Dunia JANNAH yang kupahami  yang diperlihatkan padaku ( …wallahua’lam) adalah DUNIA penuh BAHAGIA, penuh keSENANGan, dunia PENUH CINTA …….. seseorang TIDAK akan pernah merasakan BAHAGIA jika tidak pernah diberikan oleh Allah rasa CINTA. ...... ini DASAR pemahamanku secara AKAL, dengan dasar juga KAUNIYAH dan QAULIYAH Allah SWT. … di dunia jika diberikan rasa CINTA maka ada rasa CEMBURU besar yang akan mendampingi, jika tidak ada CEMBURU = cintanya akan HANYA kecil sekali …. Atau secara istilah dipertanyakan CINTAnya. -------------- efek cemburu BERLEBIHAN = akan memBUTAkan qalbu, hanya akan mengikuti luapan AMARAH hati, ….. akan muncul kata GHIBAH dan FITNAH krn bisikan setan akan senang pada orang yg MARAH HATInya….. sehingga akan HILANG / RUSAK PAHALAnya, belum lagi menyakiti orang lain dg GHIBAH & FITNAHnya ----------------. aku tidak tahu MENGAPA, UNTUK APA, APA SEBABnya… aku diberi oleh Allah SWT RASA sangat cinta sekali pada Risalah Hatiku di HATIku……  hanya KEHENDAK ALLAH saja yg kupahami, bukan krn kehendakku …. Kurasakan Aku hanya akan mendapatkan PAINS yg yang akan kurasakan tiap hari, seperti SIA-SIA mencintai Risalah hatiku. ------mencintai yg SIA-SIA, PUPUS, bertepuk dengan angin…….. HANYA bisa bertanya pada ALLAH SWT, mengapa Aku diberi sangat cinta sekali pada Risalah hatiku ? dalam kondisiku seperti sekarang ini -------------- hanya bisa kusimpulkan >> … BAGIKU KEHENDAK ALLAH = JALAN yg TERBAIK untukku = PILIHAN yang terSEMPURNA  untukku  ----- wallahua’lam.-----------hanya berusaha melupakan PAINS in this heart, berusaha kututupi saja ----------------------Ketahuilah, Allah Azza wajala pun Cemburu.-------------------------------------Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang mukmin itu merasa cemburu, sedangkan Allah LEBIH BESAR rasa CEMBURU -daripada dirinya-.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/29] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003)-------------------------------Asma’ binti Abu Bakar radhiyallahu’anhuma meriwayatkan, suatu saat dia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada seorang pun yang LEBIH PENCEMBURU daripada Allah ‘azza wa jalla.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/28]) -----------------------------------Kapan Allah cemburu?--------------------Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah merasa cemburu. Dan seorang mukmin pun merasa cemburu. Adapun kecemburuan Allah itu akan bangkit tatkala seorang mukmin melakukan sesuatu yang Allah haramkan atasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/28]) ------------------------------------------

Dunia JANNAH yang kupahami  yang diperlihatkan padaku ( …wallahua’lam) adalah DUNIA penuh BAHAGIA, penuh keSENANGan, dunia PENUH CINTA …….. seseorang TIDAK akan pernah merasakan BAHAGIA jika tidak pernah diberikan oleh Allah rasa CINTA. ...... ini DASAR pemahamanku secara AKAL, dengan dasar juga KAUNIYAH dan QAULIYAH Allah SWT. … di dunia jika diberikan rasa CINTA maka ada rasa CEMBURU besar yang akan mendampingi, jika tidak ada CEMBURU = cintanya akan HANYA kecil sekali …. Atau secara istilah dipertanyakan CINTAnya. -------------- efek cemburu BERLEBIHAN = akan memBUTAkan qalbu, hanya akan mengikuti luapan AMARAH hati, ….. akan muncul kata GHIBAH dan FITNAH krn bisikan setan akan senang pada orang yg MARAH HATInya….. sehingga akan HILANG / RUSAK PAHALAnya, belum lagi menyakiti orang lain dg GHIBAH & FITNAHnya ----------------. aku tidak tahu MENGAPAUNTUK APAAPA SEBABnya… aku diberi oleh Allah SWT RASA sangat cinta sekali pada Risalah Hatiku di HATIku……  hanya KEHENDAK ALLAH saja yg kupahami, bukan krn kehendakku …. ..... kurasakan Aku hanya akan mendapatkan PAINS yg yang akan kurasakan tiap hari, seperti SIA-SIA mencintai Risalah hatiku. ------mencintai yg SIA-SIA, PUPUS, bertepuk dengan angin…….. HANYA bisa bertanya pada ALLAH SWT, mengapa Aku diberi sangat cinta sekali pada Risalah hatiku ? dalam kondisiku seperti sekarang ini -------------- hanya bisa kusimpulkan >> … BAGIKU KEHENDAK ALLAH = JALAN yg TERBAIK untukku = PILIHAN yang terSEMPURNA  untukku  ----- wallahua’lam.-----------hanya berusaha melupakan PAINS in this heart, berusaha kututupi saja ----------------------KetahuilahAllah Azza wajala pun Cemburu.-------------------------------------Abu Hurairah radhiyallahuanhu meriwayatkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang mukmin itu merasa cemburu, sedangkan Allah LEBIH BESAR rasa CEMBURU -daripada dirinya-.” (HR. Bukhari dan Muslimlihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/29] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003)-------------------------------Asma’ binti Abu Bakar radhiyallahuanhuma meriwayatkansuatu saat dia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada seorang pun yang LEBIH PENCEMBURU daripada Allah ‘azza wa jalla.” (HR. Bukhari dan Muslimlihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/28])
-----------------------------------Kapan Allah cemburu?--------------------Abu Hurairah radhiyallahuanhu meriwayatkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabdaSesungguhnya Allah merasa cemburu. Dan seorang mukmin pun merasa cemburu. Adapun kecemburuan Allah itu akan bangkit tatkala seorang mukmin melakukan sesuatu yang Allah haramkan atasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/28]) ------------------------------------------

================

Cemburu atau Al Ghirah merupakan fitrah manusia yang bisa datang kapan saja.Rasa cemburu terhadap pasangan bisa dikatakan wajar. Jika rasa cemburu itu tidak ada, justru menjadi hal yang sangat dikhawatirkan. Kenapa? Sebab bisa jadi pasangan ternyata tidak memiliki rasa kasih dan sayang yang sebenarnya.

Perasaan cemburu biasanya paling besar ditampilkan oleh kaum Hawa. Dalam kehidupan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam pun rasa cemburu kerap diperlihatkan oleh istri Nabi. Terutama bagi Ummu Aisyah yang memang memiliki rasa cemburu yang lebih besar dibandingkan istri-istri Nabi lainnya.

dalam sebuah riwayat menceritakan:

"Suatu ketika, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam di rumah salah seorang istri Beliau. Tiba-tiba istri yang lain mengirim mangkuk berisi makanan. Melihat itu, istri yang rumahnya kedatangan Rasul memukul tangan pelayan pembawa makanan tersebut, maka jatuhlah mangkuk tersebut dan pecah. Kemudian Rasul mengumpulkan kepingan-kepingan pecahan tersebut serta makanannya, sambil berkata:

غَرَّتْ أُمُّكَ

'Ibumu sedang cemburu.'

Lalu Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menyuruh pelayan itu untuk menunggu, kemudian Beliau memberikan kepadanya mangkuk milik istri yang sedang bersama Beliau untuk diberikan kepada pemiliki mangkuk yang pecah. Mangkuk yang pecah Beliau simpan di rumah istri yang sedang bersama Beliau." (HR Al Bukhari)

Ibnu Hajar menjelaskan bahwa istri Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam yang memecahkan mangkuk adalah Aisyah Ummul Mu’minin, sedangkan yang mengirim makanan adalah Zainab binti Jahsy.

Rasa cemburu akan muncul karena adanya rasa cinta. Semakin kuat rasa cinta seorang istri kepada suaminya maka semakin kuat pula rasa cemburu dalam hatinya.

Cemburu di dalam Islam sebenarnya diperbolehkan, asalkan jika rasa cemburu yang timbul tidak memiliki sifat yang berlebihan hingga menyebabkan pertengkaran di antara keduanya.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbali, Imam An-Nasa’i, dan Imam Abu Dawud bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda:

"Sungguh ada sifat cemburu yang disukai oleh Allah Subhanahu wa ta'ala yaitu sifat cemburu yang disertai dengan keragu-raguan dan ada pula sifat cemburu yang sangat dibenci oleh Allah Ta'ala yaitu rasa cemburu yang tanpa disertai rasa keragu-raguan lagi."

=============================

Dalam kitab Tazkiyatun Nafs, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan, berdasarkan ketentuan syariat, cemburu dapat dibagi menjadi dua, yaitu cemburu yang terpuji dan cemburu yang tercela.

Cemburu yang Terpuji

Rasa cemburu ini yang sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa ta’ala dan sunah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam. Di antara contoh-contoh cemburu yang terpuji adalah:

  1. Cemburu terhadap hal-hal yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.
  2. Cemburu terhadap kehormatan. Orang mukmin harus cemburu terhadap anggota keluarganya jika ada salah satu seorang di antara mereka yang mengotori kemuliaan atau kehormatan diri.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

ثَلَاثَةٌ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: الْعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ، وَالْمَرْأَةُ الْمُتَرَجِّلَةُ، وَالدَّيُّوثُ

Artinya: "Ada tiga orang yang tidak akan Allah lihat pada hari kiamat: Orang yang durhaka kepada kedua orangtuanya, wanita yang meniru gaya lelaki, dan dayuts." (HR Ahmad 6180, Nasai 2562, dan disahihkan Syuaib Al Arnauth)

  1. Cemburu terhadap waktu. Waktu merupakan sesuatu yang paling berharga bagi ahli ibadah. Dia tentu akan cemburu jika kehilangan waktu. Sebab sekali saja kehilangan waktu, dia tidak akan dapat kembali lagi.

Cemburu yang Tercela

Cemburu yang tercela adalah cemburu yang berada pada kondisi kejiwaan yang hina dan yang tidak dikekang oleh ketentuan-ketentuan syariat. Maka tidak heran jika pelakunya terseret pada kebinasaan.

Contohnya, rasa cemburu seorang istri yang berlebihan kepada suaminya atau sebaliknya. Sehingga di dalam dirinya hanya terdapat zhan (prasangka) negatif (suuzan) terhadap suami atau istrinya yang tidak bisa ditawar dan seakan-akan tidak ada keraguan lagi.

Dalam sebuah hadis disebutkan, Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam bersabda:

"Ada jenis cemburu yang dicintai Allah Subhanahu wa ta’ala, adapula yang dibenci-Nya. Yang disukai, yaitu cemburu tatkala ada sangkaan atau tuduhan. Sedangkan yang dibenci, yaitu adalah yang tidak dilandasi keraguan." (Sunan Al Baihaqi: 7/308)

Cemburu karena karena hawa nafsu dan tanpa bukti dapat menghancurkan hubungan  yang rapuh. Seorang Muslim dan Muslimah yang bertakwa akan menjaga lisannya dari membicarakan hal-hal yang diharamkan akibat kecemburuan yang disebabkan oleh zhan.

Ia juga tidak akan melepaskan perasaan cemburunya secara liar demi menjalankan firman Allah Azza wa Jalla:

إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka ditimpa waswas dari syaitan, mereka ingat kepada Allah Subhanahu wa taala. Maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya." (QS Al A’raf: 201)

Bukan berarti kita tidak boleh cemburu. Rasa cemburu bukanlah sesuatu hal yang buruk dan harus dihilangkan atau ditolak, namun semua itu harus berdasar kepada ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan dalam syariat.

-------------------------------

Kemudian dalam sebuah riwayat, Sa’ad bin Ubadah mengatakan:

لَوْ رَأَيْتُ رَجُلًا مَعَ امْرَأَتِي لَضَرَبْتُهُ بِالسَّيْفِ غَيْرَ مُصْفَحٍ

Artinya: "Seandainya aku melihat seorang laki-laki sedang bersama istriku pasti aku pukul dia dengan sisi pedangku yang tajam."

Mendengar ucapannya, Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda:

أَتَعْجَبُونَ مِنْ غَيْرَةِ سَعْدٍ لَأَنَا أَغْيَرُ مِنْهُ، وَاللَّهُ أَغْيَرُ مِنِّي

Artinya: "Tidak herankah kalian kecemburuan Sa’ad? Sungguh aku lebih cemburu daripada Sa’ad, dan Allah Subhanahu wa ta’ala lebih cemburu lagi daripada aku." (HR Bukhari)

Namun jika seorang wanita ingin menyembunyikan gejolak yang membara karena rasa cemburu di dalam hatinya karena ingin menyucikan jiwanya maka itu sah-sah saja bahkan Allah Subhanahu wa ta’ala menjanjikan pahala dalam Firman-Nya:

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

Artinya: "Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang Allah karuniakan kepada sebagian kamu lebih banyak daripada sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS An-Nisa: 32)

Begitulah pandangan Islam. Sebagai agama yang santun, membungkus sesuatu perkara manusia dengan sangat indah. Bahkan perkara cemburu pun, dianjurkan jika dalam porsi yang benar, mencegah kenistaan dan maksiat, menunjukan rasa cinta kasih pasangan/jodoh, menambah hangat, dan harmonis hubungan.

Lantas, bagaimana Muslimah menyikapi rasa cemburu ini? Paling baik sampaikanlah rasa cemburu dalam bentuk yang cerdas, romantis lagi menyenangkan. Sebab pada dasarnya seseorang ingin mengukur seberapa besar cinta pasangan itu memang salah satunya ditampakkan dengan cemburu. Hal terpenting, cemburulah karena Allah Subhanahu wa ta'ala, karena itu halal dan dianjurkan.

=============

Ketahuilah, Allah Azza wajala pun Cemburu.
-------------------------------------
Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang mukmin itu merasa cemburu, sedangkan Allah LEBIH BESAR rasa CEMBURU -daripada dirinya-.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/29] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003)
-------------------------------
Asma’ binti Abu Bakar radhiyallahu’anhuma meriwayatkan, suatu saat dia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada seorang pun yang LEBIH PENCEMBURU daripada Allah ‘azza wa jalla.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/28] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003)
-----------------------------------

Kapan Allah cemburu?
Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah merasa cemburu. Dan seorang mukmin pun merasa cemburu. Adapun kecemburuan Allah itu akan bangkit tatkala seorang mukmin melakukan sesuatu yang Allah haramkan atasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/28] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003)
------------------------------------------

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada satupun sosok yang lebih menyukai pujian kepada dirinya dibandingkan Allah. Oleh sebab itulah Allah pun memuji diri-Nya sendiri. Dan tidak ada seorang pun yang lebih punya rasa cemburu dibandingkan Allah, dikarenakan itulah maka Allah pun mengharamkan perkara-perkara yang keji.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/27] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003)


Kecemburuan  Allah atas setiap dosa yang dilakukan oleh hamba-Nya.  Kecemburuan ketika makhluk Nya melanggar batasan yang telah ditetapkan.

أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى، أَلاَ إِنَّ حِمَى اللَّهِ فِي أَرْضِهِ مَحَارِمُهُ

Ketahuilah, setiap raja memiliki tanah larangan dan tanah larangan Allah di bumi ini adalah perkara-perkara yang diharamkan-Nya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kapan Allah gembira?
Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Sungguh, Allah sangat-sangat bergembira terhadap taubat salah seorang di antara kalian jauh melebihi kegembiraan salah seorang dari kalian di saat ia berhasil menemukan kembali ontanya yang telah menghilang.” (HR. Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/13] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003)
------------------------------------------------------

Anas bin Malik radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh, Allah jauh-jauh lebih bergembira terhadap taubat hamba-Nya ketika dia bertaubat kepada-Nya daripada salah seorang dari kalian yang suatu saat mengendarai hewan tunggangannya di suatu padang yang luas namun tiba-tiba hewan itu lepas darinya. Padahal di atasnya terdapat makanan dan minumannya. Dia pun berputus asa untuk bisa mendapatkannya kembali. Lalu dia mendatangi sebuah pohon kemudian berbaring di bawah naungannya dengan perasaan putus asa dari memperoleh tunggangannya tadi. Ketika dia sedang larut dalam perasaan semacam itu, tiba-tiba hewan tadi telah ada berdiri di sisinya. Lalu dia pun meraih tali pengikat hewan tadi, dan karena saking bergembiranya dia pun berkata, ‘Ya Allah, Engkau adalah hambaku dan aku adalah Rabbmu.’ Dia salah berucap gara-gara saking gembiranya. “ (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/16] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003)
====================================

Sabar, Dunia hanya sebentar
Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dunia adalah penjara bagi seorang mukmin dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/214] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003)
----------------------------------

Anas bin Malik radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Surga diliputi oleh perkara-perkara yang terasa tidak menyenangkan, sedangkan neraka diliputi oleh perkara-perkara yang terasa menyenangkan hawa nafsu.” (HR. Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/101] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003)
======================================

Anas bin Malik radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ya Allah, tiada kehidupan yang sejati melainkan kehidupan akherat…” (HR. Bukhari, lihat Fath al-Bari [11/260] cet. Dar al-Hadits tahun 1424 H).
-------------------------------------------

Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Barangsiapa yang berusaha menjaga kehormatannya maka Allah pun akan mengaruniakan iffah/terjaganya kehormatan kepadanyaBarangsiapa yang melatih diri untuk bersabar maka Allah akan jadikan dia penyabar. Barangsiapa yang melatih diri untuk senantiasa merasa cukup maka niscaya Allah akan beri kecukupan untuk dirinya. Tidaklah kalian diberikan suatu karunia yang lebih baik dan lebih lapang daripada kesabaran.” (HR. Bukhari, lihat Fath al-Bari [11/343] cet. Dar al-Hadits tahun 1424 H)

Jangan tertipu oleh dunia!
Amr bin Auf radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukanlah kemiskinan yang kukhawatirkan menimpa kalian. Akan tetapi sesungguhnya yang kukhawatirkan menimpa kalian adalah ketika dunia dibentangkan untuk kalian sebagaimana dibentangkan kepada orang-orang sebelum kalian sehingga kalian pun berlomba-lomba untuk meraupnya sebagaimana dahulu mereka berlomba-lomba mendapatkannya. Dan dunia mencelakakan kalian sebagaimana dulu dunia telah mencelakakan mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/216] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003 dan Fath al-Bari [11/274] cet. Dar al-Hadits tahun 1424 H)
--------------------------------------------

‘Aisyah radhiyallahu’anha menceritakan, “Keluarga Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sejak awal tiba di Madinah tidak pernah sampai merasakan kenyang karena menyantap hidangan gandum halus selama tiga malam berturut-turut sampai beliau meninggal.” (HR. Bukhari, lihat Fath al-Bari [11/327] cet. Dar al-Hadits tahun 1424 H)
---------------------------------------------

‘Aisyah radhiyallahu’anha menceritakan, Keluarga Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah memakan dua jenis makanan dalam sehari kecuali salah satunya pasti kurma kering.” (HR. Bukhari, lihat Fath al-Bari [11/329] cet. Dar al-Hadits tahun 1424 H)
-------------------------------------------------

Ikhlaslah!
===================================

Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah tabaraka wa ta’ala berfirman, ‘Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang di dalamnya dia mempersekutukan selain-Ku bersama dengan diri-Ku maka akan Kutinggalkan dia bersama kesyirikannya.” (HR. Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/232] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003)
---------------------------------------------------

Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwakaya jiwanya (merasa cukup), dan tersembunyi (tidak suka menonjol-nonjolkan diri, pent).” (HR. Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/220] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003)
------------------------------------------

Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukanlah kekayaan yang sejati itu kekayaan yang berupa melimpahnya perbendaharaan dunia. Akan tetapi kekayaan yang sesungguhnya adalah kekayaan di dalam hati -merasa cukup dengan pemberian Allah, pent-.” (HR. Bukhari, lihat Fath al-Bari [11/306] cet. Dar al-Hadits tahun 1424 H)
---------------------------------------

Kenikmatan tiada tara menanti di sana… JIKA ke SURGA {jika ke NERAKA = SEBALIKnya ..... KESAKITAN tiada TARA


----------------------------------------

Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah ‘azza wa jalla berfirman, ‘Aku telah persiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang soleh kenikmatan yang belum pernah dilihat matabelum pernah terdengar telinga, dan belum pernah terlintas dalam hati manusia.’.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/102] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003)
-------------------------------------

Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang masuk surga maka dia akan selalu senang dan tidak akan merasa susah. Pakaiannya tidak akan usang dan kepemudaannya tidak akan habis.” (HR. Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/110] cet. Dar Ibnu al-Haitsam tahun 2003)

Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Apabila para penduduk surga telah memasuki surga dan para penduduk neraka pun telah memasuki neraka maka didatangkanlah kematian hingga diletakkan di antara surga dan neraka, kemudian kematian itu disembelih. Lalu ada yang menyeru, ‘Wahai penduduk surga, kematian sudah tiada. Wahai penduduk neraka, kematian sudah tiada’. Maka penduduk surga pun semakin bertambah gembira sedangkan penduduk neraka semakin bertambah sedih karenanya.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/120-121] cet. Dar Ibnu al-Haitsam tahun 2003)

Views All Time
Views All Time
61
Views Today
Views Today
2

Hits: 21

1 Comment

  1. Ayat ini sebagai pemutus hukum bagi setiap orang yang mengaku mencintai Allah tetapi tidak menempuh jalan Muhammad, Rasulullah saw, bahwa dia adalah pembohong dalam pengakuan cintanya itu sehingga dia mengikuti syariat dan agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. dalam semua ucapan dan perbuatannya. Sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadist shahih, dari Rasulullah saw. beliau bersabda,
    "Barangsiapa melakukan suatu amal yang tidak ada perintahnya dari kami, maka amalan itu tertolak."

    Dan juga Rasulullah saw. menjelaskan seseorang yang tidak termasuk orang-orang yang mencintainya, yaitu beliau bersabda,
    "Barangsiapa yang benci dengan sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku." (HR.Syaikhan)

Leave a Reply