Sebegitu jugakah aku/kamu sebagai MUKMIN, mukminin / mukminah, seperti tanda seorang MUKMIN dalam nash/ayat Allah? ------------ sebegitu jugakah bidadari dunia punya sayang dan cinta yang besar, seperti yg pernah diperlihatkan oleh Allah di masa depan {wallahua’lam}, atau nash/ayat tertulis-Nya? ----------------- ataukah itu hanya dimiliki oleh kloning-nya atau fotocopy-nya atau bukan ASLI-nya ? -------------- atau malah itu hanya FATAMORGANA, yang TIDAK pernah ada di dunia, bidadari penuh CINTA itu TIDAK pernah ada di DUNIA ?????? ---------------------------- hanya bisa kubaca dg mata QALBU-ku bukan dg MATA PHYSIC-ku ………. bentuk cinta dan sayang dari bidadari dunia ……. “Risalah hati-ku”, apakah tidak pernah TERLIHAT atau tidak pernah ada …… atau ….aku BUTA melihat cinta dan sayang dari risalah hatiku ?---------------- {surga itu bersama RISALAH HATI, hati yg TIDAK HITAM/KOTOR, hati yg bersih, hati yg saling cinta krn diberi TALI oleh ALLAH, sehingga tidak akan putus di dunia atau di akhirat KELAK}, …….wallahua’lam ?

Sebegitu jugakah aku/kamu sebagai MUKMIN, mukminin / mukminah,  seperti tanda seorang MUKMIN dalam nash/ayat Allah? ------------ sebegitu jugakah bidadari dunia punya sayang dan cinta yang besar, seperti yg pernah diperlihatkan oleh Allah di masa depan {wallahua’lam}, atau nash/ayat  tertulis-Nya?  -----------------  ataukah itu hanya dimiliki oleh kloning-nya atau fotocopy-nya atau bukan ASLI-nya ? -------------- atau malah itu hanya FATAMORGANA, yang TIDAK  pernah ada di dunia, bidadari penuh CINTA itu TIDAK pernah ada di DUNIA  ??????  ---------------------------- hanya bisa kubaca dg mata QALBU-ku bukan dg MATA PHYSIC-ku ………. bentuk cinta dan sayang dari bidadari dunia ……. “Risalah hati-ku”, apakah tidak pernah TERLIHAT atau tidak pernah ada …… atau ….aku BUTA melihat cinta dan sayang dari risalah hatiku ?----------------  {surga itu bersama RISALAH HATI, hati yg TIDAK HITAM/KOTOR, hati yg bersih, hati yg saling cinta krn diberi TALI oleh ALLAH, sehingga tidak akan putus di dunia atau di akhirat KELAK}, …….wallahua’lam ?

=====================================

Sebegitu jugakah aku/kamu sebagai MUKMIN, mukminin / mukminah, seperti tanda seorang MUKMIN dalam nash/ayat Allah?

-----------------------------------------------

Setiap manusia yg digolongkan oleh ALLAH sebagai golongan manusia MUKMIN, mukminin/mukminah = pasti minimal sudah melakukan JIHAD HATI, sehingga HATInya tidak mengHITAM/BUTA QALBU.... sehingga bisa membedakan BENAR dan SALAH, dan,,,, PASTI tidak akan menyalahkan yg BENAR, dan ... pasti tidak akan membenarkan yang SALAH !! 

Manusia sudah diberi contoh JIHAD LIDAH/LISAN dan JIHAD tangan oleh NABI mulai dari IBRAHIM, MUSA ... sampai MUHAMMAD !! 

Nabi bersabda: "Tiada seorang Nabi pun yang diutus sebelumku, kecuali mempunyai beberapa hawari (pengikut setia) dan sahabat dari umatnya yang selalu memegang sunnahnya dan melaksanakan perintahnya. Kemudian setelah mereka muncul beberapa generasi pengganti, mereka mengatakan sesuatu yang tidak diamalkan dan mengamalkan apa yang tidak diperintahkan. Barangsiapa yang berjihad kepada mereka dengan tangannya, maka dia mukmin, barangsiapa yang berjihad kepada mereka dengan lisannya maka dia mukmin, barangsiapa yang berjihad kepada mereka dengan hatinya maka dia mukmin, dan tiada keimanan setelah itu meskipun seberat dzarrah.” (HR. Muslim)

TANDA-TANDA ... manusia diberi KEBAIKAN oleh Allah ... sebelum MATInya (tergolong mukmin, mukminin/mukminah.. wallahua'lam}


-------------------------------------

Apakah aku/ kamu merasakan DEKAT .. dg keMATIan kita ?

Apakah aku/ kamu sekarang merasakan ... UJIAN Allah ?

Apakah aku/ kamumerasa .. di JALAN Allah atau malah menJAUH?

apakah aku/ kamu merasakan UJIAN BERAT .... shg harus SABAR?

apakah aku/ kamu DEKAT dg FIRMAN Allah dan hadit-Nya ?

apakah aku/ kamu merasa WAJIB ... utk TAKWA ?

----------------------------

apakah kamu/aku lakukan .. dalam menambah BEKAL pahalamu ??? ... tambah FOYA-FOYA dg dunia?? .... tambah AL WAHN-mu ... cinta dunia takut mati ??

--------------------------------------

“Barang siapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan ia dalam agama.” HR Al Bukhari dan Muslim).
---------------------------------------
Kefaqihan adalah pemahaman yang Allah berikan kepada seorang hamba. Pemahaman yang lurus terhadap Al Qur’an dan hadits berasal dari kebeningan hati dan aqidah yang shahih.
.........................................................

1. Dibukanya pintu amal sebelum kematian menjelang.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إذا أراد الله بعبد خيرا استعمله قيل : ما يستعمله ؟ قال : يفتح له عملا صالحا بين يدي موته حتى يرضي عليه من حوله

Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, Allah akan jadikan ia beramal.” Dikatakan, “Apakah dijadikan beramal itu?” Beliau bersabda, “Allah bukakan untuknya amalan shalih sebelum meninggalnya, sehingga orang-orang yang berada di sekitarnya ridla kepadanya.” (HR Ahmad dan Al Hakim dari Amru bin Al Hamq).[1]
..................................................................
2. dipercepat sanksinya di dunia.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إذا أراد الله بعبده الخير عجل له العقوبة في الدنيا و إذا أراد بعبده الشر أمسك عنه بذنبه حتى يوافي به يوم القيامة

Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada hambaNya, Allah akan segerakan sanksi untuknya di dunia. Dan apabila Allah menginginkan keburukan kepada hambaNya, Allah akan membiarkan dosanya (di dunia) sampai Allah membalasnya pada hari kiamat.” (HR At Tirmidzi dan Al Hakim dari Anas bin Malik).[2]

Namun kita tidak diperkenankan untuk meminta kepada Allah agar dipercepat sanksi kita di dunia, karena kita belum tentu mampu menghadapinya.

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَادَ رَجُلاً مِنَ الْمُسْلِمِينَ قَدْ خَفَتَ فَصَارَ مِثْلَ الْفَرْخِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « هَلْ كُنْتَ تَدْعُو بِشَىْءٍ أَوْ تَسْأَلُهُ إِيَّاهُ ». قَالَ نَعَمْ كُنْتُ أَقُولُ اللَّهُمَّ مَا كُنْتَ مُعَاقِبِى بِهِ فِى الآخِرَةِ فَعَجِّلْهُ لِى فِى الدُّنْيَا. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « سُبْحَانَ اللَّهِ لاَ تُطِيقُهُ – أَوْ لاَ تَسْتَطِيعُهُ – أَفَلاَ قُلْتَ اللَّهُمَّ آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ». قَالَ فَدَعَا اللَّهَ لَهُ فَشَفَاهُ.

“Dari Anas, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menjenguk seseorang dari kaum muslimin yang telah kurus bagaikan anak burung. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apakah kamu berdo’a dengan sesuatu atau kamu memintanya?” Ia berkata, “Ya, aku berdo’a, “Ya Allah siksa yang kelak Engkau berikan kepadaku di akhirat segerakanlah untukku di dunia.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Subhanallah, kamu tidak akan mampu itu. Mengapa kamu tidak berkata, “Ya Allah berikan kepada kami di dunia kebaikan dan di akhirat kebaikan dan peliharalah kami dari adzab Neraka.” Maka orang itupun berdo’a dengannya. Allah pun menyembuhkannya.” (HR Muslim).
.............................................................
3. Diberikan cobaan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من يرد الله به خيرا يصب منه

“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan, Allah akan memberinya musibah.” (HR Ahmad dan Al Bukhari dari Abu Hurairah).

Cobaan pasti akan menerpa kehidupan mukmin, karena itu janji Allah:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ

SungguhKami akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan hartajiwa dan buah-buahan.” (QS Al Baqarah: 155).

Cobaan itu untuk menggugurkan dosa dan mengangkat derajat.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَزَالُ الْبَلَاءُ بِالْمُؤْمِنِ أَوْ الْمُؤْمِنَةِ فِي جَسَدِهِ وَفِي مَالِهِ وَفِي وَلَدِهِ حَتَّى يَلْقَى اللَّهَ وَمَا عَلَيْهِ مِنْ خَطِيئَةٍ

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Senantiasa ujian itu menerpa mukmin atau mukminah pada jasadnya, harta dan anaknya sampai ia bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak mempunyai dosa.” (HR Ahmad dengan sanad yang hasan).
.............................................................


4. Difaqihkan {paham} dalam agama.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan ia dalam agama.” HR Al Bukhari dan Muslim).

Kefaqihan adalah pemahaman yang Allah berikan kepada seorang hamba. Pemahaman yang lurus terhadap Al Qur’an dan hadits berasal dari kebeningan hati dan aqidah yang shahih. Karena hati yang dipenuhi oleh hawa nafsu tidak akan dapat memahami Al Qur’an dan hadits dengan benarSebagaimana yang dikabarkan oleh nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang kaum khawarij yang membaca Al Qur’an:

يَخْرُجُ قَوْمٌ مِنْ أُمَّتِى يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَيْسَ قِرَاءَتُكُمْ إِلَى قِرَاءَتِهِمْ بِشَىْءٍ وَلاَ صَلاَتُكُمْ إِلَى صَلاَتِهِمْ بِشَىْءٍ وَلاَ صِيَامُكُمْ إِلَى صِيَامِهِمْ بِشَىْءٍ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ يَحْسِبُونَ أَنَّهُ لَهُمْ وَهُوَ عَلَيْهِمْ

“Akan keluar suatu kaum dari umatku, mereka membaca Al Qur’an. Bacaan kalian tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan bacaan Al Qur’an mereka, shalat dan puasa kalian tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan shalat dan puasa mereka. Mereka membaca Al Qur’an dan menyangka bahwa Al Qur’an mendukung mereka padahal Al Qur’an tidak mendukung mereka.” (HR Muslim).

Itu semua akibat kedangkalan ilmu dan mengikuti hawa nafsu, sehingga mereka tidak diberikan pemahaman yang benar terhadap Al Qur’an dan hadits. Mereka mengira bahwa ayat Al Qur’am mendukung perbuatan mereka, padahal tidak demikian. Tentu yang memahaminya adalah orang-orang yang Allah faqihkan dalam agama dan selamatkan dari hawa nafsu.
.....................................................
5. Diberikan kesabaran.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

و ما أعطي أحد عطاء خيرا و أوسع من الصبر

Tidaklah seseorang diberikan dengan sesuatu yang lebih baik dan lebih luas dari kesabaran.” (HR Al Bukhari dan Muslim).

Kesabaran dalam keimanan bagaikan kepala untuk badan. Badan tak akan hidup tanpa kepala, demikian pula iman tak akan hidup tanpa kesabaran. Untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya amat membutuhkan kesabaran. Karena Iblis dan balatentaranya tak pernah diam untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah.

وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ

“Tidak ada yang diberikan (sifat-sifat yang terpuji inikecuali orang-orang yang sabar, dan tidak ada yang diberikannya kecuali orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.” (QS Fushilat: 35).


UJIAN.... atau Cobaan Bagi Seorang ....MUKMIN
................................................................

..............TANDA DARI KECINTAAN ALLAH .. kepada orang BERIMAN
.................
ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman :

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan : ‘ Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi (2) Dan sesunggunya KAMI telah menguji orang2 yang sebelum mereka, maka sesungguhnya ALLAH mengetahui orang2 yang benar dan sesungguhnya DIA mengetahui orang2 yang dusta (3).” (Al-Qur’an, surat Al – Ankabuut (29), ayat 2-3).

Ayat yang mulia diatas menjelaskan bahwa ALLAH Subhaanahu wa Ta’ala akan senantiasa memberikan ujian kepada hamba2-NYA yang beriman sesuai dengan kadar keimanan yang selama ini ia miliki. Hal ini sebagaimana yang terdapat di dalam sebuah hadits shahih sbb : Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Manusia yang paling berat ujiannya adalah para Nabi, kemudian orang2 yang shalih, kemudian disusul oleh orang2 yang mulia, lalu oleh orang2 yang mulia berikutnya. Seseorang diuji sesuai dengan kadar pengamalan agamanya. Bila dalam mengamalkan agamanya ia begitu kuat, maka semakin kuat pula cobaannya.” (HR.Imam At-Tirmidzi No.3298 – HR. Imam Ahmad I/172).

Orang beriman yang sesungguhnya adalah orang yang memelihara derajat kebersihan imannya di sepanjang fluktuasi duniawi. Dia terus mengingat Allah dan mengaitkan karunia kepada-Nya. Dan dia berjalan kepada-Nya dalam ketundukan, meminta untuk dibebaskan dari penderitaan.

Sungguh sangat menakjubkan perkara-perkara orang mukmin ! karena semua keadaannya adalah baik baginya. Dan yang demikian itu tidak mungkin terjadi bagi seseorang kecuali seorang mukmin. Jika dia mendapat nikmat, dia bersyukur, dan ini adalah terbaik baginya, dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, dan ini adalah terbaik baginya.” (HR. Muslim)

Dan Allah Subhanhu Wa Ta'ala berfirman (yang artinya) :

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan hartajiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabaryaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.“ [Surat Al- Baqarah, 2:155-157]

Maka dari itu, seorang mukmin sudah semestinya menunjukkan terima kasih dan rasa syukur atas semua berkah mengagumkan yang telah Allah anugerahkan kepadanya. Dan dia memperlihatkan kesabaran dan ketundukan di waktu mengalami sakit dan kesukaran, kelaparan atau penderitaan lainnya.

PENDERITAAN- PENDERITAAN MENGUNTUNGKAN ORANG MUKMIN

Allah telah menetapkan bahwa, di dalam kehidupan ini, penderitaan- penderitaan dan bencana-bencana menimpa keduanyabagi orang-orang beriman maupun orang-orang kafir. Bagi orang yang tidak beriman (orang kafir), mereka merasa susah dengan hal itu yang menghalanginya dari aktivitas biasanya di kehidupan duniawi. Bagi seorang mukmin sebaliknya, mereka menganggapnya sebagai waktu istirahat dan introspeksi , ujian-ujian itu menjanjikan ganjaran yang besar, dan sebagai tanda pertaubatan dan pengampunan. Sekecil apapun bencana yang menimpa seorang mukmin, ini membawa kabar gembira dan pengampunan dan menaikkan derajat (di surga). para ulama biasa untuk merasa senang ketika kesukaran menimpa mereka dan melihatnya sebagai tanda pengampunan dan kemurahan Allah.

PENGAMPUNAN DARI DOSA-DOSA

Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, “Musibah senantiasa menimpa orang-orang mukmin, baik laki-laki ataupun perempuan, baik pada jiwanya, anak-anaknya, maupun hartanya hingga mereka menghadap Allah dengan tanpa membawa dosa.” (HR. At-Tirmidzi)

TANDA DARI KECINTAAN ALLAH

Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, “Siapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan, maka Allah akan menimpakan musibah kepadanya”. (HR. Bukhari)

TANDA KEIMANAN

Artinya : Perumpamaan orang mukmin ibarat sebatang pokok yang lentur diombang-ambing angin, kadang hembusan angin merobohkannya, dan kadang-kadang meluruskannya kembali. Demikianlah keadaannya sampai ajalnya datang. Sedangkan perumpamaan seorang munafik, ibarat sebatang pokok yang kaku, tidak bergeming oleh terpaan apapun hingga (ketika) tumbang, (tumbangnya) sekaligus”. [Bukhari : Kitab Al-Mardha, Bab I, Hadist No. 5643, Muslim No. 7023, 7024, 7025, 7026, 7027].

TANDA KESALIHAN

Para nabi dan orang-orang shalih merupakan orang-orang yang paling diuji, dan pahala mereka adalah yang paling besar.

Sa’ad berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda : “ Yang paling menderita diantara orang-orang adalah para nabi, kemudian yang paling serupa dengannya, kemudian yang paling serupa dengannya (selanjutnya) . Seseorang itu diuji sesuai dengan kadar agamanya, jika kadar beragamanya (imannya) kuat maka ujiannya akan semakin keras, dan jika kadar beragamanya lemah maka ujiannya ringan. Sesungguhnya seorang hamba akan senantiasa diuji sampai dia akan dibiarkan berjalan di muka bumi ini tanpa membawa dosa. (HR. Ahmad, Tirmidzi)

HUKUMAN YANG DISEGERAKAN (DI DUNIA)

Anas berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda : “Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, Dia akan menyegerakan siksanya di dunia, dan bila Allah menghendaki kejelekan bagi hamba-Nya , maka Allah akan menahan siksa-Nya atas dosa-dosanya, hingga akan dibalas pada hari kiamat.” (HR.Tirmidzi)

PAHALA YANG BERLIPAT-LIPAT

Anas berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda : “ Sesungguhnya besarnya pahala diukur dengan besarnya ujian, dan bila Allah suka kepada suatu kaum, maka mereka diuji. Barangsiapa yang ridho (dengan ketetapan Allah) maka akan menerima keridhoan Allah dan Barangsiapa yang tidak suka (dengan ketetapan Allah), maka akan menerima kemarahan Allah.“ (HR.Tirmidzi)

PAHALA BAGI SUATU PENYAKIT

Seseorang seharusnya tidak melihat sakit sebagai peristiwa yang suram, tetapi harus melihat kebajikan yang besar darinya. Ini merupakan satu bentuk derita yang dengannya Allah menguji hambanya, memberi mereka kesempatan untuk memperoleh pahala, sebagaimana yang dijelaskan di atas, sebagaimana ditegaskan di bawah ini :

MENGHAPUSKAN DOSA-DOSA DAN MENAIKKAN DERAJAT

Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, “ Kapanpun seorang muslim diuji dengan penderitaan dari penyakit maupun yang semisalnya, maka Allah akan mengangkat dosa-dosanya dikarenakan hal itu, seperti sebuah pohon yang menggugurkan daun-daunnya” . (HR. Bukhari dan Muslim)

Abu Sa’id Al-Khudry berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda : “ Tidaklah seorang muslim mengalami musibah, penyakit, kesedihan, kecemasan, kesusahan, atau tekanan jiwa – bahkan tertusuk sebuah duri- kecuali Allah akan menghapus dosa-dosanya atas musibah-musibah tersebut.

Sa’id berkata :

“Saya dulu bersama Salman ketika beliau mengunjungi seoarang yang sakit di Kindah (Persia) dan beliau berkata kepadanya (si sakit) :” Harapkanlah kebaikan karena Allah menciptakan sakit bagi seorang mukmin sebagai penghapusan dosa-dosanya dan waktu untuk beristirahat. Namun, ketika seorang yang tidak beriman (cttn : di hadis yang sama pada artikel ttg sakit, di situs jilbab.or.id penulisnya menulis seorang yang tidak beriman pada artikel ini sebagai —–“fasiq”, ) jatuh sakit, ia seperti seekor unta yang ditinggalkan pemiliknya yang kemudian membiarkannya lepas – ia (unta tsb) tidak mengerti mengapa ia diikat atau dilepaskan.” (HR.Bukhari)

(Tambahan : Maksudnya, penyakit itu merupakan penebus dosa bagi orang mukmin dan penyebab taubat dan kesadarannya dari kelalaian. Berbeda dengan orang-orang fajir, yang tetap durhaka, tidak terpengaruh oleh penyakitnya dan tidak mau kembali kepada Rabb-nya. Dia tidak tahu kalau penyakit itu menimpa dirinya, agar dia sadar dari kelalaian dan agar kembali kepada kebenaran. Ibaratnya seekor keledai yang dipegang dan diikat, kemudian dilepas kembali, namun ia tidak tahu mengapa ia diikat lalu dilepas lagi.

Aisyah berkata :

Suatu ketika Rasulullah terkena beberapa penyakit yang menyebabkan beliau menderita dan berbalik di tempat tidurnya. Dia (Aisyah) berkata “Kalau saja salah seorang dari kita menempuh ini, kamu pasti akan mengutuknya” .Rasulullah menjawab : “Sebuah penyakit ringan ditambah bagi orang shalih. Kapanpun seorang mukmin ditimpa oleh kesukaran, apakah itu disebabkan oleh sebuah duri atau pun lebih dari itu, sebuah dosa diangkat darinya dikarenakan hal itu, dan dia diangkat derajatnya (di surga). (HR.Ahmad)

sebegitu jugakah bidadari dunia punya sayang dan cinta yang besar, seperti yg pernah diperlihatkan oleh Allah di masa depan {wallahua’lam}, atau nash/ayat tertulis-Nya?

---------------------------------------------------------

BENAR sekali ...... BIDADARI yg diciptakan oleh ALLAH = sangat sempurna dan PENUH CINTA dibandingkan PEREMPUAN/wanita DUNIA !!! .... sangat JAUH sekali !!

banyak orang meremehkan BIDADARI .... seperti perkataan "ulama ini" ..... BELUM diperlihatkan BIDADARI SURGA, menganggap BIDADARI seperti barang MURAHAN , diOBRAL..... APALAGI bicara TANPA DASAR AYAT {hadits dan al qur'an} !! ,,,,,,

ulama di atas BENAR-BENAR meremehkan bidadari surga .. CIPTAAN ALLAH SWT !!, apalagi BICARA tanpa DASAR ayat ALLAH !!!.. sangat SESAT dan MENYESATKAN orang banyak !! ..... wallahua'lam

-------- PRIA minimal punya 2 {dua} istri di SURGA !! ------ wallahua'lam
Diterangkan dalam sebuah hadits, bahwa di surga setiap pria beristri dua. Abu Huroiroh ra. mengabarkan, Muhammad Rosuhdlah saw. bersabda, "Rombongan yang pertama-tama masuk surga wajahnya bagai bulan purnama. Mereka tidak meludah, tidak membuang ingus, dan tidak buang air di sana. Bejana dan sisir mereka terbuat dari emas dan perak. Pedupaan mereka kayu gaharu yang harum. Keringat mereka seharum kesturi. Setiap pria mempunyai dua {2} istri yang kedua betisnya ternbus pandang sehingga kelihatan sumsumnya di balik kulit karena sangat indahnya. Mereka tidak pernah marah atau bertengkar. Hati mereka senantiasa bersatu bertasbih kepada Allah SWTsepanjangpagi dan petang". (HR. Muslim)

Dari Al-Miqdam bin Ma’dikarib Al-Kindi radhiyallahuanhuRasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لِلشَّهِيدِ عِنْدَ اللَّهِ سِتُّ خِصَالٍ يُغْفَرُ لَهُ فِى أَوَّلِ دَفْعَةٍ وَيَرَى مَقْعَدَهُ مِنَ الْجَنَّةِ وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَيَأْمَنُ مِنَ الْفَزَعِ الأَكْبَرِ وَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ تَاجُ الْوَقَارِ الْيَاقُوتَةُ مِنْهَا خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا وَيُزَوَّجُ اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِينَ زَوْجَةً مِنَ الْحُورِ الْعِينِ وَيُشَفَّعُ فِى سَبْعِينَ مِنْ أَقَارِبِهِ

Bagi orang yang mati syahid di sisi Allah enam keutamaan: (1) ia diampuni tatkala pertama kali darahnya muncrat; (2) ia melihat tempat duduknya di surga; (3) ia diselamatkan dari siksa kubur; (4) ia diamankan tatkala hari kebangkitan; (4) kepalanya diberi mahkota kewibawaan, satu berlian yang menempel di mahkota itu lebih baik dari pada dunia seisinya; (5) ia dinikahkan dengan 72 gadis dengan matanya yang gemulai; (6) ia diberi hak memberi syafaat 70 orang dari kerabatnya.” (HR. Ahmad, 4: 131; Tirmidzi, no. 1663; Ibnu Majah, no. 2799. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

================================

mengapa wanita tidak disebutkan di ayat/Nash jumlah suaminya/bidadaranya, padahal kalau laki-laki ke surga jelas sekali di nash/ayat mininal 2 {utk laki-laki surga level paling rendah}.bahkan laki-laki bidadarinya bisa sampai PULUHAN atau RATUSAN bidadarinya ??? ..... ini sepertinya TIDAK ADIL ?? ... APAKAH wanita dunia yg masuk surga =hanya dapat 1 suami/bidadara ??

Jawabnya sangat MUDAH: ...
> kita tanyakan pada laki-laki di dunia, dan tanyakan MAU atau TIDAK jika diberi istri/pasangan/lawan jenis/wanita yg sangat cantik 4 atau 10 atau 50 atau 100 ...!! << pasti JAWAB "mau sekali ... mau banget .... IYA banget, akan sedikit sekali yg akan jawab tidak mau atau hanya mau 1 saja" !!!
(INGAT ke surga = mendapatkan apa yg mereka INGINKAN/kehendaki !!.... Al-Furqoon : 16, Az-Zumar : 34, Fushshilat : 31 dst
--------------------------------------------------------
>>> lalu kita tanyakan pada para perempuan, jika diberi laki-laki/suami/pasangan hidup 2/3/4 ... atau 10 .. atau 50 .. atau 100 MAU atau TIDAK ??? .... <<<< LIHAT saja ... kemungkinan BESAR mikir dan jawabnya lama, lalu akan jawab "MAU 1 saja " .. yg penting cinta dia dan dia cinta padanyasayang dia dan dia sayang padanya, pengertian dianya, tampan, rupawan, mencukupi semuanya/keinginannya ....>>> BEDA sekali dg jawaban LAKI-LAKI
(INGAT ke surga = mendapatkan apa yg mereka INGINKAN/kehendaki !!.... Al-Furqoon : 16, Az-Zumar : 34, Fushshilat : 31 dst


mana yang lebih indah antara bidadari asli surga dengan bidadari asli dari Dunia?

Ulama berbeda pandapat dalam hal ini.

Ada satu hadis dari Ummu Salamah, namun hadis ini diperselisihkan keabsahannya.

Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anha pernah bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Ya Rasulullah, mana yang lebih afdhal, bidadari asli surga ataukah wanita dunia?”

Beliau mengatakan,

بل نساء الدنيا أفضل من الحور العين كفضل الظهارة على البطانة

Wanita dunia lebih afdhal dari pada bidadari asli surga. Sebagaimana bagian luar baju lebih bagus dari pada bagian dalamnya.

“Mengapa bisa demikian, ya Rasulullah?” tanya Ummu Salamah.

Jawab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

بصلاتهن وصيامهن وعبادتهن لله عز و جل ألبس الله عز و جل وجوههن النور وأجسادهن الحرير بيض الألوان خضر الثياب صفر الحلي

“Disebabkan karena mereka shalat, berpuasa, dan melakukan ibadah kepada Allah. Allah berikan dia hiasan cahaya di wajahnya, memakai sutra putih warnanya, dan baju berwarna hijau, serta perhiasan kuning mengkilap.”

Status Hadis:

Hadis ini diriwayatkan Thabrani dalam al-Mu’jam al-Ausath (3141). Dan sebagian ulama menilainya sebagai hadis munkar. (Dhaif at-Targhib wa at-Tarhib, 2/253).

Hanya saja, banyak ulama mengatakan bahwa bidadari asal dunia, para wanita mukminah bani adam, lebih indah dibandingkan bidadari asli surga.

Ibnu Mubarok menyampaikan riwayat dari Hibban bin Abi Jabalah. Beliau mengatakan,

إن نساء الدنيا من دخل منهن الجنة فضلن على الحور العين بما عملن في الدنيا

Sesungguhnya wanita dunia yang masuk surga lebih unggul dibandingkan wanita surga, disebabkan amal yang mereka kerjakan sewaktu di dunia. (Tafsir al-Qurthubi, 16/154).

Imam Ibnu Utsaimin menjelaskan,

المرأة الصالحة في الدنيا- يعني: الزوجة- تكون خيراً من الحور العين في الآخرة ، وأطيب وأرغب لزوجها ، فإن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم أخبر أن أول زمرة تدخل الجنة على مثل صورة القمر ليلة البدر

Wanita solihah di dunia – yaitu para istri – lebih baik dibandingkan bidadari di akhirat. Mereka lebih indah dan lebih dicintai suaminya. Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa  kelompok pertama yang masuk surga itu seperti cahaya bulan di malam purnama. (Fatawa Nur ‘ala ad-Darb, 12/58)

-------------------------------------------

ref .... masa lalu utk masa depanku....

filming yg kubuat pada the past, yg aku sendiri tidak tahu maksudnya, ... baru paham sekarang. ..... "Risaah hati-ku" mungkin akan menganggap aku hanya omong doang, hanya bohong, hanya bullshit, sulit utk percaya .. ya wajar saja. .... Karena tidak mengalami seperti yg kualami,..... dan {mungkin/maybe} "TIDAK diberi TALI sayang dan CINTA dari sang MAHA PENCIPTA Allah SWT", .... wallahua'lam.
--------------------------------- JIKA diberi TALI ikatan oleh ALLAH, MAKA tidak akan putus di dunia atau di akhirat KELAK.
--------- dari dulu bertahun-tahun yg lalu, aku tidak paham ..... tidak mengerti MENGAPA aku memFILM-kan Risalah hati-ku. .....Baru sekarang aku paham, mengapa aku membuat penggambaran itu!. .. dulu terlihat jauh dan hanya BAYANGAN saja, sekarang juga seperti TETAP JAUH tetapi BUKAN BAYANGAN.... tapi NYATA di dunia, walau tetap jauh .... MENURUTku. wallahua'lam
------------------ atau mungkin AKU BUTA melihat CINTA dan SAYANG dari risalah hati-ku, .... wallahua'lam.

Hanya bisa melihat dari JAUH ... baik waktu dulu ataupun SEKARANG. melihatnya dalam diam, silence, seperti NOTHING, ..... mengapa aku diberi "RASA yg sangat besar sekali padanya"? .. yg kupahami itu= TANDA untukku ... hidup di masa depanku, masa depan tanpa kekurangan dan PENUH CINTA !! .. my jannah yg diperlihatkan padaku ..... wallahua'lam.

------ bagi orang yg melihat, hanya seperti gambar TANPA artinya, .... tetapi BAGIku itu sangat penting, krn itu HIDUPku di masa lalu, sekarang dan masa depanku/akhirat ... wallahua'lam.

==============================

Manusia bersayap yang berjalan di atas bumi dg "sword mouth", berwajah fatamorgana di dunia ini {wajah yg sudah tidak ada di dunia ini, hanya the past}, dg ular didirinya dan ular itu sudah mati sekarang (bar aku paham sekarang} .... live in pains, in dream {the past} dan dunia nyata. .....HANYA gambar terakhir "bunga warna pink bertuliskan lafadz Allah saja .. yg BELUM terbukti, karena BELUM terjadi...... wallahua'lam.
>>> aku dulu bahkan tidak tahu mengapa aku membuat FILMing itu .... tidak tahu maksudnya sama sekali !!

.. jika ke SURGA = mendapatkan apa yg mereka KEHENDAKI /INGINkan/ IDAMkan/ IMPIkan /HARAPkan/CITA-CITAkan ......

لَهُمْ فِيهَا مَا يَشَاءُونَ خَالِدِينَ كَانَ عَلَى رَبِّكَ وَعْدًا مَسْئُولا (١٦)

"Bagi mereka di dalam surga itu apa yang mereka kehendakisedang mereka kekal (di dalamnya). (hal itu) adalah janji dari Tuhanmu yang patut dimohonkan (kepada-Nya)" (QS Al-Furqoon : 16)

لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ عِنْدَ رَبِّهِمْ ذَلِكَ جَزَاءُ الْمُحْسِنِينَ (٣٤)

"Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka. Demikianlah Balasan orang-orang yang berbuat baik" (QS Az-Zumar : 34)

لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ فِيهَا وَلَدَيْنَا مَزِيدٌ (٣٥)

"Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya" (QS Qoof : 35)

نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ (٣١)

"Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta" (QS Fushshilat : 31)
===========================

Views All Time
Views All Time
98
Views Today
Views Today
1

Hits: 47

4 Comments

  1. Apakah aku/ kamu merasakan DEKAT .. dg keMATIankita ?
    Apakah aku/ kamu sekarang merasakan ... UJIANAllah ?
    Apakah aku/ kamumerasa .. di JALAN Allah atau malah menJAUH?
    apakah aku/ kamu merasakan UJIANBERAT .... shg harus SABAR?
    apakah aku/ kamu DEKAT dg FIRMAN Allah dan hadit-Nya ?
    apakah aku/ kamu merasa WAJIB ... utk TAKWA ?

  2. Kefaqihan adalah pemahaman yang Allah berikan kepada seorang hamba. Pemahaman yang lurus terhadap Al Qur’an dan hadits berasal dari kebeningan hati dan aqidah yang shahih.

Leave a Reply