setelah KHILAFAH = adalah ZAMAN DAJJAL {30 DAJJAL} ... zaman now/present time adalah era DAJJAL .. lalu ASSAAH/malapetaka BESAR --------- zaman dajjal /30 dajjal itu TIDAK BUTA mata sebelah .... BUKAN seperti dajjal terakhir yg dibunuh Isa yg BENTUK MENGERIKAN dan buta mata sebelah ---------- DAJJAL /30 dajjal sekarang itu DIKIRA MUKMIN oleh MUSLIM/buta qalbu/tidak bisa membedakan BENAR dan salah/ TAKLID BUTA /muslim BUIH... dikira mukmin oleh muslim 72 golongan ke NERAKA ---------- “Siapa yang mendengar (kedatangan) Dajjal hendaklah menjauhinya. Demi Allah, seorang laki-laki benar-benar akan mendatangi Dajjal dan MENGIRA bahwa ia adalah seorang MUKMIN (yang kuat imannya), lalu ia akan mengikuti setiap syubhat yang ditebarkannya.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad) --------------------- Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: وَإِنَّ بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ دَجَّالِينَ كَذَّابِينَ قَرِيبًا مِنْ ثَلَاثِينَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ نَبِيٌّ Sesungguhnya di antara tanda-tanda hari Kiamat adalah munculnya para Dajjal pendusta, jumlah mereka hampir mencapai tiga puluh orang dan mereka semua akan mendakwakan dirinya seorang Nabi {"seperti DERAJAT NABI, diikuti orang banyak dan tidak ada yg menentang"}. (HR. Ibnu Majah)------------------ Dalam hadits lain disebutkan, dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ قَرِيبٌ مِنْ ثَلَاثِينَ دَجَّالِينَ كَذَّابِينَ كُلُّهُمْ يَقُولُ أَنَا نَبِيٌّ أَنَا نَبِيٌّ “Sebelum datangnya hari kiamat akan muncul sekitar tiga puluh Dajjal pendusta, mereka semua berkata: ‘Aku adalah seorang Nabi, aku adalah seorang Nabi.{"seperti DERAJAT NABI, diikuti orang banyak dan tidak ada yg menentang"}.” (HR. Ahmad)-------------------- Nabi telah bersabda, "Umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, dan mereka semua akan berada di neraka kecuali satu golongan." Para sahabat bertanya “Ya Rasulullah, golongan manakah yang akan selamat tersebut?” Kemudian beliau pun menjawab, "Ia adalah golonganku dan sahabat-sahabatku." HR Tirmidzi Nomor 171 ----------------- Dalam satu hadis Nabi S.A.W., baginda telah menggambarkan UMAT di AKHIR ZAMAN seperti BUIH.“Akan datang umat-umat yang berkerumunan ke atas kalian seperti kerumunannya orang-orang yang makan pada satu pinggan.” Maka seorang bertanya : “Apakah jumlah kami pada ketika itu sedikit?” Baginda s.a.w menjawab: “Bahkan jumlah kamu pada saat itu ramai. Akan tetapi keadaan kamu seperti buih-buih di lautan. Dan sesunguhnya Allah akan mencabut dari (hati) musuh-musuh kamu rasa takut terhadap kamu serta akan ditimpakan (penyakit) al-Wahn di dalam hati-hati kamu.” Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah! Apakah al-Wahn?” Nabi SAW menjawab: “Cinta kepada dunia dan takut mati.”(Sahih – Hadis riwayat Abu Daud, Kitab al-Malahim: Bab: Fi Tada al Umam ‘Alal Islam, jld. 4, ms. 484, no: 4297)

February 8, 2018admin5

setelah KHILAFAH = adalah ZAMAN DAJJAL {30 DAJJAL} ... zaman now/present time adalah era DAJJAL .. lalu ASSAAH/malapetaka BESAR Khilafah .. lalu 30 DAJJAL .. [...]

meniru tradisi KAFIR .. TASYABUH KAFIR .... tradisi-tradisi orang musyrik kafir yang banyak ditiru oleh umat islam saat ini adalah : 1. Perayaan Tahun Baru 2. Perayaan Valentine Day (Hari perzinaan bebas) 3. April MOP 4. Perayaan Ulang Tahun 5. Perayaan Maulid Nabi dll 6. Bahkan ada yang Merayakan Natal paskah dsb. 7. Perayaan-perayaan lainnya yang tidak dicontohkan Nabi seperti tahlilan, haul, ruwatan dsb (meniru umat hindu). ----- “Kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Lalu ada yang menanyakan pada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Apakah mereka itu mengikuti seperti Persia dan Romawi?” Beliau menjawab, “Selain mereka, lantas siapa lagi?“ (HR. Bukhari no. 7319) ------- perlu diperhatikan bahwa ada syarat bolehnya tasyabbuh dengan orang kafir: --------------------- 1- Yang ditiru bukan syi’ar agama orang kafir dan bukan menjadi kekhususan mereka. 2- Yang diserupai bukanlah perkara yang menjadi syari’at mereka. Seperti dalam syari’at dahulu dalam rangka penghormatan, maka disyari’atkan sujud. Namun dalam Islam telah dilarang. 3- Syari’at menjelaskan bolehnya bersesuaian dalam perbuatan tersebut, namun khusus untuk amalan tersebut saja. Seperti misalnya dahulu Yahudi melaksanakan puasa Asyura, umat Islam pun melaksanakan puasa yang sama. Namun juga diselisihi dengan menambahkan puasa pada hari kesembilan dari bulan Muharram. 4- Menyerupai orang kafir di sini tidak sampai membuat kita menyelisihi ajaran Islam. Misalnya, orang kafir sekarang berjenggot. Itu bukan berarti umat Islam harus mencukur jenggot supaya berbeda dengan orang kafir karena memelihara jenggot sudah menjadi perintah bagi pria muslim. 5- Menyerupai orang kafir di sini bukan dalam perayaan mereka. Misalnya, orang kafir merayakan kelahiran Isa (dalam natal), maka bukan berarti kita pun harus merayakan kelahiran Nabi Muhammad (dalam Maulid Nabi). Jadi tidak boleh tasyabbuh dalam hal perayaan orang kafir. 6- Tasyabbuh hanya boleh dalam keadaan hajat yang dibutuhkan, tidak boleh lebih dari itu.

January 4, 2018admin4

meniru tradisi KAFIR ... TASYABUH KAFIR .... tradisi-tradisi orang musyrik kafir yang banyak ditiru oleh umat islam TASYABUH KAFIR  contohnya  adalah : 1. Perayaan Tahun [...]