memahami arti SULTHON, suatu KEKUATAN untuk MENEMBUS atau MELINTASI LANGIT ------ berdasarkan ayat Allah "KAUNIYAH" dan "QAULIYAH" ----- ﴾ Ar Rahmaan:33 ﴿ Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup MENEMBUS (melintasi/تَنفُذُوا۟) penjuru LANGIT dan BUMI, maka LINTASIlah {TEMBUSlah/فَٱنفُذُوا۟} , kamu tidak dapat menembusnya {تَنفُذُونَ} kecuali dengan KEKUATAN {بِسُلْطٰنٍ}. -------------- BUKTI man fissamawati memiliki SULTHON dan MENEMBUS LANGIT /antar Bintang/ antar galaksi/ antar planet ----- Teori yang harus dibuktikan secara langsung inilah yang menjadikan lahirnya konsep perjelajahan antar bintang (Interstellar). Konsep Interstellar merupakan salah satu konsep perjalanan fiksi ilmiah yang berada di luar angkasa. ---------------------- Perjalanan antar bintang jauh lebih sulit dibandingkan dengan perjalanan dari Bumi ke Bulan maupun antar planet karena terkendala pada batasan Sumber daya, ilmu pengetahuan pada manusia serta belum adanya kendaraan yang mampu menembus kecepatan cahaya. Jarak antar bintang adalah ratusan ribu SA (Satuan Astronomi, yang berdasarkan jarak matahari dan bumi yang mencapai 150.000.000 km) dan dinyatakan dengan tahun cahaya (berdasarkan pada pengukuran jarak yang ditempuh cahaya dalam satu tahun melewati ruang hampa udara) membuat perjalanan waktu ini menjadi sekedar fiksi ilmiah semata yang kali ini akan lebih menarik dibahas. Waktu tempuh yang dibutuhkan yang lama ini memerlukan tantangan teknologi dan terobosan fisika serta pendanaan yang cukup besar merupakan kendala utamanya. -----------------

February 17, 2018admin4

memahami arti SULTHON, suatu KEKUATAN untuk MENEMBUS atau MELINTASI LANGIT  ------ berdasarkan ayat Allah "KAUNIYAH" dan "QAULIYAH"  -----   ---------------- perjalanan manusia ke tempat lain [...]

meniru tradisi KAFIR .. TASYABUH KAFIR .... tradisi-tradisi orang musyrik kafir yang banyak ditiru oleh umat islam saat ini adalah : 1. Perayaan Tahun Baru 2. Perayaan Valentine Day (Hari perzinaan bebas) 3. April MOP 4. Perayaan Ulang Tahun 5. Perayaan Maulid Nabi dll 6. Bahkan ada yang Merayakan Natal paskah dsb. 7. Perayaan-perayaan lainnya yang tidak dicontohkan Nabi seperti tahlilan, haul, ruwatan dsb (meniru umat hindu). ----- “Kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Lalu ada yang menanyakan pada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Apakah mereka itu mengikuti seperti Persia dan Romawi?” Beliau menjawab, “Selain mereka, lantas siapa lagi?“ (HR. Bukhari no. 7319) ------- perlu diperhatikan bahwa ada syarat bolehnya tasyabbuh dengan orang kafir: --------------------- 1- Yang ditiru bukan syi’ar agama orang kafir dan bukan menjadi kekhususan mereka. 2- Yang diserupai bukanlah perkara yang menjadi syari’at mereka. Seperti dalam syari’at dahulu dalam rangka penghormatan, maka disyari’atkan sujud. Namun dalam Islam telah dilarang. 3- Syari’at menjelaskan bolehnya bersesuaian dalam perbuatan tersebut, namun khusus untuk amalan tersebut saja. Seperti misalnya dahulu Yahudi melaksanakan puasa Asyura, umat Islam pun melaksanakan puasa yang sama. Namun juga diselisihi dengan menambahkan puasa pada hari kesembilan dari bulan Muharram. 4- Menyerupai orang kafir di sini tidak sampai membuat kita menyelisihi ajaran Islam. Misalnya, orang kafir sekarang berjenggot. Itu bukan berarti umat Islam harus mencukur jenggot supaya berbeda dengan orang kafir karena memelihara jenggot sudah menjadi perintah bagi pria muslim. 5- Menyerupai orang kafir di sini bukan dalam perayaan mereka. Misalnya, orang kafir merayakan kelahiran Isa (dalam natal), maka bukan berarti kita pun harus merayakan kelahiran Nabi Muhammad (dalam Maulid Nabi). Jadi tidak boleh tasyabbuh dalam hal perayaan orang kafir. 6- Tasyabbuh hanya boleh dalam keadaan hajat yang dibutuhkan, tidak boleh lebih dari itu.

January 4, 2018admin4

meniru tradisi KAFIR ... TASYABUH KAFIR .... tradisi-tradisi orang musyrik kafir yang banyak ditiru oleh umat islam TASYABUH KAFIR  contohnya  adalah : 1. Perayaan Tahun [...]