Anakku, bayiku, my child dari pernikahanku dengan Risalah Hati-ku di masa depan (wallahua’lam),….. memahami, melihat,mengamati TANDA yang diberikan oleh Allah…… ------- DIPERLIHATKAN oleh Allah ttg masa depanku setelah mati, ……. apa yg akan kuALAMI, kujalani, takdir yang akan kuterima,,,,,, wallahua’lam…..---------------berhusnudzon/berbaik sangka pada Allah SWT = WAJIB bagiku, ----- bersu’udzon/buruk sangka pada Allah SWT = HARAM, jelas sekali dilarang oleh Allah/berDOSA -------------------------------jika Allah sudah menghendaki = PASTI AKAN terjadi, dan jika Allah TIDAK menghendaki = PASTI TIDAK akan terjadi. ………… itulah KUN FA YAKUN dari Allah SWT. ------------------------- di dunia ini aku hanya bisa melihat saja pada risalah hatiku, aku tidak bisa melakukan hal yang lain ----------- maka kugunakan waktu yang diberikan Allah untukku sebaik-baiknya (menurutku), karena suatu saat PASTI hanya melihat risalah hatiku saja = TIDAK akan bisa kulakukan (wallahua’lam)--------- apalagi BATAS WAKTU di dunia ini = sudah semakin SANGAT DEKAT sekali …… pasti BATAS WAKTU itu = akan SEGERA DATANG !. …………………………. Tanda dari Allah, dg gambar/penggambaran yg kubuat sendiri, tapi AKU tidak tahu sama sekali arti dari gambar itu…… bagi orang lain TIDAK ada harga dan seperti gambar sampah saja, BAGIKU = penggambaran masa depan yg akan kualami dg TANDA yang diberikan oleh ALLAH… krn KEHENDAK ALLAH saja, BUKAN krn kehendakku……. JIKA Allah menghendaki BISA saja, aku diberi TANDA yg lain & BUKAN dg risalah hatiku------------ tapi tanda Allah yg diberikan pada HATIku, jelas sekali itu tanda mengapa ada pernikahan di masa depan antara AKU dan risalah hatiku/ten the light-ku------- krn tanda itu mudah sekali dg diberi CINTA yg tidak AKAN mungkin bisa HILANG krn ditanamkan oleh ALLAH pada HATI-ku, so much love-ku pada Risalah Hatiku/ten the light …… wallahua’lam….--------------- The picture sign, ibu beruang putih “mengGENDONG” pinguin kecil…. Tanda itu di tangan/LENGAN risalah hati-ku. Wallahua’lam….. tanda yg diberikan dari ALLAH, yg bertahun-tahun aku tidak tahu sama sekali maksud & arti GAMBAR itu, baik secara PHYSIC atau non physic…. Secara physic = MUDAH sekali “KULIHAT” …. Non physic = BUTUH BUKTI utk memahami, jika sudah TERBUKTI baru akan paham/PERCAYA ….. ------------------------------------ aku selalu menggunakan AKAL yg diberikan ALLAH utk memahami …. BENAR dan SALAH….. NYATA dan BOHONG ….. agar aku tidak termasuk dalam golongan 72 golongan MUSLIM ke NERAKA (hadits), yg disesatkan oleh setan, Iblis, thaghut, manusia su’ (penyesat umat) dan 30 dajjal…. Mengira sudah beramal ISLAM secara BAIK dan LURUS padahal JELAS SALAH dan SESAT menurut syariat Allah SWT…. ---------------------------- jika tidak diberikan FURQON oleh Allah pada seseorang = PASTI akan disesatkan IBLIS, SETAN dari golongan JIN atau MANUSIA (An-NAAS)--------- ﴾ An Naas:4 ﴿ Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, ---------------------- ﴾ An Naas:5 ﴿ yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, ---------------------------- ﴾ An Naas:6 ﴿ dari (golongan) jin (“SETAN & IBLIS”) dan manusia {“THAGHUT, ulama SU’, KAFIRin, MUSYRIKin, MUNAFIKin, FASIKin, 30 dajjal”) <<<<<… yg menyesatkan manusia/ MUSLIMin/muslimah menjadi 72 GOLONGAN MUSLIM ke NERAKA … wallahua’lam Isi tema konten adalah AJAL batas waktu, MATI tidak ada tali nasab/keluarga/teman/saudara, mati tanggung jawab sendiri, ulama su’, thaghut,30 dajjal, 72 golongan muslim ke neraka

Anakku, Bayiku, my child  dari pernikahanku dengan Risalah Hati-ku di  masa depan (wallahua’lam),….. memahami, melihat,mengamati TANDA yang diberikan oleh Allah…… ------- DIPERLIHATKAN oleh Allah ttg masa depanku setelah mati, ……. apa yg akan kuALAMI, kujalani, takdir yang akan kuterima,,,,,, wallahua’lam…..---------------berhusnudzon/berbaik sangka  pada Allah SWT = WAJIB bagiku, ----- bersu’udzon/buruk sangka  pada Allah SWT = HARAM, jelas sekali dilarang oleh Allah/berDOSA -------------------------------jika Allah sudah menghendaki = PASTI AKAN terjadi, dan jika Allah TIDAK menghendaki = PASTI TIDAK akan terjadi. ………… itulah KUN FA YAKUN dari Allah SWT. ------------------------- di dunia ini aku hanya bisa melihat saja pada risalah hatiku, aku tidak bisa melakukan hal yang lain ----------- maka kugunakan waktu yang diberikan Allah untukku sebaik-baiknya (menurutku), karena suatu saat PASTI hanya melihat risalah hatiku saja = TIDAK akan bisa kulakukan (wallahua’lam)--------- apalagi BATAS WAKTU di dunia ini = sudah semakin SANGAT DEKAT sekali …… pasti BATAS WAKTU itu = akan SEGERA DATANG !. …………………………. Tanda dari Allah, dg gambar/penggambaran yg kubuat sendiri, tapi AKU tidak tahu sama sekali arti dari gambar itu…… bagi orang lain TIDAK ada harga dan seperti gambar sampah saja, BAGIKU = penggambaran masa depan yg akan kualami dg TANDA yang diberikan oleh ALLAH… krn KEHENDAK ALLAH saja, BUKAN krn kehendakku……. JIKA Allah menghendaki BISA saja, aku diberi TANDA yg lain & BUKAN dg risalah hatiku------------ tapi tanda Allah yg diberikan pada HATIku, jelas sekali itu tanda mengapa ada pernikahan di masa depan antara AKU dan risalah hatiku/ten the light-ku------- krn tanda itu mudah sekali dg diberi CINTA yg tidak AKAN mungkin bisa HILANG krn ditanamkan oleh ALLAH pada HATI-ku, so much love-ku pada Risalah Hatiku/ten the light …… wallahua’lam….--------------- The picture sign, ibu beruang putih “mengGENDONGpinguin kecil…. Tanda itu di tangan/LENGAN risalah hati-ku. Wallahua’lam….. tanda yg diberikan dari ALLAH, yg bertahun-tahun aku tidak tahu sama sekali maksud & arti GAMBAR itu, baik secara PHYSIC atau non physic…. Secara physic = MUDAH sekali “KULIHAT” …. Non physic = BUTUH BUKTI utk memahami, jika sudah TERBUKTI baru akan paham/PERCAYA ….. ------------------------------------ aku selalu menggunakan AKAL yg diberikan ALLAH utk memahami …. BENAR dan SALAH….. NYATA dan BOHONG ….. agar aku tidak termasuk dalam golongan 72 golongan MUSLIM ke NERAKA (hadits), yg disesatkan oleh setan, Iblis, thaghut, manusia su’ (penyesat umat) dan 30 dajjal…. Mengira sudah beramal ISLAM secara BAIK dan LURUS padahal JELAS SALAH dan SESAT menurut syariat Allah SWT…. ---------------------------- jika tidak diberikan FURQON oleh Allah pada seseorang = PASTI akan disesatkan IBLIS, SETAN dari golongan JIN atau MANUSIA (An-NAAS)---------

An Naas:4 ﴿
Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, ----------------------

An Naas:5 ﴿
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, ----------------------------

An Naas:6 ﴿
dari (golongan) jin (“SETAN & IBLIS”)  dan manusia {“THAGHUT, ulama SU’, KAFIRin, MUSYRIKin, MUNAFIKin, FASIKin, 30 dajjal”) <<<<<… yg menyesatkan manusia/ MUSLIMin/muslimah  menjadi 72 GOLONGAN MUSLIM  ke NERAKA … wallahua’lam

=====================================

Isi tema konten adalah AJAL batas waktu, MATI tidak ada tali nasab/keluarga/teman/saudara, mati tanggung jawab sendiri, ulama su’, thaghut,30 dajjal, 72 golongan muslim ke neraka

================================= 

Anakku, Bayiku, my child  dari pernikahanku dengan Risalah Hati-ku di  masa depan (wallahua’lam),….. memahami, melihat,mengamati TANDA yang diberikan oleh Allah

baru paham .. mengapa aku diperlihatkan MENIKAH dg Risalah hatiku? ..... pernikahan di dekat telaga (my kasyaf dan my dream).....

----------------- -berhusnudzon/berbaik sangka  pada Allah SWT = WAJIB bagiku, ----- bersu’udzon/buruk sangka  pada Allah SWT = HARAM, jelas sekali dilarang oleh Allah/berDOSA -------------------------------jika Allah sudah menghendaki = PASTI AKAN terjadi, dan jika Allah TIDAK menghendaki = PASTI TIDAK akan terjadi. ………… itulah KUN FA YAKUN dari Allah SWT. ---------------------------- 

LAHIR “”sendirian”” …… MATI juga “”sendirian”” ….. TANGGUNG JAWAB “ sendirian”

(BERTANGGUNGJAWAB …. APA yang telah DIKERJAKAN …. Tidak ada lagi TALI NASAB {keluarga/teman})

﴾ Al An’am:94 ﴿
Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di duniaapa yang telah Kami karuniakan kepadamu; dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafa’at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu. Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah lenyap daripada kamu apa yang dahulu kamu anggap (sebagai sekutu Allah).
﴾ Maryam:95 ﴿
Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.

﴾ Al Mu’minun:101 ﴿
Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya.

﴾ Al Muddastir:38 ﴿
Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,

﴾ Al Baqarah:134 ﴿
Itu adalah umat yang lalubaginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.

﴾ Saba’:25 ﴿
Katakanlah: “Kamu tidak akan ditanya (bertanggung jawab) tentang dosa yang kami perbuat dan kami tidak akan ditanya (pula) tentang apa yang kamu perbuat”.

﴾ Al Qiyaamah:36 ﴿
Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?

﴾ Al Israa’:36 ﴿
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

=====================================

Jika ajal datang, maka tidak bisa ditunda
-------------------------------------------
AJAL pasti DATANG ... segera { besok, seminggu lagi, sebulan lagi, beberapa BULAN lagi, setahun lagi .... WALLAHUA'LAM }
----------------------------------------------------------------
QS. Al-'A`raf [7] : 34
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.

QS. Yunus [10] : 49 `

قُل لَّآ أَمْلِكُ لِنَفْسِى ضَرًّا وَلَا نَفْعًا إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُ ۗ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۚ إِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَـْٔخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Katakanlah: "Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada dirikumelainkan apa yang dikehendaki Allah". Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya).

QS. Al-Hijr [15] : 5 `

مَّا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسْتَـْٔخِرُونَ

Tidak ada suatu umatpun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat mengundurkan(nya).

QS. An-Nahl [16] : 61 `

وَلَوْ يُؤَاخِذُ ٱللَّهُ ٱلنَّاسَ بِظُلْمِهِم مَّا تَرَكَ عَلَيْهَا مِن دَآبَّةٍ وَلَٰكِن يُؤَخِّرُهُمْ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَـْٔخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Jikalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatupun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktunya (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya.

QS. Al-Mu'minun [23] : 43 `

مَا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسْتَـْٔخِرُونَ

Tidak (dapat) sesuatu umatpun mendahului ajalnya, dan tidak (dapat pula) mereka terlambat (dari ajalnya itu).

QS. Al-Munafiqun [63] : 11

وَلَن يُؤَخِّرَ ٱللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَآءَ أَجَلُهَا ۚ وَٱللَّهُ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematianseseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.

==============================

Kematian akan menghadang setiap manusia. Proses tercabutnya nyawa manusia akan diawali dengan detik-detik menegangkan lagi menyakitkan. Peristiwa ini dikenal sebagai sakaratul maut.

Ibnu Abi Ad-Dunya rahimahullah meriwayatkan dari Syaddad bin Aus Radhiyallahuanhu, ia berkata: “Kematian adalah kengerian yang paling dahsyat di dunia dan akhirat bagi orang yang beriman. Kematian lebih menyakitkan dari goresan gergaji, sayatan gunting, panasnya air mendidih di bejana. Seandainya ada mayat yang dibangkitkan dan menceritakan kepada penduduk dunia tentang sakitnya kematian, niscaya penghuni dunia tidak akan nyaman dengan hidupnya dan tidak nyenyak dalam tidurnya”[2].

Di antara dalil yang menegaskan terjadinya proses sakaratul maut yang mengiringi perpisahan jasad dengan ruhnya, firman Allah:

وَجَآءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَاكُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ

“Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari darinya”. [Qaaf: 19]

Maksud sakaratul maut adalah kedahsyatan, tekanan, dan himpitan kekuatan kematian yang mengalahkan manusia dan menguasai akal sehatnya. Makna bil haq (perkara yang benar) adalah perkara akhirat, sehingga manusia sadar, yakin dan mengetahuinya. Ada yang berpendapat al haq adalah hakikat keimanan sehingga maknanya menjadi telah tiba sakaratul maut dengan kematian[3].

Juga ayat:

كَلآ إِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَ {26} وَقِيلَ مَنْ رَاقٍ {27} وَظَنَّ أَنَّهُ الْفِرَاقُ {28} وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِ {29} إِلَى رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمَسَاقُ

“Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai kerongkongan. Dan dikatakan (kepadanya): “Siapakah yang dapat menyembuhkan”. Dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan. Dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan). Dan kepada Rabbmulah pada hari itu kamu dihalau”. [Al Qiyamah: 26-30]

Syaikh Sa’di menjelaskan: “Allah mengingatkan para hamba-Nya dengan keadan orang yang akan tercabut nyawanya, bahwa ketika ruh sampai pada taraqi yaitu tulang-tulang yang meliputi ujung leher (kerongkongan), maka pada saat itulah penderitaan mulai berat, (ia) mencari segala sarana yang dianggap menyebabkan kesembuhan atau kenyamanan. Karena itu Allah berfiman: “Dan dikatakan (kepadanya): “Siapakah yang akan menyembuhkan?” artinya siapa yang akan meruqyahnya dari kata ruqyah. Pasalnya, mereka telah kehilangan segala terapi umum yang mereka pikirkan, sehingga mereka bergantung sekali pada terapi ilahi. Namun qadha dan qadar jika datang dan tiba, maka tidak dapat ditolak. Dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan dengan dunia. Dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan), maksudnya kesengsaraan jadi satu dan berkumpul. Urusan menjadi berbahaya, penderitaan semakin sulit, nyawa diharapkan keluar dari badan yang telah ia huni dan masih bersamanya. Maka dihalau menuju Allah Ta’ala untuk dibalasi amalannya, dan mengakui perbuatannya. Peringatan yang Allah sebutkan ini akan dapat mendorong hati-hati untuk bergegas menuju keselamatannya, dan menahannya dari perkara yang menjadi kebinasaannya. Tetapi, orang yang menantang, orang yang tidak mendapat manfaat dari ayat-ayat, senantiasa berbuat sesat dan kekufuran dan penentangan” =====================

========================

SETIAP MAKHLUK ...... PASTI AKAN MATI
.......................
SIAPKAN BEKAL untuk MATIMU/ MATIKU / MATI KITA .....yg UTAMA
-----------------------
MATI .. AJAL ...pasti DATANG ... segera { besok, seminggu lagi, sebulan lagi, beberapa BULAN lagi, setahun lagi .... WALLAHUA'LAM }
--------------------------------
Salah satu nikmat terbesar yang dianugerahkan Allah Subhanahu wa Ta'aala kepada hamba-Nya adalah nikmat umur. Nikmat umur begitu agung karena dengan adanya nikmat ini seseorang bisa hidup dan menggapai jalan kebahagiaan atau jalan yang diinginkannya, sedangkan terhentinya nikmat ini maka berhentilah kehidupannya dan upaya seseorang untuk menggapai keinginannya.

Umur kita terbatas. Ketika ajal telah datang, maka disinilah manusia akan tahu betapa tingginya nikmat umur dan kemuliaannya. Saat ajal datang menjemput, maka tidak seorangpun bisa memajukan waktunya atau mengundurkannya barang sedetikpun. Kedatangan ajal merupakan hal yang pasti, akan tetapi waktu datangnya tidak kita ketahui, hanya Allah 'Azza wa Jalla, Rabb Yang Maha Mengetahui...

Ajal Manusia
Dalam Lisān al-‘Arab (Ensiklopedi Arab), ajal adalah batas waktu kematian seseorang. Dalam surah al-An’am [6]: 2 Allah berfirman:
هو الذى خلقكم من طين ثمّ قضى أجلاً وأجل مسـمى عنده ثمّ أنتم تمترون
"Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu."

Berangkat dari ayat di atas, ajal menurut al-Thaba’thaba’i terbagi menjadi dua, yaitu الأجل المسـمى (al-ajal al-musamma, waktu tertentu) sudah tertulis di أم الكتاب (Umm al-Kitab, lauh mahfudh), dan الأجل غير المسـمى (al-ajal ghair al-musamma, waktu tidak tertentu) sudah tertulis di لوح المحوو الإثبات (lauh al-mahwi wa al-itsbāt, papan penghapusan dan penetapan). Al-ajal al-musamma bersifat mutlak (absolut), sedang al-ajal ghair al-musamma bersifat bersyarat (kondisonal). Bisa saja antara kedua ajal itu tidak terjadi secara bersamaan, karena al-ajal ghair al-musamma ditentukan oleh situasi kondisi yang melingkupinya.

Sebagai contoh, umur seseorang tertulis umpamanya 90 (sembilan puluh) tahun. Kita ketahui bahwa seluruh isi alam semesta ini saling berkait dan berpengaruh terhadap eksistensi diri seseorang. Interaksi yang demikian kuat bisa saja menimbulkan bencana yang tidak bisa terelakkan dan mengakibatkan ajal datang menjemputnya sebelum berakhir waktu alami (sesuai dengan yang tertulis). Kematian seperti ini disebut mati sulaman.

Pembagian ajal yang dilakukan al-Thaba’thaba’i di atas memberikan gam-baran bahwa segala sesuatu berjalan berdasarkan hukum Allah. Kematian dengan al-ajal ghair al-musamma tidak menafikan ketentuan dalam al-ajal al-musamma karena terjadi berdasarkan hukum Allah yang disebut hukum kausal.

Sebenarnya, kita juga tidak mengetahui apakah kematian seseorang itu berda-sarkan al-ajal al-musamma atau al-ajal ghair al-musamma karena kita tidak pernah memperoleh informasi tentang itu.

Mereka juga bersaksi dan berkeyakinan bahwa Allah 'azza wa jalla telah menentukan batas akhir kehidupan bagi setiap makhluk. Sesungguhnya setiap jiwa itu tidak akan mati kecuali dengan izin Allah dan takdir dari-Nya. Apabila sudah ditakdirkan waktunya mati, maka tidak ada pilihan lagi kecuali mati. Tidak bergeser sedikitpun.

Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاء أَجَلُهُمْ لاَ يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلاَ يَسْتَقْدِمُونَ
"Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu, maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya sesaatpun dan tidak pula memajukannya!" (QS Al-A'raaf [7]:34)

Mari kita perhatikan sebuah ayat yang setiap kali dipahami oleh orang yang lalai maka akan membuat orang itu bertaubat, yang setiap kali diperhatikan oleh orang yang berpaling maka akan menjadikannya segera kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta'aala dan meminta ampunan-Nya, sebuat ayat yang menceritakan tentang sebuah perjalanan yang beratyaitu firman Allah Subhanahu wa Ta'aala:
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ
وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَما الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu, barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke surga maka sungguh dia telah beruntungkehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan." (QS. Ali Imran [3]: 185).
Allah SWT juga berfirman"
وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلاَّ بِإِذْنِ الله كِتَاباً مُّؤَجَّلاً وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ الآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ
"Setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah sebagai ketentuan yang telah ditetapkan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur." (QS Ali-Imran [3]:145)

Mereka juga bersaksi dan berkeyakinan bahwa siapa yang mati atau terbunuh, maka hal itu merupakan takdir. Allah berfirman:
قُل لَّوْ كُنتُمْ فِي بُيُوتِكُمْ لَبَرَزَ الَّذِينَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقَتْلُ إِلَى مَضَاجِعِهِمْ
"Katakanlah: "Sekiranya kamu berada dirumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ketempat mereka terbunuh..."
(QS Ali-'Imran [3]:154)

Allah juga berfirman:
أَيْنَمَا تَكُونُواْ يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِي بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ
"Dimanapun kamu berada, kematian akan menemuimu, walaupun kamu berada dalam benteng yang tinggi lagi kokoh..." (An-Nisaa [4]:78)

Renungan bila ajal datang menjemput
Untuk mengingatkan kembali kepada hakikat kehidupan yang sesungguhnya, dan menyadari kematian sebagai guru bagi kehidupan, mari kita perhatikan renungan dibawah ini:

Renungan Pertama
Ada cerita mengenai orang-orang yang terdahulu, seseorang diantara mereka bertanya kepada temannya, "Maukah engkau mati sekarang?" Orang itu menjawab; "Tentu tidak" Lalu ditanyakan lagi kepadanya; "Kenapa?" Jawab orang itu; "Saya belum bertaubat dan belum berbuat kebajikan" Selanjutnya dikatakan kepada orang itu; "Kerjakanlah sekarang!"

Ia menjawab; "Nanti akan saya lakukan". Demikianlah ia selalu berkata; "Nanti dan nanti" sehingga akhirnya orang itu meninggal dunia tanpa bertaubat dan melakukan kebaikan.

Ingatlah wahai saudaraku, keadaanmu disaat engkau merasakan pedihnya sakaratul maut, yang pada saat menghadapinya, Demi Allah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai makhluk yang paling dicintai Allah Subhanahu wa Ta'aala, bersabda; "Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, sesungguhnya dalam kematian itu terdapat rasa kesakitan" (HR. Bukhari)

Wahai saudaraku, cukuplah kematian sebagai nasehat, cukuplah kematian menjadikan hati bersedih, menjadikan mata menangis, perpisahan dengan orang-orang yang dicintai, berpisah dari segala kenikmatan, pemutus dari segala cita-cita.

Wahai orang-orang yang tertipu oleh dunianya, wahai orang-orang yang berpaling dari Allah Subhanahu wa Ta'aala, wahai orang yang lengah dari ketaatan kepada Robbnya, wahai orang-orang yang setiap kali dinasehati lalu hawa nafsunya menolak nasehat tersebut, wahai orang-orang yang dilalaikan oleh nafsunya dan tertipu oleh angan-angan yang panjang.

Pernahkah engkau memikirkan detik-detik kematian sedangkan engkau tetap dalam keadaanmu semula? Tahukah engkau apa yang akan terjadi pada dirimu disaat kematian menjemputmu? Tentu saat ini engkau akan berucap dalam hatimu; saya akan mengucapkan Laa Ilaha Illallah !!! Tetapi itu tidak mungkin wahai saudaraku, jika engkau masih tetap lalai dan berpaling dari kebenaranhingga tiba saat-saat kematianmu, tentu engkau tidak akan mampu mengucapkannya, bahkan engkau akan berharap dihidupkan kembali.

Suatu ketika Hasan al-Bashri rahimahullah berdiri didepan sebuah kuburan sambil melihat kuburan tersebut dengan seksama, kemudian ia menoleh kepada salah seorang yang turut hadir disana dan berkata; "Seandainya penghuni kubur ini keluar dari kuburannya, menurutmu apa yang akan dilakukannya?" Orang itu menjawab; "Tentu ia akan bertaubat dan berzikir mengingat Allah". Hasan al-Bashri rahimahullah berkata kepada orang itu; "Kalau dia tidak keluar, maka kamulah yang harus melakukannya !"
Saudaraku, apa jawabanmu bila Rabbmu menanyakan tentang umurmu, untuk apa kau habiskan; menanyakan tentang masa mudamu, untuk apa engkau gunakan; menanyakan tentang hartamu, dari mana engkau dapatkan dan untuk apa engkau gunakan, dan ilmumu untuk apa engkau amalkan?.

Seorang penyair berkata :
"Saudaraku, cobalah mencari jalan keselamatan.
Persiapkan dirimu (dengan beramal shaleh) sebelum datang kematianmu.
Songsonglah sesuatu yang pasti datang dengan kesungguhan.
Janganlah tertipu oleh fatamorgana kehidupan. Sungguh sebentar lagi engkau mati."
Coba kita perhatikan apa yang telah kita persiapkan untuk menjadikan kuburan kita sebagai taman surga? Keadaan yang bagaimanakah yang kita inginkan disaat Allah 'Azza wa Jalla berfirman:
وَاسْتَمِعْ يَوْمَ يُنَادِ الْمُنَادِ مِن مَّكَانٍ قَرِيبٍيَوْمَ يَسْمَعُونَ الصَّيْحَةَ بِالْحَقِّ ذَلِكَ يَوْمُ الْخُرُوجِ
"Dan dengarkanlah (seruan) pada hari penyeru (malaikatmenyeru dari tempat yang dekat. Yaitu pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya, itulah hari keluar (dari kubur)." (QS. al-Qaf [50] : 41-42)

Mari kita renungkan kembali firman Allah Subhanahu wa Ta'aala:
فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَيَقُولُ هَاؤُمُ اقْرَؤُوا كِتَابِيهْإِنِّي ظَنَنتُ أَنِّي مُلَاقٍ حِسَابِيهْفَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍفِي جَنَّةٍ عَالِيَةٍ
قُطُوفُهَا دَانِيَةٌكُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئاً بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ
"Adapun orang-orang yang diberikan padanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata: Ambillah, bacalah kitabku (ini) Sesungguhnya aku yakin bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku, maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhoi, dalam surga yang tinggi yang buah-buahannya dekat, (kepada mereka dikatakan; ‘makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu." (QS. al-Haaqqah[69]: 19-24)

Saudaraku, tidakkah renungan ini menjadikan kita menangis, meneteskan air mataTidakkah perjalanan ini menjadikan kita bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah Subhanahu wa Ta'aala atas segala dosa yang kita kerjakan?

Saudaraku, segeralah bertaubat, manfaatkan segera setiap detik nafasmu untuk memikirkan setiap amal perbuatanmu, koreksilah amalanmu, apakah amalan dan perbuatan yang engkau lakukan mendekatkan dirimu ke surga atau malah semakin mendekatkan dirimu ke neraka ?

Di akhir renungan ini, saya persembahkan pelajaran bagi setiap insan yang tenggelam dalam berbagai kesenangan dunia, sehingga lupa kepada Robbnya, dan juga untuk setiap orang yang bertaubat dan mohon ampunan kepada Rabb-Nya, sebuah hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

"Pada hari kiamat akan didatangkan seorang ahli neraka yang paling banyak mengenyam kenikmatan dunia, lalu ia dicelupkan sesaat ke dalam Neraka, kemudian ia ditanya; "Wahai anak Adam, apakah telah engkau dapatkan kenikmatan? Pernahkah sebuah kenikmatan menghampirimu? Ia menjawab; "Demi Allah, tidak wahai Tuhanku", Demikian pula didatangkan seorang ahli Surga yang paling sengsara hidupnya ketika di dunia, lalu dia dicelupkan sesaat ke dalam Surga. Kemudian ia ditanya; "Wahai anak Adam, apakah engkau pernah merasakan kesengsaraan ? Adakah sebuah malapetaka menerpamu? Ia menjawab, "Demi Allah, tidak pernah sedikitpun kesengsaraan dan malapetaka menerpaku." (HR. Muslim)

Renungan Kedua
Hiduplah sesuka hatimu, tumpahkan dan hamburkan kesenangan demi kesenangan untuk memuaskan nafsumu. Katakan semaumu tentang Islam, tentang orang-orang shalih, tentang ibadah dan kebajikan. Bergembiralah dan tertawalah sepuas-puasmu kepada dunia, kelak pada akhirnya engkau akan meregang ditengah sakaratul maut, entah kapan waktunya tapi itu pasti menimpamu, lalu engkaupun mati. Saat itu, malaikat tepat berada diatas kepalamu; hatimu bergetar, nyawamu meregang, mulutmu terkunci, seluruh tubuhmu terasa lemas, matamu terbelalak, sedang pintu taubat telah tertutup, orang-orang disekitarmu menangis sedang engkau sendiri mengerang melawan pedihnya sakratul maut, lalu nyawamu diangkat ke langit.

Pada waktu itu, barulah engkau tahu pasti dan yakin, bahwa selama ini engkau telah terpedaya. Tiada berguna lagi air mata darah, selanjutnya yang ada hanyalah siksa, derita dan merana sepanjang masa.

Saudaraku, sebelum semua ini terjadi, sebelum semuanya terlambat, selamatkanlah dirimu. Saudaraku..., yakinkan dirimu, dunia ini bukan akhir dari segalanya, masih ada negeri akhirat yang justru disanalah kehidupan yang sesungguhnya, tempat pembalasan atas amal yang dilakukan manusia di dunia, tempat pembalasan amal dengan seadil-adilnya.
Wallahu A'lam Bishshawaab....

==================================  bersambung >>>

Views All Time
Views All Time
102
Views Today
Views Today
1

Hits: 237

4 Comments

  1. MIMPI yg BAIK & BENAR .. pd orang BERIMAN .... diperlihatkan oleh Allah kepadanya .. wallahua'lam
    --------------------------------------
    Rasulullah SAW bersabda,” Jika zaman itu telah dekat (kiamat) , banyak mimpi orang beriman tidak bohong. Dan, sebenar benar mimpi di antara kalian adalah mimpi orang yang paling jujur dalam perkataan.” (HR Muslim)
    -------------------------------
    ﴾ Al Anfaal:29 ﴿
    Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan (kemampuan membedakan mana yg haq dan mana yg bathil). Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.
    -----------------------------------
    hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari. Rasulullah SAW bersabda , “ Tidak tersisa dari kenabian, kecuali peringatan peringatan.” Mereka bertanya, “Apa peringatan peringatan itu?” Rasulullah SAW menjawab, “ Mimpi yang baik atau benar.”
    --------------------------------
    Shalih dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Mimpinya orang muslim adalah yang dia lihat, atau yang diperlihatkan kepadanya. Dan di dalam Hadits Ibnu Mushir; “Mimpi yang baik adalah bagian dari empat puluh enam kenabian.” (HR Muslim)
    --------------------------------------------------------
    Dari Anas dan Ubadah bin Ash Shamit ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ Mimpi orang beriman itu merupakan seperempat puluh enam dari kenabian.” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, Turmudzi dan Abu Daud)
    ------------------------------------------------------------
    Nabi saw pernah menafsirkan mimpinya dan mimpi orang lain. Abu Bakar pernah menafsirkan mimpi dihadapan Rasulullah saw.

    Didalam shahih Bukhori dari Ibnu Abbas menceritakan seorang laki-laki yang mendatangi Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam mengatakan; ‘Tadi malam aku bermimpi melihat segumpal awan yang meneteskan minyak samin dan madu, lantas kulihat orang banyak memintanya, ada yang meminta banyak dan ada yang meminta sedikit, tiba-tiba ada tali yang menghubungkan antara langit dan bumi, kulihat engkau memegangnya kemudian engkau naik, kemudian ada orang lain memegangnya dan ia pergunakan untuk naik, kemudian ada orang yang mengambilnya dan dipergunakannya untuk naik namun tali terputus, kemudian tali tersambung.’

    Spontan Abu Bakar berujar; ‘Wahai Rasulullah, ayah dan ibuku untuk tebusanmu, demi Allah, biarkan aku untuk mentakwilkannya! ‘ “takwilkanlah” Kata Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Abu Bakar mengatakan; ‘Adapun awan, itulah Islam, adapun madu dan minyak samin yang menetes, itulah Alquran, karena alqur’an manisnya menetes, maka silahkan ada yang memperbanyak atau mempersedikit, adapun tali yang menghubungkan langit dan bumi adalah kebenaran yang engkau pegang teguh sekarang ini, yang karenanya Allah meninggikan kedudukanmu, kemudian ada seseorang sepeninggalmu mengambilnya dan ia pun menjadi tinggi kedudukannya, lantas ada orang lain yang mengambilnya dan terputus, kemudian tali itu tersambung kembali sehingga ia menjadi tinggi kedudukannya karenanya, maka beritahulah aku ya Rasulullah, ayah dan ibuku sebagai tebusanmu, saya benar ataukah salah? ‘ Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Engkau benar sebagian dan salah sebagian!” Abu Bakar mengatakan; ‘Demi Allah ya Rasulullah, tolong beritahukanlah kepadaku takwilku yang salah! ‘ Nabi menjawab: “Janganlah engkau bersumpah!”

  2. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah membagi mimpi menjadi tiga bagian, sebagaimana diriwayatkan dari ‘Auf bin Malik dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Sesungguhnya mimpi itu ada tiga macam, diantaranya mimpi-mimpi buruk yang menakutkan yang datang dari setan untuk membuat sedih anak Adam, diantaranya pula perkara yang menggelisahkan seseorang ketika terjaga kemudian terbawa dalam mimpinya, dan diantaranya pula satu bagian dari empat puluh enam bagian kenabian.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Majah dan yang lainnya, hadits shahih)

    Adapun macam pertama yaitu mimpi buruk dari setan maka tidak perlu ditafsirkan atau diceritakan. Dari Jabir berkata,”Telah datang seorang lelaki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata; “Ya Rasulullah! Aku bermimpi kemarin seakan-akan kepalaku di penggal, bagaimana itu?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun tertawa, beliau bersabda: ‘Apabila setan mempermainkan salah seorang dari kalian di dalam tidurnya, maka janganlah dia menceritakannya kepada orang lain.” (HR. Muslim)

  3. ﴾ Al Anfaal:29 ﴿ Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan (kemampuan membedakan mana yg haq dan mana yg bathil). Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.

  4. Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang, maka Allah timpakan ke kamu pedihnya sebuah pengharapan. Supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya.”{Imam Syafi’i}------------------

    “ Cintailah kekasihmu (secara) sedang-sedang saja, siapa tahu suatu hari dia akan menjadi musuhmu; dan bencilah orang yang engkau benci (secara) biasa-biasa saja, siapa tahu suatu hari dia akan menjadi kecintaanmu." (HR. Tirmidzi)--------------

    “ Sesungguhnya orang-orang yang saling mencintai, kamar-kamarnya di surga nanti terlihat seperti bintang yang muncul dari timur atau bintang barat yang berpijar. Lalu ada yang bertanya, “ siapa mereka itu?, “ mereka itu adalah orang-orang yang mencintai karena Allah ‘Azzawajalla.” (HR. Ahmad)---------------------------------

    “ Siapa yang mencintai seseorang karena Allah, kemudian seseorang yang dicintainya itu berkata, “ Aku juga mencintaimu karena Allah.” Maka keduanya akan masuk surga. Orang yang lebih besar cintanya akan lebih tinggi derajatnya daripada yang lainnya. Ia akan digabungkan dengan orang-orang yang mencintai karena Allah.” (HR. Al Bazaar)-------------------

Leave a Reply