Memahami “cinta pemberian Allah ini” …. GUNAnya untuk apa bagiku? Untuk apa aku diberi cinta ini? {TIDAK MUNGKIN aku bisa membuat “cinta ini”}, hanya BISA kusimpulkan …. CINTA pemberian Allah ini = untuk hidup di MASA DEPANku setelah mati … wallahua’lam.-------------------- Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang, maka Allah timpakan ke kamu pedihnya sebuah pengharapan. Supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya.”{Imam Syafi’i}------------------------------ “ Cintailah kekasihmu (secara) sedang-sedang saja, siapa tahu suatu hari dia akan menjadi musuhmu; dan bencilah orang yang engkau benci (secara) biasa-biasa saja, siapa tahu suatu hari dia akan menjadi kecintaanmu." (HR. Tirmidzi)---------------------------------- “ Sesungguhnya orang-orang yang saling mencintai, kamar-kamarnya di surga nanti terlihat seperti bintang yang muncul dari timur atau bintang barat yang berpijar. Lalu ada yang bertanya, “ siapa mereka itu?, “ mereka itu adalah orang-orang yang mencintai karena Allah ‘Azzawajalla.” (HR. Ahmad)--------------------------------- “ Siapa yang mencintai seseorang karena Allah, kemudian seseorang yang dicintainya itu berkata, “ Aku juga mencintaimu karena Allah.” Maka keduanya akan masuk surga. Orang yang lebih besar cintanya akan lebih tinggi derajatnya daripada yang lainnya. Ia akan digabungkan dengan orang-orang yang mencintai karena Allah.” (HR. Al Bazaar)-------------------

Memahamicinta pemberian Allah ini” …. GUNAnya untuk apa bagiku? Untuk apa aku diberi cinta ini? {TIDAK MUNGKIN aku bisa membuat “cinta ini”}, hanya BISA kusimpulkan …. CINTA pemberian Allah ini = untuk hidup di MASA DEPANku setelah mati … wallahua’lam.--------------------

===================================

Cinta yg TIDAK bisa hilang

....... selalu MELEKAT 

….. selalu terINGAT

…… BAHAGIA sekali jika DEKATwalau hanya bisa MELIHAT saja.

....... IMPOSSIBLE, cinta ini BUKAN pemberian ALLAH. …..Pasti karena KEHENDAK ALLAH .... untuk dunia JANNAH yg diperlihakan padaku …. Dunia masa depan-ku …… wallahua'lam

….. yg kupahami SURGA= bersama yg dicintainya, dg CINTA = maka akan bisa merasakan BAHAGIA … merasakan APA itu SURGA/jannah setelah mati, …. Bisa merasakan INDAH dan NIKMAT surga, apalagi bersama JODOH/pasangan bidadari/bidadara !! …… wallahua’lam.

……. Yg tidak paham atau “tidak pernah diperlihatkan surga” MAKA akan hanya membayangkan bersama bidadari/bidadara dan hanya berpikir ML/jima’ saja, ,,,, terbiasa hanya mengikuti HAWA NAFSU syahwat/seks saja jika melihat wanita/lawan jenis. ….. hanya membayangkan surga = hanya SEKS saja….. hanya memperturutkan hawa nafsu saja!! ….. padahal SURGA = alam bahagia … sedangkan BAHAGIA akan didapatkan jika bersama CINTA … "cinta dekat dg ALLAH" …. "Cinta bersama yg diCINTAinya" …… wallahua’lam.

....... kebalikan surga adalah  NERAKA .... alam CELAKA, .. dunia tanpa bahagia ... dunia penuh sengsara .. dunia penuh SIKSAan ...... dst

===============================

 Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang, maka Allah timpakan ke kamu pedihnya sebuah pengharapan. Supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya.”{Imam Syafii}------------------


“ Cintailah kekasihmu (secara) sedang-sedang saja, siapa tahu suatu hari dia akan menjadi musuhmu; dan bencilah orang yang engkau benci (secara) biasa-biasa saja, siapa tahu suatu hari dia akan menjadi kecintaanmu." (HR. Tirmidzi)--------------

Sesungguhnya orang-orang yang saling mencintai, kamar-kamarnya di surga nanti terlihat seperti bintang yang muncul dari timur atau bintang barat yang berpijar. Lalu ada yang bertanya, “ siapa mereka itu?, “ mereka itu adalah orang-orang yang mencintai karena Allah ‘Azzawajalla.” (HR. Ahmad)---------------------------------

“ Siapa yang mencintai seseorang karena Allah, kemudian seseorang yang dicintainya itu berkata, “ Aku juga mencintaimu karena Allah.” Maka keduanya akan masuk surga. Orang yang lebih besar cintanya akan lebih tinggi derajatnya daripada yang lainnya. Ia akan digabungkan dengan orang-orang yang mencintai karena Allah.” (HR. Al Bazaar)-------------------

When I dream about you
That's when everything's all right
You're in my arms

you never go away

Here next to me, forever

Wait for my dreams
Cause I still love, loving you

>> Pernyataan Cinta Karena Allah

Ada seorang sahabat yang berdiri disamping Rasulullah shallalahu alaihi wasallam, lalu seorang sahabat lain lewat dihadapan keduanya. Orang yang berada disamping Rasulullah itu tiba-tiba berkata “Ya Rasulullah, aku mencintai Dia.“
Apakah engkau telah memberitahukan kepadanya?“, tanya Nabi.
belum” jawab orang itu.
Rasulullah shallalahu alaihi wasallam berkata, “Nah, kabarkanlah kepadanya!“.
Kemudian orang itu segera berkata kepada sahabatnya. “Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.“
Dengan serta merta orang itu menjawab, Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya“. (HR. Abu dawud).

Dari kisah diatas, menunjukkan bahwa peryataan rasa cinta diperbolehkan bahkan dianjurkan sendiri oleh Rasulullah SAW. Namun, dengan catatan bahwa pernyataan cinta teraebut berlandaskan kepada rasa cinta terhadap Allah SWT. Cinta yang berlandaskan kepada Cinta karena Allah sudah pasti jauh dari kata yang mendekati perbuatan dosa. Cinta karena Allah berarti merupakan cinta yang penuh keseriusan dalam rangka mengajak menjalin ikatan yang sah di mata agama.

Nabi shallallahualaihi wasallam mengajarkan sikap saling mencintai kepada sesama. Bahkan  Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

Apabila seorang muslim mencintai saudaranya (karena Allah) hendaklah dia memberitahukan (kepadanya)“ (HR. Abu dawud dan Tarmidzi).

Artinya bahwa jika seorang muskim mencintai muslim lainnya maka ia harus memberitahukannya. Namun, tentunya harus dilakukak dalam kotidor keislaman dan keimanan. Sesuangguhnya hal yang demikian inilah yang menunjukkan bahwa rasa cinta dan pernyataan cinta tersebut didasari atas kecintaan terhadap Allah SWT.

Dari Abu Hurairah radhiyallahuanhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. bersabda:

Sesungguhnya ada seseorang yang mengunjungi saudaranya di kota lain. Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk mengikutinya. Ketika malaikat sampai kepadanya, ia berkata, “Hendak ke mana engkau?” Orang itu berkata, “Aku akan mengunjungi saudaraku di kota ini.” Malaikat berkata, “Apakah ada hartamu yang dikelola olehnya?” Ia berkata, “Tidak ada, hanya saja aku mencintainya karena Allah.” Malaikat itu berkata, “Sesunggunya aku adalah utusan Allah kepadamu. Aku diperintahkan untuk mengatakan bahwa Allah sungguh telah mencintaimu sebagaimana engkau telah mencintai saudaramu itu karena Allah.” (HR. Muslim)

Dari Anas radhiyallahuanhu berkata bahwa nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

Tidaklah termasuk beriman seseorang diantara kamu sehingga mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” ( HR Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Nasa’i).

Berdasarkan hadist diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa rasa mencintai dan kemudian mengungkapkan rasa cinta apabila merupakan rasa cinta karena Allah maka hal tersebut dianjurkan untuk di nyatakan. Sebab kecintaan seorang muslim kepada muslim lainnya, amat di anjurkan sebagai bentuk ajaran keislaman. Namun, sekali lagi hal tersebut harus berada dalam koridor dan kadar yang tidak melebihi kecintaan kepada Allah. Tunjukkan bahwa benar pernyataan cinta anda didasari atas cinta karena Allah, maka seyogyanya hal tersebut tidak bertentangan dengan nilai keislaman.

================================================

>> Pernyataan Cinta dengan Tujuan Lain

Di era moderen seperti saat ini, fenomena menyatakan cinta bagi kalangan muda dianggap menjadi hal yang lumrah. Namun, islam tentunya memiliki pandangan lain akan hal ini. Sebab pastinya bagi mereka yang masih dianggap awam mengenai hakikat cinta akan menyalah artikan bahwa pernyataan cinta kepada lawan jenis sah-sah saja dilakukan. Padahal perkara ini dapat menjadi sumber sekaligus juga memicu perbuatan dosa lainnya. Perbuatan dosa yang dimaksud adalah godaan untuk kemudian berbuat zina dan bahkan mendekati zina.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya:

Tidaklah aku meninggalkan fitnah sepeninggalku yang lebih berbahaya terhadap kaum lelaki dari fitnah (godaan) wanita.” (Muttafaqun ‘alaih, dari Usamah bin Zaid radhiyallahuanhuma).

Dalam hadist diatas menjelaskan bahwa hal yang paling berbahaya bagi kaum pria tidak lain adalah godaan dari kaum wanita. Dengan tegas pula Rasulullah menyatakan akan hal ini. Maka dari itu, salah satu hal yang bisa menjerumuskan kita kepada godaan ini tentunya diawali dengan pernyataan cinta yang pastinya dilakukan untuk tujuan lain. Tujuan yang dimaksud disini tidak lain adalah mengarah kepada perbuatan yang berhubungan dengan hasrat seksual seseorang kepada lawan jenis.

Dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa Beliau bersabda:

“Telah ditulis atas anak adam nashibnya (bagiannya) dari zina, maka dia pasti menemuinya, zina kedua matanya adalah memandang, zina kakinya adalah melangkah, zina hatinya adalah berharap dan berangan-angan, dan dibenarkan yang demikian oleh farjinya atau didustakan.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i).

Dalam memenuhi hasrat tersebut, pastinya seseorang cenderung memgarahkan perbuatannya mengarah kepada upaya perzinahan. Tentunya pernyataan cinta dengan tujuan mengarah kepada hal demikiam hukumnya adalah diharamkan. Ini juga bisa menjadi salah satu cara untuk mendekati zina yang sudah jelas-jelas dilaknat oleh Allah SWT. Tentu saja hal ini sama sekali tidak sesuai dengan kaidah ajaran islam.

===============================

Bukti CINTA kepada ALLAH = TAQWA kepada Allah ... Mengikuti Rasulullah
-------------------------
>> Mengaku CINTA pada Allah … = harus TAKWA pada Allah
>> CINTA pada-Nya = Mengerjakan semua PERINTAH-Nya dan menjauhi semua LARANGAN-Nya. … >> CINTA pada Allah = DEKAT dg Allah
>> Di luar TAKWA = MUNAFIKFASIKKAFIR … = MENIPU Allah, mengKHIANATi Allah
---------------------------------
"Katakanlah: 'Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.' Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah: 'Taatilah Allah dan RasulNya; Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir." (Al-Imran: 31-32)
----------------------------------------------
…………………cemburu = tanda cinta ……………………
Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
لَا أَحَدَ أَغْيَرُ مِنَ اللهِ وَلِذَلِكَ حَرَّمَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَلَا شَيْءَ أَحَبُّ إِلَيْهِ الْمَدْحُ مِنْ اللهِ وَلِذَلِكَ مَدَحَ نَفْسَهُ
“Tidak ada seorang pun yang lebih pencemburu daripada Allah, oleh karena itu Allah mengharamkan perbuatan-perbuatan kejibaik yang terlihat ataupun yang tersembunyi. Tidak ada satupun yang lebih senang dipuji melebihi Allah dan karena itulah Allah memuji diri-Nya sendiri.” (Muttafaq Alaih).

Allah Ta’ala berfirman, “Katakanlah (Muhammad), “Tuhanku hanya mengharamkan segala perbuatan keji yang terlihat dan yang tersembunyi, perbuatan dosa, perbuatan zhalim tanpa alasan yang benar, dan (mengharamkan) kamu mempersekutukan Allah dengan sesuatu, sedangkan Dia tidak menurunkan alasan untuk itu, dan (mengharamkan) kamu membicarakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-A’râf [7]: 33).

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan beliau bersabda,
أَتَعْجَبُونَ مِنْ غَيْرَةِ سَعْدٍ؟ وَاللهِ لَأَنَا أَغْيَرُ مِنْهُ وَاللهُ أَغْيَرُ مِنِّي، وَمِنْ أَجْلِ غَيْرَةِ اللهِ حَرَّمَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَلَا أَحَدَ أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعُذْرُ مِنَ اللهِ، وَمِنْ أَجْلِ ذَلِكَ بَعَثَ الْمُبَشِّرِيْنَ وَالْمُنْذِرِيْنَ، وَلَا أَحَدَ أَحَبُّ إِلَيْهِ الْمِدْحَةُ مِنَ اللهِ وَمِنْ أَجْلِ ذَلِكَ وَعَدَ اللهُ الْجَنَّةَ
Apakah kalian merasa heran dengan rasa cemburu yang dimiliki oleh Sa’ad? Demi Allah, aku lebih pencemburu daripada Sa’ad dan Allah itu lebih pencemburu dari diriku. Dan karena itulah Dia mengharamkan hal-hal keji baik yang nampak maupun yang tersembunyi. Dan tidak ada yang lebih suka memaafkan melebihi Allah, dan karena itulah Dia mengutus (para Rasulsebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Dan tidak ada yang lebih mencintai pujian melebihi Allah. Oleh karena itulah Dia menjanjikan surga (kepada para hamba-Nya yang beriman).” (Muttafaq Alaih).
…………………………………………………….
<<< cinta pada Allah = dekat pada Allah>>>>

“Sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Allah SWT.). (QS. Al-Alaq : 19).

Jika hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang diri-Ku, bahwa sesungguhnya Aku dekat dan mengabulkan seruan yang memanggil jika Aku dipanggil”. (QS. Al-Baqa- rah : 186).

Riwayat Abu Nu’aim dari Zaid bin Arqam, y.ikni :
Artinya : “Hai Abu Dzar, sembahlah Allah seakan-akan kamu meli- hat-Nya, dan bila kamu tidak melihat-Nya, sesungguhnya Ia melihat kamu”.
………………………………………………
Takwa” adalah mengambil tindakan penjagaan dan juga memelihara diri dari sesuatu
Pengertian takwa menurut syara’ “Takwa” itu berarti menjaga dan memelihara diri dari siksa dan murka Allah dengan jalan melaksanakan perintah-perintah-Nya serta menjauhi semua larangan-larangan-Nya,
….. menjauhi semua kemaksiatan dan taat kepada Allah SWT.

“Tidak ada seorang pun yang lebih cemburu dari Allah takkala hamba-Nya yang laki-laki berzina atau hamba-Nya yang perempuan berzina.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

“Sesungguhnya Allah cemburu, dan sesungguhnya seorang mukmin itu (juga) cemburu, dan kecemburuan Allah itu apabila seseorang mukmin mendatangi (perkara) yang Allah mengharamkannya.”(HR. Al Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah radyallahu anhu)
………………………………………………… cemburu = tanda cinta …..

firman Allah SWT.: “Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka itu adalah orang-orang yang telah mendapatkan kemenangan”. (QS. An-Nur : 52).

Terdapat di dalam surat Ali-Imran ayat 102, artinya: “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah SWT. dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”. .

Di dalam surat Al-A’raf ayat 35, artinya adalah : “Barang- siapa yang bertakwa dan berlaku baik, tidak akan ada rasa khawatir pada diri mereka dan mereka tidak akan berduka cita”. .

Terdapat di dalam surat Al-Baqarah ayat 103, artinya: “Sekiranya mereka beriman dan bertakwa, tentu akan mendapatkan pahala yang lebih baik di sisi Allah, sekiranya mereka mengetahui”. .

Di dalam surat An-Nahl ayat 128, yang artinya adalah : “Sesungguhnya Allah menyertai orang-orang yang takwa dan orang-orang yang berbuat kebajikan”. .

Terdapat pada surat Al-Maidah ayat 96, artinya “Takwalah kamu kepada Allah SWT. yang kepada-Nya nanti kamu akan dikumpulkan”. .

Surat Al-Ahzab, ayat 70 – 71, artinya adalah : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah menghendaki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu.

Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad juga, artinya : “Aku berpesan kepadamu untuk takwa kepada Allah, karena takwa itu pokok pangkal segala sesuatu”.
---------------------------------------------
"Katakanlah: 'Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.' Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah: 'Taatilah Allah dan RasulNya; Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir." (Al-Imran: 31-32)

Ayat ini sebagai pemutus hukum bagi setiap orang yang mengaku mencintai Allah tetapi tidak menempuh jalan Muhammad, Rasulullah saw, bahwa dia adalah pembohong dalam pengakuan cintanya itu sehingga dia mengikuti syariat dan agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. dalam semua ucapan dan perbuatannya. Sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadist shahih, dari Rasulullah saw. beliau bersabda,
"Barangsiapa melakukan suatu amal yang tidak ada perintahnya dari kami, maka amalan itu tertolak."

Dan juga Rasulullah saw. menjelaskan seseorang yang tidak termasuk orang-orang yang mencintainyayaitu beliau bersabda,
"Barangsiapa yang benci dengan sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku." (HR.Syaikhan)
----------------------------------

............ BERSAMBUNG

Views All Time
Views All Time
100
Views Today
Views Today
3

Hits: 54

5 Comments

  1. Cinta Sejati Menurut Islam :
    1. Tidak rela yang dicintai menderita
    2. Rela berkorban apapun demi yang dicintai
    3. Memenuhi segala keinginan dari yang dicintai
    4. Tidak pernah memaksakan kehendak kepada yang dicintai
    5. Berlaku sepanjang masa. { Cinta tersebut hanya ada antara Khalik dan Makhluk},
    -------------------------

  2. Cinta antara makhluk harus ditambah syarat-syarat berikut:
    a. Cintanya tersebut karena Allah S.W T.
    b. Harus memenuhi segala aturan yang dibuat oleh Allah SWT.
    c. Sex bukanlah cinta dan cinta bukanlah sex, tetapi sex adalah bunga-bunga dari cinta dan hanya ada dalam pernikahan dan hanya dengan yang dinikahi
    d. Cinta bukan uang atau harta atau duniawi, tetapi cinta membutuhkan uang, harta dan duniawi.
    ------------------------------ wallahua'lam

  3. Cinta itu adalah sebuah amalan hati yang akan terwujud dalam (amalan) lahiriah. Apabila cinta tersebut sesuai dengan apa yang diridhai Allah SWT, maka ia akan menjadi ibadah. Dan apabila sebaliknya, jika cinta itu tidak sesuai dengan ridha Allah SWT maka akan menjadi perbuatan maksiat (seperti yang terjadi pada zaman sekarang ini). Berarti jelas bahwa cinta adalah ibadah hati yang bila keliru menempatkannya akan menjatuhkan kita ke dalam sesuatu yang dimurkai Allah yaitu kesyirikan.

    Islam menyeru kepada cinta, yaitu cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah, cinta kepada Agama, cinta kepada aqidah, juga cinta kepada sesama makhluk, sebagaimana Allah menjadikan perasaan cinta antara suami istri sebagai sebagian tanda dan bukti kekuasaan-Nya, firman Allah SWT:

    “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (QS. Ar-Ruum: 21)”.

  4. SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan.
    SAYANG adalah kau akan menemaninya di waktu dia membutuhkan.
    CINTA adalah kau akan menemaninya di waktu bagaimana keadaanmu.

Leave a Reply