benda-benda langit, seperti matahari, planet-planet (termasuk Bumi), bulan, bintang, galaksi, dan lain sebagainya. Mereka memperoleh pemahaman yang lebih baik bahwa langit bukanlah sebuah bidang batas, melainkan seluruh ruang angkasa di atas kita.

    Kelompok yang ketiga adalah mereka yang mempelajari informasi Astronomi lebih banyak dan lebih detil. Lebih jauh, mereka mencoba memahami berbagai hal yang berkait dengan struktur langit lewat berbagai teori-teori Astronomi. Mereka terus-menerus mengikuti berbagai informasi dan mencoba melakukan rekonstruksi terhadap struktur langit, yang secara umum dipahami sebagai alam semesta atau Universe.

    Nah, dari ketiga kelompok pemahaman itu saya ingin mengambil kesimpulan yang bersifat global saja, sebagai pijakan awal pemahaman kiia tentang langit. Bahwa yang disebut langit sebenarnya bukanlah sebuah bidang batas di angkasa sana, melainkan sebuah ruang tak berhingga besar yang memuat triliunan benda-benda angkasa. Mulai dari batuan angkasa yang berukuran kecil, satelit semacam bulan, planet-planet, matahari dan bintang, galaksi hingga superkluster.

    Karena itu, jika kita bergerak ke langit naik pesawat angkasa luar, misalnya, maka kita akan bergerak menuju ruang angkasa yang tidak pernah ada batasnya. Sehari, seminggu, sebulan, setahun dan seterusnya kita bergerak ke angkasa, maka yang kita temui hanya ruang angkasa gelap yang berisi berbagai benda langit saja. Sampai mati pun, kita tidak akan pernah menemukan pembatasnya. Ya, langit adalah ruang angkasa yang luar biasa besarnya. Bahkan, tidak diketahui dimana tepinya.

    Nah, pemahaman tentang langit ini penting untuk menyamakan persepsi kita tentang perjalanan Mi'raj Rasulullah saw. Sebab, dalam pemahaman tradisional selama ini, kita memperoleh kesan betapa langit itu digambarkan sebagai atap alias 'langit-langit'. Bahkan digambarkan pula sebagai atap yang ada pintu-pintunya, yang kemudian mesti dibuka sebagaimana pintu rumah, ketika Rasulullah saw mau memasuki langit yang lebih tinggi.

    Istilah langit dalam bahasa Inggris, barangkali memberikan gambaran yang lebih jelas: Sky. Dalam bahasa Indonesia lebih pas disebut sebagai 'Angkasa'. Istilah lainnya adalah space. Sehingga, angkasa di luar Bumi disebut sebagai Outer Space. Jadi langit adalah Ruang Angkasa.

    Pemahaman tentang langit adalah pemahaman yang cukup rumit. Apalagi jika dikaitkan dengan struktur langit yang tujuh. Untuk langit pertama saja, tidaklah mudah. Bahkan sampai sekarang ilmu Astronomi masih menemui berbagai kendala yang agak rumit dalam mempersepsi struktur alam tersebut. Akan tetapi, Insya Allah semuanya berangsur-angsur bisa dijelaskan.

    Di dalam Al-Qur'an, Allah secara jelas dan berulangkali menginformasikan bahwa langit yang Dia ciptakan itu memang bukan hanya satu, melainkan 7 lapis, sebagaimana diinformasikan dalam ayat berikut ini.

    QS. At Thalaq (65): 12
    " Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula Bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu Nya benar-benar meliputi segala sesuatu."

    QS. Al Mulk (67): 3
    " Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?"

    Dan masih ada beberapa ayat lagi yang bercerita tentang langit yang tujuh. Cuma, kita mesti mencermati penggunaan kata langit (assamaa' dan assamaawaat - tunggal dan jamak). Kata-kata ini ternyata digunakan oleh Allah untuk menggambarkan ruang di atas Bumi, baik yang berarti atmosfer, maupun yang berarti angkasa luar.

    Penggunaan kata langit yang bermaksud untuk angkasa luar, misalnya adalah yang terdapat dalam ayat-ayat di atas. Dan juga ayat berikut ini.

    QS Fushilat (41): 12
    " Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui."

    Di ayat tersebut tergambar jelas sekali bahwa Allah menggunakan kata as samaawaat untuk menggambarkan angkasa luar. Kenapa ada kesimpulan begitu? Karena Dia menggambarkan bahwa langit yang dekat dihiasi dengan bintang-bintang. Dan kita tahu semua bahwa bintang-bintang itu bukan terdapat di atmosfer, melainkan di ruang angkasa.

    Maka, ketika Allah bercerita tentang langit yang tujuh di ayat tersebut, langit yang dimaksudkan adalah langit alam semesta yang jumlahnya 7 tingkat.

    Akan tetapi, di ayat-ayat yang lain Allah menggunakan kata-kata assamaa' dan assamawaat untuk menggambarkan atmosfer Bumi. Hal itu, misalnya, terdapat pada ayat-ayat berikut ini.

    QS. Al Baqarah (2): 29
    " Dia lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di Bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."

    Di situ digambarkan betapa Allah menciptakan segala, sesuatu di Bumi untuk manusia. Kemudian Dia memproses langit yang tujuh. Di ayat ini Allah menggunakan kata 'langit', untuk atmosfer. Kenapa demikian, karena langit tersebut ternyata diproses setelah Bumi terbentuk.

    Jika yang dimaksudkan adalah langit alam semesta, hal itu menjadi tidak cocok. Karena sesungguhnya proses terbentuknya langit semesta lebih dulu dibandingkan dengan Bumi. Planet Bumi adalah bagian dari langit semesta, disamping miliaran matahari dan triliunan planet yang ada.

    Ayat lain yang menunjukkan 'langit' sebagai atmosfer terdapat pada ayat-ayat berikut ini.

    QS. Ruum (30): 48
    " Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan ke luar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba Nya yang dikehendaki Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira."

    Karena 'langit' di sini dikaitkan dengan hujan, kita lantas bisa mendapatkan gambaran bahwa yang dimaksudkan adalah atmosfer. Maka, ketika Allah menyebutkan bahwa langit tersebut ada tujuh, orientasi pemahaman kita menuju kepada lapisan-lapisan atmosfer yang memang ada tujuh lapis, yaitu: Troposfer, stratosfer, ozonosfer, mesosfer, ionosfer, eksosfer, dan magnetosfer.

    Pemakaian kata 'langit' untuk dua hal yang berbeda ini seringkali membingungkan mereka yang kurang akrab dengan masalah astronomi. Mereka rancu menyamakan antara atmosfer dengan langit ruang angkasa.

    Hal itu, misalnya, terlihat dari pemahaman mereka terhadap ayat ayat berikut ini.

    QS. Al Baqarah (2): 22
    Dialah Yang menjadikan Bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui."

    QS. Al anbiyaa (21): 32
    " Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya."

    Ayat-ayat di atas menceritakan bahwa langit berfungsi sebagai atap. Hal ini memang cocok dengan fungsi atmosfer sebagai pelindung Bumi. Keberadaan atmosfer telah melindungi Bumi dari 'serangan' batu-batu langit yang setiap hari berjatuhan ke arah Bumi. Batu-batu yang masuk ke atmosfer Bumi telah dihadang olehnya, untuk kemudian dibakar oleh gesekan udara yang memiliki kecepatan putar lebih dari 1600 km per jam. Jadi dalam hal ini, atmosfer telah berfungsi sebagai atap yang melindungi Bumi.

    Persoalannya menjadi lain ketika kita berbicara tentang langit yang bukan atmosfer. Karena langit angkasa luar tersebut berupa ruang yang sangat besar, berisi triliunan benda langit. Bukan berupa lapisan-lapisan udara seperti yang terdapat dalam atmosfer kita.

    Maka, ketika Allah menyebutnya sebagai berlapis tujuh, cara pemahamannya berbeda dengan memahami atmosfer Bumi. Disinilah banyak yang terjebak pada pemahaman yang rancu antara keduanya.

    Kerancuan itu, misalnya, terlihat dari pemahaman langit sebagai atap. Banyak beredar pemahaman di kalangan umat Islam, katanya, langit alam semesta ini berbentuk atap, sebagaimana dijelaskan pada ayat-ayat di atas. Padahal penjelasan itu terkait ke langit atmosfer. Bukan langit semesta.

    Sehingga, tafsir yang muncul terhadap langit berlapis tujuh itu menjadi begitu sederhana dan naif. Bahwa, langit alam semesta dipersepsi bertumpuk-tumpuk seperti kue lapis. Lapis pertama adalah langit pertama, lapis kedua adalah langit kedua dan seterusnya sampai langit yang ke tujuh.

    Hal ini tentu saja tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Dan bisa menjadi bahan olok-olok yang tidak mengenakkan hati dari orang-orang yang tidak suka kepada Islam. Tentu, kita harus memberikan penafsiran yang lebih proporsional, sesuai kenyataan ilmiah.

    LANGIT PERTAMA

    Barangkali kita telah sepaham, bahwa yang disebut langit adalah 'ruang' tak berhingga besar yang terhampar di atas kita. Baik bagi kita yang berada di Indonesia, maupun yang di balik Bumi Indonesia, yaitu di Amerika. Sekali lagi langit adalah ruangan raksasa yang berisi triliunan benda langit seperti planet, bulan, meteor, matahari, nebula, galaksi, superkluster, dan lain sebagainya. Termasuk Bumi kita ini berada di dalam langit. Jadi langit adalah 'ruang angkasa'.

    Nah, Allah menginformasikan di dalam Al Qur'an bahwa langit itu ada tujuh tingkat. Langit yang pertama adalah langit yang dihuni oleh manusia dan makhluk-makhluk berdimensi 3, seperti binatang, tumbuhan dan benda-benda mati, yang terdapat di planet Bumi. Ditambah lagi, segala benda langit yang mengisinya. Itu semua adalah makhluk di langit pertama. Langit pertama itu di dalam istilah agama disebut sebagai 'Langit Dunia'.

    Allah telah memberikan gambaran yang menarik di dalam Al Qur'an, tentang langit Dunia itu.

    QS. Fushshilat (41): 12
    Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

    Artinya, seluruh ruang angkasa yang berisi triliunan bintang, matahari, galaksi, nebula, meteor, dan segala benda langit termasuk Bumi itu, oleh Allah disebut sebagai langit Dunia. Kata 'Dunia' memiliki arti 'dekat'. Jadi, maknanya menjadi langit yang dekat.

    Padahal sebagaimana kita tahu, bahwa langit yang disebut 'dekat' oleh Allah itu bukanlah jarak yang dekat bagi manusia. Saya sudah pernah menyampaikan bahwa jarak bintang yang terdekat saja membutuhkan waktu 428 tahun untuk datang ke sana. Itu pun kalau kita menggunakan pesawat tercepat milik manusia, misalnya Challenger, atau Columbia yang berkecepatan 20.000 km per jam.

    Kalau kita menggunakan kecepatan yang lebih tinggi, katakanlah cahaya sebagai kecepatan puncak di alam semesta ini waktu tempuhnya juga masih sangat lama, yaitu butuh waktu 8 tahun, baru sampai di bintang terdekat itu. Apalagi untuk menuju bintang-bintang yang lebih jauh. Ada yang membutuhkan waktu sejuta tahun. Ada pula yang memerlukan waktu 1 miliar tahun. Bahkan yang terjauh bisa membutuhkan waktu 10 miliar tahun!

    Jadi, Langit Dekat itu, bukanlah langit yang kecil dan gampang kita tempuh. Usia kita yang cuma puluhan tahun ini tidak berarti apa-apa untuk menempuh jarak antar bintang. Apalagi untuk mengembara dan mengarungi alam semesta. Sama sekali tidak mungkin!

    Padahal kita sudah menggunakan sebuah cara yang juga mustahil', yaitu naik pesawat dengan 'kecepatan cahaya'. Kenapa tidak mungkin? Karena sungguh, tidak ada benda apa pun di alam semesta yang bisa dipercepat mencapai kecepatan cahaya. Benda tersebut bakal hancur, semburat menjadi partikel-partikel kecil sub atomik. Secara lebih detil, akan saya jelaskan pada bagian lain.

    Ada juga yang tidak percaya dan mempertanyakan: apakah betul kecepatan tertinggi di alam semesta ini adalah cahaya? Ya, begitulah sains menbuktikan. Memang ada semacam 'angan-angan' dan harapan dari beberapa kalangan supaya di alam semesta ini ada kecepatan yang lebih tinggi dari cahaya, supaya mereka bisa menjelaskan beberapa hal yang muskil.

    Akan tetapi, sampai sekarang keinginan itu tidak pernah bisa dibuktikan. Kecepatan tertinggi di alam semesta sampai sekarang, tetap adalah kecepatan cahaya, yaitu 300.000 km per detik. Maka seluruh penjelasan tentang gerak di alam semesta ini masih harus berpatokan pada kecepatan cahaya tersebut. Sehingga, perhitungan relativitas waktu pun masih diukur dengan kecepatan cahaya.

    Jadi, kembali lagi kepada alam semesta, ternyata alam semesta kita ini memang demikian besarnya. Diperkirakan diameternya mencapai 30 miliar tahun cahaya. Artinya, jika cahaya mencoba menyeberangi alam semesta. dari tepi kiri menuju tepi kanan, ia butuh waktu selama 30 miliar tahun! Sungguh sebuah ukuran yang sangat besar!

    Apalagi manusia. Jika manusia menyeberangi alam semesta dengan menggunakan pesawat ulang alik berkecepatan 20 km per jam, maka waktu yang diperlukannya adalah sekitar 1,62 miliar miliar tahun, alias 1,62 dengan sepuluh pangkat 18 tahun. Sebuah hal yang sangat muskil dilakukan oleh manusia!

    Diperkirakan alam semesta ini memuat partikel sejumlah 10 pangkat 81, yang tersebar di seluruh penjuru langit. Di antaranya, yang terbanyak adalah yang berada di pusat alam semesta. Yang lain tersebar dalam bentuk benda-benda langit dan debu angkasa. Termasuk, partikel-partikel pembentuk matahari, bintang, nebula, dan planet Bumi.

    Secara sederhana, alam semesta ini boleh diumpamakan seperti sebuah bola raksasa yang memuat triliunan benda langit. Mulai dari yang terkecil, debu-debu angkasa, batu meteor, batu komet, batu asteroid, satelit, planet, matahari, bebagai jenis bintang-bintang, galaksi, sampai yang terbesar, super cluster.

    Seluruh benda langit itu membentuk sistem saling tarik-menarik dan saling 'mengikat' lewat gaya gravitasi. Coba bayangkan, ada triliunan kelereng yang sedang mengambang di awang-awang. Triliunan benda itu semuanya bergerak. Tidak ada yang diam! Dan 'sedikit' sekali terjadi tabrakan, terutama pada kelereng-kelereng yang berukuran besar. Karena masing-masing kelereng itu memiliki lintasan geraknya masing-masing. Kecuali benda-benda langit yang bergerak bebas dan tidak memiliki lintasan orbit.

    Kita melihat sebuah 'demonstrasi' kekuatan yang Maha Dahsyat, yang mengatur keseimbangan gerakan itu. Jika tidak, maka sungguh seluruh benda langit itu akan saling bertabrakan, dan menjadi kacaulah langit kita.

    Akan tetapi, yang terjadi bukan begitu. Meskipun sudah berlangsung selama 12 miliar tahun, benda-benda langit itu bergerak secara harmonis. Benda-benda langit yang berukuran besar, memiliki dua jenis gerakan. Gerakan pertama adalah gerakan berputar pada dirinya sendiri, yang dikenal sebagai gerakan rotasi. Sedangkan gerakan kedua adalah gerakan melingkari benda yang lebih besar dari dirinya, yang dikenal sebagai gerakan revolusi.

    Jadi bisa kita bayangkan, betapa benda yang paling kecil adalah benda yang paling 'pusing'. Ambillah contoh, Bulan. Bulan adalah satelit Bumi. la berputar pada dirinya sendiri. Selain itu, ia juga mengitari Bumi pada lintasan orbitnya yang berjarak sekitar 1 menit cahaya alias sekitar 18 juta km dari Bumi.

    Lintasan itu memiliki pola yang tetap. Sehingga pergerakan Bulan bisa dihitung secara akurat oleh manusia. Katakanlah, waktu terjadinya gerhana Bulan. Manusia telah bisa memperkirakan kapan bakal terjadi gerhana Bulan di tahun tahun mendatang. Karena itu, pergerakan bulan ini bisa dijadikan patokan penanggalan alias kalendar. Termasuk kalendar Hijriyah yang digunakan oleh umat Islam. Satu kali perputaran Bulan mengelilingi Bumi membutuhkan waktu 29,5 hari.

    Bukan hanya bulan yang bergerak, tetapi juga Bumi. Planet yang memuat sekitar 5 miliar manusia ini berputar pada dirinya sendiri. Satu kali rotasi menghabiskan waktu 24 jam alias sehari. Selain itu juga berputar mengelilingi matahari dalam kurun waktu 365,25 hari, satu kali putaran, yang disebut sebagai setahun.

    Maka kita melihat di sini, bahwa bulan mengelilingi Bumi pada periode tertentu, dengan cara tertentu. Dan kemudian, Bumi bersama Bulan, mengelilingi matahari pada periode tertentu dengan cara tertentu pula.

    Nah, apakah Matahari juga bergerak seperti itu? Ternyata ya. Matahari yang menjadi pusat pergerakan sembilan planet termasuk Bumi ini, ternyata juga bergerak berotasi dan berevolusi. Selama sekitar 5 miliar tahun Matahari bergerak berirama bersama kesembilan planet, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto; mengelilingi sebuah Bintang yang berukuran sangat besar yang berada di pusat Galaksi Bima sakti.

    Galaksi Bima Sakti beranggotakan sekitar 100 miliar matahari. Kesemuanya berputar mengelilingi pusat galaksi yang berbentuk cakram. Bumi dan tatasurya kita terletak di salah satu wilayah agak ke pinggir dari cakram tersebut.

    Maka, Dalam satu galaksi ini saja kita bisa 'melihat' betapa ada bermiliar-miliar benda langit yang sedang bergerak dalam sebuah irama yang sangat harmonis. Ratusan miliar matahari, dan triliunan planet, asteroid, satelit, serta berbagai batu angkasa sedang 'menari-nari' dalam komposisi irama galaksi Bima Sakti yang sangat mengagumkan.

    Namun, dari data Astronomi juga diketahui bahwa jumlah galaksi di alam semesta ini ternyata sangatlah banyak., Bisa mencapai ratusan miliar galaksi. Bahkan boleh jadi triliunan. Setiap saat, para ahli astronomi bisa menemukan sejumlah gugusan bintang alias galaksi lewat teleskop Hubble atau Spitzer atau Compton.

    Ternyata, bukan hanya matahari atau bintang-bintang yang bergerak secara berirama dalam satu gugusan. Melainkan, galaksi-galaksi itupun bergerak berotasi dan revolusi mengelilingi sebuah galaksi yang sangat besar. Tidak kurang dari 100 miliar galaksi diperkirakan bergerak berirama membentuk gugusan galaksi yang disebut Supercluster. Lagi-lagi kita melihat sebuah orchestra alam semesta yang luar biasa dahsyatnya, dalam sebuah parade triliunan matahari yang 'menari-nari' dengan cantik sekali.

    Sampai disinikah besarnya alam semesta? Ternyata tidak. Gerakan-gerakan berputar dan berirama itu terus membesar, membesar dan membesar. Dari Bulan mengelilingi Bumi, kemudian mengelilingi Matahari, lantas mengelilingi pusat galaksi, dan berevolusi mengitari pusat Supercluster, diperkirakan masih terus membentuk gugusan gugusan yang lebih besar yang belum ketahuan tepinya. Meskipun, para. ahli menyimpulkan alam semesta ini besarnya terbatas pada diameter 30 miliar tahun cahaya. Tapi, disinilah manusia mulai merasakan situasi 'kritis' atas pemahamannya terhadap alam semesta. Mereka dihadang oleh sebuah 'Kekuasaan' dan 'Kecerdasan' yang Sangat Misterius, yang sedang menggelar sebuah Orkestra Maha Dahsyat dalam skala yang tidak terbayangkan .

  4. Author

    Benarkah Miraj Nabi Muhammad adalah simbol keilmuan tentang penerbangan antar planet?

    Jawabnya: YA. Seperti "penerbangan" yang pernah dialami juga oleh Ibrahim, kemudian kembali ke Bumi, serta "penerbangan" yang pernah di alami oleh Adam dan Isa yang sama2 tidak kembali ke planet asalnya.

    Lalu, bisakah kita membuatnya/melaksanakannya sekarang juga?

    Jawabnya : TIDAK. Allah telah menyatakan di dalam Alquran bahwa kita tidak akan bisa menjalani peradaban ini dengan waktu yang sekaligus. Atau bisa dikatakan harus melalui proses setingkat demi setingkat. Sehingga dalam hal ini semua yang ada berproses semakin maju dan semakin canggih seiring sunatullah yang berlaku.

    Surat 84/19 :
    "Sesungguhnya kamu akan menjalani setingkat demi setingkat."

    Surat 57/22 :
    "Apa-apa yang terjadi di Bumi atau pada dirimu sendiri semuanya sudah tertulis dalam kitab sebelum Kami melaksanakannya."

    Surat 36/42 :
    "dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu (pesawat angkasa)."

    Jika saat ini "kecanggihan" peradaban kita baru berupa komunikasi handphone, komputer, motor, mobil, pesawat udara, kapal selam, dan yang paling muktahir adalah penerbangan ke Bulan. Itu pun juga masih banyak kekurangan di sana sini di mana pesawat Apollo kita sempat meledak hanya beberapa menit sesudah lepas landas.

    Atau baru mampu menyelidiki planet-planet melalui pengamatan satelit saja, belum sanggup menginjak langsung ke permukaannya, maka lainnya halnya dengan manusia (mahluk berakal) di luar Bumi, mereka sudah mampu ke antar planet, termasuk mengunjungi Bumi kita dengan UFO nya. Dan hal inilah yang memang menjadi misteri besar untuk kita buktikan bersama.

    Dan di masa depan kelak, barulah memang semua pencapaian ilmu kita dalam berbagai bidang itu telah berada di puncaknya. Sehingga akhirnya terlaksanalah penerbangan antar planet tersebut. Dan kita pun akhirnya mampu mendarat di setiap planet. Dan terjadilah peradaban yang benar-benar modern.

    Surat 55/33:
    "Wahai jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus langit dan bumi, maka lintasilah. Kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan (ilmu pengetahuan)."

    Surat 16/8:
    "Dan dia menciptakan bighal dan keledai sebagai kendaraanmu (kendaraan hewan). Dan Tuhanmu menciptakan yang tadinya tidak kamu ketahui (yaitu kendaraan mesin)."

    Surat 43/12:
    "Dan Dia lah yang menciptakan semua dengan berpasang-pasangan. Dan dijadikanNya kapal (kendaraan mesin) serta binatang ternak (kendaraan hewan)"

    Surat 15/14-15:
    "Seandainya Kami bukakan pintu langit. Lantas mereka menaikinya. Niscaya mereka berkata, "mata kami telah disulap dan selama ini telah di sihir (oleh ajaran-ajaran palsu)."

    Mungkin kenyataan tentang adanya mahluk hidup berakal diluar Bumi ini terasa sangat berat diterima oleh sebagian besar orang, atau bahkan oleh kalangan Muslim sendiri. Tapi disini lah iman, ilmu dan amal kita di uji. Dan semua kembali pada misterinya perjalanan waktu yang dari masa ke masa memang selalu memberikan fakta-fakta akan kebenaran ayat-ayat Allah.

    *****BATAS TUJUAN*****

    Jika benar penerbangan antar planet dapat terwujud, apakah itu berarti kita dapat juga menjelajah planet-planet di luar tata surya kita ini? Galaksi lainnya?

    Jawabnya : TIDAK.

    Kehidupan kita telah di kurung oleh Allah dalam tata surya kita ini saja. Lebih jelas mengenai tata surya, baca Tata Surya.

    Kita tidak akan mampu melebihi atau melewati planet terujung dari tata surya ini, yakni Muntaha. Planet ke 7 diatas kita. Atau planet terakhir ke 10 dari matahari. Tempat berhenti. Petunjuk ini sudah di beritakan oleh nabi kita sejak jauh-jauh hari, yakni dalam peristiwa Mirajnya tersebut.

    Surat 53/13-17:
    "Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu pada waktu yang lain"
    "(yaitu) di Sidratul Muntaha."
    "Di dekatnya ada surga tempat tinggal."
    "(Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya."
    "tidak menyimpang dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya."

    Susunan ayat diatas memberikan penjelasan. Selain diketahui Muhammad Miraj ke sana, ayat diatas juga memberikan petunjuk bahwa disana adalah merupakan Surga pertamanya Adam. Yakni di Muntaha tersebut. Hingga akhirnya ia bersama istrinya di turunkan ke Bumi. Dan kita sebagai anak cucunya Adam kelak akan berkunjung ke planet nenek moyang kita tersebut.

    Jadi sekali lagi, ternyata kepandaian kita disini telah di batasi oleh Allah. Tidak akan mampu lagi untuk melampaui tata surya kita ini. Dan ini juga di perkuat bahwa memang tatasurya di luar kita atau galaksi-galaksi lainnya hanya lah sebatas hiasan langit saja yang ditujukan untuk menambah ketakwaan kita akan kebesaranNya, 15/16. 85/1. Serta sebatas petunjuk bagi orang yang melakukan perjalanan saja, 6/97, 16/16.

    Kesimpulannya, melampaui Muntaha berarti maut. Karena terdapat banyak sekali bahaya dari benda-benda langit yang ada. Dan alasan utamanya karena memang ilmu kita terhenti pada level ini. Disinilah batas kemampuan akal kita sebagai sarana yang bisa "menciptakan" kecanggihan benda.

    *****AKHIR ZAMAN*****

    Jika benar di planet lain terdapat manusia, apakah mereka juga memiliki ajaran Allah?

    Jawabnya: YA. Hal ini di sinyalir dari petunjuk surat 14/4 yang berbunyi:

    "Kami tidak mengutus seorang rasul kecuali dengan bahasa lidah mereka sendiri, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka...."

    Keterangan : Jangankan pada manusia, di dunia Jin pun juga ada rasulNya. Allah telah mengutus rasulNya dari jenis mereka masing-masing, 6/130.

    Maka jelas sekali bahwa keadaan di planet luar Bumi memang sama dengan keadaan di Bumi kita ini juga, yakni sama terdapat banyak manusia yang beriman dan yang kafir. Kesimpulan ini juga dapat kita lihat lagi pada maksud surat 3/83, 22/18, dan 12/105.

    Surat 13/15:
    "Hanya kepada Allah tunduk semua yang ada di planet dan di Bumi, baik dengan ikhlas maupun terpaksa. Dan tunduk pula bayang-bayang mereka di waktu pagi dan petang."

    Surat 55/29:
    "Orang-orang yang di planet dan di Bumi selalu meminta suatu (membutuhkan pertolongan) kepadaNya. Setiap waktu Dia mengurus mahlukNya".

    ****************

    Lalu bagaimana berlakunya Muhammad sebagai Nabi Terakhir untuk semesta alam?

    Surat 16/89 menyatakan bahwa Alquran mengandung jawaban bagi setiap permasalahan karena itu sejalan lah bahwa Alquran memang berfungsi di segala zaman, dan di segala tempat.

    Surat 21/107:
    "Dan tidaklah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam."

    Dan karena Muhammad adalah Nabi yang membawa kitab Alquran tersebut, maka pantaslah beliau dinyatakan sebagai Nabi terakhir untuk seluruh manusia yang ada di tata surya kita ini.

    Surat 7/158:
    "Katakanlah: "Wahai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan planet dan Bumi tidak ada Tuhan selain Dia... ".

    Sesudah maksimalnya kemajuan teknologi di masa depan kelak, maka Alquran saat itu akan di bawa orang terbang ke setiap planet. Dan Alquran sendiripun akan disambut dengan tangan terbuka karena sesuai dengan wasiat dari Nabi-nabi di planet2 itu yang hidup sebelum masa kenabian Muhammad.

    Surat 19/93:
    "Semua orang-orang yang ada di planet dan di Bumi datang menghadap kepada Allah Yang Maha Pemurah tidak lain adalah sebagai hambaNya."

    Surat 33/40:
    "Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasul dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

    ******************

    Kemudian bagaimana dengan pertemuan manusia antar planet itu? adakah perubahan pada jalannya kehidupan?

    Jawabnya: BANYAK SEKALI.

    Salah satunya yang akan kita urai sedikit disini adalah perubahan di bidang kebendaan dan di bidang kejiwaan. Di bidang kebendaan, orang tidak lagi membutuhkan jalan raya, rel kereta yang keduanya sangat menghabiskan tenaga, tempat dan waktu. Karena orang akan beralih ke teknologi yang lebih modern yaitu kendaraan piring terbang. Orang akan menggunakan daerah itu untuk tempat kediaman atau sekedar kebutuhan standar lainnya. Orang akan bekerja sama di berbagai bidang pada sesama manusia antar planet. Kehidupan saat itu akan benar-benar berada di taraf tertinggi.

    Di bidang kejiwaan, orang akan menyadari bahwa manusia berawal dari 1 diri yang bermula di Muntaha, yaitu surga pertamanya Adam, lihatlah surat 20/117-119 dan 53/14.

    Kemudian dari itu pula maka akhirnya banyak orang yang menyadari kebenaran Alquran seperti yang tercantum di surat 15/14-15 dan di perkuat surat 42/12-14. Setelah banyak perubahan yang terjadi, maka seiring naluri manusia yang memang tidak pernah puas akan memenuhi nafsunya, maka terjadilah saling perebutan kekuasaan dan wilayah sehingga dari hal tersebut berlakunya perang besar-besaran antar planet yang di nyatakan surat 18/99. Dan saat itulah akhir cerita dari semuanya, yaitu Allah menutup kehidupan ini dengan meluluhlantahkan total alam semesta ini, termasuk tatasurya kita di dalamnya.

    Sejalan lah dengan firman Allah bahwasanya...

    kisah ini pasti berakhir

    ketentuan surat

    Al Qashash (kisah) ayat terakhir

    yang berbunyi :

    "Dan jangan lah kamu sekali-kali menyembah Tuhan selain Allah. Tidaklah ada Tuhan selain Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti akan binasa, kecuali Allah. Dia lah yang menentukan tiap-tiap sesuatu dan kepadaNyalah kamu akan dikembalikan."

Leave a Reply