Apakah aku atau kamu sekarang ini adalah PENYEMBAH harta/uang (musyrik tanpa aku/kamu sadari) ? punya uang banyak (diberi ISTIDRAJ oleh Allah), lalu bersenang-senang seperti golongan diMURKAi Allah …..atau ……seperti golongan diSESATkan oleh Allah?…… " --------Mengejar Dunia/menghendaki kehidupan dunia, lalu menggunakannya seperti golongan kufar, kafir, musyrik, munafik = golongan orang ke NERAKA = golongan orang MUSYRIK = TUHANnya adalah UANG / HARTA... Hud [11] : 15-16) ... Al Baqarah : 86 --------------------------------“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Hud [11] : 15-16)--------------------------- ================ "Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong." Al Baqarah : 86 ----------------------------- KAMPUNG AKHIRAT = lebih UTAMA= lebih PENTING = lebih BAIK .... jika kita digolongkan oleh Allah sebagai orang BERIMAN {ciri orang beriman = TAKWA} ... Al An'am : 32 ... An Nisaa : 77 -------------------- Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?Al An'am : 32-----------------------Katakanlah: "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.An Nisaa : 77================== MAKSIAT itu apa? Maksiat = durhaka / tidak PATUH = perbuatan TIDAK TAKWA/Taqwa pada Allah = lawan dari TAKWA = melakukan perBUATan DOSA = TIDAK mengerjakan PERINTAH Allah = mengerjakan LARANGAN Allah --------------------Kata maksiat berasal dari Bahasa Arab “ma’siyah” yang artinya durhaka atau tidak patuh. Suatu perbuatan yang tidak mengikuti apa yangtelah digariskan oleh Allah SWT, seperti kedurhakaan umat pada masa lalu kepada para nabi dan ajaran yang dibawanya. Dengan kata lain Maksiat adalah perbuatan yang melanggar perintah Allah; perbuatan dosa (tercela, buruk, dan sebagainya).-----------------------------Juga berarti dalam bahasa Arab artinya yang membangkang, yang tidak mau melakukan perintah Allah dan Rasul-Nya. Maka semua perbuatan yang menyalahi perintah Allah dan Rasul-Nya adalah perbuatan maksiat, dan karena itu wajib dijauhi karena berdosa.---------------------------- .... DOSA itu apa ? .......Perkataan dosa berasal dari bahasa Sansekerta. Dalam bahasa Arab disebut al-zanbu, al-ismu dan al-jumru. Menurut ulama fukaha, DOSA adalah akibat tidak melaksanakan perintah Allah yang hukumnya wajib dan mengerjakan hukum Allah yang hukumnya haram.----------wallahua’lam ------------------

Apakah aku atau kamu sekarang ini adalah PENYEMBAH harta/uang (musyrik tanpa aku/kamu sadari) ? punya uang banyak (diberi ISTIDRAJ oleh Allah), lalu bersenang-senang seperti golongan diMURKAi Allah …..atau ……seperti golongan diSESATkan oleh Allah?…… " --------Mengejar Dunia/menghendaki kehidupan dunia, lalu menggunakannya seperti golongan kufar, kafir, musyrik, munafik = golongan orang ke NERAKA = golongan orang MUSYRIK = TUHANnya adalah UANG / HARTA... Hud [11] : 15-16) ... Al Baqarah : 86 --------------------------------“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannyaniscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikanItulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhiratkecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Hud [11] : 15-16)--------------------------- ================ "Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhiratmaka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong." Al Baqarah : 86 ----------------------------- KAMPUNG AKHIRAT = lebih UTAMA= lebih PENTING = lebih BAIK .... jika kita digolongkan oleh Allah sebagai orang BERIMAN {ciri orang beriman = TAKWA} ... Al An'am : 32 ... An Nisaa : 77 -------------------- Dan tiadalah kehidupan dunia iniselain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwaMaka tidakkah kamu memahaminya?Al An'am : 32-----------------------Katakanlah: "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.An Nisaa : 77================== MAKSIAT itu apa?  Maksiat =  durhaka / tidak PATUH = perbuatan TIDAK TAKWA/Taqwa pada Allah = lawan dari TAKWAmelakukan perBUATan DOSA = TIDAK mengerjakan PERINTAH Allah = mengerjakan LARANGAN Allah --------------------Kata maksiat berasal dari Bahasa Arab “ma’siyah” yang artinya durhaka atau tidak patuh. Suatu perbuatan yang tidak mengikuti apa yangtelah digariskan oleh Allah SWT, seperti kedurhakaan umat pada masa lalu kepada para nabi dan ajaran yang dibawanya. Dengan kata lain Maksiat adalah perbuatan yang melanggar perintah Allah; perbuatan dosa (tercelaburuk, dan sebagainya).-----------------------------Juga berarti dalam bahasa  Arab artinya yang membangkang, yang tidak mau melakukan perintah Allah  dan Rasul-Nya. Maka semua perbuatan yang menyalahi perintah Allah dan Rasul-Nya adalah perbuatan maksiat, dan karena itu wajib dijauhi karena berdosa.---------------------------- ....  DOSA itu apa ? .......Perkataan dosa berasal dari bahasa Sansekerta. Dalam bahasa Arab disebut al-zanbu, al-ismu dan al-jumru. Menurut ulama fukaha, DOSA adalah akibat tidak melaksanakan perintah Allah yang hukumnya wajib dan mengerjakan hukum Allah yang hukumnya haram.----------wallahua’lam ------------------

“UANG”... sebagai Tuhan Manusia Akhir Zaman, Celaka orang yang menyembah harta. ... apa maksud menyembah HARTA/uang ??

------------------------------ " Ibadah Karena Uang/harta "... apa itu ?
Celakalah orang yang diperbudak hartanya, celakalah orang yang menyembah hartanya.
-------------------------------
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda, “Celakalah hamba (orang yang diperbudak) dinar, dirham, beludru dan kain bergambar. Jika dia diberi dia ridha, jika tidak diberi dia tidak ridha”.[ HR. Bukhâri, no. 2886]
----------------------------------
Uang adalah hal yang paling diminati seluruh manusia di penjuru dunia ini. Dengan uang manusia mampu merombak tatanan dunia, mampu memutarbalikan fakta suatu kebenaran menjadi hal yang salah, mampu merubah perilaku dan sifat manusiaSemua itu karena manusia telah banyak berpaling dari Allah SWT., dan menjadikan uang sebagai tuhan manusia. Itulah Tuhan kebanyakan manusia akhir zaman.

1. Menggadaikan agama

Ibadah Karena Uang/harta

Di akhir zaman ini sudah sangat sulit membedakan mana orang yang soleh dan mana orang yang bejat.  Mengapa uang adalah tujuan utama mereka?. Uang adalah standar kehidupan manusia di akhir zamanyaitu untuk menentukan derajat kemanusiaan. Kekayaan dan kemiskinan merupakan penentu seseorang dalam posisi terhormat atau terhina. Itulah fenomena yang terjadi saat ini.

Minimnya ilmu agama dan pemahaman terhadapnya, mengakibatkan tipisnya iman seseorang. Kuatnya dorongan hawa nafsu menjadikan terabaikannya keimanan dan tertutuplah pintu hati seseorang untuk memahami hakikat kehidupan dunia.

Manusia yang tidak dapat memaknai fungsi harta sebagai nikmat dari Allah Subhanahu wata’ala, yaitu sebagai sarana untuk beribadah dan meningkatkan ketakwaan, justru menjadikannya sebagai penyebab seseorang semakin jauh dari Allah SWT.

Sudah sering kita dengar dan kita lihat bahwa agama adalah sarana yang paling empuk untuk dijadikan alat kemunafikan yaitu untuk menipu manusia agar misi nafsu dan syahwatnya dapat terlaksana dengan baik. Sehingga mereka dengan sengaja menggadaikan agama, dan berkata atas nama Allah, atas nama kemaslahatan umat beragama, sementara mereka sendiri ingkar didalam-nya, itulah ciri-ciri manusia munafik.

2. Timbul kemunafikan

Setelah manusia menggadaikan agamanya demi uang, maka kemunafikan telah menguasai dirinya, dan rahmat Allah SWT pun telah tertutup baginya. Dengan kemunafikan banyak manusia merubah kepribadiannya; seorang pemimpin tidak amanah terhadap jabatannya, seorang Da’i memutarbalikan firman-firman Allah SWT., Persahabatan saling­­­ mengkhianati dan saling tikam, bahkan tidak jarang prilaku munafik ini sanggup memutuskan tali rezeki sahabat-nya sendiri, dan sanggup menghancurkan masa depan orang lain. Dan yang lebih parahnya lagi, manusia seperti ini tidak mampu lagi untuk mengingat jasa kebaikan-kebaikan seseorang terhadap dirinyaapalagi untuk membalas kebaikan, karena semua telah di ukurnya dengan uang.

Demi uang manusia sanggup menjual harga dirinya dan menjual tubuhnya, bahkan menjual aib temannya, dan juga tidak segan-segan untuk meninggalkan keyakinan imannya kepada Allah SWT., yaitu “MURTAD”. Itulah manfaat yang dapat di ambil dari kemunafikan.

3. Amanah dijadikan Ladang
Money_Talk

Amanah Pemimpin, Ladang Uang

Lihat saja ketika menjelang momentum kampanye, dimana mereka elit politik yang sebelumnya biasa hadir di mall dan supermarket mewah, atau keluar negeri guna membeli kebutuhan hidupnya, tiba-tiba muncul di pasar-pasar tradisional mengumbarkan senyum yang merekah dan sumringah, dibarengi dengan retorika janji manisnya yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil dengan slogan ekonomi kerakyatan. Sehingga mampu menggetarkan dan sekaligus menyejukkan hati orang-orang disekitar, janji-janji mereka yang indah nan mempesona hingga membuat malaikat pun cemburu mendengarkannya.

Di balik topeng senyuman dan retorika manisnya, tersimpanlah jiwa kemunafikan, maka amanahpun dijadikan ladang keserakahan, kehausan akan harta dan tahta, ketidakperdulian terhadap derita sesama, kesombongan dan kedengkian, hingga raja iblis IFRIT-pun mengakui kekalahannya atas kehebatan manusia.

4. Sumber kejahatan dan kekejian

Sejahat-jahatnya Iblishanya mampu membisikan dalam dada manusia, tapi manusia dapat melakukan semuanya. Demi uang manusia tidak segan-segan berbuat jahat dan berbuat kekejian antar sesama manusia; mereka menipu rekan bisnis, menodong, merampokmencuri, mencopet, menjambret. Dan sekarang yang lagi marak ditanah air adalah aksi begal motor yang sangat meresahkan masyarakat. Bahkan kasus kekejian terhadap keluarga sendiri yag masih hangat diberitakan yaitu pembunuhan seorang anak kecil yang bernama Angeline, yang ternyata bermotifkan harta-warisan. Tidak hanya itu saja, manusia bahkan sanggung melakukan kekejian dengan seluruh ciptaan Allah SWT., termasuk hewan dan tumbuh-tumbuhan.

5. Menghancurkan Keluarga dan memutuskan silaturahmi

Ada uang abang di sayang, tak ada uang abang melayang” itulah pepatah yang memilukan tentang penghambaan terhadap uang. Retaknya rumah tangga kalau hanya karena orang ketiga dapatlah dengan mudah diselesaikan, tetapi banyaknya perceraian hanya karena masalah uang, kawin cerai karena uang. Bukan hanya itu saja, putusnya tali silaturahmi dalam keluarga, hubungan kakak dan adikAnak dan Orang Tua, banyak disebabkan karena uang.
6. Sesembahan manusia akhir zaman
illuminati-federal-reserve-controllers

Konspirasi Dibalik Uang “Dajal”

Banyak manusia menggantungkan hidupnya dengan uang. Mereka beribadah karena uang, mereka berzikir karena uang, mereka bersedekah demi uang yang berlipat ganda, mereka sholat Duha karen berharap uang, mereka sholat Tahajut karena uang, Mereka sholat Hajat karena uang, Semuuuaanyaa… mereka hitung-hitung seluruh amalan ibadahnya kepada Allah SWT demi uang, dan untuk itu semua merekapun berguru pada para USTAD kondang sang ahli dan pakar sedekah keuangan maka dipergunakanlah hadist hadist maudhu’ utk memperlancar urusannya. Tidak ada lagi ibadah yang murni karena cinta dan rindu kepada Allah SWT semata, tapi mereka menjadikan Allah SWT sebagai perantara keuangan mereka.

Sebagian manusia telah berpaling kepada Allah SWT, dan telah menjadikan UANG sebagi tuhan tempat mereka bergantung dan berserah diri, merekalah hamba-hamba UANG.

7. Budak uang dan berjihad dijalan uang

Al-Quran menyebutkan kata al-mal (harta) tidak kurang dari 86 kali. Adanya penyebutan berulang ini menandakan adanya perhatian khusus dan penting harta dalam kehidupan. Dengan harta manusia dapat membeli makan dan minum untuk hidup, dapat bersedekah, berhaji, dan dengan harta manusia dapat memperlancar urusan-urusan dunia. Tetapi semua itu diciptakan Allah SWT., agar manusia lebih mudah untuk mendekatkan diri kepada sang Khaliq-Nya, bukan sebagai tujuan utama untuk kehidupan dunia.

Tetapi sebaliknya saat ini manusia mencari dan menumpuk harta demi fitnah dunia yaitu; demi memuaskan nafsu dan syahwat duniawi, sehingga di akhir zaman ini keadaan sudah menjadi terbalik dan sangat bertentangan dangan Al-Quran, harta bukan lagi sebagai pelayan manusia untuk mendekatkan diri kepada Khaliq-nya, tetapi manusia telah diperbudak dengan hartanya untuk melupakan Allah SWT.

Fitnah dnunia; nafsu dan syahwat yang tidak dapat terbendung, mampu membuat manusia lupa diri, dan merekapun berjihad dijalan uang, mereka rela mati dengan mengorbankan hidupnya dan keluarganya, demi uang.
SEBAGAI RENUNGAN…………..

Seperti yang telah difirmankan oleh Allah SWT dalam surat Al-Mulk pada ayat ke dua, bahwa Allah menciptakan hidup dan mati untuk menguji hambanya yang mana imannya yang lebih baik. Harta adalah salah satu bentuk ujian dari Allah SWT., dan Al-Quran adalah sumber ilmu dan petunjuk agar manusia mengerti hakikat harta dan menggunakannya dengan benar, dijalan Allah SWT.

Uang memang mampu untuk membeli resep dokter, tetapi tidak mampu untuk membeli usia dan nyawa sehingga dapat memperpanjang hidup. Setiap umur manusia ada batas waktunya, yang telah di tentukan oleh Allah SWT.

Uang atau Harta yang dikumpulkan tidak akan dibawa mati kedalam kubur. Setiap harta yang kita kumpulkan akan dimintai pertanggujawabannya. Ada dua pertanyaan yang harus kita pertanggungjawabkan kepada Allah SWT terhadap harta yang kita miliki:

Pertama, bagaimana dan darimana kita mendapatkan harta tersebut, apakah dengan cara yang halal atau yang haram.

Kedua, kemana harta itu di belanjakan, apakah di jalan Allah SWT., atau untuk kemaksiatan dan nafsu dunia. Setiap rupiah yang kita kumpulkan tidak akan luput dari pertanyaan Allah SWT, yang mana kita harus mempertanggung jawabkan semuanya, yaitu setiap rupiahnya.

Harta dapat menyelamatkan manusia dari siksa api neraka atau sebaliknya, hartalah yang akan menjerumuskan manusia kedalam panasnya api neraka. Dan kebanyakan manusia terjerumus kedalam api neraka karena hartanya.

==============

Tuhan-tuhan Illah kontemporer/ "Tuhan tandingan"

a. Harta atau Duit
Tuhan lain atau "tuhan tandingan", yang paling populer di zaman modern ini ialah duit, karena ternyata memang duit ini termasuk "ilah" yang paling berkuasa di dunia ini. Di kalangan orang Amerika terkenal istilah "The Almighty Dollar" (Dollar yang maha kuasa). Memang telah ternyata di dunia, bahwa hampir semua yang ada di dalam hidup ini dapat diperoleh dengan duit, bahkan dalam banyak hal harga diri manusia pun bisa dibeli dengan duit.
Cobalah lihat sekitar kita sekarang ini, hampir semuanya ada "harga''-nya, jadi bisa "dibeli" dengan duit. Manusia tidak malu lagi melakukan apa saja demi untuk mendapat duit, pada hal malu itu salah satu bahagian terpenting dari iman. Betapa banyak orang yang sampai hati menggadaikan negeri dan bangsanya sendiri demi mendapat duit. Memanglah "tuhan" yang berbentuk duit ini sangat banyak menentukan jalan kehidupan manusia di zaman modern ini.
Kekuasaan, pengaruh, bahkan nilai pribadi seseorang diukur dengan jumlah kekayaan (asset)-nya. Prestasi pribadi seseorang pun telah diukur dengan umur semuda berapa ia menjadi jutawan. Semakin muda seseorang mendapat duit sejumlah sejuta dollar dianggap semakin tinggi nilai pribadinya. Umpamanya, ketika penulis sedang mengetik naskah edisi baru ini (di Ames, Iowa, USA, awal Ramadhan 1406/ May 1986), di dalam siaran TV diumumkan, bahwa Michael Jackson mendapat piagam kehormatan tertinggi (Golden Award) sebagai "seniman" penyanyi termuda (di bawah 30 tahun) yang terhebat, karena ia berhasil mendapat kontrak sejumlah 15 juta dollar untuk menyanyikan lagu "Pepsi Cola" di dalam siaran-siaran TV dan radio selama tiga tahun. Jadi ia berpenghasilan 5 juta dollar setahun dalam masa tiga tahun mendatang ini; kira-kira 20 x gaji presiden Amerika Serikat (Ronald Reagen) pada masa yang sama. Kehidupan dan gaya hidup orang-orang yang banyak duit ini di USA sengaja ditonjolkan melalui program yang periodik di TV (The Lifestyles of the Rich and Famous).

b. Takhta
"Tuhan tandingan" kedua yang paling populer ialah pangkat atau takhta, karena pangkat ini erat sekali hubungannya dengan duit tadi, terutama di negeri-negeri yang sedang berkembang. Pangkat atau takhta bisa dengan mudah dipakai sebagai alat untuk mendapat duit atau harta, terutama di negeri-negeri di mana kebanyakan rakyatnya masih berwatak "nrimo", karena belum terdidik dan belum cerdas. Apalagi, kalau di negeri itu kadar kebebasan mengeluarkan pendapat, baik secara lisan maupun tulisan, masih rendah.
Di negeri-negeri yang rakyatnya sudah cerdas, dan kebebasan mengeluarkan pendapat terjamin penuh oleh undang-undang, memang peranan pangkat dan kedudukan tidak mudah, bahkan tidak mungkin dipakai untuk mendapatkan duit/harta. Oleh karena itu, orang-orang yang ikut aktif di dalam perebutan kedudukan yang bersifat politis di negeri- negeri yang sudah maju ini biasanya orang-orang yang sudah kaya lebih dahulu. Mendiang presiden Kennedy, umpamanya, menolak pembayaran gajinya sebagai presiden yang jumlahnya ketika itu 125 ribu dollar setahun, karena ia sudah jutawan sebelum jadi presiden. Ia merebut kedudukan kepresidenan dengan mengalahkan Nixon, ketika itu, karena dorongan rasa patriotiknya, atau mungkin juga demi menjunjung tinggi nama dan kehormatan keluarganya, namun bukan karena menginginkan kekayaan yang mungkin diperoleh dari kepresidenan itu.
Jadi, nyata benar bedanya dengan bekas presiden Marcos dan isterinya Imelda, umpamanya, yang telah menjadi kaya raya akibat kedudukannya, karena itu mereka telah bersikeras terus mempertahankan kedudukan itu, walaupun rakyat sudah menyatakan ketidak-senangan mereka kepadanya. Hal ini bisa terjadi di negeri Marcos, karena kecerdasan dan kebebasan rakyatnya masih jauh di bawah kecerdasan dan kebebasan rakyat Amerika Serikat.
Contoh-contoh seperti Marcos dan Imelda ini banyak sekali terjadi di negeri-negeri yang sedang berkembang, seperti Tahiti dengan Duvalier-nya, Iran dengan mendiang Syah-nya, dan lain-lain...!
Suatu hal yang sangat menarik, karena berhubungan dengan masalah ini, ialah, bahwa Al-Qur'an sudah mengajarkan kepada para Muslim yang benar-benar bertawhid (beriman) agar mereka memilih pemimpin, selain Allah dan Rasul-Nya, hanyalah "orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan membayarkan zakat seraya tundak hanya kepada Allah." Ayat selengkapnya berbunyi:
"Sungguh, pemimpinmu (yang sejati) hanyalah Allah dan Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan MEMBAYARKAN ZAKAT, seraya tunduk (patuh kepada Allah)." (Q.5:55)
Bukankah yang diwajibkan membayar zakat ini ialah orang yang kaya, atau paling tidak orang yang sudah berkecukupan. Orang yang miskin, dan karena itu tidak mampu membayarkan zakat, walaupun sudah ta'at melakukan sembahyang, belum memenuhi syarat untuk dipilih sebagai pemimpin. Akan terlalu berat baginya mengatasi keinginan melepaskan diri dari tekanan kemiskinan itu, sehingga mungkin ia akan lebih mudah tergoda untuk memperkaya dirinya dahulu, sebelum atau sambil menjalankan tugasnya sebagai pemimpin itu.
Sungguh, sangat tinggi hikmah yang terkandung di dalam ayat ini, terutama mengenai masalah memilih atau menentukan pemimpin. Sangat sayang, bahwa kebanyakan ummat Islam pada saat ini belum sempat mencapai tingkat kecerdasan yang memadai untuk memahami dan menghayati kandungan ayat suci ini. Oleh karena itu, ummat ini belum juga berhasil memilih pemimpin mereka sesuai dengan kandungan ajaran Allah ini. Akibatnya, ummat Islam belum mampu mencapai tingkat kemerdekaan (tawhid) yang minimal menurut standard yang dikehendaki al-Qur'an. Benar juga kiranya, jika ada yang mengatakan, bahwa "al-Qur'an masih terlalu tinggi bagi kebanyakan ummat Islam pada masa ini". Dengan perkataan lain, ummat Islam pada masa ini masih terlalu rendah mutunya, sehingga belum pantas untuk menerima al-Qur'an yang mulia itu.
Oleh karena itu, kita tak perlu heran jika nilai-nilai dasar dan pokok yang diajarkan di dalam al-Qur'an masih lebih mudah terlihat dipraktekkan di negeri-negeri, yang justru mayoritas penduduknya resmi belum beragama Islam.

c. Syahwat
Tuhan ketiga yang paling populer pada setiap zaman ialah syahwat (sex). Demi memenuhi keinginan akan sex ini banyak orang yang tega melakukan apa saja yang dia rasa perlu. Orang yang sudah terlanjur mempertuhankan sex tidak akan bisa lagi melihat batas-batas kewajaran, sehingga ia akan melakukan apa saja demi kepuasan sex-nya.
Contoh-contoh dalam sejarah mengenai hal ini cukup banyak, sehingga Allah mewahyukan riwayat yang sangat rinci tentang nabi Yusuf yang telah berjaya menaklukkan godaan sex ini. Nabi Yusuf dipujikan dalam al-Qur'an sebagai seorang yang telah berhasil menentukan pilihan yang tepat ketika dihadapkan dengan alternatif: pilih hidayah iman atau kemerdekaan. Beliau memilih ni'mat Allah yang pertama, yaitu hidayah iman. Dengan mengorbankan kemerdekaannya beliau memilih masuk penjara daripada mengorbankan imannya dengan tunduk kepada godaan keinginan syahwat isteri menteri, majikan beliau.
"Dia (Yusuf) berkata: "Hai Tuhanku! Penjara itu lebih kusukai dari pada mengikuti keinginan (syahwat) mereka, dan jika tidak Engkau jauhkan dari padaku tipu daya mereka, niscaya aku pun akan tergoda oleh mereka, sehingga aku menjadi orang-orang yang jahil." (Q. 12:33).
Dari ayat ini jelas betapa hebat tekanan sex pada seseorang yang sehat dan masih remaja seperti Yusuf ketika digoda oleh isteri majikan beliau yang cantik jelita, namun dengan tawhid yang mantap beliau tidak sampai terjatuh ke lembah kehinaan.

======================

DUNIA = negeri UANG..... dg UANG banyak = mudah MENIKMATI dunia
-----------------
AKHIRAT= negeri PAHALA .... dg PAHALA yg BANYAK = keNIKMATan AKHIRAT akan diRAIH
------------------------

"Beramal Akhirat Untuk Mengejar Dunia,..... membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat" = golongan orang ke NERAKA = golongan orang MUSYRIK = TUHANnya adalah UANG / HARTA... Hud [11] : 15-16) ... Al Baqarah : 86

--------------------------------
Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Hud [11] : 15-16)
---------------------------

> PUASA ... niat ingin diberi oleh Allah ... REZEKI .... uang.. harta ... di DUNIA= musyrik
---------------
> SHALAT .... niat ingin diberi oleh Allah ... REZEKI .... uang.. harta ... di DUNIA = musyrik
--------------------
> SEDEKAH ..... niat ingin diberi oleh Allah ... REZEKI .... uang.. harta ... di DUNIA = musyrik
---------
dst ... dst.... dst ............. IKHLAS = TANPA “pamrih” = “TIDAK mengharap IMBALAN apapun”
>>> lawan IKHLAS = PAMRIH .......................Ikhlas = menyerahkan dirinya pd Allah saja {An Nisaa:125}

---------------
BERAMAL AKHIRAT = karena TAKWA kepada ALLAH saja .... IKHLAS atau TIDAK ADA PAMRIH karena MENJALANKAN perintah Allah saja & menjauhi LARANGAN Allah
-------------------------

IKHLAS = TANPA “pamrih” = “TIDAK mengharap IMBALAN apapun” >>> lawan IKHLAS = PAMRIH .......................Ikhlas = menyerahkan dirinya pd Allah saja {An Nisaa:125}

======================

"Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong." Al Baqarah : 86
-----------------------------
KAMPUNG AKHIRAT = lebih UTAMA= lebih PENTING = lebih BAIK .... jika kita digolongkan oleh Allah sebagai orang BERIMAN {ciri orang beriman = TAKWA} ... Al An'am : 32 ... An Nisaa : 77
--------------------
Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?
Al An'am : 32
-----------------------
Katakanlah: "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.An Nisaa : 77
----------------
===========================

MAKSIAT .. maksiat ,,,, Maksiat ..... apa yg dimaksud "MAKSIAT"... itu ?????

--------------------
MAKSIAT  adalah ....... durhaka / tidak PATUH
= perbuatan TIDAK TAKWA/Taqwa pada Allah
= lawan dari TAKWA
= melakukan perBUATan DOSA
= TIDAK mengerjakan PERINTAH Allah
= mengerjakan LARANGAN Allah
--------------------
Kata maksiat berasal dari Bahasa Arab “ma’siyah” yang artinya durhaka atau tidak patuh. Suatu perbuatan yang tidak mengikuti apa yangtelah digariskan oleh Allah SWT, seperti kedurhakaan umat pada masa lalu kepada para nabi dan ajaran yang dibawanya. Dengan kata lain Maksiat adalah perbuatan yang melanggar perintah Allah; perbuatan dosa (tercelaburuk, dan sebagainya).
-----------------------------
Juga berarti dalam bahasa  Arab artinya yang membangkang, yang tidak mau melakukan perintah Allah  dan Rasul-Nya. Maka semua perbuatan yang menyalahi perintah Allah dan Rasul-Nya adalah perbuatan maksiat, dan karena itu wajib dijauhi karena berdosa.
----------------------------
maksiat adalah perbuatan durhaka, dosa karena melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya, seperti berjudi, berzina, mencurimerampok, meminum minuman kerasmemfitnah orang lain, dan sebagainya. .......................>>>>>
.....  DOSA itu apa ? .......
Perkataan dosa berasal dari bahasa Sansekerta. Dalam bahasa Arab disebut al-zanbu, al-ismu dan al-jumru. Menurut ulama fukaha dosa adalah akibat tidak melaksanakan perintah Allah yang hukumnya wajib dan mengerjakan hukum Allah yang hukumnya haram.
----------------------------
dosa pahala 1

…. Muslim … = masuk SURGA … Al Qaari’ah:6-7………………………
>> JIKA …. Amal BAIKnya lebih BERAT {PAHALAdaripada amal buruknya {DOSA}  … ketika diTIMBANG Allah di AKHIRAT

﴾ Al Qaari’ah:6 ﴿
Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,
﴾ Al Qaari’ah:7 ﴿
maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan

>>> ……………………………………………………………………<<<
…. Muslim … = masuk NERAKA (jurang API/NAR/neraka yang sangat PANAS) … Al Qaari’ah:8-11
>> JIKA …. Amal BAIKnya lebih RINGAN (sedikitdaripada amal buruknya … ketika diTIMBANG Allah di AKHIRAT…………………………………….

﴾ Al Qaari’ah:8 ﴿
Dan adapun orang-orang yang RINGAN TIMBANGAN (kebaikan)nya,
﴾ Al Qaari’ah:9 ﴿
maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.
﴾ Al Qaari’ah:10 ﴿
Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?
﴾ Al Qaari’ah:11 ﴿
(Yaitu) API YANG SANGAT PANAS.
………………

=======================================

Fathi al-Duraini, seorang ahli ushul fiqh, memberikan pengertian maksiat sebagai segala perbuatan yang sifatnya yang meninggalkan yang wajib dan mengerjakan yang haram. Hal tersebut menyangkut apakah perbuatan itu berkaitan dengan hak-hak Allah SWT ataupun yang berkaitan dengan hak-hak pribadi seseorang.

Karena itu maksiat dalam perspektif fiqh sebenarnya tidak terbatas pada perbuatan zina atau mengkonsumsi minuman keras dan sejenisnya ia juga mencakup misalnya, pidana pencurian, penistaan (termasuk qadzaf atau menuduh orang lain berbuat zina), mengkonsumsi sesuatu yang diharamkan (termasuk merampas hak dan memakan harta orang dengan cara batil) atau memberikan kesaksian dan sumpah palsu.

Adam As telah dikeluarkan dari surga atas kemaksiatan yang ia perbuat. Iblis terusir dari rahmat Allah SWT karena maksiat dan sungguh rontoknya seluruh peradaban dimuka bumi ini, hanya disebabkan satu kata. Itu tiada lain adalah “maksiat” tidak ada yang beruntung dalam melakukan maksiat, hal terbaik yang harus dikerjakan adalah meninggalkan nya.

Maksiat artinya durhaka, kata ini dipakai untuk menyebut perbuatan durhaka atau dosa yang tidak mau mengikuti perintah Allah dan rosul-Nya, tetapi justru mengerjakan larangan-Nya. Maksiat yaitu segala pekerjaan yang sifatnya meninggalkan yang wajib dan mengerjakan yang haram, maksiat ada yang sifatnya merusak dan menodai ketentraman umum dan hak masyarakat dan ada pula sifatnya pribadi. Dengan demikian segala perbuatan yang tidak sejalan dengan kehendak syariat islam di sebut maksiat, apakah itu menyangkut hak Allah SWT ataupun yang menyangkut hak pribadi.
----------------------------------------

hati-hati .... dg ISTIDRAJ ..... yg diberikan Allah pada KITA !!!!
………………………………………. MEREKA … tidak MERASAKAN ‘ISTIDRAJ” yg diberikan kepadanya
.............................................................
MENDAPATKAN HARTA dg diMUDAHkan Allah …. BANYAK “hanya” utk diGUNAkan dirinya sendiri …. BAGIAN yg diberikan kepada FAKIR MISKIN….. HANYA SEDIKIT saja= tanda ISTIDRAJ dari Allah
………………………………………………………………………
BERCERMINlah .................... BERSIHKAN HATImu ...... bersihkan AMALAN kita ........ PENYEBAB ke NERAKA sangat BANYAK sekali
……………………………………………..

Beramal Akhirat Untuk Mengejar Dunia,..... membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat = .... NERAKA

..............................................................
ingin keHIDUPan DUNIA ….. pasti Allah berikan … TAPI … TIDAK di AKHIRAT
kecuali NERAKA ….. SIA-SIA yg mereka KERJAkan … Huud:15-16


…………………………………………………………………………………………
Secara harfiah istidraj artinya adalah “menarik” atau mengulur”. dalam Kamus Al-Muhit karangan Al-Fairuz Abadi “istidraj” bermakna ia menipu dan ia merendahkannya”. Istilah ini dipakai dalam Al-Qur’an misalnya :
.......................
“Dan orang-orang yang mendustakan ayat kami, maka kami akan menarik mereka (sanastadri-juhum), secara berangsur angsur (ke arah kebinasaan) dengan cara yang mereka tidak ketahui” (Q.S. Al-A’raaf [7] : 182)
………………………………………………………………………………………
Istidraj ini adalah satu kalimah, yang sering menunjuk kepada keadaan seseorang itu yang terus dilimpahkan rezeki dan kejayaan yang melimpah ruah dalam kehidupannya, walaupun dia bukan hamba ALLAH yang taat, malah seorang pembuat maksiat yang tegar. Kenapa mereka ini dinamakan manusia yang mendapat istidraj? Apakakah maksud istidraj?
………………………………………………………………………………….

..................................................
﴾ Huud:15 ﴿
Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.

مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمٰلَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ ﴿هود:١٥﴾

﴾ Huud:16 ﴿
Itulah orang-orang yang TIDAK memperoleh di AKHIRAT kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.

أُو۟لٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِى ٱلْءَاخِرَةِ إِلَّا ٱلنَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا۟ فِيهَا وَبٰطِلٌ مَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ ﴿هود:١٦﴾
…………………………………

Terdapat pula riwayat dalam Al Baihaqi, Rasulullah bersabda,”Umat ini diberi khabar gembira dengan kemudahan, kedudukan dan kemulian dengan agama dan kekuatan di muka bumi, juga akan diberi pertolongan. Barangsiapa yang melakukan amalan AKHIRAT untuk menCARI DUNIA, maka dia TIDAK akan memperoleh satu bagian pun di AKHIRAT.

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا

“Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahanam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.” (QS. Al-Isra': 18)

فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآَخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ

“Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.” (QS. Al-Baqarah: 200)
............................................
Di tengah kehidupan modern dan materialis seperti zaman kita ini, semuanya diukur dengan duit. Status sosial pun diukur dengan hitungan materi melimpah. Akhiranya hidup kaya raya dengan harta melimpah, jabatan tinggi, rumah megah, dan mobil berkelas menjadi tujuan hidup. Apa saja diusahakan untuk memperolehnya. Sampai-sampai ibadah dan ketaatan untuk dengan janji akhirat diselewangkan tujuannya hanya untuk mendapat dunia. Prinsip hidup semacam ini akan menghantarkan manusia kepada kesengsaraan dan kerugian di akhirat. Predikat ‘muslim’ yang disandangkan tidak berguna saat ia berjumpa dengan Allah Ta’ala. Karena dia telah menyekutukan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan materi dunia. Seharusnya Allah menjadi tujuan hidup-Nya, tapi ia ganti dengan dunia -

Beramal untuk dunia ada beragam bentuk. Imam Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah pernah menyebutkan 4 macam bentuk yang dinukil dari ulama salaf, yaitu:

Pertama, amal shalih yang biasanya dikerjakan orang untuk mengharapkan pahala dari Allah seperti shadaqah, shalat, membantu yang lain, menolong orang yang dizalimi dan amal-amal lainnya yang biasa dikerjakan atau ditinggalkan orang karena Allah semata, namun dia tidak berharap pahala akhirat, harapannya hanya agar Allah menjaga hartanya, memperbanyaknya, atau agar menjaga istri dan keluarganya. Dia tidak berharap agar dimasukkan ke surga dan dijauhkan dari neraka. Orang seperti ini akan mendapatkan balasan di dunianya sementara di akhirat tidak memperoleh apa-apa kecuali siksa. Demikian yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radliyallah 'Anhuma.

Kedua, melakukan amal shalih dengan harapan agar dilihat dan dipuji orang, tidak berharap balasan di akhirat. Ini lebih berbahaya dan lebih besar dosanya daripada yang pertama. Hal ini diriwayatkan dari Imam Mujahid rahimahullah.

Ketiga, beramal shalih dengan harapan dapat harta, seperti orang yang menjadi badal haji dengan harapan dapat bayaran, dia tidak berharap ridha Allah dan negeri akhirat. Contoh lainnya, orang yang berhijrah agar dapat dunia, berjihad agar dapat ghanimah, belajar agama agar dapat ijazah dan penghormatan tanpa harapan mendapat ridha Allah, atau belajar Al-Qur'an dan rajin berjamaah karena tugasnya sebagai pengurus masjid. Sementara harapan atas pahala akhirat tidak ada dalam dirinya.

Keempat, melaksanakan ketaatan dengan ikhlas untuk Allah semata, Dzat yang tidak memiliki sekutu, tapi dia melakukan sesuatu yang menjadikannya kufur dan keluar dari Islam. Seperti orang yang melakukan salah satu dari pembatal keislaman. Hal itu sebagaimana yang diriwayatkan dari Anas Radliyallah 'Anhu.
……………………………………………………………………………………
Istidraj adalah, apabila ALLAH memberikan kejayaan, harta kekayaan, rezeki yang melimpah ruah untuk manusia itu menjadi lebih jauh dariNya.
………………………………………………………………………..
Sebagian manusia mengira bahwa jika apa yang dicita-citakan tercapai, perdagangannya menguntungkan, karirnya sukses maka itu adalah tanda ia mendapatkan kasih sayang Allah. Sedangkan bila rejekinya sempit , perdagangannya merugi, musibah datang silih berganti itu adalah tanda Allah tidak menyayanginya.

Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku.” Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku” Sekali-kali tidak (demikian) (Q.S. Al-Fajr [89] : 15-17)

Padahal belum tentu kesenangan dan kesuksesan yang selalu kita peroleh itu adalah sebuah kebaikan. Bisa jadi kesenangan dan kesuksesan itu justru sebuah ujian atau musibah.
Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar (Q.S. Al-Mukminuun [23] : 55-56)

Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibandingkan dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit). (Q.S. Ar-Ra’d [13] :26)

Perbandingan dunia dengan akhirat seperti seorang yang mencelupkan jari tangannya ke dalam laut lalu diangkatnya dan dilihatnya apa yang diperolehnya. (H.R. Muslim dan Ibnu Majah)
……………………………………………………………………

Biasanya, manusia yang mendapat istidraj ini adalah mereka yang tidak berusaha menjalankan ISLAM dalam kehidupan, juga tidak berusaha mengenali ALLAH SWT.

Contoh manusia yang mendapat istidraj ini banyak. Kita lihat contoh yang mudah. Qarun. Apakah anda kenal kepada Qarun? Dia ini adalah seorang manusiayang teramat kaya. Diriwayatkan bahawa, kotak yang mengisi kunci kepada gedung-gedung perbendaharaannya tidak mampu diangkat oleh orang-orang yang kuat. Hal ini hendak menyatakan betapa kayanya dia.

Kisah Qarun terdapat di dalam Al-Quran. Hartanya melimpah ruah. Segala perniagaannya menjadi. Segala pelaburannya mengembang. Hartanya makin hari makin bertambah, sedang yang bertambah semalam tidak pula luak digunakan.

Tetapi bila Nabi Musa cuba mengingatkannya berkenaan semua kekayaannya itu datang daripada ALLAH, maka Qarun dengan angkuh menjawab,
“Tidak, semua ini adalah hasil dari ilmuku”

Lihat. Lihat apa kata Qarun. Tidak, semua ini adalah hasil dari… ILMUKU. Dia nyata semakin jauh dari ALLAH, walaupun kekayaannya menjadi, rezekinya melimpah ruah dan sebagainya. Dia saban waktu memperlekehkan pengikut-pengikut nabi Musa yang terdiri dari orang miskin dan hamba.

Apakah pengakhiran Qarun? Dia akhirnya ditenggelamkan ALLAH ke dalam bumi dengan seluruh hartanya. Kisah ini terdapat di dalam Al-Quran.

================

JANGAN mati sebagai Kanzul Mal !!.. jangan meREMEHkan !!!
——— dicap Allah sbg PENIMBUN HARTA


Siapa saja yang meninggalkan (mati dalam keadaan menyimpan) yang kuning (uang emas) dan yang putih (uang perak), maka dia diSETERIKA dengannya (di neraka kelak).” (HR. Bukhari),
…………PENIMBUN HARTA = tidak menafkahkannya pada jalan Allah .. << apa itu JALAN Allah ??? apa itu JIHAD di jalan Allah ???  …………….……………..


Imam Thabrani meriwayatkan dari Abi Umamah bahwa seorang ahlus shuffah (yang tinggal di Masjid Nabawi) meninggal, lalu ditemukan di dalam selimut (sarungnya) sekeping uang dinar, lalu Rasulullah Saw menyebutnya “kayyah” (sepotong api neraka). Lalu ada orang lain yang meninggal dan ditemukan ditempat tidurnya dua keping dinar. Beliaupun mengomentari “kayyataan” (dua keping api neraka).
————————–—-
“Hai oang-orang yang beriman, sesungguhnya sebagaian besar orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan bathil, dan mereka menghalang-halangi manusia dari jalan. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak {= uang di BANK, perhiasan, investasi ….dst sekarang ini} dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka. ‘Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan.” (QS. At Taubah 34-35)
————————–——

Siapa saja yang meninggalkan (mati dalam keadaan menyimpan) yang kuning (uang emas) dan yang putih (uang perak), maka dia diseterika dengannya (di neraka kelak).” (HR. Bukhari),
————————–———–
JIHAD di JALAN Allah … JIHAD FI SABILILLAH

<<< “BerJIHADlah terhadap kaum MUSYRIKIN dengan HARTA benda kamu, dan diri-DIRI kamu {NYAWA} dan lidah-LIDAH kamu.” (HR. Abu Daud, dari Anas).>>>
————————


Setan menjanjikan (menakut-nahkuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir) ; sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripadaNya dan karunia. Dan Allah Maha luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui” [Al-Baqarah/2: 268]

Dalam menafsirkan ayat yang mulia ini, Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma berkata : “Dua hal dari Allah, dua hal dari setan. ‘Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan’. Setan itu berkata, ‘Jangan kamu infakkan hartamu, peganglah untukmu sendiri karena kamu membutuhkannya’. “Dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir)”.

(Dan dua hal dari Allah adalah), “Allah menjanjikan untukmu ampunan daripadaNya”, yakni atas maksiat yang kamu kerjakan, “dan karunia” berupa rizki.[5]

Al-Qadhi Ibnu Athiyah menafsirkan ayat ini berkata : “Maghfirah (ampunan Allah) adalah janji Allah bahwa Dia akan mencukupi kesalahan segenap hambaNya di dunia dan di akhirat. Sedangkan al-fadhl (karunia) adalah rizki yang luas di dunia, serta pemberian nikmat di akhirat, dengan segala apa yang telah dijanjikan Alla Ta’ala [6]

Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam menafsirkan ayat yang mulia ini berkata : “Demikianlah, peringatan setan bahwa orang yang menginfakkan hartanya, bisa mengalami kefakiran bukanlah suatu bentuk kasih sayang setan kepadanya, juga bukan suatu bentuk nasihat baik untuknya. Adapun Allah, maka ia menjanjikan kepada hambaNya ampunan dosa-dosa daripadaNya, serta karunia berupa penggantian yang lebih banyak daripada yang ia infakkan, dan Dia meipatgandakannya baik di dunia saja atau di dunia dan di akhirat”
————————–—-

Jihad harta benda.

Macam jihad yang pertama adalah “Jihad harta benda”: adalah jenis jihad dengan menafkahkan (membelanjakannya) untuk meninggikan kalimat Allah. Dan jihad jenis ini me­rupakan urat sensitif bagi setiap jihad yang dilakukan umat Islam dalam hidupnya, baik jihad tabligh (menyampaikan) ataupun jihad pengajaran, politik maupun perang.

Beberapa ayat al-Qur’an yang menegaskan tentang salah satu macam jihad harta dan benda antara lain sebagai berikut :

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang Mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. (Q.S. 9: 111)”

“Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. (Q.S. 9: 41)”

Dan juga disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan An-Nasa’i mengenai jihad harta dan benda :

مَنْ أَنْفَقَ نَفَقَةً فِيْ سَبِيْلِ اللَّهِ كُتِبَتْ لَهُ بِسَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ٠

“Barang siapa yang membelanjakan hartanya di jalan Allah, baginya disediakan tujuh ratus lipat harta yang dibelanjakan­nya itu”.

Juga dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Enam, kecuali Malik mengenai salah satu macam jihad harta benda dengan menyiapkan bekal bagi pejihad dan menafkahi keluarga :

مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِيْ سَبِيْلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا٬وَ مَنْ خَلَفَ غَازِيًا فِيْ أَهْلِهِ غَزَا٠

“Barang siapa yang mempersiapkan (bekal) orang yang hendak pergi ke medan jihad di jalan Allah, berarti ia telah berjihad, dan barang siapa menanggung nafkah keluarga seseorang yang sedang berperang, berarti ia telah berjihad dijalan Allah”.

Jihad Tabligh

Jenis atau macam jihad yang kedua adalah Jihad menyampaikan (tabligh). Jihad tabligh adalah dengan menyampai­kan Islam dengan perkataan, memberikan argumentasi bahwa dakwah Islam adalah hak terhadap orang-orang yang memerlukan seperti orang munafik, orang yang keluar dari agama islam dan yang menyimpang.

Dalil dalm al-Qur’an tentang jihad tabligh antara lain :

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuansebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q.S. 9: 71)

. . . (yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merana takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan. (Q.S. 33: 39)

Dalil-dalil dari hadits Nabi tentang salah satu macam jihad islam yaitu jihad tabligh

Rasulullah saw. bersabda dalam hadits yang diriwayatkan At-TirmidziAhmad, dan Ibnu Jaban:

نَضَرَ اللَّهُ امْرَءً اسَمِعَ مِنِّيْ شَيْئًا فَبَلَغَهُ كَمَاسَمِعَهُ فَرُبَّ مُبَلِّغٍ أَوْعَى مِنْ سَامِعٍ٠

“Allah mengetokkan rupa seseorang yang mendengarkan sesuatu daripadaku dan menyampaikannya sebagaimana yang ia dengar. Acap kali orang yang menyampaikan lebih menerima dan menghafal dari orang yang sekedar mendengarkan “.

Beliau juga bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Muslim dan Ashhabu ‘s-Sunan:

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُوْرِ مَنِ اتَّبَعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْئًا ٠

“Barang siapa yang mengajak kepada petunjuk, baginya pahala seperti pahala-pahala orang yang mengikutinya tanpa me­ngurangi pahala mereka sedikit pun…”

Jihad mengajar

Macam jihad yang ketiga adalah Jihad mengajar: Jihad mengajar adalah dengan mengeluarkan daya upaya dalam membentuk masyarakat Islam dari segi intelektual, kultural dan mental, dan memberikan gambaran yang betul tentang ideologi Islam. Secara keseluruhan, tentang alam semesta, kehidupan dan manusia.

Dalil Al-Quran dan Hadits tentang jihad mengajar

Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang Mukmin itu pergi semuanya (ke dalam perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya. (Q.S. 9: 122)

Ath-Thabrani meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. dari Rasulul­lah saw., beliau bersabda:

تَنَا صَحُوْا فِى الْعِلْمِ فَإِنَّ خِيَانَةَ أَحَدِكُمْ فِى الْعِلْمِهِ أَشَدُّ مِنْ خِيَانَتِهِ فِى مَالِهِ٬ وَاِنَّ اللَّهَ مُسَائِلُكُمْ٠

Saling nasihat menasihatilah dalam ilmu, karena khianat salah seorang dari kamu dalam ilmunya adalah lebih berat daripada khianatnya dalam harta, dan sesungguhnya Allah akan minta pertanggungjawabanmu”.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan At- Tirmidzi:

مَنْ سُئِلَ عَنْ عِلْمٍ فَكَتَمَهُ أُلْجِمَ بِلِجَامٍ مِنْ نَارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barang siapa ditanya tentang suatu ilmu, lalu menyembunyikannya, niscaya ia akan didera, pada hari kiamat dengan dera dari api”.

Jihad politik

Macam atau jenis jihad selanjutnya adalah Jihad politik: yaitu dengan mengeluarkan daya upaya dalam mendirikan Daulah Islamiyah berdasarkan prinsip-prinsip Islam, kaidah-kaidahnya yang umum dan menyeluruh. Ringkasnya, pemerintahan harus menerapkan peraturan hukum Allah semata.

Dalil al-Quran dan Hadits Nabi mengenai jihad dalam politik

. . . dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (Q.S. 5: 49-50)

Muslim meriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud ra., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda:

مَامِنْ نَبِيٍّ بَعَثَهُ اللَّهُ فِى أُمَّةٍ قَبْلِيْ إِلاَّ كَانَ لَهُ مِنْ أُمَّتِهِ حَوَارِيُّوْنَ وَأَصْحَابٌ يَأْخُذُوْنَ بِسُنَّتِهِ ٬ وَيَقْتَدُوْنَ بِأَمْرِهِ ثُمَّ إِنَّهَا تَخْلُفُ مِنْ بَعْدِهِمْ خُلُوْفٌ يَقُوْلُوْنَ مَالاَ يَفْعَلُوْنَ مَالاَ يُؤْمَرُوْنَ ، فَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِقَلْبِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ، وَلَيْسَ وَرَاءَ ذَلِكَ مِنَ الإِيْمَانِ حَبَّةُ خَرْدَلٍ٠

Tidaklah seorang Nabi yang diutus Allah ke suatu umat sebelumku kecuali ia dari umatnya mempunyai penolong dan sahabat yang memegang sunnahnya, mengikuti perintahnya, kemudian setelah itu datanglah orang-orang yang mengatakan apa yang tidak mereka kerjakan, mengerjakan apa yang tidak diperintahkan. Maka, barang siapa yang memerangi mereka dengan tangannya, maka ia adalah seorang Mukmin, dan barang siapa yang memerangi mereka dengan lisannya, maka ia adalah seorang Mukmin, dan barang siapa yang memerangi mereka dengan hatinya maka ia adalah seorang Mukmin, dan di bela­kang itu tidak ada lagi iman walau sebesar biji sawipun”.

Jihad Perang

Jihad perang adalah macam dari jihad dengan mengeluarkan daya upaya untuk menghadapi thaghut yang merintangi menjalankan hukum Allah, menghalang-halangi penyebaran dakwah-Nya di muka bumi.

Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan(Q.S. 8: 39)

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk(Q.S. 9: 29)

Dan ini adalah yang disebutkan Rib’iy bin ‘Amir dalam pertemuan yang berlangsung antara kaum Muslimin dan Rustum, pemimpin Persia: “Sesungguhnya Allah mengutus kami untuk membebaskan manusia dari penyembahan hamba kepada pc nyembahan Allah, dari kesempitan dunia kepada kelapangannyn, dari penganiayaan agama-agama kepada keadilan Islam”.

Itulah jenis-jensi dan macam jihad di jalan Allah yang merupakan ajaran islam untuk kita laksanakan bersama.

berbagai sumber
WALLAHU A’LAM

Views All Time
Views All Time
71
Views Today
Views Today
1

Hits: 35

5 Comments

  1. MENDAPATKAN HARTA dg diMUDAHkan Allah …. BANYAK “hanya” utk diGUNAkan dirinya sendiri …. BAGIAN yg diberikan kepada FAKIR MISKIN….. HANYA SEDIKIT saja= tanda ISTIDRAJ dari Allah

  2. ....... LHATLAH ..... BACALAH .... RASUL "TAKUT" umatnya diberi UJIAN KAYA ...."dibentangkan DUNIA" .... yg membuat BINASA Umat ISLAM
    ...................................................mereka diBAKAR /disterika lambung dan punggungnya dg HARTAnya .. di NERAKA... At Taubah: 34-35)
    ............................................
    rasul bersabda: "Sesungguhnya setiap umat memiliki ujian, dan UJIAN umatku adalah HARTA" {HR. Tirmidzi, no. 2336; Ahmad 4/160; Ibnu Hibbân no. 3223; al-Hâkim 4/318; al-Qudhai dalam Asy-Syihâb no. 1022; dishahihkan oleh syaikh Salîm al-Hilâli dalam Silsilah al-Manahi asy-Syar’iyyah, 4/194}
    ....................................
    “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak {= menyimpan HARTA/UANG di BANK sekarang/ present time} dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu di dalam neraka Jahannam, lalu dahi mereka, lambung dan punggung mereka dibakar dengannya, (lalu dikatakan) kepada mereka: Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri,maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan.” (Qs. At Taubah: 34-35)

  3. Istidraj adalah : mengulur, memberi terus menerus supaya bertambah lupa, tiap berbuat dosa ditambah dengan nikmat dan dilupakan untuk minta ampunan, kemudian dibinasakan.

  4. Tuhan-tuhan Illah kontemporer/ "Tuhan tandingan"
    a. Harta atau Duit
    Tuhan lain atau "tuhan tandingan", yang paling populer di zaman modern ini ialah duit, karena ternyata memang duit ini termasuk "ilah" yang paling berkuasa di dunia ini. Di kalangan orang Amerika terkenal istilah "The Almighty Dollar" (Dollar yang maha kuasa). Memang telah ternyata di dunia, bahwa hampir semua yang ada di dalam hidup ini dapat diperoleh dengan duit, bahkan dalam banyak hal harga diri manusia pun bisa dibeli dengan duit.
    Cobalah lihat sekitar kita sekarang ini, hampir semuanya ada "harga''-nya, jadi bisa "dibeli" dengan duit. Manusia tidak malu lagi melakukan apa saja demi untuk mendapat duit, pada hal malu itu salah satu bahagian terpenting dari iman. Betapa banyak orang yang sampai hati menggadaikan negeri dan bangsanya sendiri demi mendapat duit. Memanglah "tuhan" yang berbentuk duit ini sangat banyak menentukan jalan kehidupan manusia di zaman modern ini.
    Kekuasaan, pengaruh, bahkan nilai pribadi seseorang diukur dengan jumlah kekayaan (asset)-nya. Prestasi pribadi seseorang pun telah diukur dengan umur semuda berapa ia menjadi jutawan. Semakin muda seseorang mendapat duit sejumlah sejuta dollar dianggap semakin tinggi nilai pribadinya. Umpamanya, ketika penulis sedang mengetik naskah edisi baru ini (di Ames, Iowa, USA, awal Ramadhan 1406/ May 1986), di dalam siaran TV diumumkan, bahwa Michael Jackson mendapat piagam kehormatan tertinggi (Golden Award) sebagai "seniman" penyanyi termuda (di bawah 30 tahun) yang terhebat, karena ia berhasil mendapat kontrak sejumlah 15 juta dollar untuk menyanyikan lagu "Pepsi Cola" di dalam siaran-siaran TV dan radio selama tiga tahun. Jadi ia berpenghasilan 5 juta dollar setahun dalam masa tiga tahun mendatang ini; kira-kira 20 x gaji presiden Amerika Serikat (Ronald Reagen) pada masa yang sama. Kehidupan dan gaya hidup orang-orang yang banyak duit ini di USA sengaja ditonjolkan melalui program yang periodik di TV (The Lifestyles of the Rich and Famous).

    b. Takhta
    "Tuhan tandingan" kedua yang paling populer ialah pangkat atau takhta, karena pangkat ini erat sekali hubungannya dengan duit tadi, terutama di negeri-negeri yang sedang berkembang. Pangkat atau takhta bisa dengan mudah dipakai sebagai alat untuk mendapat duit atau harta, terutama di negeri-negeri di mana kebanyakan rakyatnya masih berwatak "nrimo", karena belum terdidik dan belum cerdas. Apalagi, kalau di negeri itu kadar kebebasan mengeluarkan pendapat, baik secara lisan maupun tulisan, masih rendah.
    Di negeri-negeri yang rakyatnya sudah cerdas, dan kebebasan mengeluarkan pendapat terjamin penuh oleh undang-undang, memang peranan pangkat dan kedudukan tidak mudah, bahkan tidak mungkin dipakai untuk mendapatkan duit/harta. Oleh karena itu, orang-orang yang ikut aktif di dalam perebutan kedudukan yang bersifat politis di negeri- negeri yang sudah maju ini biasanya orang-orang yang sudah kaya lebih dahulu. Mendiang presiden Kennedy, umpamanya, menolak pembayaran gajinya sebagai presiden yang jumlahnya ketika itu 125 ribu dollar setahun, karena ia sudah jutawan sebelum jadi presiden. Ia merebut kedudukan kepresidenan dengan mengalahkan Nixon, ketika itu, karena dorongan rasa patriotiknya, atau mungkin juga demi menjunjung tinggi nama dan kehormatan keluarganya, namun bukan karena menginginkan kekayaan yang mungkin diperoleh dari kepresidenan itu.
    Jadi, nyata benar bedanya dengan bekas presiden Marcos dan isterinya Imelda, umpamanya, yang telah menjadi kaya raya akibat kedudukannya, karena itu mereka telah bersikeras terus mempertahankan kedudukan itu, walaupun rakyat sudah menyatakan ketidak-senangan mereka kepadanya. Hal ini bisa terjadi di negeri Marcos, karena kecerdasan dan kebebasan rakyatnya masih jauh di bawah kecerdasan dan kebebasan rakyat Amerika Serikat.
    Contoh-contoh seperti Marcos dan Imelda ini banyak sekali terjadi di negeri-negeri yang sedang berkembang, seperti Tahiti dengan Duvalier-nya, Iran dengan mendiang Syah-nya, dan lain-lain...!
    Suatu hal yang sangat menarik, karena berhubungan dengan masalah ini, ialah, bahwa Al-Qur'an sudah mengajarkan kepada para Muslim yang benar-benar bertawhid (beriman) agar mereka memilih pemimpin, selain Allah dan Rasul-Nya, hanyalah "orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan membayarkan zakat seraya tundak hanya kepada Allah." Ayat selengkapnya berbunyi:
    "Sungguh, pemimpinmu (yang sejati) hanyalah Allah dan Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan MEMBAYARKAN ZAKAT, seraya tunduk (patuh kepada Allah)." (Q.5:55)
    Bukankah yang diwajibkan membayar zakat ini ialah orang yang kaya, atau paling tidak orang yang sudah berkecukupan. Orang yang miskin, dan karena itu tidak mampu membayarkan zakat, walaupun sudah ta'at melakukan sembahyang, belum memenuhi syarat untuk dipilih sebagai pemimpin. Akan terlalu berat baginya mengatasi keinginan melepaskan diri dari tekanan kemiskinan itu, sehingga mungkin ia akan lebih mudah tergoda untuk memperkaya dirinya dahulu, sebelum atau sambil menjalankan tugasnya sebagai pemimpin itu.
    Sungguh, sangat tinggi hikmah yang terkandung di dalam ayat ini, terutama mengenai masalah memilih atau menentukan pemimpin. Sangat sayang, bahwa kebanyakan ummat Islam pada saat ini belum sempat mencapai tingkat kecerdasan yang memadai untuk memahami dan menghayati kandungan ayat suci ini. Oleh karena itu, ummat ini belum juga berhasil memilih pemimpin mereka sesuai dengan kandungan ajaran Allah ini. Akibatnya, ummat Islam belum mampu mencapai tingkat kemerdekaan (tawhid) yang minimal menurut standard yang dikehendaki al-Qur'an. Benar juga kiranya, jika ada yang mengatakan, bahwa "al-Qur'an masih terlalu tinggi bagi kebanyakan ummat Islam pada masa ini". Dengan perkataan lain, ummat Islam pada masa ini masih terlalu rendah mutunya, sehingga belum pantas untuk menerima al-Qur'an yang mulia itu.
    Oleh karena itu, kita tak perlu heran jika nilai-nilai dasar dan pokok yang diajarkan di dalam al-Qur'an masih lebih mudah terlihat dipraktekkan di negeri-negeri, yang justru mayoritas penduduknya resmi belum beragama Islam.

    c. Syahwat
    Tuhan ketiga yang paling populer pada setiap zaman ialah syahwat (sex). Demi memenuhi keinginan akan sex ini banyak orang yang tega melakukan apa saja yang dia rasa perlu. Orang yang sudah terlanjur mempertuhankan sex tidak akan bisa lagi melihat batas-batas kewajaran, sehingga ia akan melakukan apa saja demi kepuasan sex-nya.
    Contoh-contoh dalam sejarah mengenai hal ini cukup banyak, sehingga Allah mewahyukan riwayat yang sangat rinci tentang nabi Yusuf yang telah berjaya menaklukkan godaan sex ini. Nabi Yusuf dipujikan dalam al-Qur'an sebagai seorang yang telah berhasil menentukan pilihan yang tepat ketika dihadapkan dengan alternatif: pilih hidayah iman atau kemerdekaan. Beliau memilih ni'mat Allah yang pertama, yaitu hidayah iman. Dengan mengorbankan kemerdekaannya beliau memilih masuk penjara daripada mengorbankan imannya dengan tunduk kepada godaan keinginan syahwat isteri menteri, majikan beliau.
    "Dia (Yusuf) berkata: "Hai Tuhanku! Penjara itu lebih kusukai dari pada mengikuti keinginan (syahwat) mereka, dan jika tidak Engkau jauhkan dari padaku tipu daya mereka, niscaya aku pun akan tergoda oleh mereka, sehingga aku menjadi orang-orang yang jahil." (Q. 12:33).
    Dari ayat ini jelas betapa hebat tekanan sex pada seseorang yang sehat dan masih remaja seperti Yusuf ketika digoda oleh isteri majikan beliau yang cantik jelita, namun dengan tawhid yang mantap beliau tidak sampai terjatuh ke lembah kehinaan.

  5. Istidraj adalah, apabila ALLAH memberikan kejayaan, harta kekayaan, rezeki yang melimpah ruah untuk manusia itu menjadi lebih jauh dariNya.
    ………………………………………………………………………..
    Sebagian manusia mengira bahwa jika apa yang dicita-citakan tercapai, perdagangannya menguntungkan, karirnya sukses maka itu adalah tanda ia mendapatkan kasih sayang Allah. Sedangkan bila rejekinya sempit , perdagangannya merugi, musibah datang silih berganti itu adalah tanda Allah tidak menyayanginya.

    Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku.” Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku” Sekali-kali tidak (demikian) (Q.S. Al-Fajr [89] : 15-17)

    Padahal belum tentu kesenangan dan kesuksesan yang selalu kita peroleh itu adalah sebuah kebaikan. Bisa jadi kesenangan dan kesuksesan itu justru sebuah ujian atau musibah.
    Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar (Q.S. Al-Mukminuun [23] : 55-56)

    Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibandingkan dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit). (Q.S. Ar-Ra’d [13] :26)

    Perbandingan dunia dengan akhirat seperti seorang yang mencelupkan jari tangannya ke dalam laut lalu diangkatnya dan dilihatnya apa yang diperolehnya. (H.R. Muslim dan Ibnu Majah)

Leave a Reply