Kenangan dari masa depan, yang kulihat di masa dulu, dan kualami sekarang …….. karena diperlihatkan oleh Allah, oleh kehendak Allah, diberi IKATAN ….. hatiku diikat oleh Allah pada Risalah hati-ku…… hatiku diikat oleh Allah pada Ten the light-ku. -------------------------- hanya bisa melihat saja, menanti, waiting, ….. aku hanya bisa DUDUK terDIAM----- tidak tahu yang harus kulakukan di dunia ini ----- aku seperti terPENJARA……. Tanganku TIDAK bisa meraihnya, seperti terbelenggu, terantai, ------------------- serba salah, aku tidak ingin melewati BATAS dari kuasaku sebagai manusia dalam kondisiku sekarang ini. Istilah terPENJARA oleh keadaan di hukum syariat dunia. ----- yang kulakukan HANYA bisa melihatnya saja……. Ironis sekali, PERIH sekali kurasakan,…..aku/e-Gojira hanya bisa diam dalam terPENJARA oleh kondisi dunia/syariat/ketentuan Allah di dunia ini. ---------------------------- ﴾ Luqman:22 ﴿ Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan.---------------------- aku hanya bisa berSERAH DIRI /aslama pada Allah, hanya bisa berbaik sangka pada Allah SWT ………. Sekarang adalah masa PEMBUKTIAN mimpi JANNAHku bersama selamanya dg RISALAH HATI-ku/ten the light-ku adalah BENAR sekali BUKTI tandanya. Di JANNAH bersama orang yang diCINTAInya ………………... seperti HATIku yg terpaut dan tidak bisa mengHILANGkan atau meMUDARkan CINTAku pada Risalah hati-ku. Walau kulihat sifatnya di dunia agak berbeda denganku, aku lelaki dg sword mouth jalan ke masa depan setelah mati, ………… dia lebih agak cenderung dunia (wajar menurutku KARENA so young, ingin merasakan “keinginan yg bisa didapatkan didunia”) ----------------------------------- dan aku merasakan aku menCINTAinya, TANPA tahu apakah Risalah hatiku juga mencintaiku, kuanggap cintaku hanya sepihak, atau bertepuk sebelah tangan -------------- ya kuanggap diriku hanya bisa mencintai FOTOCOPY-nya saja,sulit utk MERAIHnya di dunia ini……. Seperti IMPOSSIBLE, seperti membentur TEMBOK BAJA yg SANGAT TEBAL. -------------- TIDAK akan bisa/sangat sulit sekali tanganku menghancurkan TEMBOK BAJA tebal di dunia ini --------- hanya bisa berharap pada Allah saja, dia seutuhnya milikku setelah hidup di dunia ini /jannah, yang diperlihatkan oleh Allah ……. Aku bersama selamanya di dunia CINTA/jannah di my dream dan my kasyaf-------------------- hanya bisa menyerahkan TANDA yang diberikan oleh Allah di dunia ini, masa sekarang ini (Luqman:22) ………. di hatiku, yang kulihat, aku tidak tahu MENGAPA, UNTUK APA, APA SEBABnya…dst, hanya KEHENDAK ALLAH saja yg kupahami, bukan krn kehendakku … BAGIKU KEHENDAK ALLAH = JALAN yg TERBAIK untukku = PILIHAN yang terSEMPURNA untukku ----- wallahua’lam. ============Risalah hatiku/ten the lightku ......... selalu terlukis di pikiranku-------------------aku/e gojira sangat bahagia, dunia jannah yg diperlihatkan padaku ------------------------------ Risalah hatiku/ten the lightku SANGAT sayang & sangat mencintaiku ------------ Dan dunia ini aku hanya bisa menggambarkan dalam potongan gambar dan lukisan komputer ... menggambarkan dunia masa depan yg kulihat dan dan dunia sekarang yg kualami.----------------------------------------Seperti lukisan di pikiranku & hatiku......... Like the paintings in my mind & my heart ---------------------- ﴾ Al Anfaal:29 ﴿ Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan (kemampuan membedakan mana yg haq dan mana yg bathil). Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar ======

Kenangan dari masa depan, yang kulihat di masa dulu, dan kualami sekarang …….. karena diperlihatkan oleh Allah, oleh kehendak Allah, diberi  IKATAN ….. hatiku diikat oleh Allah pada Risalah hati-ku…… hatiku diikat oleh Allah pada Ten the light-ku. -------------------------- hanya bisa melihat saja, menanti, waiting, ….. aku hanya bisa DUDUK terDIAM----- tidak tahu yang harus kulakukan di dunia ini ----- aku seperti terPENJARA……. Tanganku TIDAK bisa meraihnya, seperti terbelenggu, terantai, ------------------- serba salah, aku tidak ingin melewati BATAS dari kuasaku sebagai manusia dalam kondisiku sekarang ini. Istilah terPENJARA oleh keadaan di hukum syariat dunia. ----- yang kulakukan HANYA bisa melihatnya saja……. Ironis sekali, PERIH sekali kurasakan,…..aku/e-Gojira hanya bisa diam dalam terPENJARA oleh kondisi dunia/syariat/ketentuan Allah di dunia ini. ---------------------------- ﴾ Luqman:22 ﴿ Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan.---------------------- aku hanya bisa berSERAH DIRI /aslama pada Allah, hanya bisa berbaik sangka pada Allah SWT ………. Sekarang adalah masa PEMBUKTIAN mimpi JANNAHku bersama selamanya dg RISALAH HATI-ku/ten the light-ku adalah BENAR sekali BUKTI tandanya. Di JANNAH bersama orang yang diCINTAInya ………………... seperti HATIku yg terpaut dan tidak bisa mengHILANGkan atau meMUDARkan CINTAku pada Risalah hati-ku. Walau kulihat sifatnya di dunia agak berbeda denganku, aku lelaki dg sword mouth jalan ke masa depan setelah mati, ………… dia lebih agak cenderung dunia (wajar menurutku KARENA so young, ingin merasakankeinginan yg bisa didapatkan didunia”) ----------------------------------- dan aku merasakan aku menCINTAinya, TANPA tahu apakah Risalah hatiku juga mencintaiku, kuanggap cintaku hanya sepihak, atau bertepuk sebelah tangan -------------- ya kuanggap diriku hanya bisa mencintai FOTOCOPY-nya saja,sulit utk MERAIHnya di dunia ini……. Seperti IMPOSSIBLE, seperti membentur TEMBOK BAJA yg SANGAT TEBAL. -------------- TIDAK akan bisa/sangat sulit sekali tanganku menghancurkan TEMBOK BAJA tebal di dunia ini ---------  hanya bisa berharap pada Allah saja, dia seutuhnya milikku setelah hidup di dunia ini /jannah,  yang diperlihatkan oleh Allah ……. Aku bersama selamanya di dunia CINTA/jannah di my dream dan my kasyaf-------------------- hanya bisa menyerahkan TANDA yang diberikan oleh Allah di dunia ini, masa sekarang ini (Luqman:22) ………. di hatiku, yang kulihat, aku tidak tahu MENGAPA, UNTUK APA, APA SEBABnya…dst, hanya KEHENDAK ALLAH saja yg kupahami, bukan krn kehendakku … BAGIKU KEHENDAK ALLAH = JALAN yg TERBAIK untukku = PILIHAN yang terSEMPURNA  untukku  ----- wallahua’lam.

================

Risalah hatiku/ten the lightku .........  selalu terlukis di pikiranku

aku/e gojira  sangat bahagia, dunia jannah yg diperlihatkan padaku
------------------------------
Risalah hatiku/ten the lightku SANGAT sayang & sangat  mencintaiku
---------------------------------
Dan dunia ini aku hanya bisa menggambarkan dalam potongan gambar dan lukisan komputer ... menggambarkan dunia masa depan yg kulihat dan dan dunia sekarang yg kualami.
----------------------------------------
Seperti lukisan di pikiranku & hatiku......... Like the paintings in my mind & my heart 

=============================

﴾ Al Anfaal:29 ﴿ Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan (kemampuan membedakan mana yg haq dan mana yg bathil). Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.

--------------------------

my dream & my kasyaf ...... PERNIKAHANku dg RISALAH HATIKU/ ten the lightku ............  diperlihatkan mimpi jannahku bersama  SELAMANYA  di dekat telaga ....... wallahua'lam

========================

MIMPI yg BAIK & BENAR .. pada orang BERIMAN .... diperlihatkan oleh Allah kepadanya .. wallahua'lam

--------------------------------------
Rasulullah SAW bersabda,” Jika zaman itu telah dekat (kiamat) , banyak mimpi orang beriman tidak bohong. Dan, sebenar benar mimpi di antara kalian adalah mimpi orang yang paling jujur dalam perkataan.” (HR Muslim)
-------------------------------
﴾ Al Anfaal:29 ﴿
Hai orang-orang berimanjika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan (kemampuan membedakan mana yg haq dan mana yg bathil). Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.
-----------------------------------
hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari. Rasulullah SAW bersabda , “ Tidak tersisa dari kenabian, kecuali peringatan peringatan.” Mereka bertanya, “Apa peringatan peringatan itu?” Rasulullah SAW menjawab, “ Mimpi yang baik atau benar.”
--------------------------------
Shalih dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Mimpinya orang muslim adalah yang dia lihat, atau yang diperlihatkan kepadanya. Dan di dalam Hadits Ibnu Mushir; “Mimpi yang baik adalah bagian dari empat puluh enam kenabian.” (HR Muslim)
--------------------------------------------------------
Dari Anas dan Ubadah bin Ash Shamit ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ Mimpi orang beriman itu merupakan seperempat puluh enam dari kenabian.” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, Turmudzi dan Abu Daud)
------------------------------------------------------------
Nabi saw pernah menafsirkan mimpinya dan mimpi orang lain. Abu Bakar pernah menafsirkan mimpi dihadapan Rasulullah saw.

Didalam shahih Bukhori dari Ibnu Abbas menceritakan seorang laki-laki yang mendatangi Rasulullah shallallahualaihi wasallam mengatakan; ‘Tadi malam aku bermimpi melihat segumpal awan yang meneteskan minyak samin dan madu, lantas kulihat orang banyak memintanya, ada yang meminta banyak dan ada yang meminta sedikit, tiba-tiba ada tali yang menghubungkan antara langit dan bumi, kulihat engkau memegangnya kemudian engkau naik, kemudian ada orang lain memegangnya dan ia pergunakan untuk naik, kemudian ada orang yang mengambilnya dan dipergunakannya untuk naik namun tali terputus, kemudian tali tersambung.’

Spontan Abu Bakar berujar; ‘Wahai Rasulullah, ayah dan ibuku untuk tebusanmu, demi Allah, biarkan aku untuk mentakwilkannya! ‘ “takwilkanlah” Kata Rasulullah shallallahualaihi wasallam. Abu Bakar mengatakan; ‘Adapun awanitulah Islam, adapun madu dan minyak samin yang menetes, itulah Alquran, karena alqur’an manisnya menetes, maka silahkan ada yang memperbanyak atau mempersedikit, adapun tali yang menghubungkan langit dan bumi adalah kebenaran yang engkau pegang teguh sekarang ini, yang karenanya Allah meninggikan kedudukanmu, kemudian ada seseorang sepeninggalmu mengambilnya dan ia pun menjadi tinggi kedudukannya, lantas ada orang lain yang mengambilnya dan terputus, kemudian tali itu tersambung kembali sehingga ia menjadi tinggi kedudukannya karenanya, maka beritahulah aku ya Rasulullah, ayah dan ibuku sebagai tebusanmu, saya benar ataukah salah? ‘ Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Engkau benar sebagian dan salah sebagian!” Abu Bakar mengatakan; ‘Demi Allah ya Rasulullah, tolong beritahukanlah kepadaku takwilku yang salah! ‘ Nabi menjawab: “Janganlah engkau bersumpah!”
......................
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah membagi mimpi menjadi tiga bagian, sebagaimana diriwayatkan dari ‘Auf bin Malik dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Sesungguhnya mimpi itu ada tiga macam, diantaranya mimpi-mimpi buruk yang menakutkan yang datang dari setan untuk membuat sedih anak Adam, diantaranya pula perkara yang menggelisahkan seseorang ketika terjaga kemudian terbawa dalam mimpinya, dan diantaranya pula satu bagian dari empat puluh enam bagian kenabian.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Majah dan yang lainnyahadits shahih)

Adapun macam pertama yaitu mimpi buruk dari setan maka tidak perlu ditafsirkan atau diceritakan. Dari Jabir berkata,”Telah datang seorang lelaki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata; “Ya Rasulullah! Aku bermimpi kemarin seakan-akan kepalaku di penggal, bagaimana itu?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun tertawabeliau bersabda: ‘Apabila setan mempermainkan salah seorang dari kalian di dalam tidurnya, maka janganlah dia menceritakannya kepada orang lain.” (HR. Muslim)

==============

BENARNYA MIMPI SEORANG MUKMIN..... waktu makin DEKATnya KIAMAT/ malapetaka/ doom day/ catastrophe/ assaah

.......................................................................
Rasulullah SAW bersabda, "Jika zaman itu telah dekat (kiamat), banyak mimpi orang beriman tidak bohong. Dan, sebenar-benar mimpi di antara kalian adalah mimpi orang yang paling jujur dalam perkataan. "(HR Muslim)
....................................................
Rasulullah saw bersabda ; “Apabila hari kiamat telah dekat, jarang mimpi orang Muslim yang tidak benar. Mimpi yang paling benar ialah mimpi yang selalu berbicara benar, Dan mimpi seorang Muslim adalah sebahagian dari 45 macam nubuwah (wahyu). Mimpi itu ada 3 macam, mimpi yang baik adalah khabar dari Allah, mimpi yang menakutkan atau menyedihkan datangnya dari syaitan, dan mimpi yang timbul kerana ilusi angan-angan atau khayalan seseorang.” (Hadis Sahih Muslim)
...................................................
Pada akhir zamansesuatu yang tidak diragukan lagi bahawa mimpi baik atau benar atau mendekati kebenaran yang dilihat orang mukminin merupakan dalil dalil atau tanda tanda khusus dari Allah SWT baginya. Rasulullah SAW telah mengingatkan bahawa mimpi yang baik dan benar itu merupakan satu perempat puluh enam (1/46) dari kenabian.

Dari Anas dan Ubadah bin Ash Shamit ra bahawa Rasulullah SAW bersabda, "Mimpi orang beriman itu merupakan satu perempat puluh enam dari kenabian." (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, Turmudzi dan Abu Daud)

صحيح البخاري 6473: حدثنا يحيى بن قزعة حدثنا إبراهيم بن سعد عن الزهري عن سعيد بن المسيب عن أبي هريرة رضي الله عنه
أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال رؤيا المؤمن جزء من ستة وأربعين جزءا من النبوة
ورواه ثابت وحميد وإسحاق بن عبد الله وشعيب عن أنس عن النبي صلى الله عليه وسلم

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Qaza'ah telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa'ad dari Az Zuhri dari Sa'id bin Musayyab dari Abu Hurairah radliallahu 'anhubahwasanya Rasulullah shallallahu' alaihi wasallam bersabda: "Mimpi seorang mukmin adalah sebahagian daripada enam atau empat puluh enam bahagian kenabian. "Dan hadits ini diriwayatkan oleh Tsabit, Humaid, Ishaq bin Abdullah dan Syu'aib dari Anas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. (HR Bukhari)

Mimpi baik seorang mukmin merupakan khabar gembira bagi amal-amal baiknya dan merupakan sebahagian tanda dekatnya kiamat. Rasulullah SAW telah menjelaskan bahawa mimpi seorang mukmin di akhir zaman, sedikit sekali yang bohong atau terjadi dari syaitan.

Rasulullah SAW bersabda, "Jika zaman itu telah dekat (kiamat), banyak mimpi orang beriman tidak bohong. Dan, sebenar-benar mimpi di antara kalian adalah mimpi orang yang paling jujur dalam perkataan. "(HR Muslim)

صحيح مسلم 4203: و حدثنا إسمعيل بن الخليل أخبرنا علي بن مسهر عن الأعمش ح و حدثنا ابن نمير حدثنا أبي حدثنا الأعمش عن أبي صالح عن أبي هريرة قال
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم رؤيا المسلم يراها أو ترى له وفي حديث ابن مسهر الرؤيا الصالحة جزء من ستة وأربعين جزءا من النبوة

Dan telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Al Khalil; Telah mengkhabarkan kepada kami 'Ali bin Mushir dari Al A'masy; Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair; Telah menceritakan kepada kami Bapakku telah menceritakan kepada kami al A'masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Mimpinya orang muslim adalah yang dia lihat, atau yang diperlihatkan kepadanya. Dan di dalam Hadits Ibnu Mushir; "Mimpi yang baik adalah sebahagian daripada empat puluh enam kenabian." (HR Muslim)

Demikianlah Rasulullah SAW menganggap masa kenabiannya telah habis dan tinggal peringatan-peringatannya, sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak tersisa dari kenabian, kecuali peringatan-peringatan." Mereka bertanya, "Apa peringatan peringatan itu?" Rasulullah SAW menjawab, "Mimpi yang baik atau benar."

Para ulama membahagikan kebenaran mimpi orang mukmin menjadi tiga bahagian iaitu:

1. Berlaku dalam keadaan memerangi kekafiran dan kebodohan. Maka, orang mukmin terhibur dengan mimpi baik itu.

2. Berlaku dalam penguasaan ilmu ketika terjadi kekacauan dan fitnah. Dalam keadaan seperti ini, orang mukmin juga terhibur dengan mimpi yang baik itu.

3. Berlaku pada zaman turunnya Isa as dan kekhilafahan Al Mahdi kerana pada waktu itu, zaman telah berubah menjadi baik, sebagaimana Rasulullah SAW memberitahu kepada kita bahawa pada waktu itu, mimpi orang orang mukmin yang jujur tidak bohong.
Wallahu'alam bissawab

.....................................................
Dan di antara tanda-tandanya adalah benarnya mimpi seorang mukmin di akhir zaman. Setiap kali seseorang yang benar dalam keimanannya, maka mimpinya pun benar. Dijelaskan dalam ash-Shahiihain [1] dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhubeliau berkata, “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا اقْتَـرَبَ الزَّمَانُ لَمْ تَكَدْ رُؤْيَا الْمُسْلِمِ تَكْذِبُ، وَأَصْدَقُكُـمْ رُؤْيَا أَصْدَقُكُمْ حَدِيثًا، وَرُؤْيَا الْمُسْلِمِ جُـزْءٌ مِنْ خَمْسٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنَ النُّبُوَّةِ.

‘Jika Kiamat sudah dekat, maka hampir-hampir mimpi seorang muslim tidak dusta. Mimpi kalian yang paling benar adalah yang paling benar pembicaraannya. Dan mimpi seorang muslim adalah satu bagian dari empat puluh lima bagian kenabian.’”. Ini adalah lafazh Muslim.

Sementara dalam lafazh al-Bukhari:

لَمْ تَكَدْ رُؤْيَا الْمُؤْمِنِ تَكْذِبُ ... وَمَا كَانَ مِنَ النُّبُوَّةِ فَإِنَّهُ لاَ يَكْذِبُ.

“Hampir saja mimpi seorang mukmin tidak dusta... dan apa saja yang berasal dari kenabian, maka ia tidak dusta.”.

Ibnu Abi Hamzah rahimahullah berkata, “Makna ungkapan bahwa mimpi seorang mukmin di akhir zaman tidak dusta adalah sebagian besar mimpi seorang mukmin terjadi dalam bentuk yang tidak memerlukan tafsiran, dan kebohongan tidak akan pernah masuk ke dalamnya. Berbeda dengan mimpi yang sebelumnya, terkadang pentakwilannya agak samar sehingga seseorang menafsirkannya, tetapi kenyataannya tidak sesuai dengan apa yang dikatakan. Maka masuklah kebohongan ke dalamnya dengan tafsiran tersebut.”

Beliau berkata, “Dan hikmah pengkhususan peristiwa tersebut di akhir zaman bahwasanya seorang mukmin ketika itu menjadi orang yang asing, sebagaimana diungkapkan dalam sebuah hadits:

بَدَأَ اْلإسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا.

Islam datang dalam keadaan asing, lalu dia akan kembali asing sebagaimana awal kedatangannya.[2] [HR. Muslim]. Saat itu kawan seorang mukmin juga yang menolongnya sangat sedikit, maka dia dimuliakan dengan mimpi yang benar. [3].

Para ulama berbeda pendapat tentang penentuan waktu terjadinya mimpi seorang mukmin menjadi benar dengan beberapa pendapat: [4].

Pertama : Hal itu akan terjadi ketika menjelang Kiamat, kebanyakan ilmu (agamadiambil dan syari’at Islam telah terhapus dengan sebab fitnah dan banyaknya pembunuhan. Manusia seperti berada di zaman fathrah (zaman di antara dua Nabi), mereka membutuhkan seorang mujaddid dan pemberi pengingatan dalam masalah agama yang telah terhapus, sebagaimana umat terdahulu diingatkan oleh para Nabi. Akan tetapi, Nabi kita Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah Nabi terakhir dan kenabiaan berakhir pada umat ini maka mereka digantikan dengan orang yang bermimpi dengan mimpi yang benar, yang merupakan bagian dari kenabian dengan membawa kabar gembira dan peringatan. Pendapat ini diperkuat dengan hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu :

يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ وَيُقْبَضُ الْعِلْمُ.

“Zaman saling berdekatan dan ilmu diambil.” [5].

Ibnu Hajar rahimahullah menguatkan pendapat ini.

KeduaHal itu terjadi ketika jumlah orang-orang yang beriman sedikit, sementara kekufuran, kebodohan, dan kefasikan menimpa orang-orang yang ada. Sehingga seorang mukmin merasa kesepian, lalu diberikan pertolongan dengan mimpi yang benar sebagai penghormatan dan penghibur baginya.

Pendapat ini hampir sama dengan perkataan Ibnu Abi Hamzah terdahulu. Berdasarkan dua pendapat ini, maka mimpi seorang mukmin tidak khusus pada zaman tertentu. Akan tetapi, setiap kali kekosongan dunia semakin mendekat, agama semakin merosot, maka saat itu mimpi seorang mukmin yang jujur adalah benar.

Ketiga: Hal itu khusus terjadi pada masa Nabi ‘Isa Alaihissallam (di akhir zaman), karena penduduk pada zamannya adalah umat terbaik setelah kurun pertama. Perkataan mereka paling benar, maka mimpi seorang mukmin yang jujur dengan imannya pada saat itu benar-benar terjadi, wallaahu a’lam.

berbagai sumber
_________
Footnote
[1]. Shahiih al-Bukhari, kitab at-Ta’biir, bab al-Qaid fil Manaam (XII/404, al-Fat-h), dan Shahiih Muslim, kitab ar-Ru'-yaa, (XV/20, Syarh an-Nawawi).
[2]. Shahiih Muslim, kitab al-Iimaan, bab Bayaanul Islaam Bada-a Ghariiban wa Saya’uudu Ghariiban (II/176, Syarh Muslim).
[3]. Fat-hul Baari (XII/406).
[4]. Lihat kitab Fat-hul Baari (XII/406-407).
[5]. Shahiih Muslim, kitab al-‘Ilmi, bab Raf’ul ‘Ilmi (XVI/222, Syarh an-Nawawi).

Views All Time
Views All Time
109
Views Today
Views Today
1

Hits: 19

1 Comment

  1. Ahli Firasat adalah Ahli Kebajikan dan Takwa

    Sebagaimana telah disinggung di atas, bila seorang hamba dekat dengan Rabbnya, maka Dia akan melimpahkan nur-Nya kepadanya. Hal ini seperti dalam hadits Qudsi, "Dan tidaklah hamba-Ku bertaqarrub kepada-Ku dengan sesuatu lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan atasnya, dan senantiasalah hamba-Ku bertaqarrub kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah, hingga Aku mencintainya; bila Aku telah mencintainya, maka Aku-lah pendengaran yang dengannya ia mendengar, penglihatan yang dengannya ia melihat, tangan yang dengannya ia memukul, kaki yang dengannya ia berjalan. Dan jika ia meminta kepada-Ku, niscaya Aku pasti memberikannya dan bila ia berlindung kepada-Ku, niscaya aku pasti melindunginya،K" (HR.al-Bukhari)

    Tidak dapat disangkal lagi, bahwa para shahabat merupakan bagian dari umat ini yang paling banyak mendapatkan jatah sifat ini sebab mereka adalah umat yang paling berbakti hatinya, paling dalam ilmunya dan paling sedikit Takalluf-nya (membebani diri di luar batas kemampuan). Mereka adalah generasi yang telah dipilih Allah subhanahu wata،¦alaƒnuntuk menemani Nabi-Nya dan menegakkan agama-Nya di mana Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar al-Faruq radhiyallahu ،¥anhu berdiri di garda paling depan. Sedangkan secara umum, maka seperti yang dikatakan Ibn Mas'ud radhiyallahu ،¥anhu, "Yang paling tajam firasatnya ada tiga orang: al-'Aziz terhadap Yusuf saat berkata kepada isterinya (QS.Yusuf: 21); putri nabi Syu'aib ،¥alaihissalam (QS.al-Qashash: 26) dan Abu Bakar radhiyallahu ،¥anhu terhadap Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ،¥anhu saat menunjuknya sabagai khalifah penggantinya. Ketika itu, ada yang berkata kepadanya, ،§Wahai Abu Bakar wahai khalifah Rasulullah, apakah engkau mengangkat pemimpin yang paling keras untuk kami.? Tidakkah engkau takut kepada Allah?،¨ Maka, ia pun menangis seraya berkata, ،§Andaikata Rabbku menanyakan kepadaku, pasti aku katakan kepada-Nya, wahai Rabb, aku telah mengangkat untuk mereka orang yang paling pengasih di antara mereka. Inilah yang aku ketahui; jika diganti dan diubah, maka aku tidaklah mengetahui hal yang ghaib." Setelah itu, ada Umar al-Faruq radhiyallahu ،¥anhu dan isteri Fir'aun, Asiah, sebagaimana disabdakan Nabi shallallahu ،¥alaihi wasallam mengenainya (HR.al-Bukhari, dari Abu Musa radhiyallahu ،¥anhu). Demikian juga sebagaimana terdapat dalam surat al-Qashash, yang merupakan pelengkap empat ayat dalam al-Qur'an berkenaan dengan firasat.

    Contoh Kejadian Firasat

    - Firasat Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ،¥anhu: Tidaklah ia mengatakan sesuatu, ،§Aku kira,،¨ melainkan terjadi seperti yang dikatakannya. Salah satu bukti besar adalah demikian banyak ayat yang turun menyetujui apa yang diucapkannya, di antaranya pendapatnya mengenai tawanan perang Badar bahwa mereka harus dibunuh, lalu al-Qur'an turun menyetujuinya.

    - Firasat 'Utsman bin al-'Affan radhiyallahu ،¥anhu: Seorang laki-laki menemuinya di mana di jalan ia telah melihat seorang wanita lalu memperhatikan kecantikannya, lantas 'Utsman radhiyallahu ،¥anhu berkata kepadanya, "Salah seorang di antara kamu menemuiku sementara di kedua matanya terdapat bekas zina begitu jelas.!" Lalu laki-laki itu berkata, "Apakah ada wahyu turun setelah Rasulullah shallallahu ،¥alaihi wasallam wafat?" Ia menjawab, "Bukan, akan tetapi pandangan batin, dalil dan firasat yang tulus.!"

    Mengenai jenis firasat, keterkaitan nya, sebabnya dan berbagai hal lainnya secara lebih rinci dapat ditemukan pembahasannya dalam kitab 'Madarij as-Salikin' karya Ibn al-Qayyim. Silahkan untuk merujuknya, Wallahu a'lam. [Abu al-Harits]

Leave a Reply