Memasuki dunia KECEWA, patah hati , gagal , kandas , putus harapan , sakit hati, ….. dst (apalah itu namanya). ----------------- Berusaha MENYELAMInya, merasakan SAKITnya (sudah sering kudapati), … feel pains, merasakan PAINS, dihayati, dinikmati rasa SAKITnya/PAINSnya …… sampai sejauh mana PERIH painsnya …… kuikuti, semakin banyak berHARAP = sakitnya akan bertambah PAINS …… semakin kurang berharap PAINSnya makin berkurang …….. semakin TIDAK berharap = PAINSnya … sakitnya HILANG/mengecil sekali !! ---------------------------- karena aku diperlihatkan masa depan yg penuh CINTA & lalu melihat dunia NYATA, yg tidak kutemukan dunia CINTA itu = SAKIT terasa sekali ……. Jika aku tidak diberi kasyaf/”diperlihatkan” MUNGKIN tidak akan terasa seperti SESAKIT ini. Krn TIDAK akan punya HARAPAN -------------------- BEDA sekali dg orang lain yg TIDAK diperlihatkan (mungkin) …wallahua’lam. …………………… berusaha menyadarkan diri DUNIA ini = BUKAN masa depan /JANNAH, jadi SULIT utk mendapatkan SEPERTI yang kuINGINkan…. Beda sekali dg JANNAH = mendapatkan sesuai HATI INGINkan… hati KEHENDAKI… HATI CINTAi …… jadi wajar menurutku RISALAH HATI-Ku/Ten the Light-ku BEDA dg harapanku….. mulai dari TIDAK SAYANG aku, tidak cinta aku, ,,,, lebih MEMILIH orang lain/laki-laki lain.----------------- krn ini adalah DUNIA = BUKAN JANNAH {dunia CINTA, dunia sesuai KEINGINAN HATI/yg diinginkan hati} ------------------------ ya WAJAR saja, krn krn aku di dunia juga kondisi BANYAK yg TIDAK sesuai KEINGINANku, lebih tubuh, face, uang,harta,finansial,gelar,dst …. sangat MINIM ------------------------- aku menyamakan sesuai keinginan = IMPOSSIBLE ……… Menyamakan kondisi agar sesuai keinginan di JANNAH yg diperlihatkan padaku …….. WALLAHUA’LAM -------------------------------------- ya berharap saja /husnudzon jika Risalah Hatiku/ten the light-ku TIDAK sayang & CINTA aku di dunia ini = BESOK akan MENYESAL selamanya,………………….. NO PROBLEM aku hanya diberi FOTOCOPY Risalah hatiku saja ……. {sorry…. bukan menyumpahi/hanya berhusnudzon … memahami secara POSITIF NALAR AKAL}------------{masih MIKIR, ……utk apa aku diberi cinta sekali oleh Allah, pada Risalah hati-ku/ten the light-ku JIKA dianya mencintai orang lain/pria lain ??? }---------------- wallahua’lam============= isi tema konten : perbedaan BODOH, PEKOK, GOBLOK, STUPID,--- VS ----- PANDAI, PINTAR, CERDAS, BRILIAN, SMART = hanya pada perbedaan MENYIAPKAN BEKAL MATI/akhirat ........, amal jariyah ......, dosa jariyah

Memasuki  dunia KECEWA, patah hati , gagal , kandas , putus harapan , sakit hati, ….. dst (apalah itu namanya). ----------------- Berusaha MENYELAMInya, merasakan SAKITnya (sudah sering kudapati), … feel pains, merasakan PAINS, dihayati, dinikmati rasa SAKITnya/PAINSnya …… sampai sejauh mana PERIH painsnya …… kuikuti, semakin banyak berHARAP = sakitnya akan bertambah PAINS  …… semakin kurang berharap PAINSnya makin berkurang …….. semakin TIDAK berharap = PAINSnya … sakitnya HILANG/mengecil sekali !! ---------------------------- karena aku diperlihatkan masa depan yg penuh CINTA & lalu melihat dunia NYATA, yg tidak kutemukan dunia CINTA itu = SAKIT terasa sekali ……. Jika aku tidak diberi kasyaf/”diperlihatkan” MUNGKIN tidak akan terasa seperti SESAKIT ini. Krn TIDAK akan punya HARAPAN  -------------------- BEDA sekali dg orang lain yg TIDAK diperlihatkan (mungkin) …wallahua’lam. …………………… berusaha menyadarkan diri DUNIA  ini = BUKAN masa depan /JANNAH, jadi SULIT utk mendapatkan SEPERTI yang kuINGINkan…. Beda sekali dg JANNAH = mendapatkan sesuai HATI INGINkan… hati KEHENDAKI… HATI CINTAi …… jadi wajar menurutku RISALAH HATI-Ku/Ten the Light-ku BEDA dg harapanku….. mulai dari TIDAK SAYANG aku, tidak cinta aku, ,,,, lebih MEMILIH orang lain/laki-laki lain.----------------- krn ini adalah DUNIA = BUKAN JANNAH {dunia CINTA, dunia sesuai KEINGINAN HATI/yg diinginkan hati} ------------------------ ya WAJAR saja, krn krn aku di dunia juga kondisi BANYAK yg TIDAK sesuai KEINGINANku, lebih tubuh, face, uang,harta,finansial,gelar,dst …. sangat MINIM  ------------------------- aku menyamakan sesuai keinginan = IMPOSSIBLE ……… Menyamakan kondisi agar sesuai keinginan di JANNAH yg diperlihatkan padaku …….. WALLAHUA’LAM -------------------------------------- ya berharap saja /husnudzon jika Risalah Hatiku/ten the light-ku TIDAK sayang & CINTA aku di dunia ini = BESOK akan MENYESAL selamanya,…………………..  NO PROBLEM aku hanya diberi FOTOCOPY Risalah hatiku saja ……. {sorry….  bukan menyumpahi/hanya berhusnudzonmemahami secara POSITIF NALAR AKAL}------------{masih MIKIR, ……utk apa aku diberi cinta sekali oleh Allah, pada Risalah hati-ku/ten the light-ku JIKA dianya mencintai orang lain/pria lain ??? }---------------- wallahua’lam

================ isi tema konten : perbedaan BODOH, PEKOK, GOBLOK, STUPID,--- VS ----- PANDAI, PINTAR, CERDAS, BRILIAN, SMART = hanya pada perbedaan MENYIAPKAN BEKAL MATI/akhirat ........, amal jariyah ......, dosa jariyah =============

<< perbedaan BODOH, PEKOK, GOBLOK, STUPID,--- VS ----- PANDAI, PINTAR, CERDAS, BRILIAN, SMART = hanya pada perbedaan MENYIAPKAN BEKAL MATI/akhirat  >>

>> orang BODOH ... selalu meMINTA pada Allah.... berharap ..... SURGA .... dg AMAL sedikit ... tanpa melihat DOSA-nya yg BANYAK---------------------

>> orang PINTAR = orang selalu melihat keBURUKan dirinya .... dan berusaha BERAMAL utk AKHIRAT .... <<<
------------------------
Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (Ibnu MajahAhmaddan ath-Thabrani), Syaddad bin Aus mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, “ORANG PINTAR ialah orang yang mau mengoreksi dirinya sendiri dan BERAMAL untuk kepentingan akhirat nanti. Dan ORANG LEMAH ialah orang yang mengikuti HAWA NAFSUNYA, tetapi “BERHARAP-HARAP terhadap Allah (=selalu minta/berdoa/berharap pada Allah utk MASUk SURGA … dg amalanya yg masih SEDIKITDOSA banyak)”.

======================= 

Standar kecerdasan seseorang dari hadits di atas dilihat dari kemampuannya mengekang nafsu dan tingkat amal-amal shalih yang dilakukannya untuk bekal hari akhirat. Sebaliknya pengumbar dan budak nafsu adalah ciri orang yang lemah pikiran. Kenapa? Orang yang cerdas dalam kriteria Rasulullah adalah orang yang memiliki pandangan jauh ke depan, yakni kehidupan akhirat sebagai terminal kehidupan terakhir. Ia adalah orang yang penuh pertimbangan, tidak sembrono, cermat, hati-hati dan sungguh-sungguh melakukan aktivitasnya karena ia ingin segala sesuatu yang dilakukannya tidak sia–siaapalagi membahayakan dirinya, keluarga, dan umatnya. Amal–amalshalih pasti akan membuahkan ketenangan, kesejahteraan dan kebahagiaan dalam hidup.

Sebaliknya mereka yang akalnya lemah adalah para pengumbar dan budak nafsu, tapi berharap sesuatu yang baik. Kenapa dikatakan lemah akal? Karena orang yang bertipe seperti ini tidak pernah berpikir apa akibat perbuatan yang dilakukannya. Ia tidak pernah memperhitungkan bagaimana hasil perbuatan yang ia lakukan, baik di dunia apalagi di akhirat. Sikap ini merupakan ciri orang yang tak memiliki perhitungan dan pandangan ke depan. Bahkan, saking bodohnya, ia justru memiliki perhitungan dan pandangan yang terbalik. Karena ia mengharapkan hasil yang berlawanan dari yang dikerjakan

Apa sebenarnya yang disebut hawa nafsu? Hawa nafsu banyak ragamnya, termasuk kecenderungan pada yang baik mupun yang buruk. Manusia secara fitrah memang memiliki nafsu atau kesukaan terhadap hal-hal tertentu. Dalam Al-Qur`an disebutkan,

"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan pada apa-apa yang diingini, yakni wanita– wanita, anakanak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan dan sawah ladang …"

(QS. Ali Imran : 14)

Dalam kehidupan kita seringkali kita melihat manusia – manusia yang bernafsu untuk memperoleh kekayaan, pangkat, jabatan, termasuk puja dan puji dari orang lain. Mereka berusaha tampil munafik di depan orang yang mereka nilai mampu memberikan keinginan yang mereka dambakan. Kemunafikan itu tentu saja akan membawa dampak buruk bagi diri mereka, keluarga, bahkan rekan kerja atau teman – teman di sekitarnya, karena manusia – manusia yang haus akan kekayaan, pangkat, jabatan, termasuk puja dan puji berusaha menjadi yang terbaik walaupun harus menjatuhkan teman dan orang – orang di sekitarnya.

=======================

AMAL JARIYAH .....amal yg terus mengalirkan pahala.... walau sudah MATI

====================
kata amal jariyah tersebut berasal dari bahasa Al-Qur’an dari kata-kata a’malun (perbuatan hasil karya) yang mengalami perubahan bentuk bisa menjadi a’mila yang artinya “mengerjakan”. Dan kata a’mila ini kebanyakan bersatu dengan kata-kata “shalihan” (shaleh) menjadi “amila shalihan” (mengerjakan amal shaleh). Penyatuan dua tersebut dapat dijumpai dalam QS. Al-Baqarah : 62, QS. Almaidah : 69, QS. An-Nahl : 97, QS. Al-Kahfi : 88, QS. Maryam : 60, QS. Thaha : 75,82 dan masih banyak lagi ayat-ayat itu. Demikian kata-kata a’milu juga menyatu dengan kata-kata “shalihat” menjadi “a’milu shalihat” (berbuat baik) ayat-ayatnya pun dapat dijumpai dalam QS. Al-Baqarah : 25,82,277; QS. Al-A’raf : 43, QS. Yunus : 4 dan masih banyak lagi ayat-ayat itu.
------------------------


Adapun kata “jariyah” (mengalir) dalam Al-Qur’an tidak pernah menyatu dengan kata-kata amal jariyah yang sering disebut sebagai “amal jariyah”. Kata “jariyah” di dalam Al-Qur’an dapat dijumpai dalam surat Al-Haqqah : 11 dan Al-Ghasyiyyah : 12 dan Al-Dzariyat : 3 dan ini semuanya tidak menyatu dengan kata-kata a’malan, a’milun.
--------------------------------
Dalam tuturan sehari-harikita telah menyatukan dua kata ini, dalam Al-Qur’an sehingga sebutannya menjadi “amal jariyah” yang artinya perbuatan baik yang terus mengalir baik manfaatnya, maupun pahalanya. Apalagi dihubungkan dengan QS. At-Tin : 6, “kecuali orang-orang beriman dan mengerjakan amal shaleh, maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya”.
Penyatuan kedua kata dalam Al-Qur’an (a’mal jariyah) ini sebenarnya menunjukkan dorongan atau motivasi supaya kita secara istiqamah (terus terang) mengerjakan perbuatan kebajikan, karena dibalik itu ada manfaat dan pahala yang terus mengalir tanpa putus.
-----------------------
Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah saw bersabda, ‘Sesungguhnya di antara amal kebaikan orang beriman yang akan mengalir kepadanya setelah kematianny adalah: ilmu yang disebarluaskannya, anak shalih yang ditinggalkannya, mushaf al-Quran yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah singgah yang dibangunnya untuk ibnu sabil, sungai yang dialirkannya, sedekah yang dikeluarkannya semasa sehatnya. Semua itu akan mengalir baginya setelah kematiannya’ (Riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Khuzaimah).
-------------------------------
Dari Jarir bin Abdullah secara marfu’, bahwa Rasulullah saw bersabda, ‘Barangsiapa yang merintis suatu tradisi yang baik, maka ia mendapatkan pahala rintisan tersebut dan setelah ia meninggal dunia ia mendapatkan pula pahala orang yang melanjutkan tradisi baik tersebut tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang melanjutkan tradisi tersebut. Barangsiapa yang merintis suatu tradisi yang jelekmaka ia maka ia mendapatkan dosa rintisan tersebut dan setelah ia meninggal dunia ia mendapatkan pula dosa orang yang melanjutkan tradisi jelek tersebut tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang melanjutkan tradisi tersebut’ (Riwayat Muslim).
-----------------------
''Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.'' (H.R. Muslim)

Hadist di atas menjelaskan amal perbuatan seorang Muslim akan terputus ketika ia meninggal dunia, sehingga ia tidak bisa lagi mendapatkan pahala. Namunada tiga hal yang pahalanya terus mengalir walau pelakunya sudah meninggal dunia, yaitu sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang shaleh.

Dalam riwayat Ibn Majah, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa salam menambahkan tiga amal di atas, Rasulullah bersabda:

''Sesungguhnya amal dan kebaikan yang terus mengiringi seseorang ketika meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat, anak yang dididik agar menjadi orang shaleh, mewakafkan Alquran, membangun masjidmembangun tempat penginapan bagi para musafir, membuat irigasi, dan bersedekah.'' (H.R. Ibn Majah)

Menurut Imam Al-Suyuti (911 H), bila semua hadits mengenai amal yang pahalanya terus mengalir walau pelakunya sudah meninggal dunia dikumpulkan, semuanya berjumlah 10 amal, yaitu:

1. Ilmu yang bermanfaat
2. Doa anak yang shaleh
3. Sedekah jariyah (wakaf)
4. Menanam pohon kurma atau pohon-pohon yang buahnya bisa dimanfaatkan
5. Mewakafkan buku, Kitab atau Al-Qur’an
6. Berjuang dan membela Tanah Air
7. Membuat sumur
8. Membuat irigasi
9. Membangun tempat penginapan bagi para musafir
10. Membangun tempat ibadah dan belajar.

Ke sepuluh hal di atas menjadi amal yang pahalanya terus mengalir, karena orang yang masih hidup akan terus mengambil manfaat dari ke-10 hal tersebut.

Manfaat yang dirasakan orang yang masih hidup inilah yang menyebabkannya terus mendapatkan pahala walau ia sudah meninggal dunia.

Dari pemaparan di atas, sudah seharusnya kita berusaha mengamalkan 10 hal tersebut atau paling tidak mengamalkan salah satunya, agar kita mendapatkan tambahan pahala di akhirat kelaksehingga timbangan amal kebaikan kita lebih berat dari pada timbangan amal buruk.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
''Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), maka barang siapa berat timbangan kebaikannya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.'' (Q.S. Al-A'raaf [7]: 8)

=======================

DOSA JARIYAH: yaitu perbuatan/amal DOSA yg terus mengalir dosanya... walau sudah MATI


===============================
AMAL JARIYAH,
amal yg terus mengalirkan pahala.... walau sudah MATI
----------------------------------------------------
Dari al-Mundzir bin Jarir, dari ayahnya, ia telah berkata:
Telah bersabda Rasulullah SAW:
"Barangsiapa yang merintis perbuatan (sunnah) baik yang
kemudian diikuti (orang- orang), maka dia memperoleh
pahalanya sendiri dan pahala (orang-orang) yang mengamalkannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun.
Dan barangsiapa memelopori perbuatan buruk yang kemudian diikuti (orang- orang), maka ia mendapat dosanya sendiri dan dosa
(orang-orang) yang mengamalkan sesudahnya
tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun."{ HR Ibnu Majah (203),

*Apa sajakah dosa-dosa jariyah itu*

*
* *1. Orang yang mempelopori perbuatan maksiat*

Mempelopori dalam arti dia melakukan perbuatan maksiat itu di hadapan
orang lain, sehingga banyak orang yang mengikutinya. Meskipun dia
sendiri tidak mengajak orang lain untuk mengikutinya. Dalam sebuah
hadits dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ
غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْء

Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka.” (HR. Muslim).

Pemikul dosa jariyah ini tak menyuruh orang untuk mencontohnya,tapi dengan ia terang-terangan melakukan kemaksiatan itu diantara keramaian manusia sudah membuka pintu dosa itu mengenai dirinya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تُقْتَلُ نَفْسٌ ظُلْمًا إِلَّا كَانَ عَلَى ابْنِ آدَمَ الأَوَّلِ كِفْلٌ مِنْ دَمِهَا

“Tidak ada satu jiwa yang terbunuh secara dzalimmelainkan anak adam yang pertama kali membunuh akan mendapatkan dosa karena pertumpahan darah itu.” (HR. Bukhari, Ibn Majah, dan yang lainnya).

Maka termasuk siapapun manusia yang dalam catatan kehidupanya ia memperlihatkan dari contoh-contoh dosa kepada masyarakat sekelilingnya atau kepada karib kerabatnya maka ia akan ditimpa dengan dosa dari orang-orang yang akan mencontoh perbuatan itu.

Sebagai contoh kasus blog atau website dan media-media yang
memperlihatkan program-program kemaksiatan,lalu kemaksiatan itu ditiru oleh setiap mata yang memandang dan dicontoh oleh mereka, maka aliran dosanya akan mengalir kepada penulis atau pengunggah yang mempertotonkan kemaksiatan tersebut.

Iklan-iklan tv, sinetron yang mengumbar aurat, adegan pacaran yang dilarang serta seremonila mewah yang sarat akan dosa, maka aliran dosanya tidak akan berhenti yang mencontoh kemaksiatan itu tapi juga mengalir kepada yang memproduksi acara kemaksiatan itu.

*2. Yang mengajarkan ajaran-ajaran sesat dan kekufuran*

مَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ، كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ
آثَامِهِمْ شَيْئًا

Siapa yang mengajak kepada kesesatan, dia mendapatkan dosa, seperti dosa orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikitpun.” (HR. Muslim)

Dari untaian hadits diatas kita mengetahui secara jelas bahwa siapapun manusia yang menyeru kepada setiap kesesatan, kekufuran dan deretan perilaku menyimpang maka penyeru atas semua itu mendapatkan limpahan dosa dari yang mengikuti itu semua.

Maka semakin menyebar pemikiran sesat itu diantara manusia,maka semakin pula membanjiri dosa kepada penyerunya, Sungguh tidak ada beban yang paling menyiksa di akherat kecuali adalah beban dosa ketika manusia kelak dihisab oleh Allah SWT, maka sangat tragis seorang manusia yang tak hanya membawa dosa ia sendiri tapi juga memikul dosa dari orang lain
disebabkan dosa jariyah yang ia cetuskan.

Berdasarkan dengan dalil-dalil diatas, Maka kita sebagai seorang muslim sudah seharusnya untuk tidak mengupload konten-konten yang tidak senonoh di blog maupun di media sosial seperti Facebook, Twitter, Whatsapp dan lain sebagainya. Karena kita tidak hanya dikenai dosa uploadnya saja,
namun dosa dari orang yang menikmatinya juga akan mengalir seperti yang sudah saya jelaskan diatas.

Pikirkan, jika 1 orang menikmati konten Anda, kemudian mendownload dan menyebarkan. Ada yang membuat menjadi bacaan / CD film porno dan mungkin ada juga yang menyebarkan secara gratis lewat situs ataupun sosial media.

Bagaimana jika yang menikmati ada 100 orang? maka setiap konten
terlarang itu"dinikmati" oleh orang lain maka dosa akan tetap mengalir kepada Anda dari 100 orang tersebut.

Oh tidak hanya sampai disitu, diantara 100 orang tadi ternyata ada 10 orang diantara mereka memerkosa anak gadis orang sehabis membaca / menonton konten yang diupload atau ditulis oleh Anda.

Entah mengalir selama setahun atau entah meski besok ajal menjemput,dosa itupun akan tetap terus mengalir.

================ terima kasih, thanks so much, alhamdulillah my RABB, ALLAH SWT .. kau perlihatkan padaku AMAL JARIYAH yg "MENGALIR" walau aku TIDUR, aku DUDUK, gak ngapa-ngapain ...... tetap mengalir !! ...wallahua'lam 

https://clustrmaps.com/site/19dkx?utm_source=widget

 

Views All Time
Views All Time
60
Views Today
Views Today
1

Hits: 24

4 Comments

  1. “Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka.” (HR. Muslim).

  2. Dari al-Mundzir bin Jarir, dari ayahnya, ia telah berkata:
    Telah bersabda Rasulullah SAW:
    "Barangsiapa yang merintis perbuatan (sunnah) baik yang
    kemudian diikuti (orang- orang), maka dia memperoleh
    pahalanya sendiri dan pahala (orang-orang) yang mengamalkannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun.Dan barangsiapa memelopori perbuatan buruk yang kemudian diikuti (orang- orang), maka ia mendapat dosanya sendiri dan dosa
    (orang-orang) yang mengamalkan sesudahnya
    tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun."{ HR Ibnu Majah (203),

  3. Dalam riwayat Ibn Majah, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa salam menambahkan tiga amal di atas, Rasulullah bersabda:
    ''Sesungguhnya amal dan kebaikan yang terus mengiringi seseorang ketika meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat, anak yang dididik agar menjadi orang shaleh, mewakafkan Alquran, membangun masjid, membangun tempat penginapan bagi para musafir, membuat irigasi, dan bersedekah.'' (H.R. Ibn Majah)

    Menurut Imam Al-Suyuti (911 H), bila semua hadits mengenai amal yang pahalanya terus mengalir walau pelakunya sudah meninggal dunia dikumpulkan, semuanya berjumlah 10 amal, yaitu:

    1. Ilmu yang bermanfaat
    2. Doa anak yang shaleh
    3. Sedekah jariyah (wakaf)
    4. Menanam pohon kurma atau pohon-pohon yang buahnya bisa dimanfaatkan
    5. Mewakafkan buku, Kitab atau Al-Qur’an
    6. Berjuang dan membela Tanah Air
    7. Membuat sumur
    8. Membuat irigasi
    9. Membangun tempat penginapan bagi para musafir
    10. Membangun tempat ibadah dan belajar.

Leave a Reply