Waiting, menunggu, jangan meremehkan Nubuwah Nabi Muhammad, (pemahaman ilmuwan tsunami 20 meter atau gempa megathrust 9,1 skala richter …….belum sebanding …. dg WAHYU dari Allah yg diturunkan pada Nabi Muhammad) ----TANDA AWAL ASSAAH, malapetaka besar, bencana besar, catastrophe, extinction yaitu KHASF, ….. pembenaman, penenggelaman adalah hilang atau terbenamnya suatu tempat/daerah ke dalam bumi. ----------Tiga penenggelaman, penenggelaman di TIMUR, penenggelaman di BARAT, dan penenggelaman di JAZIRAH ARAB (HR. Muslim).----------------------- Ketiga macam Khasf ini belum terjadi sebagaimana tanda-tanda besar kiamat lainnya. Khasf ini sangat BESAR dan MERATA, Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan, “Sungguh telah dijumpai berbagai Khasf di banyak tempat. Namun yang dimaksud dengan tiga Khasf tersebut adalah lebih daripada yang sudah terjadi, yaitu lebih luas/merata tempatnya dan lebih besar.” (lihat Fathul Bari 13/84) =============== nabi bersabda: إِنَّ السَّاعَةَ لاَ تَكُوْنُ حَتَّى تَكُوْنَ عَشْرُ آيَاتٍ: خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ فِي جَزِيْرَةِ الْعَرَبِ، وَالدُّخَانُ، وَالدَّجَّالُ، ودَابَّةٌ، وَيَأْجُوْجُ وَمَأْجُوْجُ، وَطُلُوْعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَنَارٌ تَخْرُجُ مِنْ قَعْرِ عَدَنٍ تَرْحَلُ النَّاسَ، وَنُزُوْلُ عِيْسَى بْنِ مَرْيَمَ ============ “Hari Kiamat tidak akan terjadi sehingga kalian melihat sepuluh tanda: penenggelaman permukaan bumi di timur, penenggelaman permukaan bumi di barat, penenggelaman permukaan bumi di Jazirah Arab, keluarnya asap, keluarnya Dajjal, keluarnya binatang besar, keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, terbitnya matahari dari barat, dan api yang keluar dari dasar bumi ‘Adn yang menggiring manusia, serta turunnya Isa bin Maryam alaihissallam.” (Muslim).============

Waiting, menunggu, jangan meremehkan Nubuwah Nabi Muhammad, (pemahaman ilmuwan tsunami 20 meter atau gempa megathrust 9,1 skala richter …….belum sebanding …. dg WAHYU dari Allah  yg diturunkan pada Nabi Muhammad) ----TANDA AWAL ASSAAH, malapetaka besar, bencana besar, catastrophe, extinction yaitu  KHASF, …..  pembenaman, penenggelaman  adalah hilang atau terbenamnya suatu tempat/daerah ke dalam bumi. ----------Tiga penenggelaman, penenggelaman di TIMUR, penenggelaman di BARAT, dan penenggelaman di JAZIRAH ARAB (HR. Muslim).----------------------- Ketiga macam Khasf ini belum terjadi sebagaimana tanda-tanda besar kiamat lainnya. Khasf ini sangat BESAR dan MERATA, Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan, “Sungguh telah dijumpai berbagai Khasf di banyak tempat. Namun yang dimaksud dengan tiga Khasf tersebut adalah lebih daripada yang sudah terjadi, yaitu lebih luas/merata tempatnya dan lebih besar.” (lihat Fathul Bari 13/84) =============== nabi bersabda:  إِنَّ السَّاعَةَ لاَ تَكُوْنُ حَتَّى تَكُوْنَ عَشْرُ آيَاتٍ: خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ فِي جَزِيْرَةِ الْعَرَبِ، وَالدُّخَانُ، وَالدَّجَّالُ، ودَابَّةٌ، وَيَأْجُوْجُ وَمَأْجُوْجُ، وَطُلُوْعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَنَارٌ تَخْرُجُ مِنْ قَعْرِ عَدَنٍ تَرْحَلُ النَّاسَ، وَنُزُوْلُ عِيْسَى بْنِ مَرْيَمَ ============ “Hari Kiamat tidak akan terjadi sehingga kalian melihat sepuluh tanda: penenggelaman permukaan bumi di timur, penenggelaman permukaan bumi di barat, penenggelaman permukaan bumi di Jazirah Arabkeluarnya asapkeluarnya Dajjalkeluarnya binatang besar, keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, terbitnya matahari dari barat, dan api yang keluar dari dasar bumi ‘Adn yang menggiring manusiaserta turunnya Isa bin Maryam alaihissallam.” (Muslim).============

TIGA PENENGGELAMAN KE DALAM BUMI

1. al-Khasf ....... Dikatakan (خَسْفُ الْمَكَانِ، يَخْسِفُ خُسُوْفًا) maknanya adalah ditenggelamkan ke dalam bumi dan hilang di dalamnya[Tartiibul Qaamus al-Muhiith (II/55), Lisaanul ‘Arab (IX/67), di antara makna kata ini adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ “Maka Kami benamkan Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi….” [Al-Qashash: 81] Tiga penenggelaman ke dalam bumi yang termasuk tanda-tanda Kiamat disebutkan dalam beberapa hadits seputar tanda-tanda besar Kiamat.

2. Dalil-Dalil dari as-Sunnah Tentang Akan Munculnya Penenggelaman ke Dalam Bumi

a. Diriwayatkan dari Hudzaifah bin Asid Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahualaihi wa sallam bersabda: إِنَّ السَّاعَةَ لَنْ تَقُومَ حَتَّـى تَرَوْا عَشْرَ آيَاتٍ… (فَذَكَرَ مِنْهَا:) وَثَلاَثَةُ خُسُوفٍ: خَسْفٌ بِالْـمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ. Sesungguhnya Kiamat tidak akan tegak hingga kalian melihat sepuluh tanda… (lalu beliau menyebutkan, di antaranya:) Dan tiga penenggelaman ke dalam bumi, penenggelaman di sebelah timur, penenggelaman di sebelah barat, dan penenggelaman di Jazirah Arab.” Shahiih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa’ah (XVIII/27-28, Syarh an-Nawawi).

b. Diriwayatkan dari Ummu Salamah Radhiyallahu anhuma, beliau berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahualaihi wa sallam bersabda: سَيَكُوْنُ بَعْدِي خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ. قُلْتُ: يَا رَسُـوْلَ اللهِ! أَيَخْسِفُ بِاْلأَرْضِ وَفِيْهَا الصَّالِحُوْنَ؟ قَالَ لَهَا رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا الْخَبَثُ. ‘Sepeninggalku akan terjadi penenggelaman di timur, penenggelaman di barat, dan penenggelaman di Jazirah Arab.” Aku bertanya, “Apakah bumi akan ditenggelamkan sementara di dalamnya ada orang-orang yang shalih?” Rasulullah Shallallahualaihi wa sallam berkata kepadanya, “Jika penduduknya sudah banyak melakukan kefasikan dan kekejian.” (HR. Ath-Thabrani)

Tiga penenggelaman ini akan sangat terjadi besar lagi menyeluruh pada banyak tempat di berbagai belahan bumi bagian timur, barat, dan di Jazirah Arab. Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Dan telah ditemukan penenggelaman di berbagai tempat, akan tetapi mungkin saja bahwa yang dimaksud dengan tiga penenggelaman adalah sesuatu yang lebih dahsyat daripada yang telah ditemukan, seperti ukurannya dan tempatnya yang lebih besar.”

------------- Hal ini diperkuat dengan apa yang disebut di dalam sebuah hadits bahwa penenggelaman itu terjadi ketika banyak kejelekan dan kekejian di tengah manusia, dan ketika kemaksiatan merajalela, ..... wallahu a’lam.

==============

Makna Khusuf/ KHASF

Dikatakan خَسَفَ الْمَكَانُ (suatu tempat mengalami khusuf) ialah apabila tempat itu tenggelam dan hilang ke dalam bumi[Lihat Tartib al-Qamus al-Muhith (2/55) dan Lisanul ‘Arab (9/67).].

Di antara penggunaan kata tersebut dengan makna demikian adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala,

فَخَسَفۡنَا بِهِۦ وَبِدَارِهِ ٱلۡأَرۡضَ

 

Maka Kami benamkanlah (Qarun) beserta rumahnya ke dalam bumi.” (al-Qashash: 81)

Tiga khusuf yang merupakan tanda-tanda hari kiamat disebutkan dalam hadits-hadits yang menyebutkan tanda-tanda yang besar. Di antaranya ialah hadits Hudzaifah bin Usaid radhiallahu anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ السَّاعَةَ لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْا عَشْرَ آيَاتٍ… وَثَلَاثَةُ خُسُوفٍ؛ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ فِي جَزِيْرَةِ الْعَرَبِ

Sesungguhnya kiamat tidak akan terjadi hingga kalian melihat sepuluh tanda… (disebutkan di antaranya) tiga khusuf: khusuf di timur, di barat, dan di Jazirah Arab.”[Shahih Muslim, “Kitabul Fitan wa Asyrathus Sa’ah” (18/27-28, bersama Syarah an-Nawawi)]

Demikian juga hadits dari Ummu Salamah radhiallahu anha, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

سَيَكُونُ بَعْدِي خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ فِي جَزِيرَةِ الْعَرَبِ. قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَيُخْسَفُ وَفِيهَا الصَّالِحُونَ؟ قَالَ لَهَا إِذَا أَكْثَرَ أَهْلُهَا الْخَبَثَ :n رَسُولُ اللهِ

Akan terjadi sepeninggalku tiga khusuf, khusuf di timur, di barat dan di Jazirah Arab.”

Aku berkata, “Wahai Rasulullah, apakah akan ditenggelamkan ke dalam bumi padahal di bumi itu ada orang-orang yang saleh?”

Rasulullah menjawab, “Apabila penduduknya banyak melakukan al-khabats.”[HR. ath-Thabarani dalam al-Ausath, sebagaimana dikatakan al-Haitsami dalam Majma’ az-Zawaid (8/11)]

===============

… Tahun kembar 20201441 (14 mirror 14) Kitab "Akhbaruz Zaman", Hal365  Li Syaikh Ibrahim bin Saluqiyah Radhiyallahu 'anhu, ---------- untaian mutiara terlepas (hadits),---------- JARAK WAKTU antar MALAPETAKA BESAR = berDEKATan…. 10 tanda. -------------- wallahua'lam

Untaian mutiara terlepas (hadits jika sudah keluar satumaka yang lain akan menyusul keluar seperti kalung mutiara yang jika satu terputus maka yang lain akan lepas dari talinya dengan cepat.

Al-Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu anhumabeliau berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:-

اْلآيَاتُ خَرَزَاتٌ مَنْظُوْمَاتٌ فِيْ سِلْكٍ، فَإِنْ يُقْطَعِ السِّلْكُ؛ يَتْبَعْ بَعْضُهَا بَعْضًا.

Tanda-tanda (Kiamatbagaikan mutiara yang terangkai di dalam seutas benangjika benang itu diputusmaka sebagiannya akan mengikuti sebagian yang lain (dengan cepat).”

kejadian yang mengiringi kiamat (hancurnya alam semesta inidan ini dianggap tidak biasa.-----------------------

Dari berbagai hadisdisebutkan sebagai berikut (mengenai urutannya adalah ijtihad para ulama yang diambil secara acak dari berbagai riwayat).-

إِنَّ السَّاعَةَ لاَ تَكُوْنُ حَتَّى تَكُوْنَ عَشْرُ آيَاتٍ: خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ فِي جَزِيْرَةِ الْعَرَبِ، وَالدُّخَانُ، وَالدَّجَّالُ، ودَابَّةٌ، وَيَأْجُوْجُ وَمَأْجُوْجُ، وَطُلُوْعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَنَارٌ تَخْرُجُ مِنْ قَعْرِ عَدَنٍ تَرْحَلُ النَّاسَ، وَنُزُوْلُ عِيْسَى بْنِ مَرْيَمَ

-“Hari Kiamat tidak akan terjadi sehingga kalian melihat sepuluh tanda: penenggelaman permukaan bumi di timurpenenggelaman permukaan bumi di baratpenenggelaman permukaan bumi di Jazirah Arabkeluarnya asapkeluarnya Dajjalkeluarnya binatang besar, keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, terbitnya matahari dari baratdan api yang keluar dari dasar bumi ‘Adn yang menggiring manusiaserta turunnya Isa bin Maryam alaihissallam.” (Muslim).

================ Kata khasf dalam pembahasan ini berarti memusnahkan dengan cara menenggelamkan atau membenamkan ke perut bumi. Hal ini sebagaimana tercantum dalam surat al-Qashash ayat 81 yang artinya “Maka Kami benamkan Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi.”==================

Ini ada riwayat lainnya dengan susunan yang agak beda;

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَكُونَ عَشْرُ آيَاتٍ طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَالدَّجَّالُ وَالدُّخَانُ وَالدَّابَّةُ وَيَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَخُرُوجُ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ وَثَلاَثُ خُسُوفٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَنَارٌ تَخْرُجُ مِنْ قَعْرِ عَدَنِ أَبْيَنَ

Tidaklah hari kiamat terjadi hingga hadirnya 10 tandanyayakni terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya (barat), munculnya Dajjalawandabbah, Ya’juj dan Ma’juj, keluarnya Isa bin Maryamterjadinya tiga gerhanagerhana di timurgerhana di barat dan gerhana di negeri Arabserta api yang keluar dari dalam Qar ‘Adn Abyan.” (Ibnu Majah).
------------------------------------

 
*مما قاله ابراهيم بن سالوقيه المتوفي عام ٤٦٣ هجري*
 
*Ramalan ( prediksi ) Syeikh Ibrahim Salweqie (wafat 462 H)*
 
*حتى اذا تساوى الرقمان  (20=20)*
 
*Sehingga ketika terjadi dua nomor kembar * .... <<< (Tahun kembar 20201441 (14 mirror 14))
 
*وتفشى مرض الزمان*
 
*dan tersebar wabah sejagat*
 
*منع الحجيج*
 
*Jamaah haji dilarang*
 
*واختفى الضجيج*
 
 *Sepi gonjang ganjing*
 
*واجتاح الجراد*
 
*Terjadi serangan belalang*
 
*وتعب العباد*
 
*Ahli ibadah pada lesu dan males*
 
*ومات ملك الروم*
 
*Matinya pemimpin dunia*
 
*من مرضه الزؤوم*
 
*Kena serangan virus*
 
*وخاف الأخ من اخيه*
 
*Orang takut dan curiga kpd saudaranya sendiri*
 
*وصرتم كما اليهود في التيه*
 
*Umat pada bingung dan merana spt kaum Nabi Musa yg merana dipadang Tieh*
 
*وكسدت الاسواق*
 
*Perekonomian rusak dan anjlok*
 
*وارتفعت الاثمان*
 
*Harga berlomba mahal*
 
*فارتقبوا شهر مارس*
 
*Maka waspadalah .. dimulai dari bulan Maret* << (GEMPA DALAM dalam JUMLAH yg  BANYAK shg menghancurkan PONDASI BUMI ... wallahua'lam}
 
*زلزال يهد الاساس*
 
*Adanya gempa yg meluluh lantakkan pondasi*
 
*يموت ثلث الناس*
 
*Sepertiga (1/3) umat manusia akan mati* ....<<<efek GEMPA BESAR/penenggelaman, pembenaman timur dan barat (wallahua'lam))
 
 
*ويشيب الطفل منه الراس*
 
*Anakbanyak yg rambutnya memutih*
 .
*مقتطفات من كتاب اخبار الزمان صفحة ٣٦٥*
*لابراهيم بن سالوقيه*
 
*Diambil dari Kitab "Akhbaruz Zaman", Hal365  Li Syaikh Ibrahim bin Saluqiyah Radhiyallahu 'anhu
=====================================================

apakah KHALIFAH/Khilafah belum muncul ? 

------------------------------------------------

HANYA orang BUTA QALBUnya saja yang BUTA!!! .... hanya BUIH dan AL WAHN saja .... yg TIDAK MELIHAT/BUTA !!! ...
-----------------------------
orang KAFIRMUNAFIKFASIKsaja MELIHAT!!!  ... lalu ... PASUKAN koalisi KAFIRMUNAFIKFASIK menyerang PASUKAN KHALIFAH  !!! ........
-------------------------------------

Dari Hudzaifah bin al Yaman radhiyallahu ‘anhudia berkata, “Orang-orang bertanya kepada Rasulullah mengenai kebaikan, sedangkan aku bertanya kepada beliau mengenai keburukan.”
Hudzaifah melanjutkan, “Wahai Rasulullahapakah setelah kebaikan yang Allah berikan kepada kita ini, akan muncul keburukan setelahnya seperti masa-masa sebelumnya?”
Rasul menjawab, “Benar!”
Hudzaifah bertanya lagi, “Lalu bagaimana caranya selamat dari hal tersebut?”
Beliau menegaskan, “Dengan pedang!”
Hudzaifah melayangkan pertanyaan kembali, “Wahai Rasulullah, lantas apa yang akan terjadi?” .....

Rasul menjelaskan, “Jika Allah mempunyai —KHALIFAH— di muka bumi, lalu dia memukul punggung dan mengambil hartamu, maka taatilah diaJika tidak begitu, maka matilah engkau dalam keadaan menggigit akar pohon (tidak taat dan pergi menyepi).”

Hudzaifah bertanya lagi, “Lalu apa yang akan terjadi?”........
Rasul menjawab, “Akan muncul Dajjal dengan membawa sungai dan apiSiapa yang jatuh ke dalam apinya, maka ia akan mendapatkan pahala dan akan dihapus dosanya. Dan siapa yang jatuh ke dalam sungainya, maka ia akan mendapat dosa dan digugurkan pahalanya.”

Hudzaifah bertanya kembali, “Lalu apa lagi?”............
Rasul menyebutkan, “KIAMAT akan terjadi.”

===========================================

KHILAFAH (terlihat) … lalu … KIAMAT/”malapetaka BESAR” terjadi <

--------------------
Abdullah ibnu Hawalah berkata, “Rasulullah (shallāllāhu „alaihi wasallam) bersabda, „Kalian akan menaklukkan Syam, Romawi, dan Persia, hingga salah seorang dari kalian akan memiliki unta sebanyak ini dan ini, sapi sebanyak ini dan ini, dan domba sebanyak ini dan ini, sampai salah seorang diberi seratus di-nar merasa tidak senang dengannya.‟ Kemudian beliau meletakkan tangan be-liau di atas kepalaku dan berkata, „Wahai Ibnu Hawalah, jika kamu melihat KHILAFAH telah datang ke Negeri Al-Quds (Syam), lalu gempa bumi, MALAPETAKA, dan perkara-perkara besar telah mendekat, maka Hari Kiamat pada waktu itu lebih dekat daripada jarak antara tanganku ini dari kepalamu.”
[Shahih: HR. Imam Ahmad, Abu Daud, dan Al-Hakim].

=========== perkataan ILMUWAN ------------ 

BMKG Buka Fakta Kemungkinan Tsunami 20 Meter Terjang Pulau Jawa

ref https://jakarta.suara.com/read/2020/09/25/135902/bmkg-buka-fakta-kemungkinan-tsunami-20-meter-terjang-pulau-jawa?page=all 

 

Potensi tsunami dapat saja terjadi di banyak tempat.

SuaraJakarta.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan kemungkinan tsunami 20 meter terjang pesisir selatan Pulau Jawa, bisa saja terjadi. Namun potensi tsunami bisa terjadi di banyak wilayah Indonesia, di sepanjang jalur pertemuan lempeng yang terdapat potensi sumber gempa di dalam laut.

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak daerah pertemuan lempeng, sehingga potensi tsunami dapat saja terjadi di banyak tempat.

"Jadi ancaman tsunami tidak hanya di selatan Jawa. Di sepanjang jalur pertemuan lempeng, di mana itu ada sumber gempa dan itu di laut sumber gempanya dengan magnitude besar, ya itu bisa berpotensi tsunami," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, dalam keterangan persnya, Jumat (25/9/2020).

Riset tsunami 20 meter dari jurnal Ilmiah Nature (nature.com)
Riset tsunami 20 meter dari jurnal Ilmiah Nature (nature.com)

Potensi tsunami itu dapat terjadi di sepanjang daerah pertemuan lempeng tektonik.

Mulai dari Laut Andaman di bagian Tenggara Pulau Sumatera, di Simeulue, Nias, Mentawai, Enggano hingga ke bagian selatan Jawa sampai ke Nusa Tenggara.

Daerah-daerah tersebut, kata dia, semuanya memiliki potensi sumber gempa yang dapat menimbulkan tsunami.

Potensi tsunami tersebut dapat diketahui melalui berbagai hasil riset terhadap temuan-temuan endapan tsunami di masa lampau.

Riset tsunami 20 meter dari jurnal Ilmiah Nature (nature.com)
Riset tsunami 20 meter dari jurnal Ilmiah Nature (nature.com)

"Jadi dari endapan-endapan tersebut bisa diketahui bahwa suatu daerah pernah terjadi tsunami. Itu sudah dihitung dating dengan karbon sehingga bisa ketahuan diendapkan tahun berapa itu. Artinya di situ pernah terjadi tsunami," kata dia.

Terkait gempa-gempa besar yang dapat menimbulkan tsunami, ia mengatakan gempa-gempa tersebut memiliki periode kejadian hingga ratusan tahun.

Potensi terulangnya bisa sangat besar dalam kurun waktu yang lama.

"Tergantung perulangan sebelumnya, tahun berapa pernah terjadi dan kapan akan terjadi berikutnya," ujar Rahmat.

Riset tsunami 20 meter dari jurnal Ilmiah Nature (nature.com)
Riset tsunami 20 meter dari jurnal Ilmiah Nature (nature.com)

Kemudian, terkait dengan riset dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menyebutkan kemungkinan potensi tsunami hingga 20 meter di pantai selatan Jawa Barat dan 12 meter di selatan Jawa Timur, Rahmat Triyono mengapresiasi hasil riset itu karena dapat mengingatkan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang potensi ancaman sehingga masyarakat bisa melakukan upaya antisipasi lebih baik.

"Kita apresiasi, karena itu artinya juga memberikan edukasi ke masyarakat kita semua, mengingatkan bahwa di sana ada ancaman gempa bumi yang berpotensi tsunami. Apalagi didukung data-data yang valid dan juga menggunakan data-data BMKG," kata dia.

Ancaman tsunami tersebut bisa saja terjadi.

Tetapi ia mengatakan bahwa prediksi tersebut merupakan prediksi dengan skala skenario terburuk.

"Artinya bahwa itu bisa terjadi. Cuma memang itu adalah skala worst case. Jadi skenario terburuk. Belum tentu itu terjadi dengan magnitudo itu," katanya.

Tetapi dalam setiap upaya mitigasi bencana, prediksi magnitudo besar atau prediksi dengan skenario terburuk merupakan skenario terbaik dalam upaya mitigasi.

Riset tsunami 20 meter dari jurnal Ilmiah Nature (nature.com)
Riset tsunami 20 meter dari jurnal Ilmiah Nature (nature.com)

Sehingga masyarakat dan pemerintah daerah setempat dapat mengambil langkah-langkah yang lebih tepat dan matang untuk mengatasi ancaman terburuk itu.

"Artinya skenario terburuk adalah menjadi sebuah skenario terbaik dalam upaya mitigasi. Misalnya dalam hal ini skenario terburuknya (magnitudo) 9,1 dengan ketinggian katakan 20 meter. Jadi kita menyiapkan semua infrastrukturnya ya untuk ketinggian 20 meter. Jangan sampai yang disiapkan itu 10 meter, padahal skenario terburuknya 20 meter. Ya itu percuma," kata Rahmat Triyono. (Antara)

======================

LIPI Respons Riset ITB soal Potensi Tsunami 20 Meter di Jawa

------ ref https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200921142717-199-548969/lipi-respons-riset-itb-soal-potensi-tsunami-20-meter-di-jawa

LIPI merespons riset ITB yang mengungkap jalur sepi gempa di Selatan Jawa yang berpotensi gempa besar megathrust hingga tsunami. Ilustrasi tsunami. (Istockphoto/Ig0rZh)
 

Hasil riset Institut Teknologi Bandung (ITB) mengungkap jalur sepi gempa (seismic gap) di Samudera Indonesia Selatan Jawa. Seismic gap ini berpotensi sebagai sumber gempa besar megathrust yang membangkitkan tsunami setinggi 20 meter.

Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Nugroho Dwi Hananto mengatakan riset mengakui adanya potensi gempa megathrust yang bisa mengakibatkan tsunami besar.

"Riset yang dipublikasikan oleh ITB ini memberikan alasan ilmiah yang kuat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa dan tsunami di Samudera Hindia Selatan Jawa," kata Nugroho saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (21/9).

Berdasarkan penelitian yang ia lakukan pada awal tahun 2020, Nugroho mengungkap adanya struktur gundukan memanjang di daerah palung pada kedalaman 4000  hingga 5000 meter dari permukaan laut diduga menjadi penyebab tsunami dahsyat yang melanda Kepulauan Mentawai pada Oktober 2010.

"Gempa yang menyebabkan tsunami ini tergolong gempa menengah dengan kurang dari Magnitudo 8. Pada tahun 2006 terjadi tsunami besar yang melanda pantai selatan Jawa di Pangandaran dan sekitarnya, yang belum diketahui dengan pasti bagaimana mekanisme detail pembangkitan dan penjalarannya," ujar Nugroho.

Oleh karena itu, Nugroho meminta agar penelitian geosains kelautan dilakukan secara lebih detil, terstruktur dan massif harus dilakukan. Penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan mitigasi bencana ke depan.

Lebih lanjut Nugroho meminta agar hasil penelitian ITB diikuti dengan penelitian lanjutan tentang tiga hal. Pertama adalah struktur zona megathrust di Selatan Jawa terutama di daerah-daerah yang ditengarai sebagai daerah sepi gempa (seismic gap) menggunakan perekaman seismometer bawah laut.

"Dengan demikian diharapkan diperoleh model zona megathrust yang lebih detil," kata Nugroho.

Kedua adalah pemetaan dasar laut mendetil di daerah seismic gap, peta ini penting untuk mendapatkan model perambatan gelombang dan landasan tsunami. 

Ketiga adalah penelitian struktur detil bawah permukaan dari daerah sepi seismik itu untuk mengetahui dimana saja terdapat struktur yang berpotensi untuk membangkitkan gelombang tsunami apabila terjadi gempa dengan skala menengah dan besar.

Sebelumnya, Guru Besar bidang Seismologi di Institut Teknologi Bandung (ITB) Sri Widiyantoro mengungkapkan hasil riset soal potensi tsunami yang dapat mencapai 20 meter di pantai selatan Jawa Barat dan 12 meter di selatan Jawa Timur.

Menurutnya, tidak ada gempa besar bermagnitudo 8 atau lebih dalam beberapa ratus tahun terakhir mengindikasikan ancaman gempa tsunamigenik dahsyat di sepanjang pantai selatan Pulau Jawa.

Ini seperti yang ditemukannya dalam studi terbaru tim yang dipimpinnya menggunakan data gempa dari katalog BMKG dan katalog International Seismological Center (ISC) periode April 2009 sampai November 2018.

Hasil pengolahan data gempa itu menunjukkan adanya zona memanjang di antara pantai selatan Pulau Jawa dan Palung Jawa yang hanya memiliki sedikit aktivitas kegempaan.

"Karena itu kami mengidentifikasinya sebagai seismic gap," ujar Widyantoro dalam penjelasan tertulis, Jumat (18/9).

Selain analisis data gempa dan tsunami, tim memanfaatkan data GPS dari 37 stasiun yang dipasang di Jawa Tengah dan Jawa Timur selama enam tahun terakhir untuk mempelajari sumber gempa di masa mendatang.

Hasil pengolahan data dengan teknik inversi data GPS ini juga digunakan sebagai model simulasi numerik tinggi tsunami di sepanjang pantai selatan Pulau Jawa jika terjadi gempa besar.

Dengan membandingkan bidang deformasi yang diamati dengan model gerakan lempeng dalam jangka panjang, hasil inversi data GPS dapat mengungkap proses akumulasi regangan saat ini yang kemungkinan mencerminkan pembentukan energi regangan jangka panjang.

Jika deformasi GPS yang diamati lebih kecil daripada laju gerak lempeng (defisit slip), area tersebut berpotensi menjadi sumber gempa pada masa mendatang.

Widyantoro menerangkan pendekatan dan asumsi yang digunakan dalam studi ini serupa dengan yang digunakan untuk penelitian Palung Nankai di Jepang. Dengan mengadopsi asumsi ini, area laju gerak lempeng yang tinggi bisa pecah secara terpisah atau bersamaan saat terjadi gempa.

Luas zona defisit slip di selatan Jawa Barat setara dengan gempa bumi bermagnitudo 8,9 dengan asumsi periode ulang gempa 400 tahun sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya.

"Untuk periode ulang yang sama, zona dengan defisit slip tinggi di bagian timur setara dengan gempa bermagnitudo 8,8. Sedangkan jika kedua zona defisit slip tersebut pecah dalam satu kejadian gempa, maka akan dihasilkan gempa dengan kekuatan sebesar Mw 9,1," kata Widiyantoro.

Untuk memperkirakan potensi bahaya tsunami di sepanjang pantai selatan Pulau Jawa, tim melakukan pemodelan tsunami dengan tiga skenario, yaitu pada segmen Jawa bagian barat, segmen Jawa bagian timur, dan segmen gabungan dari Jawa bagian barat dan timur.

Hasilnya antara lain potensi tsunami yang sangat besar dengan ketinggian maksimum 20,2 meter di dekat pulau-pulau kecil sebelah selatan Banten dan 11,7 meter di Jawa Timur.

"Tinggi tsunami bisa lebih tinggi daripada yang dimodelkan jika terjadi longsoran di dasar laut seperti yang terjadi saat Gempa Palu dengan magnitudo 7,5 pada 2018," bunyi hasil riset itu.Jakarta, CNN Indonesia -- 

(jno/DAL)

Views All Time
Views All Time
78
Views Today
Views Today
8

Hits: 41

4 Comments

  1. Untaian mutiara terlepas (hadits) jika sudah keluar satu, maka yang lain akan menyusul keluar seperti kalung mutiara yang jika satu terputus maka yang lain akan lepas dari talinya dengan cepat.

    Al-Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu anhuma, beliau berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:-

    اْلآيَاتُ خَرَزَاتٌ مَنْظُوْمَاتٌ فِيْ سِلْكٍ، فَإِنْ يُقْطَعِ السِّلْكُ؛ يَتْبَعْ بَعْضُهَا بَعْضًا.

    “Tanda-tanda (Kiamat) bagaikan mutiara yang terangkai di dalam seutas benang, jika benang itu diputus, maka sebagiannya akan mengikuti sebagian yang lain (dengan cepat).”

    - kejadian yang mengiringi kiamat (hancurnya alam semesta ini) dan ini dianggap tidak biasa.-----------------------

  2. Dari berbagai hadis, disebutkan sebagai berikut (mengenai urutannya adalah ijtihad para ulama yang diambil secara acak dari berbagai riwayat).-

    إِنَّ السَّاعَةَ لاَ تَكُوْنُ حَتَّى تَكُوْنَ عَشْرُ آيَاتٍ: خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ فِي جَزِيْرَةِ الْعَرَبِ، وَالدُّخَانُ، وَالدَّجَّالُ، ودَابَّةٌ، وَيَأْجُوْجُ وَمَأْجُوْجُ، وَطُلُوْعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَنَارٌ تَخْرُجُ مِنْ قَعْرِ عَدَنٍ تَرْحَلُ النَّاسَ، وَنُزُوْلُ عِيْسَى بْنِ مَرْيَمَ

    -“Hari Kiamat tidak akan terjadi sehingga kalian melihat sepuluh tanda: penenggelaman permukaan bumi di timur, penenggelaman permukaan bumi di barat, penenggelaman permukaan bumi di Jazirah Arab, keluarnya asap, keluarnya Dajjal, keluarnya binatang besar, keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, terbitnya matahari dari barat, dan api yang keluar dari dasar bumi ‘Adn yang menggiring manusia, serta turunnya Isa bin Maryam alaihissallam.” (Muslim).

    ================ Kata khasf dalam pembahasan ini berarti memusnahkan dengan cara menenggelamkan atau membenamkan ke perut bumi. Hal ini sebagaimana tercantum dalam surat al-Qashash ayat 81 yang artinya “Maka Kami benamkan Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi.”==================

  3. Tahun kembar 2020, 1441 (14 mirror 14) Kitab "Akhbaruz Zaman", Hal: 365 Li Syaikh Ibrahim bin Saluqiyah Radhiyallahu 'anhu, ---------- untaian mutiara terlepas (hadits),---------- JARAK WAKTU antar MALAPETAKA BESAR = berDEKATan…. 10 tanda. -------------- wallahua'lam

    *مما قاله ابراهيم بن سالوقيه المتوفي عام ٤٦٣ هجري*
    *Ramalan ( prediksi ) Syeikh Ibrahim Salweqie (wafat 462 H)*
    *حتى اذا تساوى الرقمان (20=20)*
    *Sehingga ketika terjadi dua nomor kembar * .... <<< (Tahun kembar 2020, 1441 (14 mirror 14)) *وتفشى مرض الزمان* *dan tersebar wabah sejagat* *منع الحجيج* *Jamaah haji dilarang* *واختفى الضجيج* *Sepi gonjang ganjing* *واجتاح الجراد* *Terjadi serangan belalang* *وتعب العباد* *Ahli ibadah pada lesu dan males* *ومات ملك الروم* *Matinya pemimpin dunia* *من مرضه الزؤوم* *Kena serangan virus* *وخاف الأخ من اخيه* *Orang takut dan curiga kpd saudaranya sendiri* *وصرتم كما اليهود في التيه* *Umat pada bingung dan merana spt kaum Nabi Musa yg merana dipadang Tieh* *وكسدت الاسواق* *Perekonomian rusak dan anjlok* *وارتفعت الاثمان* *Harga berlomba mahal* *فارتقبوا شهر مارس* *Maka waspadalah .. dimulai dari bulan Maret* << (GEMPA DALAM dalam JUMLAH yg BANYAK shg menghancurkan PONDASI BUMI ... wallahua'lam} *زلزال يهد الاساس* *Adanya gempa yg meluluh lantakkan pondasi* *يموت ثلث الناس* *Sepertiga (1/3) umat manusia akan mati* ....<<<( efek GEMPA BESAR/penenggelaman, pembenaman timur dan barat (wallahua'lam)) *ويشيب الطفل منه الراس* *Anak2 banyak yg rambutnya memutih* . *مقتطفات من كتاب اخبار الزمان صفحة ٣٦٥* *لابراهيم بن سالوقيه* *Diambil dari Kitab "Akhbaruz Zaman", Hal: 365 Li Syaikh Ibrahim bin Saluqiyah Radhiyallahu 'anhu

  4. apakah KHALIFAH/Khilafah belum muncul ?
    ------------------------------------------------

    - HANYA orang BUTA QALBUnya saja yang BUTA!!! .... hanya BUIH dan AL WAHN saja .... yg TIDAK MELIHAT/BUTA !!! ...
    -----------------------------
    orang KAFIR, MUNAFIK, FASIK, saja MELIHAT!!! ... lalu ... PASUKAN koalisi KAFIR, MUNAFIK, FASIK menyerang PASUKAN KHALIFAH !!! ........
    -------------------------------------

    Dari Hudzaifah bin al Yaman radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Orang-orang bertanya kepada Rasulullah mengenai kebaikan, sedangkan aku bertanya kepada beliau mengenai keburukan.”
    Hudzaifah melanjutkan, “Wahai Rasulullah, apakah setelah kebaikan yang Allah berikan kepada kita ini, akan muncul keburukan setelahnya seperti masa-masa sebelumnya?”
    Rasul menjawab, “Benar!”
    Hudzaifah bertanya lagi, “Lalu bagaimana caranya selamat dari hal tersebut?”
    Beliau menegaskan, “Dengan pedang!”
    Hudzaifah melayangkan pertanyaan kembali, “Wahai Rasulullah, lantas apa yang akan terjadi?” .....

    Rasul menjelaskan, “Jika Allah mempunyai —KHALIFAH— di muka bumi, lalu dia memukul punggung dan mengambil hartamu, maka taatilah dia. Jika tidak begitu, maka matilah engkau dalam keadaan menggigit akar pohon (tidak taat dan pergi menyepi).”

    Hudzaifah bertanya lagi, “Lalu apa yang akan terjadi?”........
    Rasul menjawab, “Akan muncul Dajjal dengan membawa sungai dan api. Siapa yang jatuh ke dalam apinya, maka ia akan mendapatkan pahala dan akan dihapus dosanya. Dan siapa yang jatuh ke dalam sungainya, maka ia akan mendapat dosa dan digugurkan pahalanya.”

    Hudzaifah bertanya kembali, “Lalu apa lagi?”............
    Rasul menyebutkan, “KIAMAT akan terjadi.”

    ===========================================

    KHILAFAH (terlihat) … lalu … KIAMAT/”malapetaka BESAR” terjadi < -------------------- „Abdullah ibnu Hawalah berkata, “Rasulullah (shallāllāhu „alaihi wasallam) bersabda, „Kalian akan menaklukkan Syam, Romawi, dan Persia, hingga salah seorang dari kalian akan memiliki unta sebanyak ini dan ini, sapi sebanyak ini dan ini, dan domba sebanyak ini dan ini, sampai salah seorang diberi seratus di-nar merasa tidak senang dengannya.‟ Kemudian beliau meletakkan tangan be-liau di atas kepalaku dan berkata, „Wahai Ibnu Hawalah, jika kamu melihat KHILAFAH telah datang ke Negeri Al-Quds (Syam), lalu gempa bumi, MALAPETAKA, dan perkara-perkara besar telah mendekat, maka Hari Kiamat pada waktu itu lebih dekat daripada jarak antara tanganku ini dari kepalamu.” [Shahih: HR. Imam Ahmad, Abu Daud, dan Al-Hakim].

Leave a Reply