Ujian manusia di dunia bersifat BAIK atau BURUK (menurut kita), TAKDIR baik atau TAKDIR buruk ygbisa kita lihat. ………… keBURUKan yang kita terima / dapatkan bisa berupa = SAKIT, sakit hati, sakit pikiran, sakit tubuh, cedera, tabrakan, kecelakaan, operasi, bisul, kena virus, bakteri mematikan, cinta ditolak, cinta bertepuk sebelah tangan, pupus, punya musuh , dst……… sedikit UANG, miskin, melarat, kere, hutang banyak, usaha bangkrut, dompet kosong/bolong, gagal panen, kelaparan,kehausan dst……….. MATI, TEWAS, DEATH, koit, matinya aku/kamu, ibu, bapak, saudara, adik, anak, istri, suami, kakak, ipar, sepupu, dst ……………. BENCANA kecil/besar, PETAKA kecil/besar, kebakaran rumah, tanah longsor, gempa, tabrakan, kecelakaan, tsunami, dst …………………. >>>>><<<<< ………………..…. keBAIKan yang kita terima/dapatkan bisa berupa = punya UANG banyak/sedikit, masih bisa MAKAN, minum, tidak lapar, tidak haus, masih kerja, tidak pengangguran, ada job, dst …………….. punya HARTA, rumah,emas, motor, MOBIL, tanah, lahan, sawah, property, sertifikat, bpkb, Ijazah, gelar dst ………………………… punya orang DEKAT/KELUARGA, ibu, bapak, saudara, adik, anak, istri, suami, kakak, ipar, sepupu, teman, gebetan, pacar, tunangan, mantan, TTM, dst --------------------------- = semua itu adalah UJIAN dari ALLAH, semua itu bisa membuat kita TAMBAH BURUK/tambah DOSA … atau … tambah BAIK/PAHALA menurut SYARIAT Allah !!!................. punya UANG BANYAK lalu MAKSIAT (( hambur uang, foya-foya, beli barang mahal sedikit gunanya, beli drug, narkoba, minuman keras ….. apalagi maksiat besar dg MEMBELI DOSA )) ………. kurang UANG/sedikit harta lalu maksiat (( mencopet, membegal, merampok, klithih, membunuh alasan ekonomi ….. melakukan kemaksiatan dg alasan tidak/sedikit punya UANG))------------------------ KAYA dan MISKIN … adalah UJIAN Allah { Al An’am:53} ……………… LUAS rezeki {=kaya/banyak harta} dan SEMPIT {=miskin/ sedikit harta} = KEHENDAK Allah …… Ar Ra’du:26--------------------------- ﴾ Al An’am:44 ﴿ Maka tatkala mereka MELUPAKAN PERINGATAN yang telah diberikan kepada mereka, KAMIPUN MEMBUKAKAN SEMUA PINTU-PINTU KESENANGAN UNTUK MEREKA; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong {=tiba-tiba/mendadak}, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.--------------- ﴾ Ar Ra’du:26 ﴿ Allah me-LUAS-kan rezeki dan me-NYEMPIT-kannya bagi siapa yang Dia KEHENDAKi. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit). ------------------------------------ Bersyukur pada PEMBERIAN Allah.... agar TIDAK meREMEHkan NIKMAT yg diberikan Allah kepada kita --------------bergelimang dalam keNIKMATan DUNIA …. krn merasa diCUKUPkan oleh Allah …… merasa HARTA itu pemberian Allah …. tidak merasakan HARTA itu adalah UJIAN Allah …… ………(menjerumuskan manusia ….. shg LUPA … dg KEHIDUPAN selanjutnya ……. {akhirat}) ….. SURGA atau … siksaan NERAKA….. ……………. melupakan BEKAL akhirat …. yg AKAN segera diTEMUI -------------------------------- . “Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lihatlah orang yang berada di bawah kamu, dan jangan lihat orang yang berada di atas kamu, karena dengan begitu kamu tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikan-Nya kepada kamu.” (HR. Bukhari-Muslim) ----------------------------------------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda: “Apabila salah seorang di antara kamu melihat kepada orang yang berada di atasnya dalam hal harta dan fisik, maka hendaknya ia melihat kepada orang yang berada di bawahnya di antara mereka yang diberikan kelebihan.” (HR. Muslim) ------------------ – dunia …. di-JAGA agar kita CUKUP untuk HIDUP …………………… CUKUP = TIDAK berlebihan …. BUKAN hidup MEWAH ......

Ujian manusia di dunia bersifat BAIK atau BURUK (menurut kita), TAKDIR baik atau TAKDIR buruk ygbisa kita lihat. ………… keBURUKan yang kita terima / dapatkan bisa berupa = SAKIT, sakit hati, sakit pikiran, sakit tubuh, cedera, tabrakan, kecelakaan, operasi, bisul, kena virus, bakteri mematikan, cinta ditolak, cinta bertepuk sebelah tangan, pupus, punya musuh ,  dst……… sedikit UANG, miskin, melarat, kere, hutang banyak, usaha bangkrut, dompet kosong/bolong, gagal panen, kelaparan,kehausan dst……….. MATI, TEWAS, DEATH, koit, matinya aku/kamu, ibu, bapak, saudara, adik, anak, istri, suami, kakak, ipar, sepupu, dst ……………. BENCANA kecil/besar, PETAKA kecil/besar, kebakaran rumah, tanah longsor, gempa, tabrakan, kecelakaan, tsunami, dst …………………. >>>>><<<<< ………………..…. keBAIKan yang kita terima/dapatkan bisa berupa = punya UANG banyak/sedikit, masih bisa MAKAN, minum, tidak lapar, tidak haus, masih kerja, tidak pengangguran, ada job, dst ……………..  punya HARTA, rumah,emas, motor, MOBIL, tanah, lahan, sawah, property, sertifikat, bpkb, Ijazah, gelar dst ………………………… punya orang DEKAT/KELUARGA, ibu, bapak, saudara, adik, anak, istri, suami, kakak, ipar, sepupu, teman, gebetan, pacar, tunangan, mantan, TTM,  dst ---------------------------  = semua itu adalah UJIAN dari ALLAH, semua itu bisa membuat kita TAMBAH BURUK/tambah DOSAatau … tambah BAIK/PAHALA menurut SYARIAT Allah !!!................. punya UANG BANYAK lalu MAKSIAT (( hambur uang, foya-foya, beli barang mahal sedikit gunanya, beli drug, narkoba, minuman keras ….. apalagi maksiat besar dg MEMBELI DOSA )) ………. kurang UANG/sedikit harta lalu maksiat (( mencopet, membegal, merampok, klithih, membunuh alasan ekonomi ….. melakukan kemaksiatan dg alasan tidak/sedikit punya UANG))------------------------ KAYA dan MISKIN … adalah UJIAN Allah { Al An’am:53} ……………… LUAS rezeki {=kaya/banyak hartadan SEMPIT {=miskin/ sedikit harta} = KEHENDAK Allah …… Ar Ra’du:26--------------------------- ﴾ Al An’am:44 ﴿ Maka tatkala mereka MELUPAKAN PERINGATAN yang telah diberikan kepada mereka, KAMIPUN MEMBUKAKAN SEMUA PINTU-PINTU  KESENANGAN UNTUK MEREKAsehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong {=tiba-tiba/mendadak}, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.--------------- ﴾ Ar Ra’du:26 ﴿ Allah me-LUAS-kan rezeki dan me-NYEMPIT-kannya  bagi siapa yang Dia KEHENDAKi. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit). ------------------------------------ Bersyukur pada PEMBERIAN Allah.... agar TIDAK meREMEHkan NIKMAT yg diberikan Allah kepada kita --------------bergelimang dalam keNIKMATan DUNIA …. krn merasa diCUKUPkan oleh Allah …… merasa HARTA itu pemberian Allah …. tidak merasakan HARTA itu adalah UJIAN Allah …… ………(menjerumuskan manusia ….. shg LUPA … dg KEHIDUPAN selanjutnya ……. {akhirat}) ….. SURGA  atau … siksaan NERAKA….. ……………. melupakan BEKAL akhirat …. yg AKAN segera diTEMUI -------------------------------- . “Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata: Rasulullah shallallahualaihi wa sallam bersabda, “Lihatlah orang yang berada di bawah kamu, dan jangan lihat orang yang berada di atas kamu, karena dengan begitu kamu tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikan-Nya kepada kamu.” (HR. Bukhari-Muslim) ----------------------------------------- Rasulullah shallallahualaihi wa sallam juga bersabda: “Apabila salah seorang di antara kamu melihat kepada orang yang berada di atasnya dalam hal harta dan fisik, maka hendaknya ia melihat kepada orang yang berada di bawahnya di antara mereka yang diberikan kelebihan.” (HR. Muslim) ------------------ – dunia …. di-JAGA agar kita CUKUP untuk HIDUP …………………… CUKUP = TIDAK berlebihan …. BUKAN hidup MEWAH ......

===================================

HARTA = FITNAH ..... UJIAN KAYA= banyak HARTA = PENYEBAB BANYAK MUSLIM ..... diLEMPAR ke NERAKA

<<<< Penduduk Surga Kebanyakan Orang Miskin >>>>>
……………….jangan ditanyakan takdir/nasib orang KAFIRMUSYRIK …. langsung di seret dan dilempar ke NERAKA…………………

Harta merupakan salah satu bentuk fitnahyaitu ujian dan godaan yang sangat dikhawatirkan bisa menjerumuskan orang-orang beriman ke dalam kemaksiatan dan hal yang haramSebagaimana disebutkan dalam hadits yang shahih,

عَنْ كَعْبِ بْنِ عِيَاضٍ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: ” إِنَّ لكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً، وَإِنَّ فِتْنَةَ أُمَّتِي الْمَالُ “

Dari Ka’ab bin Iyadh radhiyallahu ‘anhu berkata: Saya telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Setiap umat memiliki godaan yang menjerumuskan tersendiri dan godaan yang menjerumuskan umatku adalah godaan harta kekayaan.” (HR. Tirmidzi no. 2336, An-Nasai dalam AS-Sunan Al-Kubra no. 11795, Ahmad no. 17471, Al-Hakim no. 7896 dan Ibnu Hibban no. 3223. Hadits shahih)

Rasulullah saw melihat bahwa di SURGA itu kebanyakan orang orang MISKIN, sedangkan dalam neraka kebanyakan wanita. HR Muslim-Bukhary.

Rasulullah berdoa kepada Allah swt,” Yaa Allah jadikanlah aku seorang miskin dan matikanlah aku dalam kemiskinan”HR Muslim.

“Orang – orang miskin akan masuk surga 500 tahun lebih dahulu daripada orang – orang kaya” (HR. Tirmidzidia berkata, “Hadits shahih”, dari Abu Hurarah}

Dari Haritsah bin Wahb radhiallahu ‘anhu bhwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ألا أخبركم بأهل الجنة؟ قالوا: بلي، قال: كل ضعيف متضعف، لو أقسم على الله لأبره

“Maukah kusampaikan kepada kalian tentang ahli surga?” Para sahabat menjawab. “Tentu.” Beliau bersabda, “Orang-orang yang lemah dan diremehkan. Andaikan orang ini bersumpah atas nama Allah (berdoa), pasti Allah kabulkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

An-Nawawi dalam syarah hadis ini menyatakan:

ومعناه يستضعفه الناس، ويحتقرونه، ويتجبرون عليه، لضعف حاله في الدنيا، والمراد أن أغلب أهل الجنة هؤلاء … وليس المراد الاستيعاب

Makna hadis: “Dia diremehkan masyarakat, dianggap hina, suka disuruh-suruh. Karena dia lemah dari sisi dunianya. Maksud hadis ini adalah umumnya penduduk surga orangnya semacam itu, bukan maksudnya seluruh penduduk surga.” (Syarh Muslim An-Nawawi, 17:187)
……………………………
Oleh sebab itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam mengajarkan kepada umatnya untuk biasa berlindung dari keburukan godaan kekayaan dan kemiskinan. Kekayaan dan kemiskinan adalah ujian yang harus dihadapi dengan keimanan dan kesabaran. Ada orang yang jatuh karena ujian kemiskinan, sebagaimana ada orang yang jatu karena ujian kekayaan.

Dari Aisiyah radhiyallahu ‘anha berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam biasa membaca doa:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ، وَفِتْنَةِ القَبْرِ وَعَذَابِ القَبْرِ، وَشَرِّ فِتْنَةِ الغِنَى وَشَرِّ فِتْنَةِ الفَقْرِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ قَلْبِي بِمَاءِ الثَّلْجِ وَالبَرَدِ، وَنَقِّ قَلْبِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَبَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الكَسَلِ، وَالمَأْثَمِ وَالمَغْرَمِ»

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah neraka dan siksaan neraka; dari fitnah kubur dan siksaan kuburkeburukan fitnah kekayaan dan keburukan fitnah kemiskinan. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebutkan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.

Ya Allah, basuhlah hatiku dengan es dan embun…bersihkanlah hatiku dari dosa-dosa sebagaimana Engkau membersihkan kain putih dari kotoran…jauhkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan, perbuatan dosa dan jeratan hutang.” (HR. Bukhari no. 6377 dan Muslim no. 589)

Kekayaan bisa membuat orang kaya tak bersyukursehingga ia menghambur-hamburkan hartanya untuk hidup mewah, kikir, rakus, tidak peduli kepada penderitaan sesama, tidak mengeluarkan zakat dan hak-hak orang lain dalam hartanya. Adapun kemiskinan bisa membuat orang tak sabarsehingga ia mengeluh, mendengki, dan melakukan perbuatan haram atau dosa guna mengejar harta. Semoga Allah melindungi kita dari keburukan godaan kemiskinan dan kekayaan.

Dari Usamah bin Zaid radhiallahu ‘anhuNabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قمت على باب الجنة، فكان عامة من دخلها المساكين، وأصحاب الجد محبوسون غير أن أصحاب النار قد أمر بهم إلى النار

“Saya pernah berdiri di pintu surga, ternyata umumnya orang yang memasukinya adalah orang miskin. Sementara orang kaya tertahan dulu (masuk surga). Hanya saja, penduduk neraka sudah dimasukkan ke dalam neraka.” (HR. Ahmad, Bukhari, dan Muslim)
====================

yg ke SURGA .... banyak dari golongan orang MISKIN... kenapa ???

------------------------ orang MISKIN sudah SUSAH hidupnya di DUNIA ..beda dg orang KAYA/banyak UANG/banyak HARTA ... yg bisa MEMBELI DOSA (hambur uang.. BELI.... BELI..... BELI barang yg TIDAK  banyak manfaat dan guna apalagi dg harga MAHAL) ... membeli jalan ke NERAKA .. dg UANGnya... dg mudah !!!
-------------------------
PAHAMILAH .. mengapa RASUL berdoa ingin dijadikan golongan orang MISKIN ????

Rasulalloh dalam doanya mengatakan: “Ya Allah hidupkanlah saya keadaan miskin dan matikan saya keadaan miskin dan kumpulkanlah saya dalam golongsn orang-orang miskin”. [Hadist Sunan Ibni Majah No. 4126 Kitabulzuhdi]
----------------------------------------------------
Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اطلعت في الجنة، فرأيت أكثر أهلها الفقراء
“Saya pernah melihat surga, aku lihat kebanyakan penduduknya adalah orang miskin.” (HR. Bukhari dan Muslim)
-----------------------------------------------


Aku menjenguk ke surga dan aku melihat kebanyakan penghuninya orang-orang fakir (miskin). Lalu aku menjenguk ke neraka dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita. (HR. Bukhari dan Muslim)
----------------------------------
Orang-orang fakir-miskin akan memasuki surga lima ratus tahun, sebelum orang-orang kaya memasukinya. (HR. Tirmidzi dan Ahmad)
------------------------
Kesengsaraan yang paling sengsara ialah miskin di dunia dan disiksa di akhirat. (HR. Ath-Thabrani dan Asysyihaab)
------------------------------------------
Rasulullah s.a.w. bersabda: “Orang-orang kaya mereka hina pada hari kiamatkecuali orang yang berbuat dengan hartanya, begini begitu dan mendapatkan kekayaannya dengan baik”.
[Hadist Sunan Ibni Majah No. 4130 Kitabulzuhdi]
------------------------------
Dari Usamah bin Zaid radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قمت على باب الجنة، فكان عامة من دخلها المساكين، وأصحاب الجد محبوسون غير أن أصحاب النار قد أمر بهم إلى النار
“Saya pernah berdiri di pintu surga, ternyata umumnya orang yang memasukinya adalah orang miskin. Sementara orang kaya tertahan dulu (masuk surga). Hanya saja, penduduk neraka sudah dimasukkan ke dalam neraka.” (HR. Ahmad, Bukhari, dan Muslim)
-----------------------------------
Aku berdiri di pintu surga, maka kulihat orang-orang yg masuk ke dalamnya kebanyakan dari orang-orang miskin. Sedangkan orang-orang yg bernasib baik di dunia mereka tertahan di luar. Kecuali penduduk neraka mereka langsung diperintahkan masuk ke neraka. Dan aku berdiri pula di pintu neraka, kulihat orang yg masuk kebanyakannya ialah kaum wanita.' [HR. Muslim No.4919].
----------------------------
Orang miskin punya keutamaan saat ia mau bersabar. Di sini juga jadi pertanda, jangan sampai kita meremehkan mereka.

Berikut tiga di antaranya:
1- Penghuni surga banyak orang miskin

Dari Harits bin Wahb radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia berkata,

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ الْجَنَّةِ كُلُّ ضَعِيفٍ مُتَضَعِّفٍ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لأَبَرَّهُ ، أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ

“Maukah kuberitahu pada kalian siapakah ahli surga itu? Mereka itu adalah setiap orang yang lemah dan dianggap lemah oleh para manusia, tetapi jika ia bersumpah atas nama Allah, pastilah Allah mengabulkan apa yang disumpahkannya. Maukah kuberitahu pada kalian siapakah ahli neraka itu? Mereka itu adalah setiap orang yang keras, kikir dan gemar mengumpulkan harta lagi sombong” (HR. Bukhari no. 4918 dan Muslim no. 2853).

Orang yang lemah yang dimaksud adalah orang yang diremehkan orang lain karena keadaan yang lemah di dunia (alias: miskin). Ini cara baca mutadho’af dalam hadits. Bisa juga dibaca mutadho’if yang artinya orang yang rendah diri dan tawadhu’. Al Qadhi menyatakan bahwa yang dimaksud orang yang lemah adalah orang yang lembut hatinya dan tawadhu’. Lihat Syarh Shahih Muslim, 17: 168.
2- Orang miskin mendahului orang kaya masuk surga

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَدْخُلُ فُقَرَاءُ الْمُؤْمِنِينَ الْجَنَّةَ قَبْلَ الأَغْنِيَاءِ بِنِصْفِ يَوْمٍ خَمْسِمِائَةِ عَامٍ

“Orang beriman yang miskin akan masuk surga sebelum orang-orang kaya yaitu lebih dulu setengah hari yang sama dengan 500 tahun.” (HR. Ibnu Majah no. 4122 dan Tirmidzi no. 2353. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Diterangkan dalam Tuhfatul Ahwadzi (7: 68) sebagai berikut.

Satu hari di akhirat sama dengan seribu tahun di dunia. Sebagaimana yang Allah Ta’ala sebutkan,

وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al Hajj: 47). Oleh karenanya, setengah hari di akhirat sama dengan 500 tahun di dunia.

Adapun firman Allah Ta’ala,

فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

“Dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun” (QS. Al Ma’arij: 4). Ayat ini menunjukkan pengkhususan dari maksud umum yang sebelumnya disebutkan atau dipahami bahwa waktu tersebut begitu lama bagi orang-orang kafirItulah kesulitan yang dihadapi orang-orang kafir,

فَإِذَا نُقِرَ فِي النَّاقُورِ (8) فَذَلِكَ يَوْمَئِذٍ يَوْمٌ عَسِيرٌ (9) عَلَى الْكَافِرِينَ غَيْرُ يَسِيرٍ (10)

Apabila ditiup sangkakala, maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulitbagi orang-orang kafir lagi tidak mudah.” (QS. Al Mudatsir: 8-10).
3- Berkah dari do’a orang miskin

Dalam hadits disebutkan bahwa Sa’ad menyangka bahwa ia memiliki kelebihan dari sahabat lainnya karena melimpahnya dunia pada dirinya, lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

هَلْ تُنْصَرُوْنَ وَتُرْزَقُوْنَ إِلاَّ بِضُعَفَائِكُمْ

“Kalian hanyalah mendapat pertolongan dan rezeki dengan sebab adanya orang-orang lemah dari kalangan kalian” (HR. Bukhari no. 2896).

Dalam lafazh lain disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا يَنْصُرُ اللهُ هَذَهِ اْلأُمَّةَ بِضَعِيْفِهَا: بِدَعْوَتِهِمْ، وَصَلاَتِهِمْ، وَإِخْلاَصِهِمْ.

Sesungguhnya Allah menolong umat ini dengan sebab orang-orang lemah mereka di antara mereka, yaitu dengan doa, shalat, dan keikhlasan mereka” (HR. An Nasai no. 3178. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Ibnu Baththol berkata, “Ibadah orang-orang lemah dan doa mereka lebih ikhlas dan lebih terasa khusyu’ karena mereka tidak punya ketergantungan hati pada dunia dan perhiasannya. Hati mereka pun jauh dari yang lain kecuali dekat pada Allah sajaAmalan mereka bersih dan do’a mereka pun mudah diijabahi (dikabulkan)”. Al Muhallab berkata, “Yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maksudkan adalah dorongan bagi Sa’ad agar bersifat tawadhu’, tidak sombong dan tidak usah menoleh pada harta yang ada pada mukmin yang lain” (Lihat Syarh Al Bukhari li Ibni Baththol, 9: 114).
Pengemis Jalanan Bukanlah Orang Miskin

Karena rerata pengemis jalanan adalah orang mampu nan kuat yang malas bekerja, padahal di balik itu juga mereka kaya.

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ الْمِسْكِينُ الَّذِى تَرُدُّهُ الأُكْلَةُ وَالأُكْلَتَانِ ، وَلَكِنِ الْمِسْكِينُ الَّذِى لَيْسَ لَهُ غِنًى وَيَسْتَحْيِى أَوْ لاَ يَسْأَلُ النَّاسَ إِلْحَافًا

“Namanya miskin bukanlah orang yang tidak menolak satu atau dua suap makanan. Akan tetapi miskin adalah orang yang tidak punya kecukupan, lantas ia pun malu atau tidak meminta dengan cara mendesak” (HR. Bukhari no. 1476).

===========================

NERAKA .... mayoritas penghuninya adalah orang-orang KAYA dan kaum wanita.” (HR Ahmad) >>> harta UJIAN .. bisa untuk JALAN ke SURGA atau NERAKA.....

===================

Ini (harta) adalah HASIL USAHAku ….. Hak-ku (Aku Bebas) MengGUNAKANnya, ??????? (HARTA adalah UJIAN)
----------------

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar r.a., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda,

“Surga diperlihatkan kepadaku, dan aku melihat kebanyakan pengelillingnya adalah orang-orang fakir. Ketika neraka diperlihatkan kepadaku, aku melihat mayoritas penghuninya adalah orang-orang KAYA dan kaum wanita.” (HR Ahmad)
.....................................

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda,

“Neraka diperlihatkan kepadku. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita. Lalu, SURGA diperlihatkan kepadaku, dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang FAKIR.” (HR Ahmad)


<<<< fenomena “Qarun dan Manusia hidup Mewah”, tanda-tanda sebelum suatu negeri akan ditimpakan Azab dan akan diBINASAkan suatu negeri.

<<<< Nabi SAW bersabda : Sesungguhnya setiap umat memiliki ujian/fitnah, dan ujian umatku adalah “”HARTA”” [HR. Tirmidzi

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. Sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin, kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).” (At-Takatsur: 1-8)

“Dan (juga) Qarun, Fir’aun dan Haman. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi, mereka berlaku sombong di (muka) bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu).
Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka diantara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu, kerikil dan diantara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan diantara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan diantara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (al-`Ankabut: 39-40)

“Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi.Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya). Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu, berkata: “Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambanya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang- orang yang mengingkari (nikmat Allah).” (QS: Al_Qashash:81-82)
“Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri.” (QS: al_Qashash: 76)

﴾ Al Qashash:77 ﴿
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaannegeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
﴾ Al Qashash:78 ﴿
Karun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.
﴾ Al Qashash:79 ﴿
Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar”.
﴾ Al Qashash:80 ﴿
Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar”.
﴾ Al Qashash:81 ﴿
Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).
﴾ Al Qashash:82 ﴿
Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu, berkata: “Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambanya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)”.
﴾ Al Qashash:83 ﴿
Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.

<<<<<< hadits riwayat yang dibawakan al-Hâkim, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَقِلُّوا الدُّخُولَ عَلَى الْأَغْنِيَاءِ فَإِنَّهُ أَحْرَى أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ
KURANGIlah kunjungan ke orang-orang kaya, karena itu lebih baik agar kalian tidak meremehkan nikmat Allâh. [HR. al-Hâkim]

<<<< “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihanbinatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali Imran: 14)

<<<< “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”. (QS. Al-Hadid : 29)

<<<<<< Allâh berfirman :
فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ
Adapun manusia, jika dia diuji oleh Rabbnya, dimuliakan dan diberi kesenangan, maka dia akan berkata, “Rabbku telah memuliakanku”. Sedangkan bila Rabbnya mengujinya lalu membatasi rizkinya, maka dia berkata, “Rabbku telah menghinakanku”. [al-Fajar/89:15-16]

<<<<<< Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُمْ بِهِ مِنْ مَالٍ وَبَنِينَ نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ ۚ بَلْ لَا يَشْعُرُونَ
Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka ? tidak, sebenarnya mereka tidak sadar. [al-Mukminûn/23:55-56]

>> termasuk Beriman : NAFKAHkanlah Sebagian “Hasil Usahamu yang baik”
﴾ Al Baqarah:267 ﴿
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

>>> Hidup MEWAH, …. Melakukan KEDURHAKAAN (banyak berbuat AMAL KEBURUKAN), {{ tanda-tanda akan diturunkan AZAB dan Kebinasaan suatu Negeri}}}
﴾ Al Israa’:16 ﴿
Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.
﴾ Al Mu’minun:64 ﴿
Hingga apabila Kami timpakan azab, kepada orang-orang yang hidup mewah di antara mereka, dengan serta merta mereka memekik minta tolong.

PENYAKIT UMAT-UMAT DAHULU TIMBUL KEMBALI (Nubuwah Nabi SAW)

Dari Abu Hurairah Ra .. katanya: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Umatku akan ditimpa penyakit-penyakit yang pemah menimpa umat-umat dahulu. ” Sahabat bertanya, “Apakah penyakit-penyakit umat-umat terdahulu itu?” Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, “Penyakit-penyakit itu ialah :
(1 )terlalu sombong,
(2) terlalu mewah,
(3) mengumpulkan harta sebanyak mungkin,
(4) tipu- menipu dalam merebut harta benda dunia,
(5) saling memarahi,
(6) dengki-mendengki, sehingga jadi zalim menzalimi. ” (HR. Hakim)

ZAMAN ORANG TIDAK PEDULI DARIMANA DATANGNYA HARTA

Dari Abu Hurairah Ra. Dia berkata: Bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam; “Akan datang suatu zaman di mana seseorang tidak mempedulikan darimana dia mendapatkan harta, apakah dari sumbernya adalah halal atau pun haram.” (HR. Nasa’i)

HARTA RIBA TERDAPAT DI MANA-MANA

Dari Abu Hurairah Ra. Dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Akan tiba suatu zaman, tidak ada seorang pun kecuali dia terlibat dalam memakan harta riba. Kalau dia tidak memakannya secara langsung, dia akan terkena debunya.” (HR. Ibnu Majah)

<<<<<<<<<< Yang MASUK SURGA … dari golongan KAYA = paling SEDIKIT >>>>>>

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إِنَّ الْمُكْثِرِينَ هُمُ الْمُقِلُّونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، إِلاَّ مَنْ أَعْطَاهُ اللَّهُ خَيْرًا ، فَنَفَحَ فِيهِ يَمِينَهُ وَشِمَالَهُ وَبَيْنَ يَدَيْهِ وَوَرَاءَهُ ، وَعَمِلَ فِيهِ خَيْرًا
Sesungguhnya orang-orang yang banyak harta adalah orang-orang yang sedikit (kebaikannya) pada hari kiamat, kecuali orang yang diberi harta oleh Allâh, lalu dia memberi kepada orang yang disebelah kanannya, kirinya, depannya dan belakangnya. Dia melakukan kebaikan pada hartanya[6]
HR. Tirmidzi, no. 2376; Ahmad 3/456; dishahîhkan syaikh Salîm al-Hilâli dalam Silsilahtul Manahi asy-Syar’iyyah, 4/195 Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلاَ فِى غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِينِهِ

Kerusakan pada sekawanan kambing akibat dua srigala lapar yang dilepaskan padanya tidak lebih parah dibandingkan kerusakan pada agama seseorang akibat kerakusannya terhadap harta dan kemuliaan[4].

Allâh Azza wa Jalla berfirman :
وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا

Dan kalian mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan. [al-Fajr/89:20]

=========

Views All Time
Views All Time
54
Views Today
Views Today
2

Hits: 19

1 Comment

  1. >>> KAYA dan MISKIN … adalah UJIAN Allah { Al An’am:53}

    >>> LUAS rezeki {=kaya/banyak harta} dan SEMPIT {=miskin/ sedikit harta} = KEHENDAK Allah …… Ar Ra’du:26

    …………………………………………………………………………………..
    Jangan tertipu oleh DUNIA …. sehingga TERJERUMUS …. NAR {Al An’am:70}
    ………………………………………………………………………………….

    ﴾ Ar Ra’du:26 ﴿
    Allah me-LUAS-kan rezeki dan me-NYEMPIT-kannya bagi siapa yang Dia KEHENDAKi. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).

    ﴾ Al An’am:128 ﴿
    Dan (ingatlah) hari diwaktu Allah menghimpunkan mereka semuanya (dan Allah berfirman): “Hai golongan jin, sesungguhnya kamu telah banyak menyesatkan manusia”, lalu berkatalah kawan-kawan meraka dari golongan manusia: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian daripada kami telah dapat KESENANGAN dari sebahagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami”. Allah berfirman: “Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)”. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

    ﴾ Al An’am:53 ﴿
    Dan demikianlah telah Kami UJI {فَتَنَّا}sebahagian mereka (orang-orang KAYA) dengan sebahagian mereka (orang-orang MISKIN), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata: “ORANG-ORANG SEMACAM INIKAH di antara kita yang DIBERI ANUGERAH ALLAH kepada mereka?” (Allah berfirman): “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)?

    ﴾ Al An’am:70 ﴿
    Dan TINGGALKAN LAH orang-orang yang menjadikan AGAMA mereka sebagai MAIN-MAIN dan SENDA GURAU, dan mereka telah DITIPU OLEH KEHIDUPAN DUNIA. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa’at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam NERAKA. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.

    ﴾ Al An’am:44 ﴿
    Maka tatkala mereka MELUPAKAN PERINGATAN yang telah diberikan kepada mereka, KAMIPUN MEMBUKAKAN SEMUA PINTU-PINTU KESENANGAN UNTUK MEREKA; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong {=tiba-tiba/mendadak}, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.

    ﴾ Yunus:70 ﴿
    (Bagi mereka) KESENANGAN (sementara) di dunia, kemudian kepada Kami-lah mereka KEMBALI, kemudian Kami rasakan kepada mereka SIKSA yang berat, disebabkan KEKAFIRAN mereka.

Leave a Reply