WANITA/ GADIS/ PEREMPUAN …. :Ujian atau FITNAH BESAR/ BERAT/ Terbesar Kaum Laki-laki. …… Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan dari Usamah Bin Zaid. Beliau bersabda, ----------مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ-------------“Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari: 5096 dan Muslim: 2740)------------ Hadis ini tidak berlebihan. Karena fakta memang telah membuktikan. ……Meskipun wanita diciptakan dengan kondisi akal yang lemah, namun betapa banyak lelaki yang cerdas, kuat gagah perkasa, dibuat lemah tunduk di bawahnya. ……..Meskipun para wanita diciptakan dengan keterbatasannya, namun betapa banyak para penguasa jatuh tersungkur dalam jeratnya. ……Meskipun wanita dicipta dengan keterbatasan agama, namun betapa banyak ahli ibadah yang dibuat lalai dari Tuhannya……=====…...Tidak sedikit seorang miliader kaya raya nekad berbuat korupsi demi istri/ wanita/ gadis. -------Tidak jarang darah tertumpah, pedang terhunus, karena wanita.-------- Betapa banyak orang waras dengan akal yang sempurna menjadi gila gara-gara wanita. -------Bahkan sering kita jumpai seorang laki-laki rela bunuh diri demi wanita. -------Atau yang lebih parah dari itu semua entah berapa orang mukmin yang mendadak berubah menjadi kafir gara-gara wanita. ------Pantaslah jika rasulullah mengatakan fitnah wanita adalah fitnah yang luar biasa/BERAT/BESAR/terBESAR. ====== Jika Perempuan Menjadi Fitnah Laki-Laki, Bagaimana dengan Laki-Laki? =======

WANITA/ GADIS/ PEREMPUAN  …. :Ujian atau FITNAH BESAR/ BERAT/ Terbesar Kaum Laki-laki. …… Nabi shallallahualaihi wasallam yang diriwayatkan dari Usamah Bin Zaid. Beliau bersabda, ----------مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ-------------“Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari: 5096 dan  Muslim: 2740)------------ Hadis ini tidak berlebihan. Karena fakta memang telah membuktikan. ……Meskipun wanita diciptakan dengan kondisi akal yang lemah, namun betapa banyak lelaki yang cerdas, kuat gagah perkasa, dibuat lemah tunduk di bawahnya. ……..Meskipun para wanita diciptakan dengan keterbatasannya, namun betapa banyak para penguasa jatuh tersungkur dalam jeratnya. ……Meskipun wanita dicipta dengan keterbatasan agama, namun betapa banyak ahli ibadah yang dibuat lalai dari Tuhannya……=====…...Tidak sedikit seorang miliader kaya raya nekad berbuat korupsi demi istri/ wanita/ gadis. -------Tidak jarang darah tertumpah, pedang terhunus, karena wanita.-------- Betapa banyak orang waras dengan akal yang sempurna menjadi gila gara-gara wanita. -------Bahkan sering kita jumpai seorang laki-laki rela bunuh diri demi wanita. -------Atau yang lebih parah dari itu semua entah berapa orang mukmin yang mendadak berubah menjadi kafir gara-gara wanita. ------Pantaslah jika rasulullah mengatakan fitnah wanita adalah fitnah yang luar biasa.====== Jika Perempuan Menjadi Fitnah Laki-Laki, Bagaimana dengan Laki-Laki? =======

==================

Allah menganugerahkan kepada manusia berbagai kekayaan penuh pesona. wanita, anak, istri, harta, tahta, dan dunia seluruhnya begitu menyejukkan mata. Allah berfirman,

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآب

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali ‘Imran: 14)

Ayat di atas menjelaskan bahwa mencintai wanita dan dunia adalah fitrah manusia. Seorang laki-laki tidak dilarang mencintai wanita selama aplikasi cintanya tidak melanggar syariat. Seorang manusia tidak dilarang mencintai dunia selama kecintaannya tidak mennjerumuskan kepada maksiat. Namun sadarkah, sejatinya di balik keindahan itu semua adalah fitnah (ujian) untuk manusia?

Para ulama menjelaskan, tatkala Allah menjadikan dunia terlihat indah di mata manusia, ditambah dengan berbagai aksesorisnya yang memikat, mulailah jiwa dan hati condong kepadanya. Dari sini manusia terbagi menjadi dua kubu sesuai dengan pilihannya. Sebagian orang menjadikan seluruh anugerah tesebut sebagai tujuan hidupnya. Seluruh pikiran dan tenaga dikerahkan demi meraihnya, hal itu sampai memalingkan mereka dari ibadah. Akhirnya mereka tidak peduli bagaimana cara mendapatkannya dan untuk apa kegunaannya. Ini adalah golongan orang-orang yang kelak menerima azab yang pedih. Sedangkan golongan yang kedua adalah orang-orang yang sadar bahwa tujuan penciptaan dunia ini adalah untuk menguji manusia, sehingga mereka menjadikannya sarana untuk mencari bekal akhirat. Inilah golongan yang selamat dari fitnah, merekalah yang mendapat rahmat Allah[1].

Wanita, Ujian/FITNAH Terbesar Kaum Laki-laki

Di antara pesan agung yang bisa kita petik dari ayat di atas bahwa wanita, dunia, dan seisinya adalah fitnah (ujian) bagi manusia. Akan tetapi di antara fitnah-fitnah tersebut yang paling besar dan paling dahsyat adalah fitnah wanita. Oleh karena itu Allah menyebut pada urutan yang pertama sebelum menyebut anak-anak, harta, dst. Oleh karena itu pula Imam Ibnu Hajar mengatakan, “Allah menyebut wanita pada urutan yang pertama sebelum menyebut yang lainnya. Ini memberikan sinyal bahwa fitnah wanita adalah induk dari segala fitnah.”

Ungkapan Imam Ibnu Hajar ini selaras dengan hadis Nabi shallallahualaihi wasallam yang diriwayatkan dari Usamah Bin Zaid. Beliau bersabda, 

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari: 5096 dan  Muslim: 2740)

Hadis ini tidak berlebihan. Karena fakta memang telah membuktikan. Meskipun wanita diciptakan dengan kondisi akal yang lemah, namun betapa banyak lelaki yang cerdas, kuat gagah perkasa, dibuat lemah tunduk di bawahnya. Meskipun para wanita diciptakan dengan keterbatasannya, namun betapa banyak para penguasa jatuh tersungkur dalam jeratnya. Meskipun wanita dicipta dengan keterbatasan agama, namun betapa banyak ahli ibadah yang dibuat lalai dari Tuhannya.

Tidak sedikit seorang miliader kaya raya nekad berbuat korupsi demi istri tercinta. Tidak jarang darah tertumpah, pedang terhunus, karena wanita. Betapa banyak orang waras dengan akal yang sempurna menjadi gila gara-gara wanita. Bahkan sering kita jumpai seorang laki-laki rela bunuh diri demi wanita. Atau yang lebih parah dari itu semua entah berapa orang mukmin yang mendadak berubah menjadi kafir gara-gara wanita. Pantaslah jika rasulullah mengatakan fitnah wanita adalah fitnah yang luar biasa.

Bahkan betapa umat terdahulu hancur binasa juga gara-gara wanita. Rasulullah shallallahualaihi wasallam  mengabarkan dalam sabdanya,

إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خضرة، وَإِنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ، فَاتَّــقُوا الدُّنْــيَا وَاتَقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِـي إِسْرَائِـيلَ كَانَتْ فِي النِسَاءِ

Sesungguhnya dunia ini begitu manis nan hijau. Dan Allah mempercayakan kalian untuk mengurusinya, Allah ingin melihat bagaimana perbuatan kalian. Karenanya jauhilah fitnah dunia dan jauhilah fitnah wanita, sebab sesungguhnya fitnah pertama kali di kalangan Bani Israil adalah masalah wanita” (H.R. Muslim: 2742)

Apa Kata Ahli Ilmu?

Semenjak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan umatnya dari bahaya fitnah wanita, para ulama juga tidak henti-hentinya mengingatkan umat ini dari ancaman tersebut. Banyak untaian nasihat mereka yang telah diabadikan di dalam literatur-literatur mereka.

Yusuf Bin Asbath mengatakan, “Seandainya aku mendapat amanah untuk menjaga baitulmal, saya optimis bisa melaksanakannya. Namun jiwaku tidak akan merasa aman jika dipercaya untuk berduaan dengan seorang wanita sekalipun dari kalangan negro, meski sesaat saja.”[2]

Sufyan Ats-Tsauri mengatakan, “Silakan kau suruh aku menjaga rumah mewah penuh harta melimpah, namun jangan kau suruh aku menjaga wanita yang tidak halal bagiku meskipun berupa budak yang hitam legam.”[3]

Said bin Musayyib mengatakan[4], “Tidak ada yang saya takutkan melebihi ketakutanku terhadap wanita”. Kita lihat betapa beliau sangat takut dengan fitnah wanita, padahal usia beliau saat itu sudah menginjak umur 84 tahun. Tidak hanya itu, penglihatan beliau juga sudah rabun, itu pun yang bisa dipergunakan hanya tinggal satu mata. Namun demikian beliau masih tidak merasa aman dari fitnah wanita.

Bertakwalah Wahai Kaum Pria..

Bahaya fitnah wanita bukan sekadar teori untuk diketahui, akan tetapi yang lebih urgen adalah mengambil langkah preventif untuk menghindar dan antisipasi. Cukuplah firman Allah dan sabda nabi serta perkataan ulama di atas menjadi bahan pertimbangan bagi kita untuk coba menantang fitnah tersebut, apa lagi mencicipi. 

Sabar dan takwa kepada Allah serta menjaga hak-hak-Nya, itulah cara untuk membebaskan diri dari fitnah ini. Dengan bekal takwa, seorang laki-laki mampu menahan pandangannya, menahan hasrat jiwanya. Dengan bekal takwa pula Allah akan memberikan penjagaan kepada hamba-Nya.

Allah telah membuktikan penjagaan-Nya kepada nabi Yusuf  ‘alaihis salam dari fitnah Zulaikha lantaran beliau bertakwa, menjaga hak-hak Allah Ta’ala[5].

وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَا أَنْ رَأَى بُرْهَانَ رَبِّهِ كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ

Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata Dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu Termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.” (QS. Yusuf: 24)

Sadarlah Wahai Kaum Hawa..

Tulisan ini bukan dimaksudkan untuk mendiskreditkan para wanita yang begitu ringkih dan lemah. Apa lagi sampai menuduh mereka makhluk yang menjadi sumber petaka, jahat dan keji. Tidak sama sekali

Akan tetapi penulis hanya ingin berkongsi ilmu serta mengingatkan, bahwa di balik kelemahan wanita tersimpan potensi yang sangat luar biasa untuk menggoda serta membinasakan laki-laki yang kuat perkasa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan kepada para wanita di zaman beliau,

مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ أَذْهَبَ لِلُبِّ الرجل الحازم من إحداكن

Aku tidak melihat ada manusia yang kurang akal dan agamanya, namun mampu meluluhkan nalar lelaki perkasa selain kalian

Seandainya pun Anda tidak memiliki kecantikan, kedudukan, dan kesempatan seperti apa yang dimiliki Zulaikha, akan tetapi Anda harus tahu barangkali tidak ada lelaki saat ini yang mampu menahan fitnah wanita seperti Yusuf.

Jika demikian halnya, hendaklah setiap wanita berusaha menjaga diri. Jangan sampai ia menyebabkan para lelaki berpaling dari Allah atau menyebabkan mereka bermaksiat kepada Allah. Baik itu suaminya, orang tuanya, saudaranya, ataupun orang lain.

Sungguh maha adil Allah, ketika Allah memberikan kesempatan sebesar-besarnya kepada para wanita untuk menjadi fitnah terbesar di dunia, Allah juga memberikan kesempatan sebesar-besarnya kepada mereka untuk menjadi perhiasan termahal dunia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

الدنيا متاع، وخير متاع الدنيا المرأة الصالحة

“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim: 1467)

Kisah Fitnah Dalam Sejarah..

Sebagai penutup, berikut kita simak beberapa kisah klasik yang sempat mengubah sejarah akibat fitnah wanita. Di antaranya adalah kisah nabi Adam dan Hawa yang sudah tidak asing bagi kita. Ketika Iblis merasa putus asa lantaran tidak bisa menggoda Adam

Kisah Shalih sang muazin[6]. Dikisahkan ada seorang pemuda bernama Shalih sang Muazin. Suatu ketika saat  ia menaiki menara untuk mengumandangkan azan, ia melihat seorang gadis nasrani yang  rumahnya berada di sisi masjid.

Ternyata peristiwa itu membuat sang pemuda jatuh hati dan terfitnah. Ia pun mendatangi rumahnya dan mengetuk pintunya.

Siapa?” Tanya sang gadis.

“Saya Shalih tukang adzan.”

Sang gadis pun membukakan pintu untuknya. Tatkala sudah masuk ke dalam rumah, sang pemuda berusaha memeluknya.

“Apa-apaan ini..! Kalian ini orang yang diberi amanat..!” teriak sang gadis mengingatkan.

Kau ingin saya bunuh atau melayani keinginanku?” jawab pemuda.

“Saya tidak sudi. Saya tidak mau melayanimu kecuali jika kamu meninggalkan agamamu..!”

Pemuda tersebut mengatakan, “Aku telah berlepas diri dari agamaku dan dari ajaran Muhammad.”

Sang pemuda semakin mendekat. Sang pemuda mulai tersungkur bertekuk lutut dalam pelukan  jerat-jerat asmara. Saat itulah sang gadis menyuruhnya untuk memakan daging babi dan menengguk minuman keras. Sang pemuda menurut bagai kerbau yang dicocok hidungnya. Ketika sang pemuda sedang dalam keadaan mabuk berat, ia disuruh untuk naik loteng. Akhirnya sang pemuda jatuh dan mati dalam keadaan kafir. Wal’iyyadzubillah.

Ibnul Jauzi mengatakan, “Waspadalah..! –semoga Allah merahmatimu- jangan sampai engkau berani menantang sumber fitnah, sebab orang yang mendekatinya akan jauh dari keselamatan. Jika waspada darinya identik dengan keselamatan, sebaliknya menantangnya identik kebinasaan. Sangat jarang orang yang mendekati fitnah mampu selamat dari jeratnya.”[7]

 

Daftar Pustaka:

  1. Ibnul Jauzi, Abdur Rahman. (2002). Dzammul Hawa. Libanon: Darul kutub Al ‘Arabiy
  2. Al Bukhari, Muhammad. (1998). Shahih Al Bukhari. Riyadh, KSA: Baitul Afkar Ad Dauliyah
  3. Muslim. (2001). Shahih Muslim. Riyadh, KSA: Maktabatur Rusyd
  4. Ibnu Rajab, Abdur Rahman. (2008). Jami’ul ‘Ulum Wal Hikam. Beirut; Dar Ibnu Katsir
  5. As Sa’di, Abdurrahman. (2007). Taisir Karimir Rahman. Riyadh, KSA: Maktabatur Rusyd

[1] Lihat penjelasan selengkapnya dalam tafsir As Sa’di, hal. 123-124

[2] Dzammul Hawa, hal. 180

[3] ibid

[4] ibid, hal. 179

[5] Lihat penjelasan ini dalam Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, hal. 440

[6] Dzammul Hawa, hal. 409

[7] Dzammul Hawa, hal. 168

====== Jika Perempuan Menjadi Fitnah Laki-Laki, Bagaimana dengan Laki-Laki? =======

laki-laki pun bisa menjadi fitnah bagi perempuan. Allah Swt dengan jelas menceritakan hal ini. Dalam surah Yusuf, dikisahkan bagaimana Zulaikha mabuk kepayang dengan ketampanan dan kebaikan hati Nabi Yusuf As, hingga ia tak mampu berfikir jernih dan berani menjatuhkan harga dirinya.

Padahal Zulaikha digambarkan sebagai perempuan cantik yang memiliki kedudukan, bahkan ia juga merupakan istri dari seorang laki-laki terhormat. Sebagai perempuan yang berkedudukan, Zulaikha tentu saja akan sangat menjaga prilaku dan harga dirinya karena ia akan selalu menjadi sorotan publik.

Bertahun-tahun Zulaikha memendam rasa cintanya kepada Yusuf, hingga suatu hari ia tak mampu lagi menahan hawa nafsunya. Zulaikha benar-benar dibutakan setan hingga akhirnya melakukan perbuatan tercela kepada Nabi Yusuf As.

Nabi Yusuf tentu merasakan godaan Zulaikha sebagai ujian atas keimanannya. Namun bukankah Zulaikha pun merasakan hal yang sama? Bertahun-tahun ia harus menjaga hawa nafsunya ketika begitu mabuk kepayang dengan ketampanan Nabi Yusuf As.

Tidak hanya Zulaikha, fitnah itu juga dirasakan oleh kawan-kawannya. Ketika mereka mencela Zulaikha atas perbuatan buruknya, Zulaikha pun mengundang mereka untuk datang ke rumahnya agar melihat secara langsung keelokan Nabi Yusuf. Mereka dihidangkan buah apel beserta pisau untuk memotongnya, saat melihat Nabi Yusuf, tanpa disadari mereka bukan memotong apel yang dihidangkan, melainkan tangan mereka sendirilah yang dipotong.

Adanya pemikiran bahwa perempuan adalah sumber fitnah justru terkadang digunakan sebagai perisai oleh kaum laki-laki. Misalnya ketika terjadi sebuah kasus pemerkosaan, perempuan seringkali disalahkan dengan berbagai alasan, seperti pakaian yang ketat, pergi sendirian, pulang malam dan lain sebagainya. Sedangkan sang pelaku justru menganggap dirinya sebagai “korban” dari fitnah perempuan.

Bukankah banyak pula laki-laki yang menggoda perempuan? Bukankah perempuan juga merasakan fitnah tersebut ketika digoda oleh laki-laki? Lalu mengapa hanya perempuan yang seringkali dianggap sebagai sumber fitnah? Bukankah setan selalu menggoda manusia baik laki-laki maupun perempuan?

Bahkan Rasulullah Saw pun tidak serta merta menyalahkan perempuan. Sebagaimana tergambar dalam kisah antara Rasulullah Saw dan keponakannya, Fadhl bin Abbas. Dalam suatu perjalanan, Rasulullah Saw membonceng Fadhl di atas untanya, tiba-tiba seorang perempuan dari Khoitsam mendatangi Nabi Saw untuk bertanya. Fadhl pun menatap perempuan itu dan perempuan itu juga menatap Fadhl. Rasulullah Saw lalu memalingkan wajah Fadhl ke sisi lain agar ia berhenti memandang perempuan itu. Perempuan itu kemudian mulai berbicara kepada Nabi.

Dalam kisah tersebut, Nabi Saw tidak menyalahkan perempuan tersebut, tidak pula memerintahkan si perempuan untuk menundukkan wajahnya, justru beliau memalingkan wajah Fadhl agar tak lagi menatapnya.

Meskipun terdapat banyak teks-teks hadis yang menyatakan bahwa perempuan adalah fitnah bagi laki-laki, namun alangkah baiknya kita lebih bijak lagi dalam memaknai hadis-hadis tersebut. Bukan justru menyalahkan dan menyudutkan perempuan.

Baik laki-laki maupun perempuan, keduanya harus saling menjaga pandangan dan kemaluannya, bukan hanya laki-laki saja, atau perempuan saja, sebagaimana firman Allah Swt dalam surah An-Nur 30-31:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ * وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya”

================

Dari mata turun ke hati, demikianlah istilah klasik yang menggambarkan bahayanya fitnah pandangan mata yang mampu menumbuhkan simpati dan cinta. Banyak mata tergoda hingga hati selalu merindukan, yang semua itu berawal dari melihat sosok yang mempesona. Seorang penyair berkata: “Aku tak tahu apakah pesonanya yang memikat atau mungkin akalku yang tak lagi ditempat ”.

Begitu pula keelokan tubuh dan ketampanan seorang pria amat sangat menggiurkan wanita yang terbiasa menyukai hal-hal yang indah. Di era sekarang dengan canggihnya Hp dan perangkat internet sangat mungkin membuat wanita terperangkap pandangannya pada seorang lelaki yang mungkin hanya diliriknya lewat layar mungil sebuah Hp. Untuk sekedar menikmati ketampanan seorang pria. Seorang wanita cukup duduk manis dirumah sambil pencat-pencet Hp. Begitulah perangkap setan selalu mengintai hati orang-orang yang terbiasa mengumbar kemaksiatan dengan berbagai cara dan terkesan samar hingga orang merasa enjoy melakukannya. Tak hanya kaum hawa yang tertarik pada pria, bahkan terkadang fitnah lelaki tampan ini juga bisa dialami sesama lelaki. Said bin Al-Musayyab pernah berkata: ”Jika kalian melihat ada seseorang yang memandang tajam seorang pemuda yang halus dan tampan, maka curigailah dia.”

Dan kisah istri Al-Aziz yang sangat mabuk cinta pada Yusuf adalah sebuah bukti bahwa fitnah lelaki itu sangat besar. Kisah tergodanya wanita di zaman dahulu telah diabadikan dalam Al-Qur’an hingga berbondong-bondong wanita negeri itu sangat penasaran tentang sosok ketampanan Yusuf yang mampu membuat istri pembesar Mesir tergila-gila padanya.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

لَمَّا سَمِعَتْ بِمَكْرِهِنَّ أَرْسَلَتْ إِلَيْهِنَّ وَأَعْتَدَتْ لَهُنَّ مُتَّكَأً وَآتَتْ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنْهُنَّ سِكِّينًا وَقَالَتِ اخْرُجْ عَلَيْهِنَّ ۖ فَلَمَّا رَأَيْنَهُ أَكْبَرْنَهُ وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ وَقُلْنَ حَاشَ لِلَّهِ مَا هَٰذَا بَشَرًا إِنْ هَٰذَا إِلَّا مَلَكٌ كَرِيمٌ

 “Maka ketika perempuan itu mendengar cercaan mereka, diundangnyalah perempuan-perempuan itu dan disediakannya tempat duduk bagi mereka, dan kepada masing-masing mereka diberikan sebuah pisau (untuk memotong jamuan). Kemudian dia berkata (kepada Yusuf), ‘Keluarlah (tampakkanlah dirimu) kepada mereka’. Ketika perempuan-perempuan itu melihatnya, mereka terpesona pada (keelokan rupa) nya dan mereka (tanpa sadar) melukai tangannya sendiri, seraya berkata,’Maha Sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Ini benar-benar malaikat yang mulia’”. ( Q. S. Yusuf : 31 ).

قَالَتْ فَذَٰلِكُنَّ الَّذِي لُمْتُنَّنِي فِيهِ ۖ وَلَقَدْ رَاوَدْتُهُ عَنْ نَفْسِهِ فَاسْتَعْصَمَ ۖ وَلَئِنْ لَمْ يَفْعَلْ مَا آمُرُهُ لَيُسْجَنَنَّ وَلَيَكُونًا مِنَ الصَّاغِرِينَ

“Dia (istri Al-Aziz)berkata,’Itulah orangnya yang menyebabkan kamu mencela aku karena (aku tertarik) kepadanya, dan sungguh, aku telah menggoda untuk menundukkan dirinya tetapi dia menolak….( Q.S. Yusuf : 32 ).

Banyak hikmah yang bisa dipetik dari cerita mengharukan Nabi Yusuf  ‘Alaihissalam, ketika iman yang kuat akan pengawasan Allah telah terpatri di hati niscaya dengan taufiq Allah kita akan bisa mengindari fitnah pandangan mata. Dengan menghindari hal-hal yang dilarang insyaallah hati seorang mukmin semakin bersemi dalam mencintai Allah. Dan tentu saja ada upaya kuat untuk menjauhi media, sarana atau jalan  yang mendorong seseorang untuk dekat kepada maksiat. Karena pandangan itu laksana anak panah iblis. Disebutkan di dalam sebuah syair :

Pandangan, kemudian senyuman

Kemudian memberikan salam

Kemudian mengadakan pembicaraan

Kemudian membuat perjanjian

Dan kemudian mengadakan pertemuan

Seorang bijak mengatakan,” Apabila engkau selalu mengutus pandangan-pandangan sebagai mata-mata bagi hatimu, maka suatu hari nanti pandangan-pandangan tersebut akan membuat dirimu sengsara.

Ketika pandangan terus diumbar, maka akan bisa menumbuhkan perasaan cinta.

Seorang penyair menggambarkan bahaya cinta tersebut :

Itulah Cinta….

Maka selamatkanlah diri kalian

Tiada cinta itu mudah

Perasaanku menganggapnya tidak baik

Juga akalku tidak dapat menerimanya

Hiduplah dengan damai

Karena keharuman cinta itu membebani

Awalnya adalah kesengsaraan

Dan akhirnya adalah pertikaian

Dan zaman ini fitnah pria telah marak di dunia nyata dan di dunia maya. Kita perlu senjata pamungkas fitnah itu tidak melanda dan memporak-porandakan hati dengan tetap menjaga hati, menjaga mata dari sumber-sumber fitnah, lebih sibuk menuntut ilmu syar’i, mulai menata hati agar tetap istiqomah dalam menjalankan ketaatan kepada Allah serta memperbanyak dzikir dan do’a agar Allah ‘Azza wa Jalla selalu menjaga kita.

Views All Time
Views All Time
69
Views Today
Views Today
2

Hits: 24

1 Comment

  1. DI ANTARA JENIS FITNAH WANITA Melihat kepada perkara-perkara yang haram dilihat, sering memandang perempuan, membaca majalah porno, melihat gambar-gambar yang membuka aurat, menonton film cabul, menonton TV, sinetron, dan lain-lainnya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: … فَزِنَى الْعَيْنَيْنِ النَّظَرُ… … dan zinanya kedua mata adalah dengan memandang… [15] Menjaga pandangan dan kemaluan termasuk dalam tazkiyatun–nufus. Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman: قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allâh Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. [an-Nûr/24:30]. Ikhtilâth (campur-baur laki-laki dan perempuan), khalwat (berdua-duaan laki-laki dan perempuan), pacaran, mabuk asmara (kasmaran), dan sebagainya. Bersentuhan antara laki-laki dan perempuan, atau berjabat tangan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, dan sebagainya. Zina, kumpul kebo, nikah mut’ah, dan sebagainya. Nikah mut’ah sama dengan zina. Nas-alullâhal-‘afwa wal-‘âfiyah.

Leave a Reply